Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Paku Alam VIII

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam VIII adalah Adipati Pakualaman ke -VIII yang diangkat sebagai KPH Prabu Suryodilogo pada 13 April 1937. Dengan masa jabatan selama 61 tahun, ia adalah penguasa Paku Alam dan juga penguasa negeri pecahan Mataram yang berkuasa paling lama.

Adipati dari Pakualaman ke-8 dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-2
Diperbarui 25 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Paku Alam VIII
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Paku Alam VIII" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(September 2022)
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (September 2022) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Paku Alam VIII
ꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀꧇꧘꧇
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya
Potret resmi, 1992
Adipati Pakualaman Ke-8
Berkuasa13 April 1937 – 11 September 1998
PendahuluPaku Alam VII
PenerusPaku Alam IX
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Ke-2
Masa jabatan
2 Oktober 1988[a] – 11 September 1998
Wakil Gubernurkosong
Sebelum
Pendahulu
Hamengkubuwono IX
Pengganti
Soebekti Soenarto (Pj.)
Hamengkubuwono X
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Ke-2
Masa jabatan
4 Maret 1950 – 2 Oktober 1988[a]
GubernurHamengkubuwono IX
Sebelum
Pendahulu
jabatan didirikam
Pengganti
Paku Alam IX
Sebelum
KelahiranGusti Raden Mas Sularso Kunto Suratno
(1910-04-10)10 April 1910
Keadipatian Pakualaman,
Hindia Belanda
Kematian11 September 1998(1998-09-11) (umur 88)
Yogyakarta, Indonesia
PasanganKanjeng Raden Ayu Ratnaningrum
Kanjeng Raden Ayu Purnamaningrum
Keturunan8, termasuk Paku Alam IX
AyahPaku Alam VII
IbuGusti Bendara Raden Ayu Ratna Purwasa
Tanda tanganPaku Alam VIIIꦦꦏꦸꦄꦭꦩ꧀꧇꧘꧇

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam VIII (10 April 1910 – 11 September 1998) adalah Adipati Pakualaman ke -VIII yang diangkat sebagai KPH Prabu Suryodilogo pada 13 April 1937. Dengan masa jabatan selama 61 tahun, ia adalah penguasa Paku Alam dan juga penguasa negeri pecahan Mataram yang berkuasa paling lama.

Pada tahun 2022, Ia ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia karena perannya di dalam integrasi Pakualaman bersama dengan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ke dalam Indonesia pada masa awal proklamasi. Hal tersebut ditetapkan dalam Keputusan Presiden RI Nomor 96/TK/2022 tanggal 3 November 2022.[1]

Sejarah hidup

KGPAA Prabu Suryadilaga, sebelum menyandang gelar Paku Alam VIII pada tahun 1938
Penobatan BRMH Sularso Kunto Suratno sebagai KGPAA Prabu Suryadilaga oleh Pemerintah Hindia Belanda di Gedung Agung
Potret KGPAA Paku Alam VIII saat menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1990an.

Pendidikan yang ditempuh adalah Europesche Lagere School Yogyakarta, Christelijke MULO Yogyakarta, AMS B Yogyakarta, Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta - sampai tingkat candidaat).[2] Pada 13 April 1937 ia ditahtakan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo menggantikan mendiang ayahnya. Setelah kedatangan Bala Tentara Jepang pada tahun 1942 ia mulai menggunakan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Paku Alam VIII.

Pada 19 Agustus 1945 bersama Hamengkubuwono IX, Paku Alam VIII mengirimkan telegram kepada Sukarno dan Hatta atas berdirinya RI dan terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Pada 5 September 1945 secara resmi KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan amanat/maklumat (semacam dekret kerajaan) bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan Negara Republik Indonesia. Sejak saat itulah kerajaan terkecil pecahan Mataram ini menjadi daerah istimewa. Melalui Amanat Bersama antara Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII dan dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Daerah Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober tahun yang sama, ia berdua sepakat untuk menggabungkan Daerah Kasultanan dan Kadipaten dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jabatan yang dipangku selanjutnya adalah Wakil Kepala Daerah Istimewa, Wakil Ketua Dewan Pertahanan DIY (Oktober 1946), Gubernur Militer DIY dengan pangkat Kolonel (1949 setelah agresi militer II). Mulai tahun 1946-1978 Paku Alam VIII sering menggantikan tugas sehari-hari Hamengkubuwono IX sebagai kepala daerah istimewa karena kesibukan Hamengkubuwono IX sebagai menteri dalam berbagai kabinet RI. Selain itu ia juga menjadi Ketua Panitia Pemilihan Daerah DIY dalam pemilu tahun 1951, 1955, dan 1957; Anggota Konstituante dari Partai IP-KI (November 1956); Anggota MPRS (September 1960) dan terakhir adalah Anggota MPR RI masa bakti 1997-1999 Fraksi Utusan Daerah.

Setelah Hamengkubuwono IX mangkat pada tahun 1988, Paku Alam VIII menggantikan sang mendiang menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sampai akhir hayatnya pada tahun 1998. Perlu ditambahkan bahwa pada 20 Mei 1998 ia bersama Hamengkubuwono X mengeluarkan Maklumat untuk mendukung Reformasi Damai untuk Indonesia. Maklumat tersebut dibacakan di hadapan masyarakat dalam acara yang disebut Pisowanan Agung. Beberapa bulan setelahnya ia menderita sakit dan meninggal pada tahun yang sama. Sri Paduka Paku Alam VIII tercatat sebagai wakil Gubernur terlama (1945-1998) dan Pelaksana Tugas Gubernur terlama (1988-1998) serta Pangeran Paku Alaman terlama (1937-1998).

Penghargaan

Dalam Negeri

  •  Indonesia :
    • Bintang Mahaputera Utama
    • Bintang Mahaputera Pratama
    • Bintang Gerilya
    • Bintang Bhayangkara Nararya
    • Satyalancana Pembangunan (1987)[3]
    • Satyalancana Wira Karya
    • Satyalancana Pendidikan

Luar Negeri

  •  Austria :
    • Grand Decoration of Honour of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria (1996)[4]
  •  Belanda :
    • Grand Honorary Cross with Star of the Order of the Crown
  •  Jerman :
    • Knight Commander's Cross of the Order of Merit of the Federal Republic of Germany
  •  Belgia :
    • Grand Officer of the Order of Leopold II

Pahlawan Nasional

Pada tanggal 7 November 2022 di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Paku Alam VIII. Dia diberi gelar Pahlawan Nasional dikarenakan jasanya mengintegrasikan diri pada awal kemerdekaan Republik Indonesia sehingga NKRI menjadi utuh hingga saat ini. Selain berjasa dalam perang kemerdekaan, dia juga dianggap berjasa dalam bidang pendidikan. Hal itu terbukti melalui pendirian perguruan tinggi seperti, UGM, UNY, IAIN. Selain itu, juga mendirikan Sekolah Rakyat (sekarang SD Puro Pakualaman) dan SMP Puro Pakualaman. Tak hanya itu, 1979 didirikan Yayasan Notokusumo yang mana melalui yayasan ini, Paku Alam VIII meresmikan Akademi Administrasi Negara dan Akademi Keperawatan Notokusumo.[5]

Keluarga

Ia memiliki dua istri, yaitu;

Dari KRAy. Ratnaningrum:

  1. Ir. GPH. H. Probokusumo
  2. GBRAy. Retno Sundari
  3. GBRAy. Retno Sewayani
  4. GPH. Anglingkusumo
  5. GPH. Songkokusumo
  6. GBRAj. Retno Pudjawati (wafat ketika bayi)
  7. GPH. Ndoyokusumo
  8. GPH. Wijoyokusumo

Dari KRAy. Purnamaningrum:

  1. GPH. Ambarkusumo (KGPAA Paku Alam IX)
  2. GBRAy. Retno Martani
  3. GPH. Gondhokusumo
  4. GBRAy. Retno Suskamdani
  5. GBRAy. Retno Rukmini
  6. GPH. H. Tjondrokusumo
  7. GBRAy. Hj. Retno Widanarni
  8. GPH. Indrokusumo

Catatan kaki

  1. 1 2 Sultan Hamengkubuwana IX wafat tanggal 2 Oktober pukul 20:05 waktu Washington, DC atau tanggal 3 Oktober pukul 07:05 Waktu Indonesia Barat

Referensi

  1. ↑ Wibawana, Widhia Arum. "Profil KGPAA Paku Alam VIII yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2022". detikcom. Diakses tanggal 2022-11-04.
  2. ↑ "K.G.P.A.A. Paku Alam VIII - IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-05-22.
  3. ↑ Administrator (1987-07-18). "Penganugerahan lencana". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-17.
  4. ↑ "Eingelangt am 23.04.2012 : Dieser Text wurde elektronisch übermittelt. Abweichungen vom Original sind möglich. Bundeskanzler Anfragebeantwortung" (PDF). Parlament.gv.at. Diakses tanggal 10 February 2019.
  5. ↑ Wibawana, Widhia Arum. "Profil KGPAA Paku Alam VIII yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional 2022". detiknews. Diakses tanggal 2023-02-09.
  • Soedarisman Poerwokoesoemo, KPH, Mr (1985) KADIPATEN PAKUALAMAN, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pranala luar

  • (Inggris) Pakualaman - The Kartasura Dynasty - Genealogy
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Paku Alam VII
Penguasa Paku Alam di Yogyakarta
1937–1998
Diteruskan oleh:
Paku Alam IX
Jabatan politik
Didahului oleh:
Hamengkubuwono IX
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
1988–1998
Diteruskan oleh:
Hamengkubuwono X
Posisi baru Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
1945–1988
Jabatan lowong
Selanjutnya dijabat oleh
Paku Alam IX
Jabatan lain
Didahului oleh:
Bahder Djohan
Ketua Umum Palang Merah Indonesia
1954—1966
Diteruskan oleh:
Basuki Rachmat
  • l
  • b
  • s
Daftar Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Hamengkubowono IX
Sultan Hamengkubuwono IX
(1950–1988)

Paku Alam VIII
Paku Alam VIII
(1988–1998)

Hamengkubowono X
Sultan Hamengkubuwono X
(1998–sekarang)

  • l
  • b
  • s
Penguasa di Jawa
Kalingga
  • Ratu Shima
Mataram Kuno
Wangsa Syailendra
  • Sri Sanjaya
  • Sri Sanggramadananjaya
  • Jatiningrat
  • Sri Sajjanotsawatungga
  • Sri Jayakirtiwarddhana
  • Sri Dharmmodaya
  • Sri Mahottunggawijaya
  • Sri Sajjana Sannatanuraga
  • Sri Wijayalokanamottungga
Wangsa Isyana
  • Sri Isyanawikrama
  • Sri Isyana Tunggawijaya
  • Sri Makutawangsawarddhana
  • Sri Dharmawangsa
Kahuripan
Airlangga
Janggala
  • Mapanji Garasakan
  • Alanjung Ahyes
  • Samarotsaha
Kadiri
  • Samarawijaya
  • Jitendrakara
  • Jayawarsa
  • Bameswara
  • Jayabhaya
  • Sarweswara
  • Aryeswara
  • Gandra
  • Kameswara
  • Kertajaya
  • Jayakatwang
Singasari
  • Ken Arok
  • Anusapati
  • Wisnuwardhana
  • Kertanagara
Majapahit
  • Raden Wijaya
  • Jayanagara
  • Tribhuwana Tunggadewi
  • Hayam Wuruk
  • Wikramawardhana
  • Suhita
  • Kertawijaya
  • Rajasawardhana
  • Girishawardhana
  • Singhawikramawardhana
  • Girindrawardhana (Brawijaya)
Demak
  • Raden Patah
  • Pati Unus
  • Trenggana
  • Prawata
Kalinyamat
  • Ratu Kalinyamat
  • Pangeran Kalinyamat
Pajang
  • Adiwijaya
  • Awantipura
  • Prabuwijaya
Mataram Islam
  • Senapati
  • Anyakrawati
  • Anyakrakusuma
  • Amangkurat I
  • Amangkurat II
  • Amangkurat III
  • Pakubuwana I
  • Amangkurat IV
  • Pakubuwana II
  • Amangkurat V
Surakarta
  • Pakubuwana II
  • Pakubuwana III
  • Pakubuwana IV
  • Pakubuwana V
  • Pakubuwana VI
  • Pakubuwana VII
  • Pakubuwana VIII
  • Pakubuwana IX
  • Pakubuwana X
  • Pakubuwana XI
  • Pakubuwana XII
  • Pakubuwana XIII
Yogyakarta
  • Hamengkubuwana I
  • Hamengkubuwana II
  • Hamengkubuwana III
  • Hamengkubuwana IV
  • Hamengkubuwana V
  • Hamengkubuwana VI
  • Hamengkubuwana VII
  • Hamengkubuwana VIII
  • Hamengkubuwana IX
  • Hamengkubuwana X
Mangkunagaran
  • Mangkunagara I
  • Mangkunagara II
  • Mangkunagara III
  • Mangkunagara IV
  • Mangkunagara V
  • Mangkunagara VI
  • Mangkunagara VII
  • Mangkunagara VIII
  • Mangkunagara IX
  • Mangkunagara X
Pakualaman
  • Paku Alam I
  • Paku Alam II
  • Paku Alam III
  • Paku Alam IV
  • Paku Alam V
  • Paku Alam VI
  • Paku Alam VII
  • Paku Alam VIII
  • Paku Alam IX
  • Paku Alam X
  • l
  • b
  • s
Indonesia Pahlawan Nasional Indonesia
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir · Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soeharto  · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Jamin Ginting  · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E. Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Sarwo Edhie Wibowo · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin  · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo
Kemerdekaan
Agustinus Adisoetjipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Soepeno · Sutomo (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang
Revolusi
Ahmad Yani · Karel Satsuit Tubun · Mas Tirtodarmo Harjono · Katamso Darmokusumo · Donald Izaac Panjaitan · Pierre Tendean · Siswondo Parman · Sugiyono Mangunwiyoto · R. Suprapto · Sutoyo Siswomiharjo
Pergerakan
Abdurrahman Baswedan · Maria Walanda Maramis · dr. Soetomo · Wage Rudolf Soepratman · Wahidin Soedirohoesodo
Sastra
Abdoel Moeis · Agus Salim · Amir Hamzah · Mohammad Yamin · Ali Haji bin Raja Haji Ahmad
Seni
Ismail Marzuki · Usmar Ismail
Pendidikan
Dewi Sartika · Kartini · Ki Hadjar Dewantara · Ki Sarmidi Mangunsarkoro · Muhammad Salahuddin · Rahmah El Yunusiyyah  · Rubini Natawisastra · Sardjito · Soeharto Sastrosoeyoso · Syaikhona Muhammad Kholil
Integrasi
Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng · Silas Papare · Syarif Kasim II dari Siak
Pers
M. Tabrani · Roehana Koeddoes · Tirto Adhi Soerjo
Pembangunan
Moestopo · Pangeran Mohammad Noor · Suharso · Siti Hartinah · Teuku Mohammad Hasan · Wilhelmus Zakaria Johannes
Agama
As'ad Samsul Arifin · Abdul Chalim · Abdul Wahab Hasbullah  · Ahmad Dahlan · Ahmad Hanafiah · Ahmad Sanusi · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasyim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  · Noer Alie · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Diusulkan · Portal Portal Indonesia
    Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
    Internasional
    • ISNI
    • VIAF
    • GND
    • WorldCat
    Nasional
    • Amerika Serikat
    • Belanda

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah hidup
    2. Penghargaan
    3. Dalam Negeri
    4. Luar Negeri
    5. Pahlawan Nasional
    6. Keluarga
    7. Catatan kaki
    8. Referensi
    9. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Daerah Istimewa Yogyakarta

    daerah istimewa di Pulau Jawa, Indonesia

    Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

    Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah wilayah tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Daerah

    Hamengkubuwana X

    Sultan Yogyakarta ke-10 & Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-3 (sejak 1989)

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026