Prof. Dr. Soeharso adalah dokter ahli bedah, pahlawan nasional Indonesia, dan pendiri Pusat Rehabilitasi Profesor Dokter Suharso yang merupakan tempat merawat penderita cacat jasmani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
Artikel ini kekurangan informasi dan perlu dikembangkan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Prof. Dr. Soeharso (13 Mei 1912 – 27 Februari 1971) adalah dokter ahli bedah, pahlawan nasional Indonesia, dan pendiri Pusat Rehabilitasi Profesor Dokter Suharso yang merupakan tempat merawat penderita cacat jasmani.[1][2][3]
Suharso | |
|---|---|
Soeharso | |
| Ketua Umum Ikatan Ahli Bedah Indonesia | |
| Presiden | Soekarno |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1912-05-13)13 Mei 1912 Boyolali, Kasunanan Surakarta, Hindia Belanda |
| Meninggal | 27 Februari 1971(1971-02-27) (umur 58) Surakarta, Indonesia |
| Suami/istri | Djohar Insiyah |
| Anak | 3 |
| Kerabat | Arya Dega (cucu) |
| Almamater |
|
| Profesi | Dokter |
Soeharso dilahirkan tanggal 13 Mei 1912 di Desa Kembang Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, anak ke 4 dari 8 bersaudara putera Raden Sastrosoeharso.

Masuk sekolah tahun 1919 di HIS Salatiga, tamat pada tahun 1926. Tahun 1922 saat Soeharso masih duduk di HIS, ayahanda Raden Sastrosoeharso meninggal dunia. Setamat HIS pada tahun 1926 Soeharso melanjutkan pendidikan pada MULO di Solo dan selesai tahun 1930.
Pada tahun 1930 melanjutkan pendidikan pada AMS Yogyakarta sampai dengan tahun 1933. Ia aktif dalam organisasi Jong Java sejak di MULO dan AMS. Setamat dari AMS Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan di NIAS Surabaya dengan mendapat beasiswa.
Lulus sebagai dokter tahun 1939 dan dikenal dengan gelar Indische Art; bekerja di CBZ (RSU) Surabaya sebagai asisten bedah. Pada tahun 1941 ia pindah ke Pontianak karena mengalami konflik dengan suster dari Belanda.
Tahun 1941 menikah dengan Djohar Insijah, puteri Dr. Agusdjam.
Tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Di daerah Ketapang Pontianak dan daerah lain, Jepang membunuh para intelektual. Dr. Soeharso dan istri kembali ke Pulau Jawa. Tahun 1945 Dr. Soeharso bersama kawan-kawan membentuk Cabang PMI untuk membantu pejuang-pejuang kemerdekaan. Pada tahun 1946 Dr. Soeharso terpanggil untuk membuat prothesa dan orthosa karena begitu banyaknya pemuda yang cacat akibat perang.
Selanjutnya ia konsisten mengembangkan bidang prosthesis-orthosis serta rehabilitasi medik di Indonesia.
Ia mendapat Diploma INTERNATIONAL COLLEGE OF SURGEON di Geneva tahun 1956. Mendapat Brevet AHLI BEDAH tahun 1957.
Wafat pada tanggal 27 Februari 1971 pukul 19.00 dalam usia 59 tahun di rumah Jl. Slamet Riyadi, Surakarta. Delapan Instansi/Lembaga dan Organisasi yang dirintis olehnya menggunakan namanya. Pengukuhan nama ini ditetapkan oleh:
Pada tahun 2007, namanya diabadikan sebagai nama kapal perang khusus rumah sakit, KRI dr. Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972)).
Jabatan yang pernah diemban:
Mendirikan Organisasi/Lembaga Pelayanan Masyarakat:
Penghargaan yang diterima:
Karya Tulis: Sebanyak 86 buku dan ratusan karya-karya lainnya.