Andi Depu Maraddia Balanipa, Puang Depu Maraddia Balanipa atau Ibu Agung adalah putri bangsawan dan istri Raja Balanipa. Ia seorang pejuang wanita asal Indonesia. Ia berhasil mempertahankan Tinambung, Afdeling Polewali dari penaklukan Belanda. Perjuangannya ditunjukkan dengan mendirikan laskar Kebaktian Rahasia Islam Muda. Pada 1942, ia berhasil merampas senjata penjajah dan mengibarkan bendera Merah Putih pada awal kedatangan pasukan Jepang di Tanah Mandar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Andi Depu Maraddia Balanipa,[1] Puang Depu Maraddia Balanipa[2] atau Ibu Agung (1 Agustus 1907 – 18 Juni 1985)[3] adalah putri bangsawan dan istri Raja Balanipa. Ia seorang pejuang wanita asal Indonesia. Ia berhasil mempertahankan Tinambung, Afdeling Polewali dari penaklukan Belanda.[2] Perjuangannya ditunjukkan dengan mendirikan laskar Kebaktian Rahasia Islam Muda (KRIS Muda). Pada 1942, ia berhasil merampas senjata penjajah dan mengibarkan bendera Merah Putih pada awal kedatangan pasukan Jepang di Tanah Mandar.[2]
Ia mendapatkan anugerah Bintang Mahaputra Tingkat IV dari Presiden Soekarno.[4] Pada 10 November 2018, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Abdurrahman Baswedan, Kasman Singodimedjo, Depati Amir, Sjam'un dan Pangeran Muhammad Noor.[5]
Pada tanggal 8 November 2018, Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Ir. Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional dengan diterbitkannya Keppres No 123/TK/Tahun 2018, tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.[6]
Andi Depu Maraddia Balanipa menghembuskan nafas terakhir pada 18 Juni 1985. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Panaikang, Makassar.[7]