Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mochtar Kusumaatmadja

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 sampai 1988. Selain itu ia adalah guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung. Definisinya tentang hukum adalah "Hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk didalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu ke dalam kenyataan", dianggap paling relevan dalam menginterpretasikan hukum pada saat ini. Doktrin tersebut menjadi mahzab/prinsip yang dianut di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran hingga saat ini.

Menteri Luar Negeri Indonesia ke-12
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mochtar Kusumaatmadja
Mochtar Kusumaatmadja
Menteri Luar Negeri Indonesia ke-12
Masa jabatan
29 Maret 1978 – 21 Maret 1988
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Adam Malik
Pengganti
Ali Alatas
Sebelum
Menteri Kehakiman Indonesia ke-16
Masa jabatan
22 Januari 1974 – 29 Maret 1978
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Oemar Seno Adji
Pengganti
Mudjono
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir17 Februari 1929
Batavia, Hindia Belanda
Meninggal6 Juni 2021(2021-06-06) (umur 92)
Jakarta, Indonesia
MakamTaman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata[1]
Suami/istriSiti Chadidjah[2]
Anak3, termasuk Armida Alisjahbana
KerabatSudarsono Mangoenadikoesoemo (paman)
Sarwono Kusumaatmadja (adik)
Juwono Sudarsono (sepupu)
Almamater
  • Universitas Yale
  • Universitas Chicago
Pekerjaan
  • Diplomat
  • politikus
Penghargaan sipilPahlawan Nasional Indonesia
Tanda tangan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M. (17 Februari 1929 – 6 Juni 2021) adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari tahun 1978 sampai 1988. Selain itu ia adalah guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung. Definisinya tentang hukum adalah "Hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk didalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu ke dalam kenyataan", dianggap paling relevan dalam menginterpretasikan hukum pada saat ini. Doktrin tersebut menjadi mahzab/prinsip yang dianut di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran hingga saat ini.

Pria yang memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun ini dikenal umum piawai dalam mencairkan suasana dalam suatu perundingan yang amat serius bahkan sering menegangkan. Dia cepat berpikir dan melontarkan kelakar untuk mencairkan suasana. Diplomat penggemar olahraga catur dan berkemampuan berpikir cepat tetapi lugas ini memang suka berkelakar. Alumni S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1955) ini berperan banyak dalam perundingan internasional, terutama dengan negara-negara tetangga mengenai batas darat dan batas laut teritorial itu. Wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York ini berperan banyak dalam konsep "Wawasan Nusantara" terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia.Konsep ini pada dasarnya dikembangkan setelah Chairul Saleh tidak senang melihat perairan Indonesia dengan mudah dilewati oleh kapal asing terutama kawasan timur Indonesia sebagai akibat dari wilayah Indonesia yang saat itu hanya 3 mil dari permukaan pantai.[3]

Riwayat Hidup

Ia lahir pada tanggal 17 Februari 1929 di Batavia, Jakarta dari pasangan M. Taslim Kusumaatmaja dan Sulmini Surawisastra. Ayahnya adalah seorang apoteker yang berasal dari Tasikmalaya dan masih memiliki keturunan Wiradadaha, Bupati Sukapura pertama dan ibunya adalah anak dari Bajuri Surawisastra pemilik Pondok Pesantren Balerante Palimanan, Cirebon.[3][4][5]

Pada dasarnya, Ia tidak memiliki hak untuk bersekolah di HIS (Hollands Indische School) mengingat posisi ayahnya yang hanya seorang apoteker. Akan tetapi, setelah ibunya berhasil membujuk pihak pengelola sekolah tersebut, maka Ia diizinkan bersekolah di HIS.

Perang Kemerdekaan

Pada masa perjuangan kemerdekaan, Ia ikut dalam batalyon tentara pelajar yang juga diikuti dengan ayahnya yang berpartisipasi sebagai sukarelawan PMI di daerah Tasikmalaya sementara keluarganya yang lain (ibunya, Sarwono, dan Ade Sudaryati) mengungsi dari Bandung hingga ke Cirebon (tempat keluarga ibunya berasal).

Sebelum kembali ke Cirebon pada tahun 1948, ada kisah menarik ketika keluarganya kedatangan pasukan Belanda yang hendak menawan warga yang berada di sekitar Palimanan, Cirebon. Ketika pimpinan komplotan hendak ingin membumihanguskan kawasan tersebut, Ibunya (Sulmini) mendadak berdiri dan menghardik maksud dari pimpinan batalyon tersebut dengan beralasan bahwa tindakan mereka sama saja dengan tindakan Nazi pada Perang Dunia II yang telah usai. Dengan sedikit diplomasi, ibunya berhasil meyakinkan batalyon tersebut untuk tidak membumihanguskan serta menawan warga desa yang ada di sana.[3]

Ketika kembali untuk menemui keluarganya pada tahun 1948, Ia belum sadar bahwa Ia telah mempunyai adik bernama Sarwono. Dan, pada saat bertemu Sarwono Ia masih memakai pakaian tentara dengan celana pendek dan kacamata bulat bingkai hitam.[3]

Kembali ke Jakarta dan berkuliah

Setelah itu, Ia menempuh perkuliahan di Universitas Indonesia dan Universitas Nasional. Untuk mendapatkan pendapatan, Ia terkadang berkeliling dari pintu ke pintu bersama dengan pamannya, Sudarsono untuk menawarkan makanan khas Cirebon, membuka bioskop misbar, berjualan valuta asing (dolar), serta menjadi penyiar radio.[3][4] Pada Pemilu 1955, rumahnya pernah menjadi tempat diskusi dan perdebatan mengingat posisi ayahnya yang netral (tidak memihak salah satu partai yang ada).

Tahun 1958-1961, dia telah mewakil Indonesia pada Konperensi Hukum Laut di Jenewa, Colombo, dan Tokyo. Beberapa karya tulisnya juga telah mengilhami lahirnya Undang-Undang Landas Kontinen Indonesia tahun 1970. Dia memang seorang ahli di bidang hukum internasional. Selain memperoleh gelar S1 dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Universitas Yale) AS (1955). Kemudian, dia menekuni program doktor (S3) bidang ilmu hukum internasional di Universitas Padjadjaran (lulus 1962).

Pencopotan gelar guru besar (profesor)

Dari sejak mahasiswa, terutama setelah menjadi dosen di FH Unpad Bandung, mantan Dekan Fakultas Hukum Unpad ini telah menunjukkan ketajaman dan kecepatan berpikirnya. Ketika itu, dia dengan berani sering menkritik pemerintah antara lain mengenai Manifesto Politik Soekarno. Kritiknya antara lain "Nehru lebih berpengalaman dari Sukarno dalam soal politik luar negeri" serta Soekarno disebut sebagai, "Sosialis musiman".[6] Tuntutan untuk pemecatan tersebut dilakukan oleh GMNI.[6] Akibatnya, dia dipecat dari jabatan guru besar Unpad. Pemecatan tersebut dilakukan oleh Presiden Soekarno melalui telegram dari Jepang a.n. Menteri Pendidikan Thoyib Hadiwidjaja (1962).[6]

Namun pemecatan dan ketidaksenangan dari Soekarno tersebut tidak membuatnya kehilangan jati diri. Kesempatan itu digunakan dirinya untuk menimba ilmu di Harvard Law School (Universitas Harvard), dan Trade of Development Research Fellowship di Universitas Chicago pada tahun 1964-1966.[7] Malah, kemudian kariernya semakin melonjak setelah pergantian rezim dari pemerintahan Soekarno ke pemerintahan Soeharto. (Pemerintahan Soeharto memberi batasan pembagian rezim ini sebagai Orde Lama dan Orde Baru).

Dari peristiwa tersebut, Mochtar mendapatkan beberapa pelajaran berharga di kemudian hari antara lain mengurangi ketertarikan dengan politik serta mengubah cara komunikasi.[6]

Menteri era Orde Baru

Di masa pemerintahan Orde Baru, sebelum menjabat Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III ( 29 Maret 1978-19 Maret 1983 ) dan IV (19 Maret 1983-21 Maret 1988) untuk menggantikan ‘Si Kancil’ Adam Malik, Ia terlebih dahulu menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II, 28 Maret 1973-29 Maret 1978.

Ia diangkat sebagai Menteri Luar Negeri pada kabinet berikutnya untuk periode 1978–1983 dan 1983–1988, sehingga total masa jabatannya sebagai menteri luar negeri adalah sepuluh tahun. Selama masa jabatannya, Kusumaatmadja menggalakkan konsep "negara kepulauan" untuk menggambarkan Indonesia. Konsep ini kemudian diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) Laut pada tahun 1982.

Di tengah kesibukannya sebagai Menlu, dia sering kali menyediakan waktu bermain catur kegemarannya, terutama pada perayaan hari-hari besar di departemen yang dipimpinnya. Bahkan pada akhir tahun 1985, ia terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Di samping itu pada tahun 1971, Ia juga mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar (MKK),[8] di mana kantor firma hukum yang Ia dirikan menjadi kantor firma hukum pertama di Indonesia yang memperkerjakan pengacara asing.[9] Saat ini kantor hukum tersebut dipimpin oleh anaknya yang bernama Emir Kusumaatmadja.

Meninggal Dunia

Beliau wafat pada 6 Juni 2021. Selepas wafatnya, banyak tokoh yang mendukung penetapan dirinya sebagai pahlawan nasional Indonesia.[10][11][12][13] Harapan tersebut baru terwujud pada 2025, dimana Presiden Prabowo Subianto mengangkat Prof. Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keppres No. 116/TK/2025 bersama sembilan tokoh bangsa lainnya.[14][15][16]

Atas penghargaan terhadap jasa beliau, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengubah nama Jalan Layang Pasupati menjadi Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja.[17]

Tanda Kehormatan

Atas Jasa-jasanya, beliau mendapatkan berbagai tanda kehormatan kenegaraan baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya;[18]

NegaraTanggalTanda KehormatanPita HarianPost Nominal
 Indonesia6 Agustus 1974Bintang Mahaputera Adipradana[19]
8 Agustus 1973Bintang Mahaputera Utama[19]
Bintang Dharma
17 Mei 1986Bintang Jalasena Utama[20]
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Satyalancana Jasadharma Angkatan Laut
9 Mei 1987Satyalancana Karya Satya Kelas I[21]
 Yugoslavia19751st Rank of the Order of the Yugoslav Flag with Sash[22]
 Korea Selatan1979Gwanghwa Medal of the Order of Diplomatic Service Merit
 Filipina23 Januari 1980Grand Cross of the Order of Sikatuna, Rank of Datu[23][24]GCrS
 Thailand1982Knight Grand Cross (First Class) of the Most Exalted Order of the White Elephant[25]KCE
 Austria1984Grand Decoration of Honour in Gold with Sash of the Decoration of Honour for Services to the Republic of Austria[26]
 Perancis1989Commandeur of the National Order of the Legion of Honour[27]

Pendidikan

  • Sarjana muda Fakultas Sosial Ekonomi Politik, Universitas Nasional, Jakarta, (1953)
  • S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta (1955)
  • S2 Sekolah Tinggi Hukum Yale, Amerika Serikat (1958)
  • S3 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung (1962)
  • S3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1966)

Karier

  • Wakil Indonesia pada Konperensi Hukum Laut Jenewa, Colombo, Tokyo (1958—1961)
  • Wakil Indonesia pada Sidang PBB mengenai Hukum Laut, Jenewa dan New York
  • Guru Besar dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung
  • Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II (1973—1978)
  • Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV (1978—1983 dan 1983—1988)

Referensi

  1. ↑ Hutabarat, Delvira (2021-06-06). Putra, Putu Merta Surya (ed.). "Mochtar Kusumaatmadja Akan Dimakamkan di TMP Kalibata". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-07-11.
  2. ↑ "Selamat Jalan Ibu Hj. Siti Chadijah Mochtar Kusuma-atmadja". bappenas.go.id. 2014-06-30. Diakses tanggal 2021-07-11.
  3. 1 2 3 4 5 "Mochtar Kusumaatmadja formulator and champion of the Archipelagic State Principle. Part I: The man who increased Indonesia's territory by a third". OBSERVER (dalam bahasa American English). 2021-07-12. Diakses tanggal 2023-06-13.
  4. 1 2 DA, Ady Thea. "Kisah Mochtar Kusumaatmadja, Sempat Angkat Senjata Hingga Pendiri Kantor Hukum". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2023-09-17. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Kusumaatmadja, Sarwono (2020-08-17). Steering a Middle Course: From Activist to Secretary General of Golkar (dalam bahasa Inggris). ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISBN 978-981-4881-66-1.
  6. 1 2 3 4 Mappapa, Pasti Liberti. "Mochtar Kusumaatmadja, Dipecat Bung Karno - Ujung Tombak Soeharto". detikcom. Diakses tanggal 2022-10-13.
  7. ↑ Mahendra, Febby. Burdansyah, Cecep (ed.). "Terancam Jiwanya, Mochtar Kusuma-atmadja Dikawal Prajurit Seskoad hingga Bandara". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2022-10-13.
  8. ↑ "MKK - Attorneys". www.mkklaw.net. Diakses tanggal 2018-11-15.
  9. ↑ "MKK dan Sentuhan Pertama Advokat Asing di Indonesia". hukumonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-15.
  10. ↑ Junita, Nancy (2021-11-10). Evandio, Akbar (ed.). "Petisi Dukung Profesor Mochtar Kusumaatmadja Jadi Pahlawan Nasional". Bisnis.com. Diakses tanggal 2021-11-30.
  11. ↑ Dewiyatini. "Mochtar Kusumaatmadja Jasamu Tak Terbahasakan, Menanti Itikad Negara Menjadikannya Pahlawan Nasional - Pikiran-Rakyat.com -". www.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2021-11-30.
  12. ↑ Barat, Pemerintah Provinsi Jawa. "Hari Pahlawan, Ridwan Kamil: Pengusulan Mochtar Kusumaatmadja Pahlawan Nasional Terus Berproses". jabarprov.go.id. Diakses tanggal 2021-11-30.[pranala nonaktif permanen]
  13. ↑ Unpaders.id (2023-05-24). "Irawati Hermawan: Prof. Mochtar Kusumaatmadja Sangat Layak Jadi Pahlawan Nasional". farahmagazine.id. Diakses tanggal 2023-07-27.
  14. ↑ Safitri, Eva. "Prabowo Resmi Anugerahkan Gelar Pahlawan ke 10 Tokoh: Soeharto hingga Gus Dur". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-11.
  15. ↑ Redaksi, Tim. "Prabowo Anugerahi Mochtar Kusumaatmadja Pahlawan Nasional berkat Gagasan Negara Kepulauan". Berita Nasional. Diakses tanggal 2025-12-11.
  16. ↑ Duan, Filio. "9 Tokoh Terima Gelar Pahlawan Nasional Selain Soeharto: Zainal Abidin Syah hingga Mochtar Kusumaatmadja". www.Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 2025-12-11.
  17. ↑ Nawa, Marga Ajani. "Keluarga Prof Mochtar Kusumaatmadja Terharu, Karena Diabadikan Menjadi Nama Jalan Layang Ikonik - Portal Majalengka - Halaman all". portalmajalengka.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2022-10-13.
  18. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 492-493.
  19. 1 2 Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  20. ↑ Administrator (1986-05-17). "Menerima bintang jalasena utama". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-13.
  21. ↑ "Penyematan tanda penghargaan menerima satya lencana". Tempo (dalam bahasa Inggris). 1987-05-09. Diakses tanggal 2024-07-08.
  22. ↑ "Recipient Order of Yugoslav Star". Gentleman's Military Interest Club (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2017-08-11. Diakses tanggal 2024-05-28.
  23. ↑ "The Order of Sikatuna". Official Gazette of the Republic of the Philippines. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 August 2019. Diakses tanggal 14 May 2016.
  24. ↑ "Mochtar: Keep talking to break impasse". NewspaperSG. 1980-01-24. Diakses tanggal 2024-11-27.
  25. ↑ Malaysia. Jabatan Penerangan, Malaysia (1982). Malaysian Digest Volume 13. Indonesia: Federal Department of Information, Malaysia. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  26. ↑ "Penghargaan dari austria". Tempo (dalam bahasa Inggris). 1984-03-17. Diakses tanggal 2024-07-01.
  27. ↑ "Prof. John Ario Katili". Biografi Nasional (dalam bahasa Inggris). 2020-04-17. Diakses tanggal 2023-11-26.

Pranala luar

  • (Indonesia) Profil di Tokoh Indonesia Diarsipkan 2008-07-06 di Wayback Machine.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Adam Malik
Menteri Luar Negeri Indonesia
1978—1988
Diteruskan oleh:
Ali Alatas
Didahului oleh:
Oemar Seno Adji
Menteri Kehakiman Indonesia
1973—1978
Diteruskan oleh:
Moedjono
  • l
  • b
  • s
Indonesia Pahlawan Nasional Indonesia
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir · Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soeharto  · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Jamin Ginting  · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E. Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Sarwo Edhie Wibowo · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin  · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo
Kemerdekaan
Agustinus Adisoetjipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Soepeno · Sutomo (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang
Revolusi
Ahmad Yani · Karel Satsuit Tubun · Mas Tirtodarmo Harjono · Katamso Darmokusumo · Donald Izaac Panjaitan · Pierre Tendean · Siswondo Parman · Sugiyono Mangunwiyoto · R. Suprapto · Sutoyo Siswomiharjo
Pergerakan
Abdurrahman Baswedan · Maria Walanda Maramis · dr. Soetomo · Wage Rudolf Soepratman · Wahidin Soedirohoesodo
Sastra
Abdoel Moeis · Agus Salim · Amir Hamzah · Mohammad Yamin · Ali Haji bin Raja Haji Ahmad
Seni
Ismail Marzuki · Usmar Ismail
Pendidikan
Dewi Sartika · Kartini · Ki Hadjar Dewantara · Ki Sarmidi Mangunsarkoro · Muhammad Salahuddin · Rahmah El Yunusiyyah  · Rubini Natawisastra · Sardjito · Soeharto Sastrosoeyoso · Syaikhona Muhammad Kholil
Integrasi
Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng · Silas Papare · Syarif Kasim II dari Siak
Pers
M. Tabrani · Roehana Koeddoes · Tirto Adhi Soerjo
Pembangunan
Moestopo · Pangeran Mohammad Noor · Suharso · Siti Hartinah · Teuku Mohammad Hasan · Wilhelmus Zakaria Johannes
Agama
As'ad Samsul Arifin · Abdul Chalim · Abdul Wahab Hasbullah  · Ahmad Dahlan · Ahmad Hanafiah · Ahmad Sanusi · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasyim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  · Noer Alie · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Diusulkan · Portal Portal Indonesia
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan IV (1983–1988)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Umar Wirahadikusumah
  • Kementerian di bawah Menko Polkam: Surono Reksodimedjo
  • Mendagri: Soepardjo Roestam
  • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja
  • Menhankam/Panglima ABRI: Poniman
  • Menhak: Ali Said, Ismail Saleh
  • Menpen: Harmoko
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
  • Menkeu: Radius Prawiro
  • Mendag: Rachmat Saleh
  • Menkop: Bustanil Arifin
  • Mentan: Achmad Affandi
  • Menhut: Soedjarwo
  • Menperin: Hartarto Sastrosoenarto
  • Mentamben: Subroto
  • Menpu: Suyono Sosrodarsono
  • Menhub: Roesmin Noerjadin
  • Menparpostel: Achmad Tahir
  • Menaker: Sudomo
  • Mentrans: Martono
  • Menristek/Ketua BPPT: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Menteri Kependudukan dan LH: Emil Salim
  • Menpera: Cosmas Batubara
  • Menteri PPN/Ketua BAPPENAS: J. B. Sumarlin
  • Menpan: Saleh Afiff
  • Menmu PP-PDN: Ginandjar Kartasasmita
  • Menmu Pangan: Wardojo
  • Menmu PP-Tanras: Hasjrul Harahap
  • Menmu PP-Terkan: J.H. Hutasoit
  • Kementerian di bawah Menko Kesra: Alamsyah Ratu Perwiranegara
  • Mendikbud: Nugroho Notosusanto, J. B. Sumarlin (Plt.), Fuad Hassan
  • Menkes: Suwardjono Surjaningrat
  • Menag: Munawir Sjadzali
  • Mensos: Nani Soedarsono
  • Menpora: Abdul Gafur
  • Menperwan: Lasiyah Soetanto, Anindyati Sulasikin Murpratomo
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
  • Mensesneg: Soedharmono
  • Panglima ABRI: L.B. Moerdani, Try Sutrisno
  • Jaksa Agung: Ismail Saleh, Hari Suharto
  • Gubernur Bank Indonesia: Arifin M Siregar
Menmudseskab: Moerdiono
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan III (1978–1983)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Adam Malik
  • Kementerian di bawah Menko Polkam: Maraden Panggabean
  • Mendagri: Amir Machmud, Soedharmono (Plt.)
  • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja
  • Menhankam/Panglima ABRI: M. Jusuf
  • Menhak: Moedjono, Ali Said
  • Menpen: Ali Moertopo
  • Kementerian di bawah Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro
  • Menkeu: Ali Wardhana
  • Mendagkop: Radius Prawiro
  • Mentan: Soedarsono Hadisapoetro
  • Menperin: A.R. Soehoed
  • Mentamben: Subroto
  • Menpu : Purnomosidi Hadjisarosa
  • Menhub: Rusmin Nurjadin
  • Menakertrans: Harun Al-Rasjid Zain
  • Menpan: J. B. Sumarlin
  • Menteri PP-LH: Emil Salim
  • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Kementerian di bawah Menko Kesra: Surono Reksodimedjo
  • Mendikbud: Daoed Joesoef
  • Menkes: Suwardjono Surjaningrat
  • Menag: Alamsyah Ratu Perwiranegara
  • Mensos: Sapardjo
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
  • Menmupera: Cosmas Batubara
  • Menmukop: Bustanil Arifin
  • Menmuda: Abdul Gafur
  • Menmuprongan: Achmad Affandi
  • Menperwan: Lasiyah Soetanto
  • Menmutrans: Martono
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
  • Mensesneg: Soedharmono
  • Jaksa Agung: Ali Said, Ismail Saleh
  • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh
  • Pangkopkamtib: Sudomo
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan II (1973–1978)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Mendagri: Amir Machmud • Menlu: Adam Malik, Syarief Thayeb (Plt.) • Menhankam/Panglima ABRI: Maraden Panggabean • Menhak: Oemar Senoadji, Mochtar Kusumaatmadja • Menteri Penerangan: Mashuri Saleh, Sudharmono (Plt.) • Menperin: M. Jusuf • Mendag: Radius Prawiro • Menag: Abdul Mukti Ali • Menkeu: Ali Wardhana • Mentan: Thoyib Hadiwidjaja • Mentam: Mohammad Sadli • Menteri PUTL: Sutami • Menhub: Emil Salim • Mendikbud: Sumantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb • Menkes: GA Siwabessy • Mensos: M. S. Mintaredja • Menakertranskop: Subroto • Menteri Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro • Menteri Kesra: Sunawar Sukowati • Menpan/Waket BAPPENAS: J. B. Sumarlin • Menteri Negara Riset: Sumitro Djojohadikusomo • Jaksa Agung: Ali Said • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh • Pangkopkamtib: Sumitro, Soeharto, Sudomo (Plt.) • Mensesneg: Soedharmono
  • l
  • b
  • s
Menteri Hukum Indonesia
Kementerian Hukum
Menteri Kehakiman
(1945–1999)
  • Soepomo
  • Soewandi
  • Soesanto Tirtoprodjo
  • Lukman Hakim
  • Soesanto Tirtoprodjo
  • Soepomo (RIS)
  • Susanto Tirtoprojo
  • Abdoel Gaffar Pringgodigdo
  • Wongsonegoro
  • Mohammad Yamin
  • Lukman Wiriadinata
  • Djodi Gondokusumo
  • Moeljatno
  • Gustaaf Adolf Maengkom
  • Saharjo
  • Astrawinata
  • Wirjono Prodjodikoro
  • Oemar Seno Adji
  • Mochtar Kusumaatmadja
  • Mudjono
  • Ali Said
  • Ismail Saleh
  • Oetojo Oesman
  • Muladi
Menteri Hukum dan Perundang-undangan
(1999–2001)
  • Yusril Ihza Mahendra
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
(2001–2004)
  • Baharuddin Lopa
  • Marsillam Simanjuntak
  • Mahfud MD
  • Yusril Ihza Mahendra
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
(2004–2024)
  • Hamid Awaluddin
  • Mohammad Andi Mattalatta
  • Patrialis Akbar
  • Amir Syamsuddin
  • Yasonna Laoly
Menteri Hukum
(2024–sekarang)
  • Supratman Andi Agtas
  • Category Kategori
  • List-Class article Daftar
  • l
  • b
  • s
Menteri Luar Negeri Indonesia
Kementerian Luar Negeri
  • Achmad Soebardjo
  • Sutan Sjahrir
  • Agus Salim
  • Alexander Andries Maramis
  • Agus Salim
  • Mohammad Hatta
  • Mohamad Roem
  • Achmad Soebardjo
  • Wilopo
  • Soenario
  • Ida Anak Agung Gde Agung
  • Roeslan Abdulgani
  • Subandrio
  • Adam Malik
  • Mochtar Kusumaatmadja
  • Ali Alatas
  • Alwi Shihab
  • Hassan Wirajuda
  • Marty Natalegawa
  • Retno Marsudi
  • Sugiono
Kategori
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Perang Kemerdekaan
  3. Kembali ke Jakarta dan berkuliah
  4. Pencopotan gelar guru besar (profesor)
  5. Menteri era Orde Baru
  6. Meninggal Dunia
  7. Tanda Kehormatan
  8. Pendidikan
  9. Karier
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar Menteri Luar Negeri Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Menteri Luar Negeri Indonesia

Kepala Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Daftar Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026