Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ali Wardhana

Prof. Dr. Ali Wardhana adalah salah satu anggota penasihat perekonomian Orde Baru dan pernah menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Sebelumnya, Ia pernah menjadi Menteri Keuangan untuk periode tahun 1968-1983. Ali merupakan Menteri Keuangan termuda sekaligus terlama, ia menjabat selama 15 tahun. Menteri Keuangan terkemuka ini menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama 10 tahun, yaitu dari tahun 1967 sampai 1978. Kepakarannya juga diakui lembaga internasional. Pada September 1971 ia terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972.

politisi Indonesia
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ali Wardhana
Prof. Dr.
Ali Wardhana
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan ke-3
Masa jabatan
19 Maret 1983 – 23 Maret 1988
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Widjojo Nitisastro
Pengganti
Radius Prawiro
Sebelum
Menteri Keuangan Indonesia ke-15
Masa jabatan
6 Juni 1968 – 19 Maret 1983
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Frans Seda
Pengganti
Radius Prawiro
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1928-05-06)6 Mei 1928
Surakarta, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal14 September 2015(2015-09-14) (umur 87)
Jakarta, Indonesia
Partai politikGolongan Karya
Suami/istriRendasih binti Sulaeman Sukantabrata
Anak4
KerabatAli Sastroamidjojo (paman) Robertus Sanyoto (adek keponakan)
PekerjaanEkonom
Penasehat Perekonomian
  • Bintang Mahaputera Adipradana Suntingan nilai di Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Prof. Dr. Ali Wardhana (6 Mei 1928 – 14 September 2015) adalah salah satu anggota penasihat perekonomian Orde Baru dan pernah menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Sebelumnya, Ia pernah menjadi Menteri Keuangan untuk periode tahun 1968-1983. Ali merupakan Menteri Keuangan termuda sekaligus terlama, ia menjabat selama 15 tahun. Menteri Keuangan terkemuka ini menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama 10 tahun, yaitu dari tahun 1967 sampai 1978. Kepakarannya juga diakui lembaga internasional. Pada September 1971 ia terpilih sebagai Ketua Board of Governors Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk periode 1971-1972.

Riwayat Hidup

Pendidikan

Ali Wardhana menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1958). Kemudian, melanjutkan studinya ke University of California di Berkeley dan memperoleh gelar Master of Arts pada tahun 1961. Pada tahun 1962, Ali berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dan meraih gelar Ph.D juga dari University of California dengan judul disertasi "Monetary Policy in an Underdeveloped Economy: with Special Reference to Indonesia".

Menteri

Ali Wardhana ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Pembangunan I pada tahun 1968. Awalnya ia menolak jabatan tersebut karena merasa tidak cakap, tetapi akhirnya ia diyakinkan oleh Soeharto yang kala itu juga baru menjabat sebagai Presiden untuk sama-sama belajar.[1] Menurut Mari Elka Pangestu dalam buku A Tribute to Ali Wardhana, Indonesia's Longest Serving Finance Minister: From His Writing and His Colleagues, Beliau mengabdi di sebagian besar waktu-waktu paling krusial selama dua dekade untuk membangun Indonesia, dimulai dengan di awal-awal tahun pemerintahan Orde Baru dengan menurunkan hiperinflasi, menstabilkan ekonomi, mendapatkan kepercayaan kembali, dan membangkitkan kembali ekonomi Indonesia.

Ali Wardhana dianggap sebagai penasihat ekonomi utama Soeharto saat era Orde Baru.[2] Beliau berhasil menyelamatkan ekonomi Indonesia dari krisis dalam waktu tiga tahun setelah menjabat. Kebijakan Ali yang dikenal sebagai "Balanced Budget", berhasil mengurangi hiperinflasi Indonesia dari 650 % menjadi 10 % saja.[2] Selain itu Ali Wardahana melakukan manufer dengan memanfaatkan hasil minyak bumi untuk mengatasi kemiskinan pada tahun 1970-an dan prestasi besar tersebut diakui oleh dunia. Setelah menjabat sebagai Menkeu selama 15 tahun, Ali kemudian menjabat sebagai Menko Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan, selama 5 tahun, yaitu antara tahun 1983-1988. Setelah Ali tak lagi menjabat menteri, beliau menjadi penasihat bagi pemerintah dan nasihat serta sarannya selalu seputar ekonomi makro, kebijakan moneter, pembangunan sektor ekonomi, reformasi dan pada saat pemerintahan dalam masa krisis dan sulit.

Karya Ilmiah

Beberapa Karya ilmiah baik nasional maupun internasional yang telah dipublikasikan antara lain:

  • "Foreign Exchange and its Implications in Indonesia", Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Oktober 1957);
  • "Beberapa segi Transmigrasi Spontan di Indonesia", Ekonomi dan Keuangan Indonesia (Februari 1957);
  • "Inflasi dan Ketegangan-Ketegangan Strukturil", Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan (1965);
  • "Beberapa Catatan Mengenai Tindakan Pemerintah dibidang Ekonomi Moneter", seminar KAMI (1966);
  • "Angaran Moneter: Alat Stabilisasi atau Inflasi", Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan (1966),
  • "Economic Development and the Availability of Special Funds", Statement at the Annual Meeting of the Asian Development Bank (1969),
  • "Concessional Loans and Technical Assistance", Statement at the Annual Meeting of the Asian Development Bank (1970).[3]

Keluarga

Ali Wardhana menikah dengan Rendasih Ali Wardhana binti Sulaeman Sukantabrata atau Renny dan dikaruniai empat orang anak. Beliau meninggal dunia pada 14 September 2015 di Rumah Sakit Medistra, Kuningan, Jakarta pada usia 87 tahun.[4]

Penghargaan

Dalam Negeri

  •  Indonesia :
    • Bintang Mahaputera Adipradana (1973)[5]
    • Satyalancana Dwidya Sistha[6]

Luar Negeri[7]

  •  Belgia :
    • Grand Cross of the Order of Leopold II (1970)
  •  Belanda :
    • Knight Grand Cross of the Order of Orange-Nassau (1971)
  •  Jepang :
    • Order of the Sacred Treasure 1st Class (1988)[8]

Referensi

  1. ↑ "Kisah Ali Wardhana (detik.com)". Diakses tanggal 2023-08-12.
  2. 1 2 "Ali Wardhana, architect of New Order economy, laid to rest". Diakses tanggal 2023-08-12.
  3. ↑ "Profil Ali Wardhana - Tokoh Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-05. Diakses tanggal 2014-02-02.
  4. ↑ Mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana Meninggal Tempo, 14 September 2015
  5. ↑ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diakses tanggal 4 Oktober 2021.
  6. ↑ "Ali Wardhana, architect of New Order economy, laid to rest". The Jakarta Post. 2015-09-15. Diakses tanggal 2022-11-11.
  7. ↑ Lembaga Pemilihan Umum 1983, hlm. 966.
  8. ↑ Administrator (1988-12-10). "Penghargaan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-05-02.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Frans Seda
Menteri Keuangan Indonesia
1968−1983
Diteruskan oleh:
Radius Prawiro
Didahului oleh:
Widjojo Nitisastro
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Pengawasan Pembangunan Indonesia
1983−1988
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan IV (1983–1988)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Umar Wirahadikusumah
  • Kementerian di bawah Menko Polkam: Surono Reksodimedjo
  • Mendagri: Soepardjo Roestam
  • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja
  • Menhankam/Panglima ABRI: Poniman
  • Menhak: Ali Said, Ismail Saleh
  • Menpen: Harmoko
Kementerian di bawah Menko Ekuin-PP: Ali Wardhana
  • Menkeu: Radius Prawiro
  • Mendag: Rachmat Saleh
  • Menkop: Bustanil Arifin
  • Mentan: Achmad Affandi
  • Menhut: Soedjarwo
  • Menperin: Hartarto Sastrosoenarto
  • Mentamben: Subroto
  • Menpu: Suyono Sosrodarsono
  • Menhub: Roesmin Noerjadin
  • Menparpostel: Achmad Tahir
  • Menaker: Sudomo
  • Mentrans: Martono
  • Menristek/Ketua BPPT: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Menteri Kependudukan dan LH: Emil Salim
  • Menpera: Cosmas Batubara
  • Menteri PPN/Ketua BAPPENAS: J. B. Sumarlin
  • Menpan: Saleh Afiff
  • Menmu PP-PDN: Ginandjar Kartasasmita
  • Menmu Pangan: Wardojo
  • Menmu PP-Tanras: Hasjrul Harahap
  • Menmu PP-Terkan: J.H. Hutasoit
  • Kementerian di bawah Menko Kesra: Alamsyah Ratu Perwiranegara
  • Mendikbud: Nugroho Notosusanto, J. B. Sumarlin (Plt.), Fuad Hassan
  • Menkes: Suwardjono Surjaningrat
  • Menag: Munawir Sjadzali
  • Mensos: Nani Soedarsono
  • Menpora: Abdul Gafur
  • Menperwan: Lasiyah Soetanto, Anindyati Sulasikin Murpratomo
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden:
  • Mensesneg: Soedharmono
  • Panglima ABRI: L.B. Moerdani, Try Sutrisno
  • Jaksa Agung: Ismail Saleh, Hari Suharto
  • Gubernur Bank Indonesia: Arifin M Siregar
Menmudseskab: Moerdiono
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan III (1978–1983)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Adam Malik
  • Kementerian di bawah Menko Polkam: Maraden Panggabean
  • Mendagri: Amir Machmud, Soedharmono (Plt.)
  • Menlu: Mochtar Kusumaatmadja
  • Menhankam/Panglima ABRI: M. Jusuf
  • Menhak: Moedjono, Ali Said
  • Menpen: Ali Moertopo
  • Kementerian di bawah Menko Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro
  • Menkeu: Ali Wardhana
  • Mendagkop: Radius Prawiro
  • Mentan: Soedarsono Hadisapoetro
  • Menperin: A.R. Soehoed
  • Mentamben: Subroto
  • Menpu : Purnomosidi Hadjisarosa
  • Menhub: Rusmin Nurjadin
  • Menakertrans: Harun Al-Rasjid Zain
  • Menpan: J. B. Sumarlin
  • Menteri PP-LH: Emil Salim
  • Menristek: Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Kementerian di bawah Menko Kesra: Surono Reksodimedjo
  • Mendikbud: Daoed Joesoef
  • Menkes: Suwardjono Surjaningrat
  • Menag: Alamsyah Ratu Perwiranegara
  • Mensos: Sapardjo
Menteri muda yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
  • Menmupera: Cosmas Batubara
  • Menmukop: Bustanil Arifin
  • Menmuda: Abdul Gafur
  • Menmuprongan: Achmad Affandi
  • Menperwan: Lasiyah Soetanto
  • Menmutrans: Martono
Menteri dan pejabat setingkat menteri yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden:
  • Mensesneg: Soedharmono
  • Jaksa Agung: Ali Said, Ismail Saleh
  • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh
  • Pangkopkamtib: Sudomo
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan II (1973–1978)
Presiden: Soeharto | Wakil Presiden: Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Mendagri: Amir Machmud • Menlu: Adam Malik, Syarief Thayeb (Plt.) • Menhankam/Panglima ABRI: Maraden Panggabean • Menhak: Oemar Senoadji, Mochtar Kusumaatmadja • Menteri Penerangan: Mashuri Saleh, Sudharmono (Plt.) • Menperin: M. Jusuf • Mendag: Radius Prawiro • Menag: Abdul Mukti Ali • Menkeu: Ali Wardhana • Mentan: Thoyib Hadiwidjaja • Mentam: Mohammad Sadli • Menteri PUTL: Sutami • Menhub: Emil Salim • Mendikbud: Sumantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb • Menkes: GA Siwabessy • Mensos: M. S. Mintaredja • Menakertranskop: Subroto • Menteri Ekuin/Kepala BAPPENAS: Widjojo Nitisastro • Menteri Kesra: Sunawar Sukowati • Menpan/Waket BAPPENAS: J. B. Sumarlin • Menteri Negara Riset: Sumitro Djojohadikusomo • Jaksa Agung: Ali Said • Gubernur Bank Indonesia: Rachmat Saleh • Pangkopkamtib: Sumitro, Soeharto, Sudomo (Plt.) • Mensesneg: Soedharmono
  • l
  • b
  • s
Kabinet Pembangunan I (1968–1973)
Presiden: Soeharto
Mendagri: Basuki Rahmat, Amir Machmud • Menlu: Adam Malik • Menhankam/Panglima ABRI: Soeharto, Maraden Panggabean • Menhak: Oemar Senoadji • Menteri Penerangan: Boediardjo • Menkeu: Ali Wardhana • Mendag: Sumitro Djojohadikusomo • Mentan: Thoyib Hadiwidjaja • Menperin: M. Jusuf • Mentam: Sumantri Brodjonegoro • Menteri PUTL: Sutami • Menhub: Frans Seda • Mendikbud: Mashuri Saleh • Menkes: G.A. Siwabessy • Menag: Muhammad Dahlan, Abdul Mukti Ali • Menaker: Mursalin Daeng Mamangung, M. Sadli • Mentranskop: M. Sarbini, Subroto • Mensos: Albert Mangaratua Tambunan, Idham Chalid (Plt.), M. S. Mintaredja • Menteri Ekuin: Sri Sultan Hamengkubuwono IX • Menteri Kesra: Idham Chalid • Menteri PPN/ Ketua BAPPENAS: Sunawar Sukowati, Widjojo Nitisastro • Menpenhukpemmen (dihapuskan sejak Reshuffle Kabinet pada 11 September 1971): M. S. Mintaredja • Menteri PPAN: Harsono Tjokroaminoto, Emil Salim • Jaksa Agung: Sugih Arto • Gubernur Bank Indonesia: Radius Prawiro • Pangkopkamtib: Maraden Panggabean, Sumitro • Mensesneg: Alamsyah Ratu Perwiranegara, Soedharmono
  • l
  • b
  • s
Menteri Keuangan Indonesia
Kementerian Keuangan
  • Samsi Sastrawidagda
  • Alexander Andries Maramis
  • Soenarjo Kolopaking
  • Surachman Tjokroadisurjo
  • Syafruddin Prawiranegara
  • Alexander Andries Maramis
  • Lukman Hakim
  • Syafruddin Prawiranegara
  • Lukman Hakim
  • Syafruddin Prawiranegara
  • Jusuf Wibisono
  • Soemitro Djojohadikoesoemo
  • Ong Eng Die
  • Soemitro Djojohadikoesoemo
  • Jusuf Wibisono
  • Sutikno Slamet
  • Djoeanda Kartawidjaja
  • Notohamiprodjo
  • Sumarno
  • Frans Seda
  • Ali Wardhana
  • Radius Prawiro
  • J. B. Sumarlin
  • Mar'ie Muhammad
  • Fuad Bawazier
  • Bambang Subianto
  • Bambang Sudibyo
  • Prijadi Praptosuhardjo
  • Rizal Ramli
  • Boediono
  • Jusuf Anwar
  • Sri Mulyani
  • Agus Martowardojo
  • Hatta Rajasa (Pelaksana tugas)
  • Muhammad Chatib Basri
  • Bambang Brodjonegoro
  • Sri Mulyani
  • Purbaya Yudhi Sadewa
  • Category Kategori
  • List-Class article Daftar
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat Hidup
  2. Pendidikan
  3. Menteri
  4. Karya Ilmiah
  5. Keluarga
  6. Penghargaan
  7. Dalam Negeri
  8. Luar Negeri[7]
  9. Referensi

Artikel Terkait

Daftar-daftar politikus Indonesia

politik Indonesia Daftar Presiden Indonesia Daftar Wakil Presiden Indonesia Daftar Perdana Menteri Indonesia Daftar Wakil Perdana Menteri Indonesia Daftar

Daftar politikus terkaya di Indonesia

makna dan implikasi penting, baik dari sudut pandang masyarakat, pengamat politik, maupun tata kelola pemerintahan

Bukhori Yusuf

A. (lahir 05 Maret 1965) adalah seorang akademisi sekaligus politikus Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Anggota DPR RI di Komisi VIII sekaligus

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026