Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Agustinus Adisoetjipto

Agustinus Adisoetjipto lahir di Salatiga, Jawa Tengah, dan dibesarkan sebagai penganut Katolik Roma. Ia adalah pilot pertama Angkatan Udara Indonesia, yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Belanda selama Revolusi Nasional Indonesia. Ia secara anumerta dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1974.

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Agustinus Adisoetjipto
Agustinus Adisoetjipto
Lahir(1916-07-04)4 Juli 1916
Salatiga, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal29 Juli 1947(1947-07-29) (umur 31)
Ngoto, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
DikebumikanNgoto, Bantul, Yogyakarta, Indonesia
Pengabdian
  •  Hindia Belanda (1937–1942)
  •  Indonesia (1945–1947)
Dinas/cabang
  • Militaire Luchtvaart van het Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger
  • Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara
Lama dinas1939–1942, 1945–1947
Pangkat
  • Komodor Udara (saat kematian)
  • Komodor Muda Udara (anumerta)
Perang/pertempuran
  • Perang Dunia II
  • Revolusi Nasional Indonesia
    • Agresi Militer Belanda I ⚔
PenghargaanPahlawan Nasional Indonesia

Agustinus Adisoetjipto (Ejaan yang Disempurnakan: Agustinus Adisucipto) (4 Juli 1916 – 29 Juli 1947) lahir di Salatiga, Jawa Tengah, dan dibesarkan sebagai penganut Katolik Roma. Ia adalah pilot pertama Angkatan Udara Indonesia, yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Belanda selama Revolusi Nasional Indonesia. Ia secara anumerta dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1974.[1][2]

Pendidikan

Adisoetjipto mengenyam pendidikan GHS (Geneeskundige Hoge School) (Sekolah Tinggi Kedokteran) dan lulusan Sekolah Penerbang Militaire Luchtvaart di Kalijati.

Aktivitas

Adisoetjipto menerbangkan pesawat jenis Nishikoren yang dicat merah putih dari Tasikmalaya ke Maguwo, Yogyakarta. Pada 27 Oktober 1945 pula, ia berhasil menerbangkan pesawat Cureng berbendera merah putih di sekitar Yogyakarta. Bukan tanpa sebab ia menerbangkan pesawat ini. Desing pesawat yang ia terbangkan bercat merah putih dimaksudkan untuk membakar semangat rakyat Indonesia melawan penjajahan yang masih terjadi di beberapa wilayah. Inilah penerbangan berbendera merah putih pertama di tanah air dan bukti semangat cinta tanah air yang begitu besar dengan keberanian dan segenap kemampuan yang dimilikinya.

Pada 15 November 1945, Adisoetjipto mendirikan Sekolah Penerbang di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Lapangan Udara Maguwo, yang kemudian diganti namanya menjadi Bandara Adisutjipto, untuk mengenang jasanya sebagai pahlawan nasional.[3]

Kematian

Artikel utama: Dakota VT-CLA

Pada saat Agresi Militer Belanda I, Adisujipto dan Abdulrahman Saleh diperintahkan terbang ke India menggunakan pesawat Dakota VT-CLA. Penerobosan blokade udara Belanda menuju India dan Pakistan berhasil dilakukan. Sebelum pulang ke Indonesia, mereka singgah di Singapura untuk mengangkut bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.[4] Sehingga pesawat baru berangkat kembali pada pukul 13.00, pesawat ini mengangkut total 9 orang, yakni:

  1. Komodor Udara Agustinus Adisoetjipto
  2. Komodor Udara Abdulrachman Saleh
  3. Pilot, Alexander Noel Constantine, warga negara Australia
  4. Ko-pilot, Roy L. C. Hazelhurst, warga negara Britania Raya
  5. Opsir Muda Udara I Adisoemarmo Wirjokusumo
  6. Teknisi, Bhida Ram, warga negara India
  7. Beryl Constantine, warga negara Australia
  8. Zainal Arifin, Atase Perdagangan RI di Singapura
  9. Abdul Gani Handonotjokro[5]

Sementara itu, di Lanud Maguwo, KSAU Soerjadi Soerjadarma telah menunggu kedatangan pesawat ini dan memerintahkan agar pesawat tidak perlu berputar-putar sebelum mendarat, untuk menghindari kemungkinan serangan udara terhadap pesawat tersebut. Ini mengingat bahwa di dalam pesawat, ada dua tokoh penting AURI, yakni Adisutjipto dan Abdul Rahman Saleh.[6]

Saat telah mendekati Lanud Maguwo pada pukul 16.30, pesawat ini pun tetap berputar-putar untuk bersiap mendarat. Tiba-tiba dari arah utara, muncul dua pesawat Kittyhawk[7] milik Belanda yang diawaki oleh Lettu B.J. Ruesink dan Serma W.E. Erkelens, yang langsung menembaki pesawat tersebut. Akibatnya pesawat hilang kendali dan akhirnya pesawat jatuh di perbatasan Desa Ngoto dan Wojo dan langsung terbakar. Semua orang di pesawat meninggal dunia, hanya pesawatnya yang berhasil selamat.

Ia dimakamkan di pemakaman umum Kuncen I dan II, dan kemudian pada 14 Juli 2000 dipindahkan ke Monumen Perjuangan TNI AU di Ngoto, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.[8]

Dalam budaya populer

  • Dalam film Kadet 1947 (2021), Agustinus Adisoetjipto diperankan oleh Andri Mashadi.

Lihat pula

  • Abdulrachman Saleh
  • Adi Soemarmo Wirjokusumo
  • Beno Soematenojo
  • Joesoef Ronodipoero
  • Siswosoelastro Soediarto
  • Yosaphat Soedarso

Rujukan

  1. ↑ Efendi, Yusuf. "Adisutjipto Monument of Struggle (Ngotho Monument)". Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2010. Diakses tanggal 26 January 2010.
  2. ↑ "Adisutjipto, Penerbang AURI Pertama". Indonesian Air Force. Diarsipkan dari asli tanggal November 26, 2020. Diakses tanggal 19 September 2021.
  3. ↑ PUSPEN TNI, Puspen Mabes TNI. "Kasau : Peristiwa Heroik 29 Juli 1947 Menjadi Motivasi Dan Semangat Pengabdian | WEBSITE TENTARA NASIONAL INDONESIA". tni.mil.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-16.
  4. ↑ "Pesawat Dakota VT-CLA, Saksi Bisu Gugurnya 3 Komodor Muda Pionir TNI AU". Sindonews.com. Diakses tanggal 2022-05-29.
  5. ↑ "Petang Kelabu di Yogya: Kisah Gugurnya Abdulrachman Saleh, Adisutjipto dan Adi Soemarmo". iNews.ID. 2021-07-29. Diakses tanggal 2022-05-29.
  6. ↑ "Kisah di Balik Pembangunan Monumen Perjuangan TNI AU". Sindonews.com. Diakses tanggal 2022-05-29.
  7. ↑ Angkasa Online No 1 Oktober 2006 Tahun XVII Diarsipkan 2007-08-13 di Archive.isPara Sahabat AURI yang Terlupakan Kittyhawk Belanda di Dusun Ngoto pada tanggal 29 Juli 1947.
  8. ↑ Indrajaya, Dimas Wahyu (26 Juli 2020). "Agustinus Adisucipto, Sekolah Kedokteran Dulu Jadi Pahlawan Penerbang Kemudian". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 10 Januari 2021.

Daftar pustaka

Buku

  • Harnoko, Darto, dkk (2012). Riwayat Perjuangan Pahlawan-Pahlawan Salatiga dalam Mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia. Salatiga: Pemerintah Kota Salatiga Dinas Perhubungan, Komunikasi, Kebudayaan, dan Pariwisata. ISBN 978-602-1797-30-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Supangkat, Eddy (2012). Salatiga: Sketsa Kota Lama. Salatiga: Griya Media. ISBN 978-979-7290-68-9. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • Salatiga Akan Mempunyai Wisata Sejarah Baru
  • Sosok Soekarno dan Pak Dirman dalam Kadet 1947
  • l
  • b
  • s
Indonesia Pahlawan Nasional Indonesia
Politik
Abdul Halim Majalengka · Abdul Kahar Mudzakkir · Abdurrahman Wahid  · Achmad Soebardjo · Adam Malik · Adnan Kapau Gani · Alexander Andries Maramis · Alimin · Andi Sultan Daeng Radja · Arie Frederik Lasut · Arnold Mononutu · Djoeanda Kartawidjaja · Ernest Douwes Dekker · Fatmawati · Ferdinand Lumban Tobing · Frans Kaisiepo · Gatot Mangkoepradja · Hamengkubuwana IX · Herman Johannes · Idham Chalid · Ida Anak Agung Gde Agung · Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono · I Gusti Ketut Pudja · Iwa Koesoemasoemantri · Izaak Huru Doko · Johannes Leimena · Johannes Abraham Dimara · Kasman Singodimedjo · Kusumah Atmaja · Lambertus Nicodemus Palar · Mahmud Syah III dari Johor · Mangkunegara I · Maskoen Soemadiredja · Mochtar Kusumaatmadja · Mohammad Hatta · Mohammad Husni Thamrin · Moewardi · Teuku Nyak Arif · Nani Wartabone · Oto Iskandar di Nata · Radjiman Wedyodiningrat · Rasuna Said · Saharjo · Samanhudi · Soeharto  · Soekarni · Soekarno · Sukarjo Wiryopranoto · Soepomo · Soeroso · Soerjopranoto · Sutan Mohammad Amin Nasution · Sutan Syahrir · Syafruddin Prawiranegara · Tan Malaka · Tjipto Mangoenkoesoemo · Oemar Said Tjokroaminoto · Zainal Abidin Syah · Zainul Arifin
Militer
Abdul Haris Nasution · Andi Abdullah Bau Massepe · Basuki Rahmat · Tjilik Riwut · Jamin Ginting  · Gatot Soebroto · Harun Thohir · Hasan Basry · John Lie · R.E. Martadinata · Marthen Indey · Mas Isman · Muhammad Yasin · Sarwo Edhie Wibowo · Syam'un · Soedirman · Soekanto Tjokrodiatmodjo · Soeprijadi · Oerip Soemohardjo · Usman Janatin  · Yos Sudarso · Djatikoesoemo · Moestopo
Kemerdekaan
Agustinus Adisoetjipto · Abdulrachman Saleh · Adisumarmo Wiryokusumo · Andi Djemma · Ario Soerjo · Bagindo Azizchan · Bernhard Wilhelm Lapian · Halim Perdanakusuma · Ignatius Slamet Rijadi · Iswahyudi · I Gusti Ngurah Rai · Muhammad Mangundiprojo · Robert Wolter Mongisidi · Sam Ratulangi · Soepeno · Sutomo (Bung Tomo) · Tahi Bonar Simatupang
Revolusi
Ahmad Yani · Karel Satsuit Tubun · Mas Tirtodarmo Harjono · Katamso Darmokusumo · Donald Izaac Panjaitan · Pierre Tendean · Siswondo Parman · Sugiyono Mangunwiyoto · R. Suprapto · Sutoyo Siswomiharjo
Pergerakan
Abdurrahman Baswedan · Maria Walanda Maramis · dr. Soetomo · Wage Rudolf Soepratman · Wahidin Soedirohoesodo
Sastra
Abdoel Moeis · Agus Salim · Amir Hamzah · Mohammad Yamin · Ali Haji bin Raja Haji Ahmad
Seni
Ismail Marzuki · Usmar Ismail
Pendidikan
Dewi Sartika · Kartini · Ki Hadjar Dewantara · Ki Sarmidi Mangunsarkoro · Muhammad Salahuddin · Rahmah El Yunusiyyah  · Rubini Natawisastra · Sardjito · Soeharto Sastrosoeyoso · Syaikhona Muhammad Kholil
Integrasi
Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng · Silas Papare · Syarif Kasim II dari Siak
Pers
M. Tabrani · Roehana Koeddoes · Tirto Adhi Soerjo
Pembangunan
Moestopo · Pangeran Mohammad Noor · Suharso · Siti Hartinah · Teuku Mohammad Hasan · Wilhelmus Zakaria Johannes
Agama
As'ad Samsul Arifin · Abdul Chalim · Abdul Wahab Hasbullah  · Ahmad Dahlan · Ahmad Hanafiah · Ahmad Sanusi · Albertus Soegijapranata · Bagoes Hadikoesoemo · Fakhruddin · Haji Abdul Malik Karim Amrullah · Hasyim Asy'ari · Hazairin · Ilyas Yakoub · Lafran Pane · Mas Mansoer · Masjkur · Mohammad Natsir · Muhammad Zainuddin Abdul Madjid  · Noer Alie · Nyai Ahmad Dahlan · Syech Yusuf Tajul Khalwati · Wahid Hasjim
Perjuangan
Abdul Kadir · Achmad Rifa'i · Andi Depu · Andi Mappanyukki · Aji Muhammad Idris · Aria Wangsakara · Baabullah · Bataha Santiago · Cut Nyak Dhien · Cut Nyak Meutia · Depati Amir · Hamengkubuwana I · I Gusti Ketut Jelantik · I Gusti Ngurah Made Agung · Ida Dewa Agung Jambe · Himayatuddin Muhammad Saidi · Iskandar Muda dari Aceh · Kiras Bangun · La Madukelleng · Machmud Singgirei Rumagesan · Mahmud Badaruddin II dari Palembang · Malahayati · Marsinah · Martha Christina Tiahahu · Nuku Muhammad Amiruddin · Nyai Ageng Serang · Opu Daeng Risadju · Paku Alam VIII · Pakubuwana VI · Pakubuwana X · Pangeran Antasari · Pangeran Diponegoro · Pattimura · Pong Tiku · Raden Mattaher · Radin Inten II · Ranggong Daeng Romo · Raja Haji Fisabilillah · Ratu Kalinyamat · Salahuddin bin Talabuddin · Sisingamangaraja XII · Sultan Agung dari Mataram · Sultan Hasanuddin · Teungku Chik di Tiro · Tuanku Imam Bonjol · Tuanku Tambusai · Teuku Umar · Tirtayasa dari Banten · Thaha Saifuddin dari Jambi · Tombolotutu · Tuan Rondahaim Saragih  · Untung Suropati · Zainal Mustafa
Diusulkan · Portal Portal Indonesia
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pendidikan
  2. Aktivitas
  3. Kematian
  4. Dalam budaya populer
  5. Lihat pula
  6. Rujukan
  7. Daftar pustaka
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Pahlawan nasional Indonesia

Gelar penghargaan resmi tingkat tertinggi di Indonesia

Revolusi Nasional Indonesia

konflik bersenjata dan perjuangan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Belanda

Soeprapto

Perwira TNI AD (1920 – 1965)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026