La Karambau yang bergelar Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo adalah seorang Sultan Buton ke-20 pada 1752–1755 dan ke-23 pada 1760–1763. Ia giat bergerilya melawan menentang pemerintahan Hindia Belanda dalam Perang Buton.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Himayatuddin Muhammad Saidi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Sultan Buton ke-20 dan ke-23 | |||||
| Berkuasa | 1752–1755 | ||||
| Pendahulu | Sultan Langkarieri | ||||
| Penerus | Sultan Hamim | ||||
| Berkuasa | 1760–1763 | ||||
| Pendahulu | Sultan La Seha | ||||
| Penerus | Sultan La Jampi | ||||
| Kelahiran | La Karambau | ||||
| Kematian | 1766 Siontapina, Kesultanan Buton | ||||
| Pemakaman | Puncak Gunung Siontapina | ||||
| |||||
| Ayah | Sultan La Umati (Sultan Buton ke-13) | ||||
| Agama | Islam | ||||
La Karambau[1] yang bergelar Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo[2] adalah seorang Sultan Buton ke-20 pada 1752–1755 dan ke-23 pada 1760–1763.[3] Ia giat bergerilya melawan menentang pemerintahan Hindia Belanda dalam Perang Buton.
Sejak 1755,[4] tidak lama setelah perang Buton, Sultan Himayatuddin menetap di Siontapina hingga meninggal pada 1776.[butuh rujukan] Sultan Himayatuddin dimakamkan di puncak Gunung Siontapina.[2] Pada 7 November 2019, ia menjadi salah satu dari 6 orang yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.[3][5]