Sutoyo Siswomiharjo adalah Pahlawan Revolusi Indonesia yang merupakan salah satu dari enam jenderal angkatan darat yang diculik dan kemudian dibunuh selama upaya kudeta oleh Gerakan 30 September.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mayor Jenderal TNI (Anm.) Sutoyo Siswomiharjo | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | (1922-08-28)28 Agustus 1922 Karanganyar, Kebumen, Keresidenan Kedu, Hindia Belanda |
| Meninggal | 1 Oktober 1965(1965-10-01) (umur 43) Lubang Buaya, Jakarta Timur, Indonesia |
| Makam | Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata 6°15′26″S 106°50′46″E / 6.25722°S 106.84611°E / -6.25722; 106.84611[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Sutoyo_Siswomiharjo¶ms=6_15_26_S_106_50_46_E_type:landmark_region:ID <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">6°15′26″S</span> <span class=\"longitude\">106°50′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.25722°S 106.84611°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-6.25722; 106.84611</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt21\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwBg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Sutoyo_Siswomiharjo&params=6_15_26_S_106_50_46_E_type:landmark_region:ID\" class=\"external text\" id=\"mwBw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwCg\">6°15′26″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwCw\">106°50′46″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEA\">6.25722°S 106.84611°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwEw\">-6.25722; 106.84611</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFA\"/></span>"}' id="mwFQ"/> |
| Suami/istri |
|
| Anak | 3, termasuk Agus Widjojo[1] |
| Julukan | Toyota[a] |
| Karier militer | |
| Pihak | Indonesia |
| Dinas/cabang | |
| Masa dinas | 1945–1965 |
| Pangkat | |
| Pertempuran/perang | Revolusi Nasional Indonesia |
| Pangkat terakhirnya adalah Brigadir Jenderal TNI, tetapi karena gugur dalam tugas, maka diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Mayjen. TNI (Anumerta). | |

Sutoyo Siswomiharjo (28 Agustus 1922 – 1 Oktober 1965) adalah Pahlawan Revolusi Indonesia yang merupakan salah satu dari enam jenderal angkatan darat yang diculik dan kemudian dibunuh selama upaya kudeta oleh Gerakan 30 September.
Sutoyo lahir di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Ia menyelesaikan sekolahnya sebelum invasi Jepang pada tahun 1942, dan selama masa pendudukan Jepang, ia belajar administrasi pemerintahan di Jakarta.[4] Ia kemudian bekerja sebagai pegawai negeri di Purworejo, tetapi mengundurkan diri pada tahun 1944.[5]
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Sutoyo bergabung ke dalam bagian Polisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia. Hal ini kemudian menjadi Polisi Militer Indonesia. Pada Juni 1946, ia diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto, komandan Polisi Militer. Ia terus mengalami kenaikan pangkat di dalam Polisi Militer, dan pada tahun 1954 ia menjadi kepala staf di Markas Besar Polisi Militer. Dia memegang posisi ini selama dua tahun sebelum diangkat menjadi asisten atase militer di kedutaan besar Indonesia di London. Setelah pelatihan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung dari tahun 1959 hingga 1960, ia diangkat menjadi Inspektur Kehakiman Angkatan Darat, kemudian karena pengalaman hukumnya, pada tahun 1961 ia menjadi inspektur kehakiman/jaksa militer utama.[4][5][6]

Pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965, anggota Gerakan 30 September yang dipimpin oleh Sersan Mayor Surono masuk ke dalam rumah Sutoyo di Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka masuk melalui garasi di samping rumah. Mereka memaksa pembantu untuk menyerahkan kunci, masuk ke rumah itu dan mengatakan bahwa Sutoyo telah dipanggil oleh Presiden Soekarno. Mereka kemudian membawanya ke markas mereka di Lubang Buaya.[7][8] Di sana, dia dibunuh dan tubuhnya dilemparkan ke dalam sumur yang tak terpakai. Seperti rekan-rekan lainnya yang dibunuh, mayatnya ditemukan pada 4 Oktober dan dia dimakamkan pada hari berikutnya. Dia secara anumerta dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan menjadi Pahlawan Revolusi.[9]
| Baris ke-1 | Bintang Republik Indonesia Adipradana (10 November 1965)[10] | Bintang Gerilya | |
|---|---|---|---|
| Baris ke-2 | Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia | Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun | Satyalancana Perang Kemerdekaan I |
| Baris ke-3 | Satyalancana Perang Kemerdekaan II | Satyalancana G.O.M I | Satyalancana G.O.M II |