Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kampanye Hindia Belanda

Kampanye Hindia Belanda adalah penaklukan Hindia Belanda oleh pasukan Kekaisaran Jepang pada awal kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II. Pasukan Sekutu tidak berhasil mempertahankan pulau-pulau tersebut. Hindia Belanda menjadi sasaran Jepang karena kekayaan sumber daya minyaknya yang akan menjadi aset vital selama perang. Kampanye militer dan pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun juga menjadi faktor utama berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di wilayah tersebut.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 30 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kampanye Hindia Belanda
Kampanye Hindia Belanda
Bagian dari Perang Pasifik di Perang Dunia II

Pasukan Jepang mendarat di Jawa.
Tanggal (1942-01-11) (1942-03-09)11 Januari – 9 Maret 1942
(57 hari)[1]
LokasiHindia Belanda
Hasil Kemenangan Jepang
Perubahan
wilayah
Pendudukan Jepang di Hindia Belanda
Pihak terlibat

ABDACOM:
Belanda Belanda

  •  Hindia Belanda
 Britania Raya
 Amerika Serikat
 Australia
 Selandia Baru
 Jepang
Tokoh dan pemimpin
Britania Raya Archibald Wavell
Belanda A. T. van S. Stachouwer Menyerah
Belanda Hein ter Poorten Menyerah
Amerika Serikat Thomas C. Hart
Belanda Conrad Helfrich
Belanda Karel Doorman ⚔
Britania Raya Richard Peirse
Amerika Serikat George Brett
Kekaisaran Jepang Hisaichi Terauchi
Kekaisaran Jepang Kiyotake Kawaguchi
Kekaisaran Jepang Ibō Takahashi
Kekaisaran Jepang Hitoshi Imamura
Kekaisaran Jepang Shōji Nishimura
Kekaisaran Jepang Jisaburō Ozawa
Kekaisaran Jepang Takeo Takagi
Kekaisaran Jepang Nobutake Kondō
Kekuatan

148.000[2]

  • 100.000 pasukan lokal[3]
  • 40.000 pasukan Belanda[3]
  • 8.000 pasukan Anglo-Amerika[4]
33 kapal perang[5]
41 kapal selam[6]
234 pesawat terbang[3]
52 kapal perang[7][8]
18 kapal selam[6]
107.800 personel[9]
193 tank & tanket
2.017 senjata dan mortir
5.898 kendaraan bermotor
11.750 kuda
609 pesawat terbang
Korban

2.384 tewas
100.000+ ditangkap[10]

24 kapal Sekutu tenggelam (9 Amerika, 9 Belanda, 5 Britania Raya, 1 Australia):
1 tender pesawat amfibi
2 kapal penjelajah berat
3 kapal penjelajah ringan
1 kapal pertahanan pantai
15 kapal perusak
1 kapal tanker minyak
1 kapal perang
5.000–10.000 pelaut dan marinir tewas di kapal yang tenggelam
ribuan pelaut dan marinir ditangkap[11]
671 tewas[12]
  • l
  • b
  • s
Serangan Jepang 1940–1942
  • Indochina Prancis
  • Thailand
  • Malaya
  • Borneo
  • Pearl Harbor
  • Hong Kong
  • Filipina
  • Guam
  • Wake
  • Hindia Belanda
  • Nugini
  • Singapura
  • Australia
  • Samudera Hindia
  • Kepulauan Solomon
  • Laut Karang
  • Amerika Utara
  • l
  • b
  • s
Perang Pasifik
Pasifik Tengah
  • Pearl Harbor
  • Serangan Marshall-Gilbert
  • Serangan Doolittle
  • Laut Karang
  • Midway
  • RY
  • Kep. Solomon
  • Kep. Gilbert dan Marshall
  • Kep. Mariana dan Palau
  • Bonin dan Ryukyu
  • Kep. Karolina

Asia Tenggara

  • Indochina (1940)
  • Perang Prancis-Thailand
  • Thailand
  • Hindia Belanda
  • Malaya
  • Burma (1941–42)
  • Singapura
  • Burma (1942–43)
  • Burma (1944)
  • Burma (1944–45)
  • Indochina (1945)
  • Selat Malaka
  • Tiderace
  • Zipper
  • Samudra Hindia
  • Pemboman berstrategi (1944–45)

Pasifik Barat Daya

  • Filipina (1941–42)
  • Hindia Belanda
  • Timor Portugis
  • Australia
  • Nugini
  • Filipina (1944–45)
  • Kalimantan

Amerika Utara

  • Kepulauan Aleutian
  • Ellwood
  • Estevan Point Lighthouse
  • Fort Stevens
  • Lookout Air Raids
  • Balon api
  • Proyek Hula

Jepang

  • Serangan udara
  • Kepulauan Mariana
  • Kepulauan Volcano & Ryukyu
  • Tokyo
  • Starvation
  • Naval bombardments
  • Yokosuka
  • Teluk Sagami
  • Kure
  • Downfall
  • Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki
  • Kep. Kuril
  • Jepang menyerah

Manchuria

  • Kantokuen
  • Manchuria (1945)
    • Mutanchiang
  • Chongjin

Perang Tiongkok-Jepang Kedua
  • l
  • b
  • s
Kampanye Hindia Belanda
1941
Kalimantan (1941-42)
1942
Tarakan
Manado
Kendari
Balikpapan
Samarinda
Banjarmasin
Ambon
Selat Makassar
Sumatra
Palembang
Selat Badung
Timor
Laut Jawa Pertama
Selat Sunda
Jawa
Laut Jawa Kedua
Aceh
1944
6 Oktober 1944
10 November 1944
1945
23 April 1945
8 Juni 1945
Kalimantan (1945)
Tarakan
Kalimantan Utara
Balikpapan
  • l
  • b
  • s
Konflik kolonial Belanda
abad ke-17
  • Banten (1601)
  • Melaka (1606)
  • Tanjung Rachado (1606)
  • Kepulauan Banda (1609―1621)
  • Makau (1622)
  • Pescadores (1622―1624)
  • Bahia (1624)
  • Teluk Persia (1625)
  • Elmina (1625)
  • Kuba (1628)
  • Batavia (1628―1629)
  • Recife (1630)
  • Albrolhos (1631)
  • Teluk Liao luo (1633)
  • Taiwan (1635—1636)
  • Pulau Lamey (1636)
  • Elmina (1637)
  • Vietnam (1637—1643)
  • Goa (1638)
  • Bahia I (1638)
  • Bahia II (1638)
  • Mormugão (1639)
  • Itamaracá (1640)
  • Ceylon (1640)
  • Melaka (1641)
  • Luanda (1641)
  • Taiwan (1641)
  • Taiwan (1642)
  • Chili (1643)
  • Kamboja (1643—1644)
  • Belanda Baru (1643–1645)
  • Tabocas (1645)
  • Filipina (1646)
  • Kombi (1647)
  • Guararapes (1648)
  • Guararapes (1649)
  • Taiwan (1652)
  • Kolombo ke-2 (1654)
  • Belanda Baru (1659—1663)
  • Taiwan (1661–1662)
  • Jawa (1674—1680)
Abad ke-18
  • Jawa (1704–1707)
  • Jawa (1719–1723)
  • India (1739–1741)
  • Jawa (1741–1743)
  • Penfui (1749)
  • Jawa (1749–1757)
  • Sumatra (1781)
  • India (1781)
  • Ceylon (1782)
  • Pantai Emas (1782)
  • Tanjung Koloni (1795)
Abad ke-19
  • Suriname (1804)
  • Tanjung Koloni (1806)
  • Jawa (1810—1811)
    • Batavia (1811)
  • Maluku (1810)
  • Jawa (1811)
  • Algiers (1816)
  • Palembang I (1819)
  • Palembang II (1821)
  • Sumatra (1821–1837)
  • Borneo (1823)
  • Bone (1824)
  • Bone (1825)
  • Diponegoro (1825–1830)
  • Aceh (1831)
  • Ahanta (1837–1839)
  • Bali I (1846)
  • Bali II (1848)
  • Bali III (1849)
  • Palembang (1851–1859)
  • Montrado (1854–1855)
  • Nias (1855–1864)
  • Bali IV (1858)
  • Bone (1859-1860)
  • Borneo (1859–1863)
  • Jepang (1863–1864)
  • Pasoemah (1864–1868)
  • Pantai Emas (1869–1870)
  • Aceh (1873–1913)
  • Mandor (1884–1885)
  • Jambi (1885)
  • Idi (1890)
  • Lombok dan Karangasem (1894)
  • Pedir (1897–1898)
Abad ke-20
  • Kerinci (1903)
  • Bone (1905–1906)
  • Bali (1906)
  • Bali (1908)
  • Venezuela (1908)
  • Perang dengan Jepang (1941–1945)
  • Revolusi Indonesia (1945–1949)
Arah pergerakan tentara Jepang di Hindia Belanda, Sarawak dan Kalimantan Utara.

Kampanye Hindia Belanda adalah penaklukan Hindia Belanda (sekarang Indonesia) oleh pasukan Kekaisaran Jepang pada awal kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II. Pasukan Sekutu tidak berhasil mempertahankan pulau-pulau tersebut. Hindia Belanda menjadi sasaran Jepang karena kekayaan sumber daya minyaknya yang akan menjadi aset vital selama perang. Kampanye militer dan pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun juga menjadi faktor utama berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di wilayah tersebut.

Pertempuran-pertempuran dalam kampanye:

  • Pertempuran Borneo (1941–1942)
  • Pertempuran Manado (1942)
  • Pertempuran Tarakan (1942)
  • Pertempuran Balikpapan (1942)
  • Pertempuran Ambon (1942)
  • Pertempuran Palembang (1942)
  • Pertempuran Selat Makassar (1942)
  • Pertempuran Selat Badung (1942)
  • Pertempuran Laut Jawa (1942)
  • Pertempuran Selat Sunda (1942)
  • Pertempuran Jawa (1942)
  • Pertempuran Timor (1942–1943)

Akibat

Lihat pula: Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

Pasukan Sekutu tidak berupaya merebut kembali pulau Jawa, Sumatra, Timor, atau Bali selama perang. Pasukan Jepang di pulau-pulau tersebut menyerah pada akhir Perang Dunia II. Sebagian besar personel militer Jepang dan administrator kolonial sipil dipulangkan ke Jepang setelah perang, kecuali beberapa ratus orang yang ditahan untuk penyelidikan kejahatan perang, yang beberapa di antaranya kemudian diadili. Sekitar 1.000 tentara Jepang membelot dari unit mereka dan berasimilasi ke dalam masyarakat setempat. Banyak dari tentara ini memberikan bantuan kepada pasukan Republik Indonesia selama Revolusi Nasional Indonesia.[13]

Referensi

  1. ↑ Dutch military commanders and the Governor-General surrendered on 9 March. Adrian Vickers, 2005, A History Modern of Indonesia, Cambridge; Cambridge University Press, p. 87.
  2. ↑ Tidak termasuk prajurit angkatan laut
  3. 1 2 3 "Chapter 10: Loss of the Netherlands East Indies". The Army Air Forces in World War II: Vol. 1 – Plans & Early Operations. HyperWar. Diakses tanggal 31 August 2010.
  4. ↑ George McTurnan Kahin and Adrian Kahin, Subversion as Foreign Policy, New York: The New Press, 1995 (ISBN 1-56584-244-8), Pp 22
  5. ↑ Morison (1948), pp. 158, 271–273, 293 and 311
  6. 1 2 "Submarine War in the Dutch East Indies (1941–1942)". Dutch East Indies Campaign website. 1999–2000. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-26. Diakses tanggal 31 August 2010.
  7. ↑ Morison (1948), pp. 274– 276, 296, 384
  8. ↑ Morison (1948), pp. 275–276
  9. ↑ Groen (2010), pp. 12
  10. ↑ "WORLD WAR II: THE DEFENSIVE PHASE" Diarsipkan 2019-07-12 di Wayback Machine., US Army Center Of Military History, p. 87
  11. ↑ Catatan mengenai jumlah pasti korban tewas, luka, dan tawanan dari 24 kapal yang tenggelam tidak tersedia karena hancurnya armada kapal. Banyak awak kapal yang ditangkap oleh Jepang dan nasib kapal-kapal yang tenggelam tidak diketahui selama bertahun-tahun.
  12. ↑ Francis Pike, "Hirohito's War: The Pacific War, 1941-1945", 2015, p. 309.
  13. ↑ Tjandraningsih, Christine, (Kyodo News), "Japanese recounts role fighting to free Indonesia Diarsipkan 2009-09-10 di Wayback Machine.", Japan Times, Sep 9, 2009, p. 3.

Daftar pustaka

  • Klemen, L (1999–2000). "Forgotten Campaign: The Dutch East Indies Campaign 1941–1942". Pemeliharaan CS1: Format tanggal (link)
  • Burton, John (2006). Fortnight of Infamy: The Collapse of Allied Airpower West of Pearl Harbor. US Naval Institute Press. ISBN 1-59114-096-X.
  • Drea, Edward J. (1998). In the Service of the Emperor: Essays on the Imperial Japanese Army. Nebraska: University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-1708-0.
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
  • Perang Medang–Sriwijaya
  • Invasi Sriwijaya oleh Medang
  • Pemberontakan Wurawari
  • Invasi Chola ke Sriwijaya
  • Ekspedisi Pamalayu
  • Pemberontakan Jayakatwang
  • Serbuan Yuan-Mongol ke Jawa
  • Pemberontakan Ra Kuti
  • Invasi Nan Sarunai ke Majapahit [en]
  • Perang Bubat
  • Penjarahan Singapura
  • Perang Regreg
  • Perang Demak–Majapahit [en]
Kolonial Portugis
  • Perang Ternate-Spanyol
  • Konflik Aceh–Portugal
  • Perang Ternate–Portugal
Kolonial VOC
  • Perang Jayakarta (1619)
  • Kejatuhan Jayakarta
  • Konflik Mataram–Belanda
  • Penyerbuan ke Batavia (1628)
  • Pertempuran Melaka (1641)
  • Perang Takhta Jawa Pertama
  • Perang Takhta Jawa Kedua
  • Geger Pacinan
  • Perang Jawa (1741–43)
  • Perang Kuning (1741-50)
  • Perang Takhta Jawa Ketiga
  • Perang Bayu
  • Pembantaian Amboyna
  • Perang Makassar
Kolonial Belanda
  • Perang Padri (1821–37)
  • Perang Pattimura
  • Pemberontakan Ronggo (1810)
  • Geger Sepehi (1812)
  • Perang Diponegoro (1825–30)
  • Ekspedisi Palembang
    • 1819
    • 1821
  • Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera (1831)
  • Ekspedisi Sumatera Pertama
  • Perang Aceh Pertama
  • Perang Aceh (1873–1913) (Ekspedisi Tanah Gayo, Alas, dan Batak)
  • Perang Bali
    • 1846
    • 1848
    • 1849
    • 1858
    • 1894
    • 1906
    • 1908
  • Pemberontakan di Kalimantan Barat
    • 1823
    • 1850–54
    • 1854–55
  • Pemberontakan Batipuh
  • Perang Banjar (1859–63)
  • Perang Bone
    • 1824
    • 1825
    • 1859
  • Penyerbuan Jawa 1811
    • Penyerbuan Meester Cornelis
  • Perang Tapanuli
  • Ekspedisi Palembang (1851–59)
  • Nias (1855–64)
  • Besemah (1864–68)
  • Mandor (1884–85)
  • Jambi (1885)
  • Ekspedisi Idi (1890)
  • Ekspedisi Pidie (1897–98)
  • Ekspedisi Kerinci (1903)
  • Ekspedisi Sulawesi (1905–06)
  • Perang Belasting
    • Perang Kamang
    • Perang Manggopoh
Pendudukan Jepang
  • Kampanye Hindia Belanda
  • Pembantaian Sook Ching
  • Peristiwa Mandor
  • Peristiwa Loa Kulu
  • Pertempuran Lima Hari


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Akibat
  2. Referensi
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikikamus bahasa Banjar

Wiktionary berbahasa Banjar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026