Kampanye Hindia Belanda adalah penaklukan Hindia Belanda oleh pasukan Kekaisaran Jepang pada awal kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II. Pasukan Sekutu tidak berhasil mempertahankan pulau-pulau tersebut. Hindia Belanda menjadi sasaran Jepang karena kekayaan sumber daya minyaknya yang akan menjadi aset vital selama perang. Kampanye militer dan pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun juga menjadi faktor utama berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di wilayah tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kampanye Hindia Belanda | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Pasifik di Perang Dunia II | |||||||||
Pasukan Jepang mendarat di Jawa. | |||||||||
| |||||||||
| Pihak terlibat | |||||||||
|
|
| ||||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||||
|
|
| ||||||||
| Kekuatan | |||||||||
|
148.000[2] 33 kapal perang[5]41 kapal selam[6] 234 pesawat terbang[3] |
52 kapal perang[7][8] 18 kapal selam[6] 107.800 personel[9] 193 tank & tanket 2.017 senjata dan mortir 5.898 kendaraan bermotor 11.750 kuda 609 pesawat terbang | ||||||||
| Korban | |||||||||
|
2.384 tewas 1 tender pesawat amfibi 2 kapal penjelajah berat 3 kapal penjelajah ringan 1 kapal pertahanan pantai 15 kapal perusak 1 kapal tanker minyak 1 kapal perang 5.000–10.000 pelaut dan marinir tewas di kapal yang tenggelam ribuan pelaut dan marinir ditangkap[11] | 671 tewas[12] | ||||||||

Kampanye Hindia Belanda adalah penaklukan Hindia Belanda (sekarang Indonesia) oleh pasukan Kekaisaran Jepang pada awal kampanye Pasifik dalam Perang Dunia II. Pasukan Sekutu tidak berhasil mempertahankan pulau-pulau tersebut. Hindia Belanda menjadi sasaran Jepang karena kekayaan sumber daya minyaknya yang akan menjadi aset vital selama perang. Kampanye militer dan pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun juga menjadi faktor utama berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di wilayah tersebut.
Pertempuran-pertempuran dalam kampanye:
Pasukan Sekutu tidak berupaya merebut kembali pulau Jawa, Sumatra, Timor, atau Bali selama perang. Pasukan Jepang di pulau-pulau tersebut menyerah pada akhir Perang Dunia II. Sebagian besar personel militer Jepang dan administrator kolonial sipil dipulangkan ke Jepang setelah perang, kecuali beberapa ratus orang yang ditahan untuk penyelidikan kejahatan perang, yang beberapa di antaranya kemudian diadili. Sekitar 1.000 tentara Jepang membelot dari unit mereka dan berasimilasi ke dalam masyarakat setempat. Banyak dari tentara ini memberikan bantuan kepada pasukan Republik Indonesia selama Revolusi Nasional Indonesia.[13]