Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perang Takhta Jawa Kedua

Perang Takhta Jawa Kedua adalah konflik yang berlangsung yang berlangsung antara tahun 1719 dan 1723 antara Amangkurat IV dengan para pangeran yang menghendaki takhta dan memberontak.

suksesi antara Amangkurat IV melawan pemberontak
Diperbarui 12 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Takhta Jawa Kedua
Tanggal1719–1723
LokasiJawa
Hasil Kemenangan Mataram-Belanda
Pihak terlibat
Kesultanan Mataram Kesultanan Mataram
Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC)
  • Rival penggugat takhta Mataram
  • Para pangeran pemberontak
Tokoh dan pemimpin
Amangkurat IV

Penggugat

  • Pangeran Balitar
  • Pangeran Purbaya
  • Pangeran Arya Mataram

Pemberontak lainnya

  • Surengrana
  • Pangeran Arya Dipanagara
  • l
  • b
  • s
Kampanye dari
Kesultanan Mataram
  • Surabaya (1614–1625)
  • Batavia (1628–1629)
  • Pemberontakan Trunajaya (1674–1680)
  • Takhta Jawa ke-1 (1704–1708)
  • Takhta Jawa ke-2 (1719–1723)
  • Jawa (1741–1743)
  • Takhta Jawa ke-3 (1749–1757)

Perang Takhta Jawa Kedua adalah konflik yang berlangsung yang berlangsung antara tahun 1719 dan 1723 antara Amangkurat IV dengan para pangeran yang menghendaki takhta dan memberontak.

Asal-usul

Pada tahun 1719, Pakubuwana I dari Mataram meninggal dunia. Penggantinya adalah putranya, yang mengambil gelar Amangkurat IV (memerintah 1719–1726). Dua adik Amangkurat IV, Pangeran Balitar dan Pangeran Purbaya, menyerang keraton, didukung kalangan agamawan. Paman mereka, Pangeran Arya Mataram, bergabung bersama dengan mereka. Amangkurat IV meminta bantuan VOC, agar mengusir para pemberontak. Pangeran Arya Mataram menyerah. Pangeran Balitar meninggal tahun 1721.

Pada bulan Mei dan Juni 1723, sisa-sisa pemberontak lainnya dan pemimpin mereka menyerah, yaitu Surengrana, Pangeran Purbaya dan Pangeran Arya Dipanagara, mereka kemudian diasingkan ke Sri Lanka, kecuali Pangeran Purbaya, yang dibawa ke Batavia untuk dijadikan cadangan menggantikan Amangkurat IV jika terjadi hubungan yang buruk antara raja dan VOC karena Pangeran Purbaya dipandang memiliki legitimasi yang sama oleh VOC.

Lihat pula

  • Perang Takhta Jawa Pertama
  • Perang Takhta Jawa Ketiga

Sumber

  • Ricklefs, M. C., A History of Modern Indonesia since c. 1200, Palgrave MacMillan, New York, 2008 (terbitan ke-4), ISBN 978-0-230-54686-8
  • Kohn, George C. (2006). Dictionary of Wars. Infobase Publishing.
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
  • Perang Medang–Sriwijaya
  • Invasi Sriwijaya oleh Medang
  • Pemberontakan Wurawari
  • Invasi Chola ke Sriwijaya
  • Ekspedisi Pamalayu
  • Pemberontakan Jayakatwang
  • Serbuan Yuan-Mongol ke Jawa
  • Pemberontakan Ra Kuti
  • Invasi Nan Sarunai ke Majapahit [en]
  • Perang Bubat
  • Penjarahan Singapura
  • Perang Regreg
  • Perang Demak–Majapahit [en]
Kolonial Portugis
  • Perang Ternate-Spanyol
  • Konflik Aceh–Portugal
  • Perang Ternate–Portugal
Kolonial VOC
  • Perang Jayakarta (1619)
  • Kejatuhan Jayakarta
  • Konflik Mataram–Belanda
  • Penyerbuan ke Batavia (1628)
  • Pertempuran Melaka (1641)
  • Perang Takhta Jawa Pertama
  • Perang Takhta Jawa Kedua
  • Geger Pacinan
  • Perang Jawa (1741–43)
  • Perang Kuning (1741-50)
  • Perang Takhta Jawa Ketiga
  • Perang Bayu
  • Pembantaian Amboyna
  • Perang Makassar
Kolonial Belanda
  • Perang Padri (1821–37)
  • Perang Pattimura
  • Pemberontakan Ronggo (1810)
  • Geger Sepehi (1812)
  • Perang Diponegoro (1825–30)
  • Ekspedisi Palembang
    • 1819
    • 1821
  • Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera (1831)
  • Ekspedisi Sumatera Pertama
  • Perang Aceh Pertama
  • Perang Aceh (1873–1913) (Ekspedisi Tanah Gayo, Alas, dan Batak)
  • Perang Bali
    • 1846
    • 1848
    • 1849
    • 1858
    • 1894
    • 1906
    • 1908
  • Pemberontakan di Kalimantan Barat
    • 1823
    • 1850–54
    • 1854–55
  • Pemberontakan Batipuh
  • Perang Banjar (1859–63)
  • Perang Bone
    • 1824
    • 1825
    • 1859
  • Penyerbuan Jawa 1811
    • Penyerbuan Meester Cornelis
  • Perang Tapanuli
  • Ekspedisi Palembang (1851–59)
  • Nias (1855–64)
  • Besemah (1864–68)
  • Mandor (1884–85)
  • Jambi (1885)
  • Ekspedisi Idi (1890)
  • Ekspedisi Pidie (1897–98)
  • Ekspedisi Kerinci (1903)
  • Ekspedisi Sulawesi (1905–06)
  • Perang Belasting
    • Perang Kamang
    • Perang Manggopoh
Pendudukan Jepang
  • Kampanye Hindia Belanda
  • Pembantaian Sook Ching
  • Peristiwa Mandor
  • Peristiwa Loa Kulu
  • Pertempuran Lima Hari


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-usul
  2. Lihat pula
  3. Sumber

Artikel Terkait

Pakubuwana II

pendiri dan susuhunan pertama Surakarta

Hamengkubuwana I

sultan pertama Yogyakarta

Kesultanan Mataram

kerajaan Islam di Pulau Jawa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026