Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Peristiwa Mandor

Peristiwa Pontianak terdiri dari dua pembantaian yang terjadi di Kalimantan pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Salah satunya juga dikenal sebagai Peristiwa Mandor. Para korban berasal dari berbagai kelompok etnis, dan pembunuhan tersebut menghancurkan elit Melayu di Kalimantan, dengan semua Sultan Melayu di Kalimantan dieksekusi oleh Jepang.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peristiwa Mandor
Bagian dari Perang Dunia II
LokasiKalimantan, Hindia Belanda
SasaranMayoritas terdiri dari orang Melayu, Jawa, dan suku-suku asli lainnya (termasuk orang Manado, Dayak, Bugis, Batak, Minangkabau). Sejumlah kecil orang Tionghoa, Arab, dan India juga menjadi korban.
Jenis serangan
Pembantaian
Tewas21.000+ tewas
PelakuAngkatan Laut Kekaisaran Jepang

Peristiwa Pontianak terdiri dari dua pembantaian yang terjadi di Kalimantan pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Salah satunya juga dikenal sebagai Peristiwa Mandor. Para korban berasal dari berbagai kelompok etnis, dan pembunuhan tersebut menghancurkan elit Melayu di Kalimantan, dengan semua Sultan Melayu di Kalimantan dieksekusi oleh Jepang.

Kejadian awal

Peristiwa Mandor adalah sebuah peristiwa kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat, peristiwa ini terjadi pada tahun 1943-1944 di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak.

Saat itu, pihak Jepang sudah mencurigai bahwa di Kalimantan Barat dan Selatan terdapat komplotan-komplotan yang terdiri atas feodal lokal, cendikiawan, ambtenar, politikus, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat jelata, dari berbagai etnik, suku maupun agama. Sehingga komplotan-komplotan tersebut diatasi dengan aksi kekerasan. Penangkapan-penangkapan yang pernah terjadi antara September 1943 hingga awal 1944.[1]

Menurut data yang ada, jumlah korban dari peristiwa Mandor tersebut adalah ± 21.037 orang. Akan tetapi pihak dari Jepang menolak pernyataan tersebut dan menganggap hanya ada 1.000 korban saja.[2] Peristiwa Mandor terjadi akibat ketidaksukaan pihak Jepang waktu itu terhadap para pemberontak yang ada di Kalimantan Barat dikarena ketika itu Jepang ingin menguasai sumber daya alam yang ada di bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa Mandor, juga terdapat peristiwa Cap Kapak di mana kala itu tentara - tentara Jepang secara paksa mendobrak pintu-pintu rumah masyarakat dikarenakan mereka ingin menakut-nakuti masyarakat agar tidak berani untuk melakukan pemberontakan. Meskipun demikian, ternyata menurut sejarah yang dibunuh bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal tetapi rakyat biasa juga tidak luput dari pandangan mereka.

Jepang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalimantan Barat kala itu. Di sebuah koran harian Jepang yang berjudul "ボルネオ新聞 (Boruneo Shinbun)", surat kabar yang terbit pada masa itu, mengungkapkan rencana tentara Negeri Matahari Terbit tersebut untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang yang ada di Kalimantan Barat.

Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.[3]

Lihat juga

  • Kejahatan perang Jepang

Referensi

  1. ↑ Ricklefs, Merle Calvin; Nugraha, Moh.Sidik. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 hal. 430. Penerbit Serambi. ISBN 978-979-024-115-2
  2. ↑ Google Books "Peristiwa Mandor Berdarah" 'Google Books'
  3. ↑ Eddy Jp "Travelling Indonesia: My Family History di Makam Juang Mandor " Multiply Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
  • Perang Medang–Sriwijaya
  • Invasi Sriwijaya oleh Medang
  • Pemberontakan Wurawari
  • Invasi Chola ke Sriwijaya
  • Ekspedisi Pamalayu
  • Pemberontakan Jayakatwang
  • Serbuan Yuan-Mongol ke Jawa
  • Pemberontakan Ra Kuti
  • Invasi Nan Sarunai ke Majapahit [en]
  • Perang Bubat
  • Penjarahan Singapura
  • Perang Regreg
  • Perang Demak–Majapahit [en]
Kolonial Portugis
  • Perang Ternate-Spanyol
  • Konflik Aceh–Portugal
  • Perang Ternate–Portugal
Kolonial VOC
  • Perang Jayakarta (1619)
  • Kejatuhan Jayakarta
  • Konflik Mataram–Belanda
  • Penyerbuan ke Batavia (1628)
  • Pertempuran Melaka (1641)
  • Perang Takhta Jawa Pertama
  • Perang Takhta Jawa Kedua
  • Geger Pacinan
  • Perang Jawa (1741–43)
  • Perang Kuning (1741-50)
  • Perang Takhta Jawa Ketiga
  • Perang Bayu
  • Pembantaian Amboyna
  • Perang Makassar
Kolonial Belanda
  • Perang Padri (1821–37)
  • Perang Pattimura
  • Pemberontakan Ronggo (1810)
  • Geger Sepehi (1812)
  • Perang Diponegoro (1825–30)
  • Ekspedisi Palembang
    • 1819
    • 1821
  • Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera (1831)
  • Ekspedisi Sumatera Pertama
  • Perang Aceh Pertama
  • Perang Aceh (1873–1913) (Ekspedisi Tanah Gayo, Alas, dan Batak)
  • Perang Bali
    • 1846
    • 1848
    • 1849
    • 1858
    • 1894
    • 1906
    • 1908
  • Pemberontakan di Kalimantan Barat
    • 1823
    • 1850–54
    • 1854–55
  • Pemberontakan Batipuh
  • Perang Banjar (1859–63)
  • Perang Bone
    • 1824
    • 1825
    • 1859
  • Penyerbuan Jawa 1811
    • Penyerbuan Meester Cornelis
  • Perang Tapanuli
  • Ekspedisi Palembang (1851–59)
  • Nias (1855–64)
  • Besemah (1864–68)
  • Mandor (1884–85)
  • Jambi (1885)
  • Ekspedisi Idi (1890)
  • Ekspedisi Pidie (1897–98)
  • Ekspedisi Kerinci (1903)
  • Ekspedisi Sulawesi (1905–06)
  • Perang Belasting
    • Perang Kamang
    • Perang Manggopoh
Pendudukan Jepang
  • Kampanye Hindia Belanda
  • Pembantaian Sook Ching
  • Peristiwa Mandor
  • Peristiwa Loa Kulu
  • Pertempuran Lima Hari

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kejadian awal
  2. Lihat juga
  3. Referensi

Artikel Terkait

Makam Juang Mandor

kawasan pemakaman di Indonesia

Mandor, Landak

kecamatan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Mangkuk merah

Tradisi adat Dayak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026