Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ekspedisi Kerinci

Ekspedisi Kerinci adalah sebuah ekspedisi hukuman Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger ke Kerinci, di pesisir barat Sumatra, pada tanggal 12 Mei sampai 4 September 1903. Rakyat Kerinci dipimpin oleh panglima perang Depati Parbo.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ekspedisi Kerinci

Ekspedisi Kerinci adalah sebuah ekspedisi hukuman Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger ke Kerinci (dulu Korintji), di pesisir barat Sumatra, pada tanggal 12 Mei sampai 4 September 1903. Rakyat Kerinci dipimpin oleh panglima perang Depati Parbo.[1]

Ekspedisi Kerinci
Tanggal1903
LokasiKerinci
Hasil
  • Kemenangan Belanda
  • Pengasingan Depati Parbo ke Ternate
Pihak terlibat
Suku Kerinci Kerajaan Belanda
Tokoh dan pemimpin
Depati Parbo Bolmar
Kekuatan
Tidak diketahui 120-500 pasukan
Korban
Tidak diketahui Tidak diketahui

Pertempuran

Belanda masuk ke Kerinci lewat Mukomuko, Bengkulu pada tahun 1900. Mereka menyusuri sungai Manjuto lalu membangun posko di puncak bukit Gunung Raya. Tindakan ini memicu kemarahan rakyat Kerinci. Pertempuran pertama antara rakyat Kerinci melawan Belanda dipimpin oleh Depati Parbo pecah di Manjuto Lempur. Korban banyak berjatuhan di pihak Belanda.

Akibat pertempuran yang terjadi pada tahun 1901 dengan banyak korban di pihak Belanda memaksa mereka mengurungkan niat memasuki Kerinci. Walaupun demikian, pada Oktober 1901 sejumlah 120 orang pasukan Belanda yang berada di Indrapura bersiap-siap menyerang Kerinci.

Pada bulan Maret 1902 sejumlah 500 orang pasukan Belanda di bawah pimpinan Komandan Bolmar mendarat di Muarosakai dengan Tuanku Regen sebagai penunjuk jalan ke Kerinci.

Belanda menyerang ke tiga tempat di Kerinci seperti Renah Manjuto, Koto Limau Sering, dan Tamiai. Perang hebat pun berkecamuk di ketiga tempat tersebut, tetapi setelah Koto Limau Sering dikuasai, pasukan Belanda tanpa kesukaran memasuki lembah Kerinci.

Pada perang di Pulau Tengah yang dipimpin oleh seorang ulama ternama, yaitu Haji Ismail dan Haji Husin turut bergabung para hulubalang dari dusun lainnya di Kerinci. Dalam sejarah Kerinci disebutkan bahwa pertempuran di dusun ini merupakan pertempuran yang tersengit dan terlama (lebih kurang 3 bulan). Pulau Tengah diserang Belanda sejak 27 Maret 1903 melalui 3 jurusan, yaitu di timur: Sanggaran Agung-Jujun; utara: Batang Merao-danau Kerinci; barat: Semerap-Lempur Danau.

Masjid Keramat Pulau Tengah merupakan salah satu tempat yang dijadikan benteng pertahanan masyarakat dalam menghadapi Belanda. Serangan terakhir pada Pulau Tengah dilakukan Belanda pada 9 hingga 10 Agustus 1903 dengan membakar Dusun Baru, tetapi Masjid Keramat luput terbakar. Perlawanan rakyat ini dapat diselesaikan Belanda.

Selanjutnya, pasukan Belanda melakukan penyerangan ke Lolo, markas panglima perang Kerinci, Depati Parbo. Pertempuran berlangsung selama 5 hari. Dalam proses yang tak berkesudahan itu, Belanda berhasil membujuk Depati Parbo mengadakan perundingan damai. Dalam perundingan itulah Depati Parbo ditangkap dan selanjutnya dibuang atau diasingkan ke Ternate, Maluku Utara selama 25 tahun.

Sumber

  • 1906. De expeditie naar Korintji in 1903. uittreksels uit de verslagen der verschillende wapens en diensten met daarnaast enige afzonderlijke bijlagen. Indisch Militair Tijdschrift. Extra Bijlage nummer 17. G. Kolff & Co. Batavia.
  • Madjid, M. D., Rasyidin, M., Wahyudi, J., Novalia, R., & Al Ayyubi, S. (2017). Resistensi di Cawan Sumatera Abad XX: Depati Parbo dan Perang Kerinci dalam Laporan Kolonialis Belanda. Jakarta: LP2M UIN Syarif Hidayatullah.
  • Mirdad, J., & Nofrianti, M. (2019). POLA PERLAWANAN KAUM ADAT DAN ULAMA DI KERINCI DALAM MENGHADAPI KOLONIALISME BELANDA. Tabuah, 168-179. https://doi.org/10.37108/tabuah.vi.219
  • https://jpnn.com/news/depati-parbo-dan-hikayat-perang-kerinci
  • https://metrojambi.com/read/2018/07/20/33957/perang-kerinci-tahun-19011903
  • https://jambi-independent.co.id/read/2020/04/20/50042/perang-di-batanghari-dan-kerinci Diarsipkan 2021-10-20 di Wayback Machine.
  • https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/hikayat-depati-parbo-panglima-perang-dari-sakti-alam-kerinci/

Referensi

  1. ↑ Wahyudi, Johan (2017). un.v5i1.1996 "Perlawanan Depati Parbo di Mata Kolonialis Belanda di Kerinci: Sebuah Kajian Sejarah Loka". Jurnal Tamaddun. 5 (1). doi:http://dx.doi.org/10.24235/tamadd un.v5i1.1996. ; ; ;
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Nusantara
Pra-kolonial
  • Perang Medang–Sriwijaya
  • Invasi Sriwijaya oleh Medang
  • Pemberontakan Wurawari
  • Invasi Chola ke Sriwijaya
  • Ekspedisi Pamalayu
  • Pemberontakan Jayakatwang
  • Serbuan Yuan-Mongol ke Jawa
  • Pemberontakan Ra Kuti
  • Invasi Nan Sarunai ke Majapahit [en]
  • Perang Bubat
  • Penjarahan Singapura
  • Perang Regreg
  • Perang Demak–Majapahit [en]
Kolonial Portugis
  • Perang Ternate-Spanyol
  • Konflik Aceh–Portugal
  • Perang Ternate–Portugal
Kolonial VOC
  • Perang Jayakarta (1619)
  • Kejatuhan Jayakarta
  • Konflik Mataram–Belanda
  • Penyerbuan ke Batavia (1628)
  • Pertempuran Melaka (1641)
  • Perang Takhta Jawa Pertama
  • Perang Takhta Jawa Kedua
  • Geger Pacinan
  • Perang Jawa (1741–43)
  • Perang Kuning (1741-50)
  • Perang Takhta Jawa Ketiga
  • Perang Bayu
  • Pembantaian Amboyna
  • Perang Makassar
Kolonial Belanda
  • Perang Padri (1821–37)
  • Perang Pattimura
  • Pemberontakan Ronggo (1810)
  • Geger Sepehi (1812)
  • Perang Diponegoro (1825–30)
  • Ekspedisi Palembang
    • 1819
    • 1821
  • Invasi Belanda ke Pantai Barat Sumatera (1831)
  • Ekspedisi Sumatera Pertama
  • Perang Aceh Pertama
  • Perang Aceh (1873–1913) (Ekspedisi Tanah Gayo, Alas, dan Batak)
  • Perang Bali
    • 1846
    • 1848
    • 1849
    • 1858
    • 1894
    • 1906
    • 1908
  • Pemberontakan di Kalimantan Barat
    • 1823
    • 1850–54
    • 1854–55
  • Pemberontakan Batipuh
  • Perang Banjar (1859–63)
  • Perang Bone
    • 1824
    • 1825
    • 1859
  • Penyerbuan Jawa 1811
    • Penyerbuan Meester Cornelis
  • Perang Tapanuli
  • Ekspedisi Palembang (1851–59)
  • Nias (1855–64)
  • Besemah (1864–68)
  • Mandor (1884–85)
  • Jambi (1885)
  • Ekspedisi Idi (1890)
  • Ekspedisi Pidie (1897–98)
  • Ekspedisi Kerinci (1903)
  • Ekspedisi Sulawesi (1905–06)
  • Perang Belasting
    • Perang Kamang
    • Perang Manggopoh
Pendudukan Jepang
  • Kampanye Hindia Belanda
  • Pembantaian Sook Ching
  • Peristiwa Mandor
  • Peristiwa Loa Kulu
  • Pertempuran Lima Hari

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pertempuran
  2. Sumber

Artikel Terkait

Ekspedisi Pamalayu

Ekspedisi Pamalayu adalah sebuah diplomasi melalui operasi kewibawaan militer yang dilakukan Kerajaan Singhasari di bawah perintah Raja Kertanagara pada

Kabupaten Kerinci

kabupaten di Provinsi Jambi

Ekspedisi Palembang Pertama

kampanye militer Belanda di Palembang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026