Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer adalah seorang bangsawan dan negarawan Belanda, ia dikenal sebagai gubernur jenderal terakhir Hindia Belanda. Ia masuk dalam tahanan Jepang setelah menyerahnya angkatan perang seluruh Hindia Belanda tanpa syarat dalam Kapitulasi Kalijati pada 8 atau 9 Maret 1942. Pada awalnya, ia ditahan di Bandung dan Batavia, kemudian dipindahkan ke Manchuria. Pada saat penandatanganan kapitulasi yang dilakukan oleh Jenderal Hein ter Poorten, Tjarda telah meninggalkan ruangan perundingan. Sebelumnya, pada tanggal 5 Maret 1942, Tjarda telah memisahkan kekuasaan sipil dan militer serta mengalihkan kekuasaan militer kepada Ter Poorten. Ia kemudian tidak menyerahkan kekuasaan sipil atas Hindia Belanda pada Kapitulasi Kalijati. Tindakan tersebut dijadikan dasar bagi Belanda untuk mengalihkan kekuasaan sipil kepada Letnan Gubernur Jenderal Hubertus van Mook yang telah mengasingkan diri ke Australia. Legitimasi inilah yang digunakan untuk membentuk Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) di pengasingan Australia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer adalah seorang bangsawan dan negarawan Belanda, ia dikenal sebagai gubernur jenderal terakhir Hindia Belanda. Ia masuk dalam tahanan Jepang setelah menyerahnya angkatan perang seluruh Hindia Belanda tanpa syarat dalam Kapitulasi Kalijati pada 8 atau 9 Maret 1942. Pada awalnya, ia ditahan di Bandung dan Batavia, kemudian dipindahkan ke Manchuria. Pada saat penandatanganan kapitulasi yang dilakukan oleh Jenderal Hein ter Poorten, Tjarda telah meninggalkan ruangan perundingan. Sebelumnya, pada tanggal 5 Maret 1942, Tjarda telah memisahkan kekuasaan sipil dan militer serta mengalihkan kekuasaan militer kepada Ter Poorten. Ia kemudian tidak menyerahkan kekuasaan sipil atas Hindia Belanda pada Kapitulasi Kalijati. Tindakan tersebut dijadikan dasar bagi Belanda untuk mengalihkan kekuasaan sipil kepada Letnan Gubernur Jenderal Hubertus van Mook yang telah mengasingkan diri ke Australia. Legitimasi inilah yang digunakan untuk membentuk Pemerintahan Sipil Hindia Belanda (NICA) di pengasingan Australia.