Operasi Zipper adalah sebuah operasi militer yang direncanakan oleh Britania Raya untuk menaklukkan Pelabuhan Swettenham atau Pelabuhan Dickson di semenanjung Malaya selama Perang Dunia II. Tujuan utama dari Operasi Zipper ialah mengawali upaya penaklukan kembali atas Singapura yang dikuasai oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Namun Operasi Zipper tidak pernah terlaksana karena perang di kawasan Asia Pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Operasi Zipper | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Dunia Kedua | |||||||
Laksamana Muda Jisaku Uozumi menandatangani dokumen kapitulasi di atas kapal HMS Nelson pada 2 September 1945.[1] | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
|
42,651 infanteri[4] 2 escort carriers 1 kapal tempur 1 light cruiser 3 destroyers 3 troopships[5] | 26,000 infanteri[6] | ||||||
| Korban | |||||||
| Tidak ada | 26,000 ditangkap | ||||||
Operasi Zipper adalah sebuah operasi militer yang direncanakan oleh Britania Raya untuk menaklukkan Pelabuhan Swettenham atau Pelabuhan Dickson di semenanjung Malaya selama Perang Dunia II. Tujuan utama dari Operasi Zipper ialah mengawali upaya penaklukan kembali atas Singapura yang dikuasai oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Namun Operasi Zipper tidak pernah terlaksana karena perang di kawasan Asia Pasifik berakhir dengan kekalahan Jepang.
Daftar pustaka