Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rajasawardhana

Rajasawardhana atau disebut Rajasawardhana Dyah Wijayakumara atau Bhre Kahuripan adalah maharaja Majapahit ke-8. Nama Rajasawardhana dalam sejarah Kemaharajaan Majapahit merujuk pada dua orang. Yang pertama adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1451-1453 dengan gelar Rajasawardhana Sang Sinagara. sedangkan yang kedua adalah penguasa Matahun atau Bhre Matahun pada pemerintahan Hayam Wuruk. Raja Rajasawardhana merupakan putra sulung dari Raja Kertawijaya dengan permaisurinya, Dyah Jayeswari yang menjabat sebagai Bhre Daha.Berdasarkan Babad Carita Lasem yang merupakan salinan dari Kitab Veda Badrasanti ,Raja Radjasawardhana saat wafat dikremasi dan abu nya didharmakan Di Candi Malad sebuah candi didaerah Lasem.

Wikipedia article
Diperbarui 1 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rajasawardhana
Rajasawardhana Sang Sinagara
Maharaja Majapahit ke 8
Berkuasa Majapahit (1451-1453)
PendahuluKertawijaya
PenerusGirishawardhana
KelahiranDyah Wijayakumara
Kematian1453
PasanganManggalawardhanī Dyah Suraghārinī, Bhre Tanjungpura
Keturunan
  • Dyah Samarawijaya, Bhre Kahuripan
  • Bhre Lasem
  • Dyah Wijayakusuma, Bhre Mataram
  • Bhre Pamotan
  • Dyah Angkawijaya Bhre Kertabhumi
WangsaRajasa
AyahKertawijaya
IbuJayawardhanī Dyah Jayeswari, Bhre Daha
Keluarga kerajaan Majapahit

Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya)

  • Permaisuri: Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari
  • Istri: Indreswari, Prajnaparamita, Narendraduhita
  • Selir: Gayatri (Sri Rajapatni)
  • Pewaris takhta: Jayanagara (putra Raden Wijaya dengan istri Indreswari)

Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara (Jayanagara)

  • Penerus takhta: Tribhuwana Wijayatunggadewi (adik tiri dari Jayanagara)

Sri Tribhuwana Wijayatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani (Tribhuwana Wijayatunggadewi)

  • Suami: Sri Kertawardhana (Bhre Tumapel)
  • Pewaris takhta: Hayam Wuruk (putra Tribhuwana Wijayatunggadewi dengan suami Sri Kertawardhana)

Sri Maharaja Rajasanagara (Hayam Wuruk)

  • Permaisuri: Sri Sudewi (Paduka Sori)
  • Pewaris takhta: Wikramawardhana (suami dari putri Hayam Wuruk dengan permaisuri Sri Sudewi yang bernama Kusumawardhani)

Bhra Hyang Wisesa Aji Wikramawardhana (Wikramawardhana)

  • Penerus takhta: Suhita (kakak dari Wikramawardhana)

Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja (Suhita)

  • Suami: Ratnapangkaja (Penguasa Kahuripan)
  • Pewaris takhta: Kertawijaya (keponakan Suhita dan merupakan putra Wikramawardhana)

Brawijaya I (Kertawijaya)

  • Pewaris takhta: Rajasawardhana (putra sulung Kertawijaya)

Brawijaya II (Rajasawardhana)

  • Penerus takhta: Girishawardhana (terjadi perebutan tahta kekuasaan kerajaan antara adik dari Rajasawardhana yang bernama Girishawardhana yang juga adalah putra Kertawijaya melawan Samarawijaya yang adalah putra sulung Rajasawardhana, jadi antara paman melawan keponakannya saling berebut tahta kekuasaan kerajaan, dan setelah itu pada akhirnya tahta kekuasaan kerajaan jatuh ke tangan sang paman, Girishawardhana)

Brawijaya III (Girishawardhana)

  • Penerus takhta: Suraprabhawa (putra bungsu Kertawijaya)

Brawijaya IV (Suraprabhawa)

  • Pewaris takhta: Angkawijaya (putra mahkota Rajasawardhana)

Brawijaya V (Bhre Kertabhumi / Angkawijaya)

  • Istri: Dewi Amarawati, Dewi Wandan Kuning
  • Selir: Wandan Sari (Siu Ban Ci)
  • Penerus takhta: Raden Patah (putra Angkawijaya dengan selir Siu Ban Ci)
  • l
  • b
  • s

Rajasawardhana atau disebut Rajasawardhana Dyah Wijayakumara atau Bhre Kahuripan adalah maharaja Majapahit ke-8 (wafat tahun 1453). Nama Rajasawardhana dalam sejarah Kemaharajaan Majapahit merujuk pada dua orang. Yang pertama adalah raja Majapahit yang memerintah tahun 1451-1453 dengan gelar Rajasawardhana Sang Sinagara. sedangkan yang kedua adalah penguasa Matahun atau Bhre Matahun pada pemerintahan Hayam Wuruk. Raja Rajasawardhana merupakan putra sulung dari Raja Kertawijaya dengan permaisurinya, Dyah Jayeswari yang menjabat sebagai Bhre Daha.Berdasarkan Babad Carita Lasem yang merupakan salinan dari Kitab Veda Badrasanti ,Raja Radjasawardhana saat wafat dikremasi dan abu nya didharmakan Di Candi Malad[1] sebuah candi didaerah Lasem.

Rajasawardhana Sang Sinagara

Rajasawardhana muncul dalam Pararaton sebagai raja Majapahit yang naik takhta tahun 1451. Disebutkan bahwa, sebelum menjadi raja ia pernah menjabat sebagai Bhre Pamotan, Bhre Keling, kemudian Bhre Kahuripan.

Versi 1

Rajasawardhana naik takhta menggantikan Kertawijaya. Hubungan antara keduanya tidak disebut dengan jelas dalam Pararaton, sehingga muncul pendapat bahwa, Rajasawardhana yang menggantikan Suhita sebagai Bhre Kahuripan, melakukan kudeta disertai pembunuhan terhadap Kertawijaya.

Versi 2

Pendapat lain mengatakan, Rajasawardhana identik dengan Dyah Wijayakumara, yaitu putra sulung Kertawijaya yang namanya tercatat dalam prasasti Waringin Pitu (1447). Menurut prasasti Waringin Pitu, Dyah Wijayakumara memiliki istri bernama Manggalawardhani Bhre Tanjungpura. Dari perkawinan itu lahir dua orang anak, yaitu Dyah Samarawijaya dan Dyah Wijayakarana.

Sementara dalam Pararaton, Rajasawardhana Sang Sinagara memiliki empat orang anak, yaitu Bhre Kahuripan, Bhre Mataram, Bhre Pamotan, dan Bhre Kertabhumi. Jika Rajasawardhana Sang Sinagara benar identik dengan Wijayakumara, berarti Bhre Kahuripan dan Bhre Mataram juga identik dengan Samarawijaya dan Wijayakusuma.

Kemungkinan, saat prasasti Waringin Pitu dikeluarkan pada tahun (1447), Bhre Pamotan dan Bhre Kertabhumi belum lahir.

Pemerintahan Rajasawardhana juga terdapat dalam berita Tiongkok. Disebutkan bahwa pada tahun 1452 Rajasawardhana mengirim duta besar ke Tiongkok.

Menurut Pararaton, sepeninggal Rajasawardhana tahun 1453, Majapahit mengalami kekosongan pemerintahan selama tiga tahun. Baru pada tahun 1456, Bhre Wengker naik takhta bergelar Bhra Hyang Purwawisesa. Tokoh ini dianggap identik dengan Girishawardhana putra kedua Kertawijaya yang tercatat dalam prasasti Waringin Pitu.

Rajasawardhana Bhre Matahun

Rajasawardhana yang kedua, yang menurut Nagarakretagama, adalah Rajasawardhana yang menjabat sebagai Bhre Matahun yaitu suami dari Indudewi alias Bhre Lasem putri Rajadewi dengan Wijayarajasa. Dari perkawinan itu, lahir Nagarawardhani yang menikah dengan Bhre Wirabhumi putra Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu (1351-1389).

Dalam Pararaton, pejabat Bhre Matahun yang identik dengan Rajasawardhana adalah Raden Larang. Istrinya adalah adik kandung Hayam Wuruk. Perkawinan tersebut tidak menghasilkan keturunan, karena istri Bhre Wirabhumi versi Pararaton adalah putri Raden Sumana alias Bhre Paguhan, bukan putri Raden Larang.

Dalam hal ini, berita dalam Nagarakretagama lebih dapat dipercaya, karena ditulis tahun 1365, saat Rajasawardhana masih hidup. Prasasti Kusmala (Prasasti Kandangan) bertarikh 1350 M, menyebut Bhre Matahun dengan gelar pāduka bhaţāre matahun šri bhaţāra wijayarājasānanta wikramottunggadewa.

Silsilah Sang Sinagara

Singhawardhana Dyah Sumana
Wikramawardhana Dyah Gagak Sali
Rajasaduhita Iswari Dyah Nertaja
Wijayaparakramawardhana Dyah Kertawijaya
Rajasawardhana Dyah Wijayakumara
Sang Sinagara
Kertawardhana Dyah Cakradhara
Ranamanggala
Jayawardhanī Dyah Jayeswari
Singhawardhana Dyah Sumana
Surawardhani
Rajasaduhita Iswari Dyah Nertaja

Lihat Pula

  • Dyah Kertawijaya
  • Girisawardhana
  • Bhre Kertabhumi

Kepustakaan

  • M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  • Poesponegoro, M.D., Notosusanto, N. (editor utama). Sejarah Nasional Indonesia. Edisi ke-4. Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Referensi

  1. ↑ "Catatan Koh Tzu: Carita Sejarah Lasem". Catatan Koh Tzu. Diakses tanggal 2025-09-07.
Didahului oleh:
Dyah Kertawijaya
Raja Majapahit
1451—1453
Diteruskan oleh:
Girishawardhana

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Rajasawardhana Sang Sinagara
  2. Versi 1
  3. Versi 2
  4. Rajasawardhana Bhre Matahun
  5. Silsilah Sang Sinagara
  6. Lihat Pula
  7. Kepustakaan
  8. Referensi

Artikel Terkait

Kertabhumi

Raja Majapahit

Majapahit

Kemaharajaan Jawa yang terbesar di Nusantara

Daftar penguasa Jawa

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026