Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Alanjung Ahyes

Alanjung Ahyes adalah Raja kedua dari Kerajaan Janggala yang berpusat di Ibu Kota Kahuripan memerintah sekitar tahun 1052 - 1059, dengan bergelar abhiseka Sri Maharaja Mapanji Alanjung Ahyes Makoputadhanu Sri Ajnajabharitamawakana Pasukala Nawanamaninddhita Sasatrahetajnadewati.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Alanjung Ahyes
Sri Maharaja Mapanji Alanjung Ahyes Makoputadhanu Sri Ajnajabharitamawakana Pasukala Nawanamaninddhita Sasatrahetajnadewati
Raja Janggala ke-2
Berkuasa1052 - 1059
PendahuluMapanji Garasakan
PenerusSamarotsaha
KelahiranKahuripan
Kematian1059
Nama takhta
Śrī Mahārāja Mapañji Alañjung Ahyês Makoputadhanu Śrī Ajñajabharitamawakana Pasukala Nawanamaninddhita Sasatrahetajñadewati
WangsaIsyana
AyahMapanji Garasakan

Alanjung Ahyes adalah Raja kedua dari Kerajaan Janggala yang berpusat di Ibu Kota Kahuripan memerintah sekitar tahun 1052 - 1059, dengan bergelar abhiseka Sri Maharaja Mapanji Alanjung Ahyes Makoputadhanu Sri Ajnajabharitamawakana Pasukala Nawanamaninddhita Sasatrahetajnadewati.

Pelarian dan perebutan ibukota Janggala

Pemerintahan Alanjung Ahyes hanya meninggalakan satu bukti sejarah, berupa Prasasti Banjaran tahun 1052.

Prasasti tersebut berisi kisah pelarian Alanjung Ahyes ke hutan Marsma karena ibukota Janggala diserang musuh. Ia kemudian berhasil merebut kembali ibukota Janggala berkat bantuan para pemuka desa Banjaran. Serangan musuh tersebut diyakini berasal dari Kadiri yang berhasil menyingkirkan Mapanji Garasakan dan keluarganya keluar dari ibukota Janggala.[1] (catatan: Mapanji Garasakan tidak tewas pada tahun 1052, karena pada tahun 1053, masih mengeluarkan Prasasti Garaman.)

Tidak diketahui dengan pasti kapan akhir pemerintahan Alanjung Ahyes. Prasasti selanjutnya yang ditemukan ialah Prasasti Sumengka tahun 1059, dikeluarkan oleh Samarotsaha, yang mengaku sebagai putra Airlangga dan raja Janggala. Dengan demikian dapat diperkirakan kalau Alanjung Ahyes tidak memiliki keturunan, atau mungkin mati muda, karena takhta Janggala selanjutnya jatuh ke tangan Samarotsaha, pamannya.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "Jayati Seni ing Tlatah Jenggala | beritajatim.com". beritajatim.com (dalam bahasa American English). 2021-04-09. Diakses tanggal 2021-12-29.

Kepustakaan

  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pelarian dan perebutan ibukota Janggala
  2. Referensi
  3. Catatan kaki
  4. Kepustakaan

Artikel Terkait

Daftar penguasa Jawa

artikel daftar Wikimedia

Hamengkubuwana X

Sultan Yogyakarta ke-10 & Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-3 (sejak 1989)

Pakubuwana XIV

susuhunan ke-13 dari Kesunanan Surakarta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026