Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pakubuwana XIV

Susuhunan Pakubuwana XIV adalah Susuhunan Surakarta ketiga belas yang bertakhta sejak 15 November 2025.

susuhunan ke-13 dari Kesunanan Surakarta
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pakubuwana XIV
Artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. Silakan buang istilah-istilah yang hiperbolis tersebut. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

<a href=\"./Wikipedia:Kebijakan_pelindungan#extended\" title=\"Artikel ini hanya dapat disunting oleh pengguna terkonfirmasi lanjutan hingga 8 Januari 2027, karena perang suntingan\" id=\"mwBw\"><img alt=\"Halaman yang hanya dapat disunting oleh pengguna terkonfirmasi lanjutan\" resource=\"./Berkas:Extended-protection-shackle.svg\" src=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Extended-protection-shackle.svg/20px-Extended-protection-shackle.svg.png\" decoding=\"async\" data-file-width=\"512\" data-file-height=\"512\" data-file-type=\"drawing\" height=\"20\" width=\"20\" srcset=\"//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Extended-protection-shackle.svg/40px-Extended-protection-shackle.svg.png 2x\" class=\"mw-file-element\" id=\"mwCA\"/></a></span>"}' id="mwCQ"/>

Pakubuwana XIV
ꦦꦑꦸꦨꦸꦮꦟ꧇꧑꧔꧇ꦥꦸꦫꦸꦧꦪ
Sri Susuhunan Pakubuwana XIV
Susuhunan Surakarta ke-13
Bertakhta15 November 2025 – Sekarang
(159 hari)
PenobatanSabtu, 15 November 2025 / Tumpak Manis Setu Legi, 24 Jumadil Awal warsa Dal 1959
PendahuluSusuhunan Pakubuwana XIII
PresidenPrabowo Subianto
KelahiranBendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko
26 September 2002 (umur 23)
Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Nama lengkap
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram
Nama takhta
Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng kaping Sekawan Welas ing Nagari Surakarta Hadiningrat
WangsaMataram
AyahPakubuwana XIII
IbuK.R.Ay. Pradapaningsih
(G.K.R. Pakubuwana)
AgamaIslam
Keluarga Susuhunan Surakarta
Lambang Sri Radya Laksana
Sri Susuhunan Pakubuwana XIV
GKR. Pakubuwana (Ibu Suri)
Keluarga Inti
  • GKR. Timoer
    • BRM. Suryo Pramuditho Adiwiwoho
  • GRAy. Devi Lelyana Dewi
    • BRAj. Shayna Lelyana
    • BRM. Noah Satrio
  • GRAy. Dewi Ratih Widyasari
    • BRM. Yudhistira Rachmat Saputro
    • BRM. Hersar Dewa
  • BRAy. Sugih Oceania (almh)
    • BRM. Suryo Mulyo Saputro
  • GRAj. Putri Purnaningrum
  • KGPH. Hangabehi
    • BRAj. Arumi Larasati
    • BRM. Suryo Muhammad Ibrahim
  • l
  • b
  • s

Susuhunan Pakubuwana XIV (disingkat PB XIV; lahir 9 Februari 2002 dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko) adalah Susuhunan Surakarta ketiga belas yang bertakhta sejak 15 November 2025.[1]

Memasuki usia dewasa, namanya diganti menjadi Purubaya dan sejak 2022 dinobatkan sebagai putra mahkota bergelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibyo Rajaputra Narendra ing Mataram (bahasa Jawa: ꦏꦁꦗꦼꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦲꦢꦶꦥꦠꦶꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ꦲꦩꦁꦑꦸꦟꦓꦫꦱꦸꦢꦶꦧꦾꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦩꦠꦫꦩ꧀code: jv is deprecated ).[2]

Setelah kematian Pakubuwana XIII, Hamangkunagara berikrar menyatakan kesiapannya melanjutkan takhta di hadapan jenazah ayahnya di Sasana Parasdya, Keraton Surakarta, 5 November 2025.[3] Selang 10 hari, upacara penobatan raja digelar.[4]

Kehidupan awal dan pendidikan

G.R.M. Suryo Aryo Mustiko bersama Joko Widodo, saat itu masih menjabat sebagai wali kota Surakarta, dalam sebuah festival dalang cilik di Surakarta.

Lahir pada 26 September 2002 dengan nama Bendoro Raden Mas Suryo Aryo Mustiko, ia merupakan anak bungsu K.G.P.H. Hangabehi, kelak Pakubuwana XIII, dan K.R.Ay. Pradapaningsih.[5] Setelah penobatan ayahnya sebagai raja Kasunanan Surakarta pada 10 September 2004, gelarnya berubah menjadi Gusti Raden Mas Suryo Aryo Mustiko.[6]

Saat masih anak-anak, Suryo Aryo Mustiko memiliki ketertarikan terhadap wayang kulit dan belajar menjadi dalang. Sebagai dalang, ia sempat mengikuti beberapa acara, antara lain Jambore Budaya Surakarta di Loji Gandrung dan Temu Dalang Cilik Nusantara III di Pendopo Taman Budaya Jawa Tengah pada2009.[7][8]

Tidak hanya wayang kulit, Suryo kecil juga sempat belajar menari. Saat usia 8 tahun, ia memerankan tokoh Gatotkaca dalam pergelaran wayang orang dengan lakon Gathutkaca Lair yang digelar di Sasana Sumewa, Keraton Surakarta.[5]

Pendidikan

  • SD Muhammadiyah 1 Surakarta.[8]
  • SMP dan SMA Semesta Bilingual Boarding School, Semarang.[6]
  • S1 Hukum di Universitas Diponegoro, Semarang (2020–2024).[9][10][11][12]
  • S2 Magister Politik dan Pemerintahan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (mulai 2025).[10][13]

Riwayat pengangkatan

Sebagai putra mahkota

Setelah memasuki usia baligh, G.R.M. Suryo Aryo Mustiko mendapatkan nama dan gelar baru sebagai Gusti Pangeran Haryo Purubaya, yang kemudian dinaikkan kembali menjadi Kangjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Hamangkunagara.

Prosesi penetapan K.G.P.H. Purubaya sebagai putra mahkota

Pada 27 Februari 2022, bertepatan dengan peringatan ulang tahun kenaikan takhta Pakubuwana XIII yang ke-18, Purubaya resmi diangkat menjadi pangeran adipati anom, putra mahkota, bergelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.[14]

Potret resmi putra mahkota

Setelah pengukuhannya, Hamangkunagara mendampingi Pakubuwana XIII dalam sejumlah acara, bahkan juga mewakili saat sang ayah berhalangan hadir.

Sebagai raja

Pakubuwana XIII meninggal dunia pada 2 November 2025. Saat upacara pemberangkatan jenazah yang akan dikebumikan di Astana Pajimatan Himagiri, Hamangkunagara mengikrarkan kesiapan dirinya sebagai Pakubuwana XIV.

Sepuluh hari kemudian, Hamangkunagara resmi dilantik sebagai raja dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kaping Sekawan Welas ing Surakarta Hadiningrat lewat upacara Jumenengan Dalem Nata Binayangkare yang diadakan di Bangsal Manguntur Takil, Sitihinggil Keraton Surakarta.[15]

Di Bangsal Manguntur Takil, Hamangkunagara membacakan Sabda Dalem, berisi sumpah raja untuk memimpin Keraton Surakarta sesuai syariat Islam dan paugeran, berlaku adil, mengayomi pengikut setia, mendukung Indonesia, serta menjaga kelestarian budaya, tata upacara, dan warisan raja Mataram.[15]

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan kirab. Menaiki kereta kencana, raja baru ini diperkenalkan kepada masyarakat luas dengan menempuh rute dari Sitihinggil menuju Sasana Sumewa, melewati Alun-alun Lor, Gladag, Telkom, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Perempatan Gemblegan, Kusumanagaran, dan kembali ke Keraton.[15]

Kontroversi

Insiden tabrak lari

Pada 9 Agustus 2023, sebuah rekaman CCTV viral di media sosial, memperlihatkan dugaan tabrak lari yang terjadi di kawasan Gladak, Surakarta. Dalam rekaman tersebut terlihat sebuah mobil putih menabrak seorang pengendara sepeda motor, belakangan diketahui melawan arah, dan langsung meninggalkan lokasi kejadian. Korban yang terkapar di jalan lantas ditolong warga.[16]

Pengemudi mobil tersebut kemudian diketahui adalah putra mahkota Keraton Solo, Hamangkunagara. Namun, melalui kuasa hukumnya, ia membantah tuduhan lari. Malah, menurutnya, ia pergi mencari bantuan, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.[17]

Insiden ini berakhir dengan perdamaian kedua belak pihak dan pencaputan laporan kepolisian oleh korban, sementara pihak kraton berjanji untuk menanggung biaya pemulihan dan perbaikan kendaraan korban.[18][19]

Kritik terhadap Pemerintah

Kemudian pada awal tahun 2025, KGPAA. Hamangkunagara kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa unggahan di akun media sosial pribadinya yang berisi kritik terhadap kondisi pemerintahan Indonesia menjadi viral.[20][21] Dalam unggahan tersebut, ia menulis kalimat seperti “Nyesel gabung Republik” dan “Percuma Republik kalau cuma untuk membohongi”, yang kemudian dikaitkan dengan kritik terhadap sejumlah kasus nasional, termasuk dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina Patra Niaga, PHK massal di PT Sritex, dan isu kebijakan pemerintah mengenai pagar laut.[22][23]

Unggahan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet dan media, dengan sebagian publik menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kondisi sosial politik di Indonesia, sementara yang lain menilai pernyataannya berlebihan.[24] Pihak Keraton Surakarta, melalui KPA. Dany Nur Adiningrat, kemudian memberikan klarifikasi bahwa unggahan KGPAA. Hamangkunagara merupakan bentuk kritik satir terhadap situasi nasional dan penundaan status Daerah Istimewa Surakarta (DIS) yang belum diberikan pemerintah.[25][26]

Galeri

  • Pakubuwana XIII bersama G.K.R. Pakubuwana dan putra-putri yaitu berdiri dari kiri ke kanan: G.R.Ay. Putri, G.R.Ay. Devi, G.K.R. Timoer, K.G.P.A.A. Hamangkunagara, K.G.P.H. Hangabehi, dan G.R.Ay. Ratih, serta para menantu dan cucu seusai upacara Kirab Pusaka 1 Sura di Keraton Surakarta, 8 Februari 2024.
    Pakubuwana XIII bersama G.K.R. Pakubuwana dan putra-putri yaitu berdiri dari kiri ke kanan: G.R.Ay. Putri, G.R.Ay. Devi, G.K.R. Timoer, K.G.P.A.A. Hamangkunagara, K.G.P.H. Hangabehi, dan G.R.Ay. Ratih, serta para menantu dan cucu seusai upacara Kirab Pusaka 1 Sura di Keraton Surakarta, 8 Februari 2024.
  • Pakubuwana XIII menghadiri peringatan kenaikan takhta Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, 1 Maret 2023. Nampak K.G.P.A.A. Hamangkunagara duduk di baris kedua paling kanan.
    Pakubuwana XIII menghadiri peringatan kenaikan takhta Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, 1 Maret 2023. Nampak K.G.P.A.A. Hamangkunagara duduk di baris kedua paling kanan.

Lihat pula

  • Kasunanan Surakarta
  • Keraton Surakarta
  • Wangsa Mataram
  • Susuhunan Pakubuwana XIII

Referensi

  1. ↑ "GKR Timoer: Pakubuwono XIV Purbaya Sah Jadi Raja Keraton Surakarta". CNN Indonesia. 15 November 2025.
  2. ↑ Widiyanto, Mardon (27 Februari 2022). "Raja Keraton Solo Nobatkan KGPH Purboyo Jadi Putra Mahkota, Sosoknya Masih Mahasiswa Usia 21 Tahun". Tribun Solo.
  3. ↑ Febiari, Silvana (5 November 2025). "Gusti Purboyo Ikrarkan Diri Sebagai Raja Jelang Pelepasan Jenazah Pakubuwono XIII". Metro TV.
  4. ↑ Zumano, Labib (15 November 2025). "Keraton Surakarta Gelar Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono XIV, Simbol Naiknya Raja Baru". Kompas.com.
  5. 1 2 Solopos (2022-03-09). "Mengenal Lebih Dekat Putra Mahkota Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat: K.G.P.A.A. Hamangkunegoro". Surakarta: Solopos. Diakses tanggal 2025-11-08.
  6. 1 2 Profil KGPAA Hamangkunegoro, Raja Keraton Solo Lulusan Kampus Unggulan Inilah.com
  7. ↑ Profil KGPH Purbaya, Putra Mahkota Keraton Surakarta CNN Indonesia
  8. 1 2 Profil Putra Mahkota Raja Baru Keraton Solo: 21 Tahun, Jago Dalang IDN Times Jawa Tengah
  9. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-02-28). "Mengenal Sosok KGPH Purbaya, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-11-05.
  10. 1 2 "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  11. ↑ "OPTIMALISASI PRINSIP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN OLEH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH. _79 HTN 2024 - Undip Repository".
  12. ↑ "PDDikti".
  13. ↑ "PDDikti".
  14. ↑ Anugrahanto, Nino Citra (27 Februari 2022). "KGPH Purbaya Dinobatkan sebagai Putra Mahkota Kasunanan Surakarta". Kompas.id.
  15. 1 2 3 Irawati, Dahlia (15 November 2025). "Pakubuwono XIV Dinobatkan di Tengah Konflik Suksesi Keraton Surakarta". Kompas.id.
  16. ↑ "Tabrak Lari di Gladak Kota Solo, Sepeda Motor Ditabrak Mobil hingga Terpental". Kompas.com. 10 Agustus 2023.
  17. ↑ Kurniawan, Silvester (11 Agustus 2023). "Kronologi Tabrakan Mobil Putra Mahkota Keraton Surakarta dengan Motor di Gladak, Klaim Bukan Tabrak Lari". Radar Solo.
  18. ↑ "Berakhir Damai, Pelaku Tabrak Lari di Gladak Ternyata Putra Mahkota Keraton Solo". Solopos. 11 Agustus 2023.
  19. ↑ "Putra Mahkota Keraton Solo dan Keluarga Korban Tabrak Lari Sudah Damai". Kompas.com. 12 Agustus 2023.
  20. ↑ TV, Metro. "Putra Mahkota Unggah Penyesalan Gabung RI, Ini Penjelasan Keraton Solo". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  21. ↑ developer, mediaindonesia com. "Unggah Kekecewaan Gabung Republik, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Enggan Minta Maaf". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  22. ↑ "Muak dengan Skandal Minyak Pertamina, Putra Mahkota Solo Sampai Nyesel Gabung RI". suara.com. Diakses tanggal 2025-11-06.
  23. ↑ "Penjelasan Keraton Surakarta soal Status Putra Mahkota yang Sebut Menyesal Gabung Republik". Kompas.tv. Diakses tanggal 2025-11-06.
  24. ↑ "Klarifikasi Lengkap Putra Mahkota Keraton Surakarta soal 'Nyesel Gabung Republik'". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2025-03-03. Diakses tanggal 2025-11-06.
  25. ↑ Wahyu, Ary (2025-03-03). "Viral Putra Mahkota Keraton Solo Menyesal Gabung Republik, Ini Klarifikasinya". iNews.ID. Diakses tanggal 2025-11-06.
  26. ↑ "Story IG Viral, Putra Mahkota Kraton Surakarta Berikan Pernyataan Tegas". 3 Mar 2025 – via YouTube.

Pranala luar

  • Pakubuwana XIV di Instagram
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Susuhunan Pakubuwana XIII
Susuhunan Surakarta
2025 - Sekarang
Petahana
  • l
  • b
  • s
Sri Susuhunan Pakubuwana

Pakubuwana II
PB II
(1745–1749)

Pakubuwana III
PB III
(1749–1788)

Pakubuwana IV
PB IV
(1788–1820)

Pakubuwana V
PB V
(1820–1823)

Pakubuwana VI
PB VI
(1823–1830)

Pakubuwana VII
PB VII
(1830–1858)

Pakubuwana VIII
PB VIII
(1858–1861)

Pakubuwana IX
PB IX
(1861–1893)

Pakubuwana X
PB X
(1893–1939)

Pakubuwana XI
PB XI
(1939–1945)

Pakubuwana XII
PB XII
(1945–2004)

Pakubuwana XIII
PB XIII
(2004–2025)

Pakubuwana XIV
PB XIV
(2025–Sekarang)

  • l
  • b
  • s
Topik Surakarta
Geografi
  • Bengawan Solo
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kecamatan Banjarsari
  • Kecamatan Jebres
  • Kecamatan Laweyan
  • Kecamatan Pasar Kliwon
  • Kecamatan Serengan
  • Batas wilayah
  • Kota satelit
Lambang Kota SurakartaPeta Kota Surakarta
Politik
  • Wali Kota : Respati Ardi
  • Wakil Wali Kota : –

Astrid Widayani

  • Ketua DPRD Kota Surakarta: Budi Prasetyo
Sejarah
  • Kota Surakarta
    • Keresidenan Surakarta
    • Daerah Istimewa Surakarta
    • Provinsi Surakarta (wacana)
  • Arti nama
  • Kasunanan Surakarta
  • Kadipaten Praja Mangkunegaran
  • Pakubuwana XIII
  • Mangkunegara IX
  • Serangan Umum Surakarta
  • Banjir Besar tahun 1966
Lokasi terkenal
  • Arsitektur dan peninggalan sejarah
  • Benteng Vastenburg1
  • Galabo
  • Gedung Wayang Orang Sriwedari
  • Lokananta
  • Kraton Surakarta1
  • Istana (Pura) Mangkunagaran1
  • Pasar Gede Harjonagoro1
  • Pasar Klewer
  • Pasar Legi Surakarta
  • Pasar Triwindu (Windujenar/Ngarsapura)
  • Monumen Pers Nasional
  • Museum Batik1
  • Museum Radya Pustaka1
  • Taman Balekambang1
  • Taman Banjarsari1
  • Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa1
  • Taman Satwa Taru Jurug12
  • Taman Sriwedari1
Transportasi
  • Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo
  • Stasiun Balapan1
  • Stasiun Jebres1
  • Stasiun Purwosari1
  • Stasiun Sangkrah
  • Terminal Tirtonadi
  • Bus Batik Solo Trans
  • Bus rel Batara Kresna
  • Jalan: Slamet Riyadi
  • Jenderal Sudirman
Demografi & Budaya
  • Bengawan Solo (lagu)
  • Sensus 2010
  • Bahasa
  • Karnaval Batik Solo
  • Solo Batik Fashion
  • Daftar: Pasar tradisional
  • Pusat perbelanjaan
  • Rumah sakit
  • Tokoh
  • PMS
  • Tionghoa Solo
Pendidikan
  • Universitas Sebelas Maret
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Institut Seni Indonesia
  • Solo Techno Park
  • Daftar: Sekolah
  • Perguruan Tinggi
Tempat ibadah
  • Masjid Agung Kraton Surakarta1
  • Masjid Wustho Mangkunegaran1
  • Masjid Laweyan
  • Masjid Sholihin
  • Gereja Santo Antonius1
  • Gereja Santo Petrus
  • Gereja Santo Paulus
  • Gereja Santa Perawan Maria Regina
  • Gua Maria Mojosongo
  • GBI Keluarga Allah
  • Tien Kok Sie1
  • Vihara Am Po Kian
  • Poo An Kiong1
Olahraga
  • Klub olahraga
  • Persis Solo
  • Pasoepati
  • Stadion Manahan
  • Stadion Sriwedari
Media
  • Solopos
  • Radar Solo
  • Terang Abadi Televisi
  • stasiun radio
Kuliner
  • Nasi liwet
  • Timlo
  • Tengkleng
  • Nasi langgi
  • Gudeg
  • Kompyang
  • Serabi
  • Selat solo
  • Bakso Solo
1 Masuk ke dalam Daftar Benda Cagar Budaya yang Dilindungi Pemerintah Kota Surakarta, 2 Dicoret dari daftar karena usia pembangunan kurang dari 50 tahun
Portal Surakarta · Wikipedia:Buku/Surakarta
  • l
  • b
  • s
Penguasa di Jawa
Kalingga
  • Ratu Shima
Mataram Kuno
Wangsa Syailendra
  • Sri Sanjaya
  • Sri Sanggramadananjaya
  • Jatiningrat
  • Sri Sajjanotsawatungga
  • Sri Jayakirtiwarddhana
  • Sri Dharmmodaya
  • Sri Mahottunggawijaya
  • Sri Sajjana Sannatanuraga
  • Sri Wijayalokanamottungga
Wangsa Isyana
  • Sri Isyanawikrama
  • Sri Isyana Tunggawijaya
  • Sri Makutawangsawarddhana
  • Sri Dharmawangsa
Kahuripan
Airlangga
Janggala
  • Mapanji Garasakan
  • Alanjung Ahyes
  • Samarotsaha
Kadiri
  • Samarawijaya
  • Jitendrakara
  • Jayawarsa
  • Bameswara
  • Jayabhaya
  • Sarweswara
  • Aryeswara
  • Gandra
  • Kameswara
  • Kertajaya
  • Jayakatwang
Singasari
  • Ken Arok
  • Anusapati
  • Wisnuwardhana
  • Kertanagara
Majapahit
  • Raden Wijaya
  • Jayanagara
  • Tribhuwana Tunggadewi
  • Hayam Wuruk
  • Wikramawardhana
  • Suhita
  • Kertawijaya
  • Rajasawardhana
  • Girishawardhana
  • Singhawikramawardhana
  • Girindrawardhana (Brawijaya)
Demak
  • Raden Patah
  • Pati Unus
  • Trenggana
  • Prawata
Kalinyamat
  • Ratu Kalinyamat
  • Pangeran Kalinyamat
Pajang
  • Adiwijaya
  • Awantipura
  • Prabuwijaya
Mataram Islam
  • Senapati
  • Anyakrawati
  • Anyakrakusuma
  • Amangkurat I
  • Amangkurat II
  • Amangkurat III
  • Pakubuwana I
  • Amangkurat IV
  • Pakubuwana II
  • Amangkurat V
Surakarta
  • Pakubuwana II
  • Pakubuwana III
  • Pakubuwana IV
  • Pakubuwana V
  • Pakubuwana VI
  • Pakubuwana VII
  • Pakubuwana VIII
  • Pakubuwana IX
  • Pakubuwana X
  • Pakubuwana XI
  • Pakubuwana XII
  • Pakubuwana XIII
Yogyakarta
  • Hamengkubuwana I
  • Hamengkubuwana II
  • Hamengkubuwana III
  • Hamengkubuwana IV
  • Hamengkubuwana V
  • Hamengkubuwana VI
  • Hamengkubuwana VII
  • Hamengkubuwana VIII
  • Hamengkubuwana IX
  • Hamengkubuwana X
Mangkunagaran
  • Mangkunagara I
  • Mangkunagara II
  • Mangkunagara III
  • Mangkunagara IV
  • Mangkunagara V
  • Mangkunagara VI
  • Mangkunagara VII
  • Mangkunagara VIII
  • Mangkunagara IX
  • Mangkunagara X
Pakualaman
  • Paku Alam I
  • Paku Alam II
  • Paku Alam III
  • Paku Alam IV
  • Paku Alam V
  • Paku Alam VI
  • Paku Alam VII
  • Paku Alam VIII
  • Paku Alam IX
  • Paku Alam X

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Pendidikan
  3. Riwayat pengangkatan
  4. Sebagai putra mahkota
  5. Sebagai raja
  6. Kontroversi
  7. Insiden tabrak lari
  8. Kritik terhadap Pemerintah
  9. Galeri
  10. Lihat pula
  11. Referensi
  12. Pranala luar

Artikel Terkait

Kesunanan Surakarta Hadiningrat

kerajaan di Asia Tenggara

Kesultanan Mataram

kerajaan Islam di Pulau Jawa

Pakubuwana X

Pahlawan Nasional Indonesia dan susuhunan ke-9 dari Kesunanan Surakarta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026