Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kamesywara

Kameswara adalah raja dari Kerajaan Panjalu yang memerintah Kadiri pada sekitar tahun 1182-1191, dengan bergelar nama abhiseka yaitu Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kameswara
Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa
Raja Panjalu/Kadiri
Berkuasa1182 – 1191
PendahuluSri Gandra
PenerusKertajaya
KelahiranDaha, Kediri,
Jawa Timur
KematianJawa Timur
PasanganSri Kirana (putri dari Janggala
KeturunanKertajaya
Nama takhta
Pāduka Śri Mahārāja Śri Kāmešwara Triwikramāwatāra Aniwāryyawiryya Parākrama Digjayottunggadewanāma
WangsaIsyana
AgamaHindu Waisnawa

Kameswara adalah raja dari Kerajaan Panjalu yang memerintah Kadiri pada sekitar tahun 1182-1191, dengan bergelar nama abhiseka yaitu Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa.

Tidak diketahui dengan pasti kapan Sri Kameswara naik takhta, peninggalan sejarahnya antara lain prasasti Semanding, 17 Juni 1182 M, dan prasasti Ceker, 11 September 1185 M.

Selain itu pada masa pemerintahan Sri Kameswara ini seorang pujangga bernama Mpu Dharmaja menuliskan sebuah karya sastra Kakawin Smaradahana, yang berisi kisah kelahiran dewa Ganesha, yaitu dewa berkepala gajah yang menjadi lambang Kerajaan Panjalu sebagaimana yang tertera pada prasasti-prasasti.

[1]Kakawin Smaradahana juga turut mengisahkan terbakarnya dewa Kamajaya dan dewi Ratih, menjelang kelahiran Ganesha. Pasangan dewa-dewi tersebut kemudian menitis dalam diri Sri Kameswara raja Panjalu dan permaisurinya yang bernama Sri Kirana, seorang putri dari Kerajaan Janggala.

Sejak berdiri tahun 1042, Kerajaan Panjalu dan Janggala selalu terlibat perang saudara. Pada tahun 1135 Jayabaya raja Kerajaan Panjalu berhasil menaklukkan Jenggala, berdasarkan Prasasti Ngantang. Ditambah lagi dengan perkawinan Sri Kameswara dengan Sri Kirana membuat persatuan kedua Negara lebih erat lagi.

Kakawin Smaradahana merupakan cikal bakal kisah-kisah Panji yang populer dalam masyarakat Jawa. Tokoh Panji Inu Kertapati Asmarabangun merupakan pangeran Janggala yang menikah dengan Galuh Candrakirana putri Panjalu. Dalam beberapa pementasan ketoprak, tokoh Panji kemudian menjadi raja Janggala bergelar Kameswara. Hal ini tentu saja kebalikan dari fakta sejarah. Dari kisah ini pula, muncul cerita rakyat Ande Ande Lumut .

Tidak diketahui kapan pemerintahan Sri Kameswara berakhir. Raja Panjalu selanjutnya berdasarkan Prasasti Tesirejo (1191) adalah Kertajaya.

Lihat pula

  • Maharaja
  • Digjaya
  • Cakrawartin
Didahului oleh:
Sri Gandra
Raja Kadiri
1182—1191
Diteruskan oleh:
Kertajaya

Kepustakaan

  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Slamet Muljana. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara

Referensi

  1. ↑ Van Lohuizen—De Leeuw, J. E. (1956). "The Beginnings of Old-Javanese Historical Literature". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 112 (4): 383–394. ISSN 0006-2294.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Kepustakaan
  3. Referensi

Artikel Terkait

Ande Ande Lumut

ande ande lumut

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026