Khujjuttarā adalah salah satu murid awam perempuan (upasika) Sang Buddha yang terkemuka.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Khujjuttarā | |
|---|---|
| Gelar | Yang terdepan di antara perempuan awam yang berilmu luas (Pali: bahussuta; Sanskerta: bahuśruta) |
| Kehidupan pribadi | |
| Lahir | tidak diketahui |
| Pekerjaan | Hamba Ratu Sāmāvatī (Pali; Sanskerta: Śyāmāvatī) |
| Kehidupan religius | |
| Agama | Buddhisme |
| Posisi senior | |
| Guru | Buddha Gotama |
| Terjemahan dari Khujjuttarā | |
|---|---|
| Pali | Khujjuttarācode: pi is deprecated |
| Sanskerta | Kubjottarā, Kubjuttarācode: sa is deprecated |
| Tionghoa | 久壽多羅、堀述多羅code: zh is deprecated (Pinyin: Jiǔshòuduōluó, Kūshùduōluócode: pny is deprecated ) |
| Jepang | 久寿多羅code: ja is deprecated (rōmaji: kujutaracode: ja is deprecated ) |
| Korea | 구수다라code: ko is deprecated (RR: Kusudaracode: ko is deprecated ) |
| Tibet | Rgur 'jogcode: bo is deprecated |
| Thai | ขุชชุตตรา RTGS: khutchuttaracode: th is deprecated |
| Khmer | ខុជ្ជុត្តរាcode: km is deprecated |
| Daftar Istilah Buddhis | |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Khujjuttarā adalah salah satu murid awam perempuan (upasika) Sang Buddha yang terkemuka (Pali : agga; Sanskerta: agra).
Menurut kitab-kitab komentar atas Tripitaka Pali, Khujjuttarā adalah seorang pelayan salah satu ratu Raja Udena dari Kosambi yang bernama Sāmāvatī. Oleh karena sang ratu tidak dapat pergi mendengarkan Sang Buddha, ia mengutus Khujjuttarā yang pergi. Ia kemudian menjadi begitu mahir sehingga ia mampu menghafal ajaran Buddha dan mengajar sang ratu beserta 500 dayangnya. Dari diskursus-diskursus (sutta) Sang Buddha ini, Khujjuttarā, Ratu Sāmāvatī, dan 500 dayang ratu semuanya memperoleh buah (Pali: phala) dari tahap Pencerahan pertama ("pemasuk arus," Pali: sotāpanna).[1]
Dalam Tripitaka Pali sendiri, reputasi Khujjuttarā disebutkan dalam SN 17.24 yang berjudul “Putri Tunggal” (Ekadhītu Sutta). Sang Buddha menyatakan bahwa para umat awam perempuan yang berkeyakinan sebaiknya mendorong putri-putri kesayangan mereka dengan cara berikut:
Referensi serupa juga ditemukan dalam Āyācana Sutta (AN 4.176).[3][4] Selain itu, dalam Sattama Vagga (AN 1.258–267), syair 260,[5][6] Sang Buddha menyatakan Khujjuttarā sebagai murid awam perempuan-Nya yang “paling terpelajar” (Bahussutānaṁ yadidaṁ khujjuttarā).
Kitab Itivuttaka dalam Khuddakanikāya, yang berisi kumpulan 112 diskursus (sutta) pendek, diatribusikan kepada Khujjuttarā yang telah mengingat khotbah Buddha yang disampaikan dalam kitab tersebut.[1]