Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perbandingan Buddhisme dengan Kekristenan

Dalam kajian perbandingan antara agama Buddha dan Kristen, sejumlah kesamaan dianggap terkandung dalam dua agama tersebut, bermula sejak misionaris Kristen tiba di Dunia Timur pada abad ke-13, diikuti dengan kehadiran agama Buddha di Eropa Barat pada abad ke-18 dan ke-19. Selama abad ke-20, perbedaan antara dua agama tersebut juga mendapat sorotan.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perbandingan Buddhisme dengan Kekristenan
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s
Bagian dari seri tentang
Kekristenan
Simbol utama Kekristenan
  • Yesus
  • Kristus
  • Yesus menurut Kristen
  • Lahir
  • Kiprah
  • Wafat
  • Kebangkitan
  • Kenaikan
  • Alkitab
  • Dasar
  • Perjanjian Lama
  • Perjanjian Baru
  • Injil
  • Kanon
  • Nabi
  • Gereja
  • Kredo
  • Perjanjian Baru dalam Kitab Yeremia
Teologi
  • Allah
  • Tritunggal
    • Bapa
    • Anak/Putra
    • Roh Kudus
  • Apologetika
  • Baptisan
  • Kristologi
  • Sejarah teologi
  • Misi
  • Keselamatan
  • Sejarah
  • Tradisi
  • Maria
  • Rasul
  • Petrus
  • Paulus
  • Bapa Gereja
  • Kristen Perdana
  • Konstantinus
  • Konsili
  • Agustinus
  • Skisma Timur–Barat
  • Perang Salib
  • Aquinas
  • Luther
  • Reformasi
  • Denominasi
  • Kelompok
Barat
  • Adventis
  • Anabaptis
  • Anglikan
  • Baptis
  • Kalvinis
  • Katolik
  • Injili
  • Kekudusan
  • Lutheran
  • Metodis
  • Pentakosta
  • Protestan
Timur
  • Ortodoks Timur
  • Ortodoks Oriental
  • Gereja Asyur di Timur
Nontritunggal
  • Gereja Mormon
  • Pentakosta Keesaan
  • Saksi Yehuwa
Topik terkait
  • Seni rupa
  • Anikonisme
  • Kritik
  • Ekumenisme
  • Liturgi
  • Musik
  • Agama lain
  • Doa
  • Khotbah
  • Simbolisme
Christian cross Portal Kristen
  • l
  • b
  • s
Lukisan Kristus dan Buddha (1880) karya Paul Ranson.

Dalam kajian perbandingan antara agama Buddha dan Kristen, sejumlah kesamaan dianggap terkandung dalam dua agama tersebut,[1] bermula sejak misionaris Kristen tiba di Dunia Timur pada abad ke-13, diikuti dengan kehadiran agama Buddha di Eropa Barat pada abad ke-18 dan ke-19.[2] Selama abad ke-20, perbedaan antara dua agama tersebut juga mendapat sorotan.[3]

Meskipun tampaknya ada kemiripan, agama Buddha dan Kristen memiliki perbedaan inheren dan fundamental dalam jati diri masing-masing, mulai dari konsep monoteisme yang menjadi asas pokok Kekristenan, yang berbeda dengan orientasi agama Buddha yang cenderung non-teistis, serta bantahan terhadap kepercayaan akan Sang Pencipta dunia yang bertolak belakang dengan ajaran Tuhan dalam Kristen; lebih lanjut lagi, pentingnya penyelamatan oleh anugerah bertolak belakang dengan konsep karma yang tak terelakkan dalam mazhab Theravada dan sekte Buddha lainnya.[4][5]

Citra figur utama dua agama tersebut juga menekankan perbedaan yang menggambarkan kerangka kepercayaan masing-masing. Buddha Gautama wafat dalam damai pada usia tua,sedangkan Yesus mati menderita di atas salib dan mengalami kebangkitan (secara berwujud yang dapat di lihat dan diraba). Kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan demi menebus dosa umat manusia. Sarjana Buddhis semisal Masao Abe memandang bahwa pentingnya makna penyaliban dalam agama Kristen merupakan 'jurang pemisah' yang mutlak antara agama Buddha dan Kristen.[6]

Banyak penelitian modern yang membantah dalil historis tentang perjalanan Yesus ke India atau Tibet, atau kesan memengaruhi-dipengaruhi antara ajaran Kristen dan Buddha, dan memandang perkara ini sebagai simbolisme paralel belaka, yang disertai oleh gejala paralelomania, yaitu sikap melebih-lebihkan suatu kemiripan kecil, bahkan sepele.[7]

Awal dugaan kemiripan

Kabar tentang ajaran Buddha mulai terdengar di Eropa Barat pada abad ke-13, setelah dibawa melalui perjalanan misionaris Kristen seperti Yohanes dari Montecorvino, dan mulai hadir pada abad ke-16 setelah misionaris seperti St. Fransiskus Xaverius bertugas di belahan bumi timur.[1]

Pada abad ke-19, sebuah tema mengundang perhatian besar sejumlah pemikir. Mereka membicarakan tahun-tahun yang hilang dari kronologi kehidupan Yesus, yaitu masa yang tidak disebutkan dalam kitab-kitab Injil, ketika Ia berusia antara 12 sampai 30 tahun. Ada yang berspekulasi bahwa saat itu Dia pergi ke India, mengambil ide-ide Buddhisme.[8]

Pada abad ke-19, beberapa ilmuwan mulai merasakan persamaan antara ajaran Buddha dan Kristen, contohnya pada tahun 1878, T.W. Rhys Davids menulis bahwa misionaris zaman dahulu yang datang ke Tibet mengamati bahwa kemiripan sudah terlihat sejak kontak pertama: "Lamaisme dengan pendetanya yang botak, lonceng dan rosario, arca dan air suci, pemimpin agung dan kepala biara, biarawan dan rahib dengan berbagai tingkatan, prosesi dan hari puasa, pengakuan dosa dan penyucian, dan pemujaan terhadap dewi suci, sangat mirip dengan Romanisme, sehingga para misionaris Katolik mulanya berpikir bahwa itu merupakan imitasi agama Kristus yang didalangi oleh iblis."[2] Pada tahun 1880, Ernest De Bunsen membuat pengamatan serupa—dengan pengecualian tentang kematian Yesus di kayu salib, serta doktrin Penebusan Dosa dalam Kekristenan—bahwa banyak teks Buddhis kuno yang mirip dengan tulisan dalam Injil tentang kehidupan dan ajaran Yesus.[9]

Pada tahun 1897, di Jerman muncul satu buku yang berjudul: “Vergleichende Ubersicht der vier Evangelien” (Studi perbandingan empat Injil) oleh S.E. Verus.[10] Verus mencatat pendapat bahwa sejumlah catatan Alkitab mengenai kehidupan Yesus berisi banyak sekali persamaannya dengan kehidupan Buddha seperti yang diyakini oleh para pengikutnya saat itu.

Penulis buku Jesus's Godama Sources mengklaim bahwa dalam kebudayaan Barat, atau kebudayaan Kristen, tidak ada kesadaran untuk mengakui sikap menyerap gagasan dari luar. Untuk mendukung klaim ini, penulis mengutip kata-kata Max Muller dalam buku India, What Can it Teach Us, yang menyatakan: "Secara alami, kita pasti langsung menganggap bahwa kisah-kisah Buddhis merupakan adaptasi dari buku-buku Kristen, dan bukan sebaliknya. Namun kini pemikiran para sarjana berubah. Beberapa cerita (Kristen) ditemukan dalam kitab Buddha Hinayana dan tentu saja berasal dari masa sebelum agama Kristen."[11]

Pada tahun 1904, William Crooke berpendapat bahwa rosario umat Kristen sesungguhnya berasal dari India, dan hadir di Eropa Barat karena Perang Salib, dengan bentuk awal berdasarkan versi muslim, yaitu tasbih.[12] Tahun 1921, Charles Eliot, duta besar Inggris untuk Jepang juga menulis kemiripan antara ajaran Kristen dengan padanannya dalam tradisi Buddha, dan berhipotesis bahwa keduanya berpangkal pada asal yang sama.[13] Pada awal abad ke-20, Burnett Hillman Streeter berpendapat bahwa ajaran moral Sang Buddha memiliki empat kesamaan dengan khotbah di bukit.[14]

Pada akhir abad ke-20, sejarawan Jerry H. Bentley juga menulis anggapan kemiripan dan berkata bahwa ada kemungkinan "agama Buddha memengaruhi perkembangan awal agama Kristen" dan mengajukan "sejumlah hal menarik yang mengandung kemiripan seputar kelahiran, riwayat, doktrin, dan kematian antara Sang Buddha dan Yesus".[15] Beberapa pemuka Buddhis juga menarik hubungan antara Yesus dan Buddhisme, contohnya pada tahun 2001, Dalai Lama menyatakan bahwa "Yesus Kristus juga pernah mengalami kehidupan sebelumnya," dan menambahkan bahwa "Seperti yang Anda ketahui, Ia telah mencapai tingkatan yang tinggi, entah sebagai Bodhisatwa, atau orang yang tercerahkan, melalui praktik Buddhis atau semacamnya".[16]

Kemiripan yang spesifik

Lihat pula: Mukjizat Buddha Gautama dan Mukjizat Yesus Kristus
Arca Hariti dari Gandhara, abad ke-2 atau ke-3 Masehi. Hariti diduga sebagai asal-usul pencitraan Bunda Maria.[17]

R.C. Amore menggarisbawahi mukjizat yang tercatat dalam bab pertama Mahavagga, Kitab Aturan, IV, yang menceritakan bahwa Sang Buddha pernah menunjukkan kekuatan adikodrati yang dimilikinya. Amore berpikir bahwa Yesus sendiri terpengaruh oleh ajaran Buddha, serta bahan agama Buddha terus memengaruhi agama Kristen saat masih berkembang.[18] R. Stehly memberikan enam contoh kemiripan antara kisah Yesus berjalan di atas air dengan Jataka 190 dalam sastra Buddhis.

Ahli sinologi Martin Palmer mengajukan pendapat tentang kemiripan antara Bunda Maria dengan Kwan Im. Kwan Im adalah nama Tionghoa untuk seorang bodhisatwa di India dan Tibet, yaitu Awalokiteswara, yang secara perlahan mengalami proses feminisasi di Tiongkok pada akhir milennium pertama, setelah periode proselitisasi oleh orang Kristen Nestoria-Turk.[19] Yayasan Tzu-Chi, sebuah organisasi Buddhis Taiwan, juga memperhatikan kemiripan tersebut, dan mengomisi sebuah lukisan Kwan Im dan seorang bayi yang mirip dengan lukisan Bunda Maria memangku Yesus pada umumnya.

Z. P. Thundy telah mensurvei kemiripan dan perbedaan antara kisah kelahiran Sang Buddha yang beribu Ratu Mahamaya, dengan Yesus yang beribu Maria, dan menekankan bahwa selain adanya kemiripan—semisal kelahiran dari seorang perawan—ada pula beberapa perbedaan, contohnya Maria berumur lebih panjang daripada Yesus, sedangkan Mahamaya wafat tak lama setelah melahirkan Buddha, sebagaimana yang terjadi pada ibu para Buddha lainnya menurut kisah Buddhis.[20] Thundy tidak menegaskan adanya bukti historis bahwa kisah kelahiran Yesus dalam Kekristenan memiliki asal-usul dari kisah Buddhis, tetapi berpendapat bahwa dugaan itu merupakan rintisan untuk penelitian lebih lanjut.[20]

Kepercayaan yang sama sekali berbeda

Ada perbedaan inheren dan fundamental antara agama Buddha dan Kristen; salah satu perbedaan yang signifikan adalah monoteisme sebagai kepercayaan dasar agama Kristen dan ketergantungan terhadap Tuhan personal, sedangkan agama Buddha pada umumnya bersifat nonteisme dan menolak adanya Tuhan personal sehingga nilai-nilai ketuhanan sudah terkandung dalam dunia itu sendiri.[4]

Doa Syahadat Nicea, yaitu kredo Kekristenan yang sering ditemui di seluruh dunia, menyatakan bahwa "Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan".[5] Akan tetapi, gagasan penciptaan yang teistis pada umumnya terasa asing dalam filsafat Buddhis, dan perdebatan mengenai keberadaan Tuhan barangkali merupakan 'dinding penghalang' tak terelakkan antara ajaran Kristen dan Buddha.[4][21] Meskipun ajaran mazhab Buddha Mahayana menyiratkan kepercayaan akan Bodisatwa, hal ini sangatlah berbeda dengan gagasan Tuhan Sang Pencipta dalam ajaran Kristen.[21][22] Sungguhpun beberapa aliran Buddhisme meyakini keberadaan Buddha abadi yang impersonal atau kekuatan daya cipta, pada umumnya ajaran Buddha memandang alam semesta sebagai sesuatu yang tak pernah dimulai dan tak akan berakhir.[23][24]

Ada perbedaan inheren antara kepercayaan Kristen dan Buddha tentang akhir zaman dan eskatologi.[25] Jan Nattier menyatakan bahwa kendati Buddhisme memiliki gagasan "eskatologi relatif" yang mengacu kepada siklus kehidupan yang spesifik, istilah "eskatologi Buddha" tidak mengajarkan adanya akhir zaman, atau kepercayaan bahwa dunia akan hancur dalam satu hari; kitab Buddhis berkali-kali menekankan bahwa "reinkarnasi yang terus berputar" merupakan siklus kelahiran-kematian yang tidak pernah berawal.[25] Di sisi lain, eskatologi Kristen secara langsung mengajarkan konsep "musnahnya seluruh ciptaan" pada Hari Pengadilan Terakhir, ketika dunia sudah mencapai batas umurnya.[26] Ditinjau secara umum, pandangan Buddhis dan Kristen tentang akhir zaman benar-benar sama sekali berbeda.[25]

Ada perbedaan fundamental lainnya, contohnya penyelamatan oleh anugerah dalam agama Kristen merupakan salah satu iman pokok dalam teologinya, sedangkan mazhab Buddha Theravada mengajarkan bahwa tiada satu pun yang dapat mencampuri jalannya karma sehingga segala macam usaha penyelamatan tidak diakui dalam ajaran tersebut.[22] Meskipun demikian, mazhab Buddha Mahayana memandang perihal tersebut secara berbeda.[27]

Penyaliban Yesus merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang diyakini oleh umat Kristen sebagai upaya penebusan dosa.[3] Maka dari itu, keyakinan ini menimbulkan perbedaan besar antara ajaran Kristen dan Buddha.[3][28] Sarjana Buddhis Masao Abe berpendapat bahwa meskipun "peristiwa penyaliban" merupakan keyakinan dasar agama Kristen, tidak menutup kemungkinan bagi agama Buddha untuk mengakui pentingnya peristiwa tersebut.[28] Filsuf Buddhis D. T. Suzuki menyatakan bahwa tiap kali melihat gambaran penyaliban, ia teringat akan "jurang pemisah yang dalam" antara agama Kristen dan Buddha.[6]

Perbedaan inheren dalam sistem kepercayaan juga tersirat pada citra ikonis dari dua agama tersebut.[3] Gambaran penyaliban Yesus yang penuh derita sebagai pengorbanan untuk menebus dosa umat manusia merupakan ikonografi penting dalam agama Kristen, dan sama sekali berbeda dengan kematian damai yang dialami Buddha Gautama saat berumur 80 tahun, yang berbaring di bawah dua pohon serta menanti Nirwana.[3]

Selain itu, penelitian modern secara umum menolak pendapat tentang pengaruh agama Buddha terhadap Kekristenan, dan menganggapnya rekaan belaka tanpa dalil historis.[7][29][30] Paula Fredriksen menyatakan bahwa tidak ada tulisan ilmiah tepercaya yang menceritakan Yesus tanpa memakai latar belakang situasi Yahudi Palestina abad ke-1.[31]

Lihat pula

  • Agama Buddha dan Kekristenan
  • Indeks artikel terkait agama Buddha
  • Daftar orang Kristen yang berpindah ke Buddha
  • Parallelomania
  • Pandangan agama tentang kebenaran
  • Agama Buddha sekuler

Referensi

  1. 1 2 Macmillan Encyclopedia of Buddhism (2004), hlm. 160
  2. 1 2 Davids, T.W. Rhys (ed.) (1878), "Buddhism", Encyclopædia Britannica
  3. 1 2 3 4 5 Houlden, J. L. (2006), Jesus: The Complete Guide, hlm. 140–144, ISBN 082648011X
  4. 1 2 3 Numrich, Paul D. (2008), The Boundaries of Knowledge in Buddhism, Christianity, and Science, hlm. 10, ISBN 3525569874
  5. 1 2 Bromiley, Geoffrey W. (1982), International Standard Bible Encyclopedia: E-J, hlm. 515–516, ISBN 0802837824
  6. 1 2 Suzuki, Daisetz Teitaro (2002), Mysticism, Christian and Buddhist, hlm. 113, ISBN 1605061328
  7. 1 2 Van Voorst, Robert E. (2000), Jesus Outside the New Testament: An Introduction to the Ancient Evidence, Eerdmans Publishing, hlm. 17, ISBN 0-8028-4368-9
  8. ↑ "Yesus Pernah Tinggal di Wihara Buddha, Benarkah?". Tempo Interaktif. 30 April 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-05-03. Diakses tanggal 2011-05-29.
  9. ↑ Ernest De Bunsen, The Angel Messiah of Buddhists, Essenes and Christians (London, 1880), hlm. 50.
  10. ↑ S. E. Verus. Vergleichende Uebersicht (Vollständige Synopsis) der vier Evangelien in unverkürtztem Wortlaut: (Luther-Uebersetzung, rev. Ausg. Halle 1892). Leipzig: P. van Dyk, 1897. (S.E. Verus adalah nama pena dari pengarang sebenarnya: Titus Voelkel).
  11. ↑ Hopkins, Daniel (2013), Jesus's Godama Sources, CreateSpace Independent Publishing Platform, hlm. 65, ISBN 1480127310
  12. ↑ Crooke, William (1904). Things Indian: Being Discursive Notes on Various Subjects Connected with India. New York: Charles Scribner's Sons. Diakses tanggal 2007-01-14.
  13. ↑ Eliot, Charles (2010), Hinduism and Buddhism, An Historical Sketch, vol. 3, General Books LLC, ISBN 1151475882
  14. ↑ Chandramouli, N. S. (1997-05-01). "Did Buddhism influence early Christianity?". The Times of India.
  15. ↑ Bentley, Jerry H. (1992). Cross-Cultural Contacts and Exchanges in Pre-Modern Times. Oxford University Press. hlm. 240. ISBN 978-0-19-507640-0.
  16. ↑ Beverley, James A. (11 Juni 2001), "Hollywood's Idol", [[Christianity Today]], vol. Vol.45, No. 8, diakses tanggal 20 April 2007 ;
  17. ↑ Foucher, The Beginnings of Buddhist Art, hlm. 271
  18. ↑ Jesus' Walking on the Sea: An Investigation of the Origin of the Narrative
  19. ↑ Palmer, Martin (2001), The Jesus Sutras: Rediscovering the Lost Scrolls of Taoist Christianity, New York: Ballantine, hlm. 241–243
  20. 1 2 Thundy, Zacharias P. (1 Januari 1993), Buddha and Christ, hlm. 95–96, ISBN 9004097414
  21. 1 2 De Neui, Paul; Lim, David (2006), Communicating Christ in the Buddhist World, hlm. 34, ISBN 0878085106
  22. 1 2 McClelland, Norman C. (2010), Encyclopedia of Reincarnation and Karma, hlm. 149, ISBN 0786448512
  23. ↑ Xing, Guang (2005), The Concept of the Buddha, London: RoutledgeCurzon, hlm. 89
  24. ↑ Hattori, Sho-on (2001). A Raft from the Other Shore: Honen and the Way of Pure Land Buddhism. Jodo Shu Press. hlm. 25–27. ISBN 4-88363-329-2.
  25. 1 2 3 Walls, Jerry L. (2010), The Oxford Handbook of Eschatology, ISBN 0199735883
  26. ↑ Hastings, Adrian; Mason, Alistair; Pyper, Hugh (2000), The Oxford Companion to Christian Thought, hlm. 206, ISBN 0198600240
  27. ↑ Payne (ed.), Richard K. (2006), Tantric Buddhism in East Asia, Wisdom Publications, hlm. 74, ISBN 0861714873
  28. 1 2 Abe, Masao; Heine, Steven (1995), Buddhism and Interfaith Dialogue, hlm. 99–100 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  29. ↑ Houlden, Leslie (2006), Jesus: The Complete Guide, hlm. 140–144, ISBN 082648011X
  30. ↑ Dunn, James D. G. & McKnight, Scot (ed.) (2006), The Historical Jesus in Recent Research, hlm. 303, ISBN 1-57506-100-7 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  31. ↑ Fredriksen, Paula (2000), From Jesus to Christ, Yale University Press, hlm. xxvi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Awal dugaan kemiripan
  2. Kemiripan yang spesifik
  3. Kepercayaan yang sama sekali berbeda
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Buddhisme

Agama dan tradisi filosofis dari anak benua India

Kemelekatan (Buddhisme)

Dalam Buddhisme, kemelekatan, pelekatan, atau keterikatan (Pali: upādāna; Sanskerta: उपादान) dianggap sebagai hasil dari taṇhā (nafsu kehausan), dan merupakan

Buddhisme dan Kekristenan

antara agama Buddha dan Kekristenan, ada perbedaan antara kedua agama ini yang dimulai dengan posisi monoteisme inti dari Kekristenan, dan orientasi agama

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026