Kelahiran Yesus Kristus ditemukan di dalam Alkitab Kristen terutama dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua catatan tersebut sepakat bahwa Yesus lahir di Betlehem, Palestina modern, di Yudea yang dikuasai Romawi, bahwa ibunya, Maria, bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf, yang merupakan keturunan Raja Daud dan bukan ayah kandungnya, dan bahwa kelahirannya disebabkan oleh campur tangan ilahi. Mayoritas sarjana kontemporer tidak melihat dua kisah Kelahiran Injil kanonik sebagai fakta historis karena mereka menyajikan kisah yang saling bertentangan dan silsilah yang tidak dapat didamaikan. Sejarah sekuler saat itu tidak sinkron dengan narasi kelahiran dan masa kanak-kanak awal Yesus dalam kedua Injil Beberapa orang memandang pertanyaan historisitas sebagai hal yang sekunder, mengingat bahwa Injil terutama ditulis sebagai dokumen teologis daripada garis waktu kronologis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



| Bagian dari seri tentang |
Kelahiran Yesus Kristus ditemukan di dalam Alkitab Kristen terutama dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua catatan tersebut sepakat bahwa Yesus lahir di Betlehem, Palestina modern, di Yudea yang dikuasai Romawi, bahwa ibunya, Maria, bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf, yang merupakan keturunan Raja Daud dan bukan ayah kandungnya, dan bahwa kelahirannya disebabkan oleh campur tangan ilahi. Mayoritas sarjana kontemporer tidak melihat dua kisah Kelahiran Injil kanonik sebagai fakta historis karena mereka menyajikan kisah yang saling bertentangan dan silsilah yang tidak dapat didamaikan. Sejarah sekuler saat itu tidak sinkron dengan narasi kelahiran dan masa kanak-kanak awal Yesus dalam kedua Injil Beberapa orang memandang pertanyaan historisitas sebagai hal yang sekunder, mengingat bahwa Injil terutama ditulis sebagai dokumen teologis daripada garis waktu kronologis.
Masing-masing Injil menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Injil Matius dari sudut pandang Rasul Matius yang adalah seorang pemungut pajak menceritakan perihal kedatangan orang majus yang mencari dan menyembah “raja” yang baru lahir, serta mempersembahkan hadiah yang mahal-mahal. Sedangkan Injil Lukas dari sudut pandang Lukas yang adalah seorang dokter menceritakan kisah ini dengan lebih detail, termasuk adanya malaikat dan kedatangan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan, secara lebih kronologis. Injil Lukas tidak mencatat mengenai orang-orang majus dari Timur, tetapi mengisahkan kelahiran Yohanes Pembaptis yang terjadi sekitar 6 bulan sebelum kelahiran Yesus, termasuk penampakan malaikat Gabriel yang memberitahukan terlebih dahulu kepada Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis.[1]
Kedua Injil juga memberikan silsilah Yesus Kristus. Injil Matius, yang target pembacanya adalah bangsa Yahudi, menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Raja, Mesias keturunan raja Israel yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Abraham, bapa orang Yahudi. Pun tulisan-tulisannya penuh dengan simbol-simbol dan pemenuhan nubuatan-nubuatan nabi zaman dulu yang mengatakan bahwa Mesias akan terbit dari keturunan Daud. Ditulis dalam silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.
Injil Lukas, yang target pembacanya adalah bangsa bukan Yahudi, menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, Allah semua bangsa, bukan hanya bagi orang Yahudi. Oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Adam, bapa semua umat manusia, bahkan hingga kepada Allah, bapa Adam, pencipta seluruh manusia. Sebagai salah satu pengikut Paulus, Lukas juga mungkin pada saat menulis ini memikirkan Yesus sebagai Adam baru/Adam kedua (bnd. Roma 5:12)
Kelahiran Yesus merupakan dasar dari perayaan Natal umat Kristen dan memainkan peran penting dalam tahun liturgi Kristen. Banyak umat Kristen secara tradisional memajang palungan kecil yang menggambarkan Kelahiran Yesus di dalam atau di luar rumah mereka, atau menghadiri drama Kelahiran Yesus atau pawai Natal yang berfokus pada siklus Kelahiran Yesus dalam Alkitab. Pajangan Kelahiran Yesus yang rumit dengan patung-patung seukuran manusia merupakan tradisi di banyak negara Eropa kontinental selama musim Natal.
Penggambaran artistik Kelahiran Yesus telah menjadi subjek penting bagi para seniman Kristen sejak abad ke-4. Penggambaran artistik adegan Kelahiran Yesus sejak abad ke-13 telah menekankan kerendahan hati Yesus dan mempromosikan citra-Nya yang lebih lembut, sebuah perubahan besar dari gambaran "Tuhan dan Guru" sebelumnya, yang mencerminkan perubahan dalam pendekatan umum yang diambil oleh pelayanan pastoral Kristen pada era yang sama.
Penggenapan: Yesus Kristus, ... anak Abraham. (Matius 1:1)
Penggenapan: Yesus Kristus ... anak Ishak. (Lukas 3:34)
Penggenapan: Yesus Kristus ... anak Yehuda. (Lukas 3:33)
Penggenapan: Yesus Krist ... anak Yakub. (Matius 1:2)
Penggenapan: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"—yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:22–23)
Penggenapan: Kedatangan orang-orang majus dari Timur mencari bayi Yesus dengan rombongan unta-unta serta membawa emas dan kemenyan.(Matius 2:1–12)
Penggenapan: Maka genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." (Matius 2:17–18) Kubur Rahel yang pertama adalah di Betlehem, Efrata, daerah Yudea, wilayah Suku Yehuda (Kejadian 35:19; Kejadian 48:7), di sebelah selatan Yerusalem. Karena Rahel adalah ibu dari Benyamin, maka kemudian makamnya dipindahkan ke Rama, wilayah Suku Benyamin, 7.5 km di sebelah utara Yerusalem.
Penggenapan: Yesus, yang selamat dari pembunuhan di Betlehem, akan kembali dari Mesir, negeri asing.
Penggenapan: Yesus lahir di Betlehem, Yudea.(Matius 2:1; Lukas 2:4), lalu anak-anak lain (saudara-saudara selebihnya) akan dibunuh.(Matius 2:16)
Penggenapan: Yesus lahir di suatu kandang domba di Betlehem. (Lukas 2:7,12) Ada pendapat bahwa tempatnya adalah di Menara Kawanan Domba (Migdal Eder).[2]
Catatan: Tentunya Maria ingin mengetahui apakah perjumpaan dengan malaikat dan percakapan itu sungguh-sungguh dapat dipercaya. Satu-satunya orang yang dapat diajak bicara adalah Elisabet, karena Elisabet juga mengalami kehamilan aneh, sehingga akan mampu mengerti perasaan Maria saat itu. Malaikat Gabriel memberi tahu Maria bahwa waktu itu Elisabet sedang hamil 6 bulan.
Catatan: Dari perkataan Elisabet ini, Maria telah mendapatkan sejumlah kepastian, yaitu:
Catatan: Tampaknya Maria hadir pada waktu Yohanes Pembaptis dilahirkan sampai disunat pada hari ke-8. Setelah melahirkan, Elisabet secara hukum Taurat dianggap najis selama 40 hari, sehingga tidak diizinkan untuk berhubungan dengan banyak orang, karena menyebabkan orang yang disentuhnya najis.[3] Jika Maria terus tinggal di sana tentunya merepotkan Elisabet, lagi pula saat itu Maria sudah 3 bulan mengandung dan harus segera memberitahukan Yusuf tentang kehamilannya. Maria menyaksikan bagaimana Zakharia dapat berbicara kembali dan mengingat nyanyian pujiannya yang kemudian dicatat oleh Lukas.
Catatan: Nama Yesus (bahasa Yunani: Ἰησοῦςcode: el is deprecated Iēsoûs) adalah transliterasi nama Ibrani "Yosua" (bahasa Ibrani: יְהוֹשֻׁעַcode: he is deprecated Yĕhōšuă‘) artinya "YHWH menyelamatkan" atau nama Aram Yesua (bahasa Ibrani: יֵשׁוּעַcode: he is deprecated Yēšûă‘) artinya "dia menyelamatkan" atau "juruselamat".
Catatan: ada yang menerjemahkan Lukas 2:2 "...pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius..." dari bahasa Yunani sebagai "...pendaftaran yang diadakan sebelum Kirenius...",[4]
Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!
— Hagai 2:18-20
Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislev) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.
Catatan: Pendaftaran dapat dilakukan kapan saja, tetapi Yusuf, sebagai seorang Yahudi yang saleh, memilih datang dari Nazaret, Galilea, bertepatan dengan hari raya penting di mana hukum Taurat menyuruh setiap laki-laki untuk berziarah ke Yerusalem. Betlehem terletak hanya 10 kilometer (6,2 mi) di selatan Yerusalem. Kemungkinan besar ini adalah dekat hari raya Tahun Baru (Rosh Hashanah) pada bulan Tisyri (atau sekitar bulan September kalender Masehi) atau hari raya Sukkot yang memperingati Kemah Suci ("Feast of Tabernacles") di mana Allah diam di antara bangsa Israel, seperti yang diindikasikan dalam Injil Yohanes:[6]
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran
— Yohanes 1:14
Kata "diam" dalam bahasa aslinya (bahasa Yunani) adalah "ἐσκήνωσεν" (eskēnōsen), dari kata "σκηνῆς" (skēnēs) yang berarti "kemah" dan dipakai dalam Alkitab bahasa Yunani Septuaginta untuk menyebut Kemah Suci.[7]

Menara ini adalah suatu tempat khusus untuk mengurung domba-domba yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem. Hieronimus mencatat letaknya 1000 langkah (1,6 kilometer atau 1 mil) dari Yerusalem. Menara Eder adalah bangunan bertingkat. Imam-imam dari Yerusalem akan datang memeriksa domba-domba yang tidak bercacat. Domba jantan untuk korban bakaran, domba betina untuk korban pendamaian.[8] Rabbi Yehuda berkata, domba jantan yang didapati 30 hari sebelum Paskah Yahudi dapat digunakan sebagai "domba Paskah".[9] Dalam masa perkabungan meninggalnya Rahel, Yakub memasang kemahnya dan memelihara dombanya di seberang Migdal-Eder.(Kejadian 35:21). Kelak "domba Allah" akan dilahirkan sebagai penghapus dosa Yakub di menara ini.[2]



Catatan: Matius memulai Injilnya dengan menyatakan Yesus sebagai anak Daud, sehingga Ia sepatutnya lahir di Betlehem, Yudea, kota Daud. Kemudian ia menjelaskan kepada pembacanya, bahwa Yesus dibesarkan di Nazaret, Galilea. Matius tidak pernah menyebutkan bahwa Yusuf dan Maria sebelumnya tinggal di Galilea. Informasi itu didapatkan oleh Lukas kemungkinan dari Maria, ibu Yesus.
Catatan: tampaknya dalam rangka bar mitzvah (bahasa Ibrani: בר מצווהcode: he is deprecated , upacara akil baliq) Yesus.
Catatan: Sebagai sejarawan yang baik, Lukas mencantumkan sumber dari informasi yang didapatnya. Rangkaian cerita kelahiran dan masa kecil Yesus yang dicatat Lukas di Injilnya bersumber dari Maria, ibu Yesus.

Di dalam Matius 1:1-17 versi Alkitab Kabar Baik (BIS)[17] dicatat:
"1:1Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, keturunan Daud, keturunan Abraham.Dari Abraham sampai Daud, nama-nama nenek moyang Yesus sebagai berikut:1:2-5Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda dan saudara-saudaranya, Peres dan Zerah (ibu mereka bernama Tamar), Hezron, Ram, Aminadab, Nahason, Salmon, Boas (ibunya adalah Rahab), Obed (ibunya ialah Rut), Isai,1:6dan Raja Daud. Dari Daud sampai pada masa bangsa Israel dibuang ke Babel tercatat nama-nama berikut ini: Salomo (ibunya adalah bekas istri Uria),1:7-11Rehabeam, Abia, Asa, Yosafat, Yoram, Uzia, Yotam, Ahas, Hizkia, Manasye, Amon, Yosia, Yekhonya dan saudara-saudaranya.1:12-15Dari masa bangsa Israel dibuang ke Babel sampai kelahiran Yesus tercatat nama-nama berikut ini: Yekhonya, Sealtiel, Zerubabel, Abihud, Elyakim, Azur, Zadok, Akhim, Eliud, Eleazar, Matan, Yakub, Yusuf suami Maria. Dan dari Maria itulah lahir Yesus yang disebut Kristus.1:17Jadi dari Abraham sampai Daud, semuanya ada 14 generasi. Dari Daud sampai masa bangsa Israel dibuang ke Babel ada 14 generasi juga. Dari masa bangsa Israel dibuang ke Babel sampai kelahiran Kristus ada pula 14 generasi."
Menurut Matius, Yesus adalah keturunan Raja Daud melalui anaknya yang bernama Salomo.
Di dalam Injil Lukas, Lukas 3:23–38, versi Alkitab Kabar Baik (BIS) dicatat: "3:23Pada waktu Yesus mulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun. Menurut pendapat orang, Ia anak Yusuf, anak Eli,3:24anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,3:25anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai,3:26anak Maat, anak Matica, anak bintang, anak Yosekh, anak Yoda,3:27anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri,3:28anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er,3:29anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi,3:30anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim,3:31anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,3:32anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason,3:33anak Aminadab, anak Aram*, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,3:34anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor,3:35anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon[18],3:36anak Kenan,[19] anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,3:37anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan,3:38anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah."
Menurut Injil Lukas, Yesus adalah keturunan Raja Daud melalui anaknya yang bernama Natan.
Kelahiran Yesus | ||
| Didahului oleh: Nubuat kedatangan Yesus Anunsiasi |
Peristiwa Perjanjian Baru |
Diteruskan oleh: Pembaptisan Yesus |