Roma 5 adalah pasal kelima Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus, ketika ia berada di Korintus pada pertengahan tahun 50-an M, dengan bantuan seorang amanuensis (sekretaris), Tertius, yang menambahkan salamnya sendiri dalam Roma 16:22.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Roma 5 | |
|---|---|
Surat Roma 4:23-5:3 yang tertulis pada naskah Uncial 0220, yang dibuat pada abad ke-3 M. | |
| Kitab | Surat Roma |
| Kategori | Surat-surat Paulus |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 6 |
Roma 5 (disingkat "Rom 5") adalah pasal kelima Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus, ketika ia berada di Korintus pada pertengahan tahun 50-an M,[1] dengan bantuan seorang amanuensis (sekretaris), Tertius, yang menambahkan salamnya sendiri dalam Roma 16:22.[2][3][4]
Menurut Karl Barth, "argumen terperinci" yang diajukan dalam bab ini mengembangkan salah satu tema utama Paulus dalam suratnya, seperti yang ditetapkan dalam bab pembukaan: bahwa Injil Yesus Kristus menyatakan kebenaran Allah.[5][6]
Pembagian isi pasal:
Paulus memakai istilah masih karena dulu kita adalah orang berdosa, tetapi sekarang kita sudah menjadi orang benar karena pengorbanan Kristus. Akan tetapi Dia mati bagi kita ketika kita masih orang berdosa dan tidak punya hak apapun untuk minta dibenarkan. Kasih Allah luar biasa.[9]
Umat manusia mengalami kematian, bukan karena mereka melanggar hukum Allah yang lisan dengan hukuman matinya seperti halnya Adam (Roma 5:13–14), tetapi karena mereka sesungguhnya orang berdosa baik karena tindakan maupun tabiatnya dan pelanggar hukum hati nurani yang tertulis di dalam hatinya (Roma 2:14–15).[12]
"Dia" yang digambarkan Adam adalah Yesus Kristus. Seperti Adam yang rela memakan buah larangan supaya turut "mati" bersama Hawa untuk menyelamatkannya (dengan menghasilkan keturunan yang kelak akan membawa keselamatan), Yesus Kristus rela mati untuk menebus dosa umat-Nya (orang percaya atau "gereja"-Nya), meskipun Yesus tidak pernah berdosa.[13]
Oleh satu pelanggaran, yaitu perbuatan Adam, semua orang beroleh penghukuman. Penghukuman dosa atas semua orang menjadi kenyataan bagi setiap orang yang menolak Allah dan penyataan-Nya yang tertulis dalam hati mereka atau dinyatakan dalam Firman-Nya yang tertulis (Roma 2:12–16). "Pembenaran untuk hidup" bagi semua orang mempunyai potensi juga; dijadikan kenyataan dalam orang waktu mereka percaya kepada Yesus Kristus dan menerima kasih karunia, hidup dan karunia kebenaran melalui Yesus Kristus (Roma 5:17) yang disebut "Adam yang akhir" di Surat 1 Korintus 15:45.[12]