Surat-surat Paulus adalah kumpulan sejumlah surat-surat tulisan Paulus yang kemudian menjadi kitab-kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ada tiga belas surat yang dimulai dengan nama "Paulus" (Παῦλος) pada kata pertamanya, dan dengan demikian memberikan identitas Paulus sebagai penulisnya. Di antara surat-surat ini terkandung ajaran-ajaran paling awal dalam Kekristenan, termasuk perdebatan prinsip dalam gereja mula-mula, munculnya aliran-aliran yang tidak sejalan dan, sebagai bagian dari Kanon Alkitab, semua surat ini terus menerus menjadi landasan teologi Kristiani dan etika Kristen. Surat Ibrani tidak memuat nama "Paulus" sama sekali, meskipun pada zaman kuno dianggap juga merupakan tulisan Paulus, pada zaman sekarang masih diragukan apakah benar-benar tulisannya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari sebuah serial dari artikel-artikel tentang |
| Paulus dalam Alkitab |
|---|
|
Lihat juga |
| Bagian dari Alkitab Kristen | ||||
| Perjanjian Baru | ||||
|---|---|---|---|---|
|
|
||||
Surat-surat Paulus (bahasa Inggris: Pauline epistlescode: en is deprecated , Epistles of Paul, atau Letters of Paul) adalah kumpulan sejumlah surat-surat tulisan Paulus yang kemudian menjadi kitab-kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ada tiga belas surat yang dimulai dengan nama "Paulus" (Παῦλος) pada kata pertamanya, dan dengan demikian memberikan identitas Paulus sebagai penulisnya. Di antara surat-surat ini terkandung ajaran-ajaran paling awal dalam Kekristenan, termasuk perdebatan prinsip dalam gereja mula-mula, munculnya aliran-aliran yang tidak sejalan dan, sebagai bagian dari Kanon Alkitab, semua surat ini terus menerus menjadi landasan teologi Kristiani dan etika Kristen. Surat Ibrani tidak memuat nama "Paulus" sama sekali, meskipun pada zaman kuno dianggap juga merupakan tulisan Paulus, pada zaman sekarang masih diragukan apakah benar-benar tulisannya.
Surat-surat Paulus biasanya ditempatkan di antara Kisah Para Rasul dan Surat-surat umum. Pada sejumlah naskah kuno, misalnya minuscule 175, 325, 336, dan 1424, surat-surat Paulus ditempatkan di akhir Perjanjian Baru.
| 36 | (31–36 M: pertobatan Paulus) |
|---|---|
| 37 | |
| 38 | |
| 39 | |
| 40 | |
| 41 | |
| 42 | |
| 43 | |
| 44 | |
| 45 | |
| 46 | |
| 47 | |
| 48 | Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia |
| 49 | |
| 50 | Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Tesalonika |
| 51 | Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Tesalonika |
| 52 | |
| 53 | |
| 54 | Surat Paulus yang Pertama kepada Jemaat di Korintus |
| 55 | Surat Paulus yang Kedua kepada Jemaat di Korintus |
| 56 | |
| 57 | Surat Paulus kepada Jemaat di Roma |
| 58 | |
| 59 | |
| 60 | |
| 61 | |
| 62 | Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi |
| Surat Paulus kepada Filemon | |
| Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose | |
| Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus | |
| 63 | |
| 64 | Surat Paulus yang Pertama kepada Timotius |
| 65 | Surat Paulus yang Kedua kepada Timotius |
| 66 | Surat Paulus kepada Titus |
| 67 | (64–67 M: kematian Paulus) |

Dalam semua surat ini, kecuali Surat Ibrani, penulisnya memang mengklaim Paulus. Surat-surat yang diperdebatkan tersebut mungkin ditulis dengan menggunakan nama Paulus, sebagaimana lazimnya dikaitkan pada masa itu.[1]
Tujuh surat (dengan tanggal konsensus)[2] dianggap asli oleh sebagian besar sarjana:
Tiga surat yang menjadi bahan perdebatan di antara para sarjana: Jika surat-surat ini tidak autentik, maka tanggal konsensus kemungkinan besar tidak tepat.
Surat-surat yang dianggap Pseudopigrafa oleh banyak sarjana (tanggal penulisan tradisional diberikan): Isi surat-surat ini sangat menunjukkan bahwa surat-surat tersebut ditulis satu dekade atau lebih setelah tanggal tradisional.
Terakhir, Surat Ibrani, meskipun anonim dan tidak benar-benar berbentuk surat, telah lama dimasukkan dalam kumpulan surat Paulus. Meskipun beberapa gereja menganggap Kitab Ibrani ditulis oleh Paulus,[3] baik sebagian besar agama Kristen maupun ilmu pengetahuan modern tidak menganggapnya demikian.[4]
Menurut urutannya dalam Perjanjian Baru, surat-surat Paulus meliputi:
| Nama | Penerima | Bahasa Yunani | Bahasa Latin | Singkatan |
|---|---|---|---|---|
| Roma | Jemaat Roma | Πρὸς Ῥωμαίους | Epistola ad Romanos | Rm |
| 1 Korintus | Jemaat Korintus | Πρὸς Κορινθίους Αʹ | Epistola I ad Corinthios | 1Kor |
| 2 Korintus | Jemaat Korintus | Πρὸς Κορινθίους Βʹ | Epistola II ad Corinthios | 2Kor |
| Galatia | Jemaat Galatia | Πρὸς Γαλάτας | Epistola ad Galatas | Gal |
| Efesus | Jemaat Efesus | Πρὸς Ἐφεσίους | Epistola ad Ephesios | Ef |
| Filipi | Jemaat Filipi | Πρὸς Φιλιππησίους | Epistola ad Philippenses | Flp |
| Kolose | Jemaat Kolose | Πρὸς Κολοσσαεῖς | Epistola ad Colossenses | Kol |
| 1 Tesalonika | Jemaat Tesalonika | Πρὸς Θεσσαλονικεῖς Αʹ | Epistola I ad Thessalonicenses | 1Tes |
| 2 Tesalonika | Jemaat Tesalonika | Πρὸς Θεσσαλονικεῖς Βʹ | Epistola II ad Thessalonicenses | 2Tes |
| 1 Timotius | Timotius | Πρὸς Τιμόθεον Αʹ | Epistola I ad Timotheum | 1Tim |
| 2 Timotius | Timotius | Πρὸς Τιμόθεον Βʹ | Epistola II ad Timotheum | 2Tim |
| Titus | Titus | Πρὸς Τίτον | Epistola ad Titum | Tit |
| Filemon | Filemon | Πρὸς Φιλήμονα | Epistola ad Philemonem | Flm |
| Ibrani | Kristen Ibrani | Πρὸς Έβραίους | Epistola ad Hebraeus | Ibr |
Urutan ini sangat konsisten dalam tradisi manuskrip, dengan sedikit sekali penyimpangan. Prinsip pengorganisasian yang jelas adalah menurunkan panjang teks Yunaninya, tetapi menyimpan empat surat Pastoral yang ditujukan kepada individu-individu di bagian akhir yang terpisah. Satu-satunya anomali adalah bahwa Galatia mendahului Efesus yang sedikit lebih panjang.[5]
| Tanggal | Nama Surat | Lokasi penulisan |
|---|---|---|
| ca 48 | Galatia | Antiokhia (tidak pasti) |
| ca 49–51 | 1 Tesalonika | Korintus |
| ca 49–51 | 2 Tesalonika | Korintus |
| ca 53–55 | 1 Korintus | Efesus |
| ca 55–56 | 2 Korintus | Makedonia |
| ca 57 | Roma | Korintus |
| ca 62 | Efesus | Roma |
| ca 62 | Filipi | Roma |
| ca 62 | Kolose | Roma |
| ca 62 | Filemon | Roma |
| ca 62–64 | 1 Timotius | Makedonia |
| ca 62–64 | Titus | Nicopolis |
| ca 64–67 | 2 Timotius | Roma |
Hampir semua surat-surat tersebut memuat nama Paulus sebagai penulisnya.[7] Sejumlah klasifikasi dan tradisi memasukkan Surat Ibrani, yang tidak memuat nama penulis (anonim), sebagai surat-surat Paulus, bukan surat-surat umum, tetapi siapa penulis Surat Ibrani masih diperdebatkan sejak zaman dahulu sampai sekarang, dan banyak yang meragukan bahwa penulisnya adalah Paulus.[8]
Pada versi-versi Alkitab modern, Surat Ibrani ditempatkan di akhir kelompok surat-surat Paulus sebelum surat-surat umum. Praktik tersebut dipopulerkan melalui Alkitab Vulgata abad ke-4 oleh Hieronimus, yang menyadari keraguan-keraguan lama atas kepengarangan Surat Ibrani, dan kemudian diikuti dalam banyak naskah Teks Bizantin Abad Pertengahan tanpa adanya pengecualian yang berarti.[5] Pada naskah-naskah kuno, letak Surat Ibrani sering berubah-ubah di antara surat-surat Paulus:
Tidak semua naskah kuno Perjanjian Baru yang terlestarikan sekarang ini memuat surat-surat Paulus, karena naskah-naskah itu sendiri tidak diketemukan lengkap. Sebenarnya hanya sekitar delapan persen dari seluruh naskah Perjanjian Baru yang memuatnya. Dalam kebanyakan kasus, surat-surat Paulus digabungkan dengan Kisah Para Rasul dan Surat-surat umum. Dan sering kali ditulis dalam salinan terpisah tanpa bagian lain dari Perjanjian Baru. Berikut adalah tabel dari informasi yang ada sampai sekarang.[10]
| ap | 271 | 34.79% |
| p | 213 | 27.34% |
| eap | 149 | 19.13% |
| apr | 76 | 9.76% |
| eapr | 59 | 7.57% |
| pr | 6 | 0.77% |
| ep | 5 | 0.64% |
| TOTAL | 779 |
Catatan:
Sumber: Kurt Aland, Barbara Aland. The Text of the New Testament, ed. ke-2 (Grand Rapids: Eerdmans, 1989) halaman 91.
Surat-surat Paulus mempunyai ciri khas hubungan pribadi antara penulis dan penerima surat. Paulus menyapa banyak orang dengan nama dan sering dibubuhi informasi nilai persahabatan antara mereka serta rasa syukur atas budi baik yang mereka berikan kepadanya.
Dalam surat-surat Paulus, ada sejumlah rujukan kepada surat-surat yang tidak ada lagi sekarang.