Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Surat kepada Orang Ibrani

Surat kepada Orang Ibrani adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen dan merupakan sebuah tulisan teologi dari periode awal kekristenan yang disusun dengan kaidah bahasa Yunani yang baik. Kristologi yang dipaparkan di dalamnya termasuk kristologi yang rumit. Sebagai surat, kitab ini tidak memiliki salam pembuka selayaknya surat-surat kiriman pada masa itu. Kitab ini lebih mirip khotbah yang memuat uraian teologi yang rumit dan penuh dengan teka-teki. Di dalamnya tidak hanya dipaparkan tentang keistimewaan Yesus di hadapan tradisi Yahudi, tetapi juga dalam konteks filsafat platonis.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Surat kepada Orang Ibrani
Ibrani 12:1–11 pada Papirus 13 (ca 300 M)[1]
Bagian dari Alkitab Kristen
Perjanjian Baru
Papirus 3
Lukas 7:36-37 pada Papirus 3
Injil
  • Matius
  • Markus
  • Lukas
  • Yohanes
Sejarah
Kisah Para Rasul
Surat
Surat-surat Paulus
  • Roma
  • 1 Korintus
  • 2 Korintus
  • Galatia
  • Efesus
  • Filipi
  • Kolose
  • 1 Tesalonika
  • 2 Tesalonika
  • 1 Timotius
  • 2 Timotius
  • Titus
  • Filemon
  • Ibrani
Surat-surat umum
  • Yakobus
  • 1 Petrus
  • 2 Petrus
  • 1 Yohanes
  • 2 Yohanes
  • 3 Yohanes
  • Yudas
Apokalips
Wahyu
  • Perjanjian Lama
  •  Portal Kristen
  • l
  • b
  • s
Ibrani 1:7-12 pada naskah Papirus 114, yang dibuat sekitar tahun 250 M.

Surat kepada Orang Ibrani[a] (Yunani Koine: Πρὸς Ἑβραίους|Pròs Hebraíous|kepada orang Ibrani)[4] adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen dan merupakan sebuah tulisan teologi dari periode awal kekristenan yang disusun dengan kaidah bahasa Yunani yang baik.[5] Kristologi yang dipaparkan di dalamnya termasuk kristologi yang rumit.[5] Sebagai surat, kitab ini tidak memiliki salam pembuka selayaknya surat-surat kiriman pada masa itu.[6] Kitab ini lebih mirip khotbah yang memuat uraian teologi yang rumit dan penuh dengan teka-teki.[6] Di dalamnya tidak hanya dipaparkan tentang keistimewaan Yesus di hadapan tradisi Yahudi, tetapi juga dalam konteks filsafat platonis.[7]

Konteks Surat

Penulis

Penulis surat ini tidak mencantumkan namanya, sehingga tidak diketahui pasti. Pada abad-abad pertama kekristenan hingga Abad Pertengahan, surat Ibrani diyakini ditulis oleh Rasul Paulus, meskipun tidak dimulai dengan nama Paulus, seperti surat-surat Paulus lainnya.[8] Pandangan ini kehilangan banyak pendukungnya, karena beberapa hal.

  1. Pertama, gaya penulisan surat ini berbeda dengan gaya penulisan Rasul Paulus.[6][9]
  2. Kedua, ada keterangan di dalam surat ini yang menyebutkan bahwa si penulis adalah orang yang menerima perkataan Kristus dari orang lain (Ibrani 2:3), sementara Paulus sendiri mengaku sebagai saksi mata yang telah melihat Yesus dan dengan demikian memiliki status yang sama dengan rasul-rasul yang lain.[5] Barnabas dan Apolos juga disebut-sebut sebagai penulis surat ini, tetapi pandangan ini tidak didukung cukup bukti.[5] Akhirnya, para pakar modern sepakat bahwa tidak ada kepastian mengenai penulis surat ini.[5] Yang jelas, penulisnya adalah orang berpendidikan yang terlatih dalam hukum Taurat, retorika Yunani yang juga mengenal dengan baik filsafat Plato.[9]

Tujuan Surat

Frasa "kepada Orang Ibrani" pada perikop surat sama sekali tidak menjadi bukti bahwa surat Ibrani memang ditujukan untuk orang-orang Ibrani.[9] Frasa ini dicantumkan oleh gereja mula-mula untuk menggambarkan isi surat yang berbicara banyak mengenai Kristus dan tradisi Yahudi.[5] Pandangan yang diterima secara umum adalah Surat kepada Orang-orang Ibrani ditujukan untuk orang-orang Kristen di Italia (Ibrani 13:24) yang membutuhkan nasihat, bimbingan, dan penghiburan.[5][9]

Waktu Penulisan

Tidak ada rujukan pasti mengenai waktu penulisan surat ini, kesepakatan yang umum diterima adalah surat Ibrani ditulis sebelum tahun 100 Masehi.[5][6][9] Robinson menyakini surat ini ditulis pada tahun 67 M.[10] Pendapat lain memberi perkiraan tahun 81-96,[11] atau tahun 93-96.[12]

Penggunaan istilah-istilah dari Kemah Suci dalam kitab ini memberikan tarikh penulisannya sebelum kehancuran Bait Suci pada tahun 70 M, karena jika penulis tahu mengenai kehancuran Yerusalem dan Bait Suci pasti akan memengaruhi perkembangan argumennya. Jadi, tarikh penulisan kitab ini diperkirakan adalah sekitar pertengahan kedua tahun 63, atau permulaan tahun 64, menurut Catholic Encyclopedia.[13]

Ayat-ayat terkenal

  • Ibrani 2:18: Sebab oleh karena Ia (Yesus) sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
  • Ibrani 4:15: Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia (Yesus) telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
  • Ibrani 9:27–28: Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

(9:28) demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

  • Ibrani 11:1: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Isi dan Struktur

  • Ibrani 1:1–4:13: Bagian ini berbicara mengenai Kristus sebagai penyataan Allah yang paling sempurna. Di sini disebutkan bahwa mengenai Firman Allah yang disampaikan melalui Yesus Kristus lebih baik jika dibandingkan dengan Firman Allah yang disampaikan melalui melalui Malaekat dan Musa.[6]
  • Ibrani 4:14–10:31: Pada bagian ini, kematian Kristus dimaknai pengorbanan paling sempurna yang menghapus dosa manusia untuk selama-lamanya. Untuk sampai kepada kesimpulan ini, penulis mengajak pembacanya untuk membandingkan pengorbanan yang dilakukan Yesus dan peran imam dalam tradisi Yahudi yang identik dengan kekudusan dan persembahan kurban. Penulis tampaknya mau menegaskan keistimewaan pengorbanan Kristus, karena sebagai imam Kristus sendiri mengorbankan dirinya sehingga tidak ada lagi medium "korban" untuk menghubungkan Allah dan manusia.[6]
  • Ibrani 10:32–12:29: menyatakan bahwa pengharapan atas korban penghapusan dosa yang dilakukan oleh Yesus menjadikan manusia layak memasuki dunia surgawi.[6]
  • Ibrani 13:1–25: berisi nasihat dan penutup

Muatan teologi

Penulis surat ini berusaha mendorong pembacanya supaya tetap percaya. Untuk itu ia menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah pernyataan Tuhan yang sempurna. Tiga perkara dikemukakan oleh penulis surat ini.

Pertama, Yesus adalah Anak Tuhan—Anak yang kekal. Anak Tuhan itu menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa melalui ketabahan-Nya untuk menderita. Sebagai Anak Tuhan, Yesus lebih tinggi dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Ia pun lebih tinggi dari malaikat atau Musa sendiri.

Kedua, Tuhan telah menyatakan Yesus sebagai imam abadi yang lebih tinggi daripada imam-imam dalam Perjanjian Lama.

Ketiga, dengan perantaraan Yesus, orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dari ketakutan dan kematian. Sebagai Imam Agung, Yesus memberikan kepada manusia keselamatan sejati yang tidak dapat diberikan oleh upacara-upacara persembahan kurban dan upacara-upacara lainnya di dalam agama Yahudi. Upacara-upacara itu hanya dapat memberikan gambaran dari keselamatan sejati itu saja, lain tidak.

Dengan mengemukakan contoh-contoh iman dari tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah Israel (pasal 11), penulis surat ini menganjurkan para pembacanya supaya tetap setia. Di dalam pasal 12 ia mendorong mereka supaya terus setia sampai akhir, dengan hanya melihat pada Yesus. Ia mendorong mereka juga supaya tabah menderita dan tabah menanggung tekanan-tekanan dan penganiayaan terhadap diri mereka. Surat ini diakhiri dengan nasihat dan peringatan.

Kaitan dengan kitab-kitab lain dalam Alkitab

Surat Ibrani banyak merujuk kitab-kitab lain dalam Alkitab, terutama Alkitab Ibrani dan bagian Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sejumlah besar kutipan adalah dari Kitab Yesaya dan Kitab Mazmur.

Berikut kitab-kitab yang dirujuk dalam surat ini dan kaitan dengan sejumlah pasal dalam Surat Ibrani:

Kitab dalam AlkitabPasal dalam Surat Ibrani
Kitab Kejadian 5-7, 11, 12
Kitab Keluaran 8-11, 12
Kitab Imamat 5-6
Kitab Bilangan 1, 3, 5-6, 9
Kitab Ulangan 1, 3, 4, 12
Kitab Yosua 10
Kitab Hakim-hakim 11
Kitab 1 Samuel 11
Kitab 2 Samuel 1
Kitab 2 Makabe 11
Kitab Ayub 2
Kitab Mazmur 1-7, 12, 13
Kitab Yesaya 2, 5, 6
Kitab Yeremia 8, 10
Injil Matius 2
Injil Markus 2
Injil Lukas 2
Injil Yohanes 2, 13
Kisah Para Rasul 10
Surat Roma 10
Surat 1 Korintus 2
Surat 2 Korintus 2
Surat Efesus 12
Surat Filipi 2, 5, 12
Surat Kolose 12
Surat 1 Timotius 13
Surat 2 Timotius 2, 13
Surat 1 Petrus 12
Surat Yudas 2
Kitab Wahyu 2

Catatan

  1. ↑ Buku ini kadang-kadang disebut Surat kepada Orang Ibrani, atau hanya Ibrani.[2] Umumnya disingkat menjadi "Ibr."[3]

Lihat pula

  • Kitab Mazmur
  • Kitab Yesaya
  • Timotius

Referensi

  1. ↑ Aland, Kurt; Aland, Barbara (1995). The Text of the New Testament: An Introduction to the Critical Editions and to the Theory and Practice of Modern Textual Criticism (dalam bahasa Inggris). Diterjemahkan oleh Rhodes, Erroll F. (Edisi 2nd). Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans Publishing Co. hlm. 159. ISBN 978-0-8028-4098-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 5, 2023.
  2. ↑ ESV Pew Bible. Wheaton, IL: Crossway. 2018. hlm. 1001. ISBN 978-1-4335-6343-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 3, 2021.
  3. ↑ "Bible Book Abbreviations". Logos Bible Software. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 21, 2022. Diakses tanggal April 21, 2022.
  4. ↑ The Greek New Testament, Edited by Kurt Aland, Matthew Black, Carlo M. Martini, Bruce M. Metzger, and Allen Wikgren, in cooperation with the Institute for New Testament Textual Research, 2nd edition, United Bible Societies, 1973
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 Bambang Subandrijo. 2010. Menyingkap Pesan-pesan Perjanjian Baru 2. Bandung: Bina Media Informasi. 15.
  6. 1 2 3 4 5 6 7 Dianne Bergant & Robert J. Karris (eds). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. 413.
  7. ↑ S. Wismoady Wahono. 2004. Di Sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 470.
  8. ↑ Willi Marxsen. 2005. Pengantar Perjanjian Baru: Pendekatan Kristis terhadap Masalah-masalahnya. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 266.>
  9. 1 2 3 4 5 John Drane. 2001. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis - Teologis. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 476-477.
  10. ↑ John Arthur Thomas Robinson (1919-1983). "Redating the New Testament". Westminster Press, 1976. 369 halaman. ISBN 10: 1-57910-527-0; ISBN 13: 978-1-57910-527-3
  11. ↑ A. Harnack, Geschichte der altchristlichen Litteratur bis Eusehius, Leipzig 1893-7, vol. II.
  12. ↑ W. G. Kummel, "Introduction to the New Testament" (Heidelberg i963),ET 1966; 21975.
  13. ↑ Fonck, Leopold. "Epistle to the Hebrews". The Catholic Encyclopedia. Vol. 7. New York: Robert Appleton Company, 1910. Web: 30 Dec. 2009.
Surat kepada Orang Ibrani
Surat-surat Paulus?
Didahului oleh:
Surat Filemon
Perjanjian Baru
Alkitab
Diteruskan oleh:
Surat-surat Am:
Surat Yakobus
  • l
  • b
  • s
Surat kepada Orang Ibrani • Επιστολή προς Εβραίους (Epistole pros Ebraious)
Alkitab
Pasal
Ibrani 1 • 2 • 3 • 4 • 5 • 6 • 7 • 8 • 9 • 10 • 11 • 12 • 13
Ayat
  • Ibrani 9:4
  • iconPortal Kristen
Nama tempat/Istilah
Bukit Sion • Ibrani • Imam Besar • Italia • Laut Merah • Mesir • Paskah • Salem • Taurat • Yerikho • Yerusalem
  • 7 Pernyataan mengenai Anak Allah
Nama orang
Abraham • Barak • Daud • Esau • Gideon • Habel • Harun • Henokh • Ishak • Kain • Lewi • Melkisedek • Musa • Nuh • Rahab • Samuel • Sara • Simson • Timotius • Yakub • Yehuda • Yefta • Yesus Kristus • Yosua • Yusuf
Sumber
Teks Yunani • Latin Vulgata • Versi Terjemahan Baru • Versi Wycliffe • Versi King James • Versi American Standard • Versi World English
Surat Filemon ← • → Surat Yakobus (pasal 1)
  • l
  • b
  • s
Kitab-kitab dalam Alkitab
Pembagian
utama
Alkitab Ibrani/
Perjanjian Lama
(Protokanonika)
  • Kejadian
  • Keluaran
  • Imamat
  • Bilangan
  • Ulangan
  • Yosua
  • Hakim-hakim
  • Rut
  • Samuel
    • 1
    • 2
  • Raja-raja
    • 1
    • 2
  • Tawarikh
    • 1
    • 2
  • Ezra–Nehemia
    • Ezra
    • Nehemia
  • Ester
  • Ayub
  • Mazmur
  • Amsal
  • Pengkhotbah
  • Kidung Agung
  • Yesaya
  • Yeremia
  • Ratapan
  • Yehezkiel
  • Daniel
  • Dua Belas Nabi
    • Hosea
    • Yoël
    • Amos
    • Obaja
    • Yunus
    • Mikha
    • Nahum
    • Habakuk
    • Zefanya
    • Hagai
    • Zakharia
    • Maleakhi
Deuterokanonika
dan Apokrifa
  • Katolik
  • Ortodoks
  • Tobit
  • Yudit
  • Tambahan Ester
  • 1 Makabe
  • 2 Makabe
  • Kebijaksanaan
  • Sirakh
  • Barukh
    • Surat Yeremia
  • Tambahan Daniel
    • Doa Azarya dan Lagu Pujian Ketiga Pemuda
    • Susana
    • Dewa Bel dan Naga Babel
khusus Ortodoks
  • 1 Esdras
  • 2 Esdras
  • Doa Manasye
  • Mazmur 151
  • 3 Makabe
  • 4 Makabe
  • Syair Pujian
Tewahedo Ortodoks
  • Henokh
  • Yobel
  • 1, 2, dan 3 Makabian
  • Paralipomena Barukh
  • Kanon lebih luas
Suriah
  • Surat Barukh
  • 2 Barukh
  • Mazmur 152–155
Perjanjian Baru
  • Matius
  • Markus
  • Lukas
  • Yohanes
  • Kisah Para Rasul
  • Roma
  • 1 Korintus
  • 2 Korintus
  • Galatia
  • Efesus
  • Filipi
  • Kolose
  • 1 Tesalonika
  • 2 Tesalonika
  • 1 Timotius
  • 2 Timotius
  • Titus
  • Filemon
  • Ibrani
  • Yakobus
  • 1 Petrus
  • 2 Petrus
  • 1 Yohanes
  • 2 Yohanes
  • 3 Yohanes
  • Yudas
  • Wahyu
Pembagian
  • Pasal dan ayat
  • Perjanjian Lama
    • Protokanonika
    • Deuterokanonika
    • Apokrifa
    • Taurat
    • Sejarah
    • Puisi
      • Hikmat
    • Kenabian
      • Besar
      • Kecil
  • Perjanjian Baru
    • Injil
      • Sinoptik
    • Sejarah kerasulan
    • Epistola
      • Paulus
      • Umum
      • Yohanes
      • Pastoral
    • Apokalips
      • Sastra
Perkembangan
  • Kanon Perjanjian Lama
  • Kanon Perjanjian Baru
  • Antilegomena
  • Kanon Yahudi
  • Kanon Kristen
Naskah
  • Naskah Laut Mati
  • Taurat Samaria
  • Septuaginta
  • Targum
  • Diatessaron
  • Fragmen Muratori
  • Pesyita
  • Vetus Latina
  • Teks Masoret
  • Kategori Naskah Perjanjian Baru
  • Papirus Perjanjian Baru
  • Uncial Perjanjian Baru
Lihat pula
  • Kanon Alkitab
  • Penulis
  • Terjemahan Alkitab
  • Kitab lain yang dikutip dalam Kitab Suci
  • Pseudopigrafa
    • daftar
  • Apokrifa Perjanjian Baru
  • Studi Alkitab
  • Sinode Hippo
  • Kritik teks
  • Kata serapan dari bahasa Tamil Kuno dalam bahasa Ibrani Alkitabiah
  • Kategori
  • Portal
  • BukuWiki
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Norwegia
  • Argentina
  • Swedia
  • Vatikan
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef
  • MusicBrainz work

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Konteks Surat
  2. Penulis
  3. Tujuan Surat
  4. Waktu Penulisan
  5. Ayat-ayat terkenal
  6. Isi dan Struktur
  7. Muatan teologi
  8. Kaitan dengan kitab-kitab lain dalam Alkitab
  9. Catatan
  10. Lihat pula
  11. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026