Āsava, juga dikenal sebagai noda batin, adalah istilah yang digunakan dalam kitab suci, filosofi, dan psikologi Buddhis yang berarti "arus-masuk, kebusukan." Istilah ini merujuk pada kekotoran batin (kilesa) berupa noda kesenangan indrawi (kāmāsava), noda kemenjadian (bhavāsava), dan noda ketidaktahuan (avijjāsava) yang melanggengkan samsara, penderitaan, dan kelahiran kembali yang tak berujung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Āsava (Pali; Sanskerta: āsrava; KBBI: asava), juga dikenal sebagai noda batin (bedakan dari kilesa), adalah istilah yang digunakan dalam kitab suci, filosofi, dan psikologi Buddhis yang berarti "arus-masuk, kebusukan." Istilah ini merujuk pada kekotoran batin (kilesa) berupa noda kesenangan indrawi (kāmāsava), noda kemenjadian (bhavāsava), dan noda ketidaktahuan (avijjāsava) yang melanggengkan samsara (siklus kelahiran kembali), penderitaan, dan kelahiran kembali yang tak berujung.
Āsava juga diterjemahkan sebagai "kecenderungan karma" dalam Buddhisme.[1] Istilah ini juga umum dalam literatur Jainisme, dan terkadang muncul secara setara sebagai Āsrava atau Anhaya.[2] Namun, Buddhisme menolak teori karma dan āsava dari Jainisme, dan menyajikan versi yang berbeda.[1]