Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kesadaran (Buddhisme)

Dalam Buddhisme, kesadaran, juga dikenal sebagai pengetahu atau batin yang mengetahui, adalah suatu konsep penting terkait kesadaran batin atau mental yang berhubungan dengan kontak antara indra-indra dan unsur eksternal. Istilah "kesadaran" juga terkadang digunakan untuk menerjemahkan istilah sati ke dalam bahasa Indonesia, yang merujuk pada konsep yang berbeda.

konsep tentang batin atau mental dalam Buddhisme, kata yang sama juga digunakan dalam agama Hindu
Diperbarui 14 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk konsep kesadaran secara umum, lihat Kesadaran. Untuk faktor-faktor batin penyerta kesadaran, lihat Cetasika. Untuk seorang umat awam laki-laki utama Sang Buddha, lihat Citta (upasaka).
Artikel ini bukan mengenai Kewawasan (Buddhisme), Perhatian (Buddhisme), atau Kesabaran (Buddhisme).
Terjemahan dari
viññāṇa
Indonesiakesadaran; pengetahucode: id is deprecated
Inggrisdiscernment (Hinduism & Buddhism); understanding, knowledge (Hinduism); consciousness,
mind, life force (Buddhism)
Paliviññāṇacode: pi is deprecated
Sanskertaविज्ञान (vijñāna)code: sa is deprecated
Tionghoa識 (T) / 识 (S)code: zh is deprecated
(Pinyin: shícode: pny is deprecated )
Jepang識 (shiki)code: ja is deprecated
Korea식/識 (sik)code: ko is deprecated
Tibetརྣམ་པར་ཤེས་པ་ (sna'i rnam par shes pa)code: bo is deprecated
Myanmarဝိညာဉ်code: my is deprecated
(MLCTS: wḭ ɲɪ̀ɰ̃code: my is deprecated )
Thaiวิญญาณ
(RTGS: winyan)
code: th is deprecated
Vietnam識 (thức)code: vi is deprecated
Khmerវិញ្ញាណcode: km is deprecated
(UNGEGN: vĭnhnhéan)
Sinhalaවිඥ්ඥානcode: si is deprecated
Daftar Istilah Buddhis
  • l
  • b
  • s
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Dalam Buddhisme, kesadaran (Pali: viññāṇa; Sanskerta: विज्ञानcode: sa is deprecated vijñāna; Inggris: consciousness),[note 1] juga dikenal sebagai pengetahu atau batin yang mengetahui, adalah suatu konsep penting terkait kesadaran batin atau mental yang berhubungan dengan kontak antara indra-indra dan unsur eksternal.[1][2] Istilah "kesadaran" juga terkadang digunakan untuk menerjemahkan istilah sati ("kewawasan, perhatian-penuh"; Inggris: mindfulness) ke dalam bahasa Indonesia, yang merujuk pada konsep yang berbeda.[note 2]

Dalam Tripitaka Pali bagian Sutta Piṭaka, dalam empat kitab nikāya pertama (Dīghanikāya, Majjhimanikāya, Saṁyuttanikāya, dan Aṅguttaranikāya), viññāṇa merupakan salah satu istilah bahasa Pali yang secara tumpang tindih sering diterjemahkan sebagai pikiran atau batin, istilah lainnya adalah mana dan citta.[3][4][5] Masing-masing digunakan dalam pengertian umum dan nonteknis dari "pikiran", tetapi ketiganya terkadang digunakan secara berurutan untuk merujuk pada proses mental seseorang secara keseluruhan.[6] Akan tetapi, kegunaan utamanya memiliki pemaknaan yang berbeda.[7]

Istilah vijñāna juga digunakan dalam konteks Hindu sebagaimana disebutkan di banyak bagian awal kitab Upanisad, dan diterjemahkan sebagai pemahaman (understanding), pengetahuan (knowledge), dan kecerdasan (intelligence).[8][9]

Dalam lima gugusan

Artikel utama: Gugusan (Buddhisme)
 Lima Gugusan (pañcakkhandha)
sesuai dengan Tripitaka Pali.
 
 
rupa (rūpa)
  4 unsur
(mahābhūta)
   
   
    ↓
      
 kontak 
(phassa)


    ↓ ↑
 
kesadaran
(viññāṇa)

 
 
 
 
 

→
←
 
 
 
←
  faktor mental (cetasika)  
 
perasaan
(vedanā)

 
 
 
persepsi
(saññā)

 
 
 
formasi
(saṅkhāra)

 
 
 
 
  • Rupa berasal dari empat unsur pokok.
  • Kesadaran muncul dari gugusan lainnya.
  • Faktor mental muncul dari kontak antara kesadaran dan gugusan lainnya.
  • Kelima gugusan bukanlah diri atau roh.
 Sumber: MN 109 (Thanissaro, 2001)  |  
  • lihat
  • bicara
  • sunting

Hubungannya dengan indra dan nafsu

Artikel utama: Gugusan (Buddhisme) dan Landasan indra
Enam Kelompok-Enam
sesuai Tripitaka Pali:
 
  landasan indra (āyatana)  
 
→
 
perasaan ︵vedanā︶
   
 
→
 
nafsu ︵taṇhā︶
   
  organ
indra
"internal"
<–> objek
indra
"eksternal"
 
 
↓ ↓
↓ kontak (phassa)
↓ ↑
   
kesadaran (viññāṇa)
 
 
 
  1. Enam landasan indra internal adalah mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan batin.
  2. Enam landasan indra eksternal adalah rupa, suara, ganda, rasa, sentuhan, dan objek batiniah.
  3. Kesadaran yang sesuai muncul dengan bergantung pada sebuah landasan indra internal dan landasan indra eksternal.
  4. Kontak adalah pertemuan dari suatu landasan indra internal, landasan indra eksternal, dan kesadaran.
  5. Perasaan bergantung pada kontak.
  6. Nafsu bergantung pada perasaan.
 Sumber: MN 148 (Thanissaro, 1998)    
  • lihat
  • bicara
  • sunting

Dalam dua belas mata rantai

  12 Mata Rantai (nidāna) 
Kemunculan Bersebab:
 
Ketidaktahuan (avijjā)
↓
Formasi (saṅkhārā)
↓
Kesadaran (viññāṇa)
↓
Batin-&-Jasmani (nāmarūpa)
↓
6 Landasan Indra (saḷāyatana)
↓
Kontak (phassa)
↓
Perasaan (vedanā)
↓
Nafsu (taṇhā)
↓
Kemelekatan (upādāna)
↓
Kemenjadian (bhava)
↓
Kelahiran (jati)
↓
Tua & Mati (jarā-maraṇa)
  • l
  • b
  • s

Catatan

  1. ↑ Sebagaimana standar dalam artikel Wikipedia, istilah Pali viññāṇa akan digunakan saat membahas literatur Pali, dan kata Sanskerta vijñāna akan digunakan saat merujuk pada teks yang secara kronologis muncul belakangan setelah Tripitaka Pali, atau saat membahas topiknya secara luas, dalam konteks teks Pali dan non-Pali.
  2. ↑ Artikel ini membahas konsep consciousness (Pali: viññāṇa) dalam Buddhisme. Untuk konsep mindfulness (sati), lihat artikel Kewawasan (Buddhisme).

Referensi

  1. ↑ Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 618, entry for "Viññāṇa", retrieved on 2007-06-17 from the University of Chicago's "Digital Dictionaries of South Asia". University of Chicago
  2. ↑ Apte (1957-59) Diarsipkan March 28, 2016, di Wayback Machine., p. 1434, entry for "vijñānam," retrieved from "U. Chicago" at  ; and, Monier-Williams (rev. 2008) Diarsipkan March 3, 2016, di Wayback Machine., p. 961, "entry for 'Vi-jñāna'". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-05-14. Diakses tanggal 2010-10-22 – via U. Cologne.
  3. ↑ "What is Vijnana in Buddhism?". ThoughtCo. Diakses tanggal 2017-05-07.
  4. ↑ "Question: What is the difference between jnana and vijnana? | Sri Chinmoy Library". www.srichinmoylibrary.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-07.
  5. ↑ "Alaya-vijnana: The Storehouse Consciousness, Source of All Experience". ThoughtCo. Diakses tanggal 2017-05-07.
  6. ↑ Sue Hamilton, Identity and Experience. LUZAC Oriental, 1996, pages 105-106.
  7. ↑ Bodhi, Bhikkhu (penerjemah) (2000b). The Connected Discourses of the Buddha: A Translation of the Samyutta Nikaya. (Part IV is "The Book of the Six Sense Bases (Salayatanavagga)".) Boston: Wisdom Publications. ISBN 0-86171-331-1., pp. 769-70, n. 154. For more information, see the section, "Overlapping Pali terms for mind", below.
  8. ↑ Radhakrishnan, Sarvepalli (1953). The Principal Upaniṣads. HarperCollins Publishers. ISBN 978-81-7223-124-8. OCLC 1128028420.
  9. ↑ In The Principal Upanisads, Sarvepalli Radhakrishnan has translated vijñāna by English words such as wisdom (p. 24), intellectual consciousness (p. 56), intelligence (p. 188-189 for Brihadaranyaka 2:1:16-17), knowledge (p. 200 for Brihadaranyaka 2:4:12-13), and understanding (pp. 475-476 for Chandogya 7:7:1-2).

Pranala luar

  • Paṭiccasamuppāda Kemunculan yang Dependen terbitan Vijjākumāra di DhammaCitta, kumpulan esai tentang Kemunculan Bersebab oleh Nyanatiloka Mahāthera, Bhikkhu Bodhi, dan Bhikkhu Ṭhānissaro dalam terjemahan bahasa Indonesia
Didahului oleh:
Saṅkhāra
12 mata rantai
Viññāṇa
Diteruskan oleh:
Nāmarūpa
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Dalam lima gugusan
  2. Hubungannya dengan indra dan nafsu
  3. Dalam dua belas mata rantai
  4. Catatan
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Agama Hindu

agama yang secara luas dipraktikkan di anak benua India

Buddhisme

Agama dan tradisi filosofis dari anak benua India

Ketuhanan dalam Buddhisme

konsep ketuhanan dalam Buddhisme

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026