Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Jepang

Bahasa Jepang adalah bahasa resmi di Jepang dengan jumlah penutur 128 juta jiwa di seluruh dunia.

bahasa yang dituturkan di Asia Timur
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Jepang
Bahasa Jepang
日(に)本(ほん)語(ご)
Nihon-go
Nihon-go dalam Kanji secara vertikal
Pengucapan/nihoNɡo/: [ɲihoŋɡo]
Dituturkan diJepang dan Palau. Masyarakat perantau menuturkan di Amerika Serikat (Hawaii), Brasil, Taiwan, dan lain-lain
EtnisBangsa Jepang (Yamato)
Penutur
128 juta jiwa[1] (2020)
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

  • 128.000.000 (2019, bahasa ibu)
Rumpun bahasa
  • Japonik
    • Japonik Kepulauan[2]
      • Japanesik
        • Bahasa Jepang
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Japonik Suntingan nilai di Wikidata
      • Bahasa Jepang
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Bentuk awal
    • Proto-Japonik
      • Jepang Kuno Barat
        • Jepang Pertengahan Awal
          • Jepang Pertengahan Akhir
            • Jepang Modern Awal
              • Bahasa Jepang
    Sistem penulisan
    Sistem aksara Jepang (Kanji dan Kana)
    Sistem isyarat
    Bahasa Isyarat Jepang
    Status resmi
    Bahasa resmi di
    •  Jepang (de facto sebagai bahasa nasional)[3]
    •  Palau
    Diakui sebagai
    bahasa minoritas di
     Palau
    Diatur olehNINJAL
    Kode bahasa
    ISO 639-1ja
    ISO 639-2jpn
    ISO 639-3jpn
    Glottolognucl1643  (tidak termasuk Hachijo, Tsugaru, dan Kagoshima)[4]
    japa1256  (Japanesic)[5]
    Linguasfer45-CAA-a
    IETFja
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Bahasa Jepang diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    [sunting di Wikidata]
    C10
    Kategori 10
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
    C9
    Kategori 9
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
    C8b
    Kategori 8b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
    C8a
    Kategori 8a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
    C7
    Kategori 7
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
    C6b
    Kategori 6b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
    C6a
    Kategori 6a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
    C5
    Kategori 5
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
    C4
    Kategori 4
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
    C3
    Kategori 3
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
    C2
    Kategori 2
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
    C1
    Kategori 1
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
    C0
    Kategori 0
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
    10
    9
    8
    7
    6
    5
    4
    3
    2
    1
    0
    EGIDS SIL Ethnologue: C1 National
    Bahasa Jepang dikategorikan sebagai C1 National menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini menjadi bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara
    Buka versi koordinat status pemertahanan rinci Perlu masuk
    [sunting di Wikidata]
    Referensi: [6][7][8]

    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
    Logo YouTube
    Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Jepang

    "WIKITONGUES: Sho speaking Japanese" di YouTube
    (Video lainnya)
    Sampel teks
    Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Jepang. (Teks)
    すべての人間(にんげん)は、生(う)まれながらにして自由(じゆう)であり、かつ、尊厳(そんげん)と権利(けんり)とについて平等(びょうどう)である。人間(にんげん)は、理性(りせい)と良心(りょうしん)とを授(さず)けられており、互(たが)いに同胞(どうほう)の精神(せいしん)をもって行動(こうどう)しなければならない。code: ja is deprecated
    Teks tidak ditampilkan dengan benar?
    Terjemahan: ⓘ
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
    Alih aksara: 
    Subete no ningen wa, umarenagara ni shite jiyū de ari, katsu, songen to kenri to ni tsuite byōdō de aru. ningen wa, risei to ryōshin to o sazukerarete ori, tagai ni dōhō no seishin o motte kōdō shinakereba naranai.
    Alih aksara per kata
    Infomasi penggunaan templat

    すべて

    Subete

    の

    no

    人間

    ningen

    は、

    wa,

    生まれながら

    umarenagara

    に

    ni

    して

    shite

    自由

    jiyū

    で

    de

    あり、

    ari,

    かつ、

    katsu,

    尊厳

    songen

    と

    to

    権利

    kenri

    と

    to

    に

    ni

    ついて

    tsuite

    平等

    byōdō

    で

    de

    ある。

    aru.

    人間

    Ningen

    は、

    wa,

    理性

    risei

    と

    to

    良心

    ryōshin

    と

    to

    を

    o

    授けられて

    sazukerarete

    おり、

    ori,

    互い

    tagai

    に

    ni

    同胞

    dōhō

    の

    no

    精神

    seishin

    を

    o

    もって

    motte

    行動

    kōdō

    しなければ

    shinakereba

    ならない。

    naranai.

    すべて の 人間 は、 生まれながら に して 自由 で あり、 かつ、 尊厳 と 権利 と に ついて 平等 で ある。 人間 は、 理性 と 良心 と を 授けられて おり、 互い に 同胞 の 精神 を もって 行動 しなければ ならない。

    Subete no ningen wa, umarenagara ni shite jiyū de ari, katsu, songen to kenri to ni tsuite byōdō de aru. Ningen wa, risei to ryōshin to o sazukerarete ori, tagai ni dōhō no seishin o motte kōdō shinakereba naranai.

    Sampel teks lainnya
    Sampel suara
    noicon
    (Bantuan • Berkas • Lainnya)

    Sampel suara bahasa ini, diambil dari Wikidata
    noicon
    (Bantuan • Berkas • Lainnya)
    Lokasi penuturan
    Penyebaran bahasa Jepang di seluruh dunia: warna biru tua sebagai bahasa resmi, dan biru muda terdapat masyarakat minoritas berbahasa Jepang
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 36°N 138°E / 36°N 138°E / 36; 138 Sunting di Wikidata
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Jepang (日本語 (Nihon-gocode: ja is deprecated )) adalah bahasa resmi di Jepang dengan jumlah penutur 128 juta jiwa di seluruh dunia.

    Bahasa Jepang juga dipertuturkan di sejumlah negara yang pernah menjadi jajahannya, seperti Korea Selatan dan Tiongkok. Bahasa ini juga dituturkan di Amerika Serikat (di California dan Hawaii) dan Brasil akibat imigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

    Bahasa Jepang terbagi menjadi dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), "pelafalan standar", dan Kyoutsugo (共通語), "pelafalan umum". Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan tempat formal lainnya.

    Sejarah

    Prasejarah

    Artikel utama: Bahasa Proto-Japonik

    Proto-Japonik, leluhur dari bahasa Jepang dan Ryukyu diperkirakan telah dibawa ke Kepulauan Jepang dan Ryukyu oleh para pendatang dari Semenanjung Korea sekitar awal hingga pertengahan abad ke-4 SM (Zaman Yayoi), menggantika bahasa-bahasa orang Jōmon (termasuk kerabat dan leluhur dari Ainu).[9] Karena tulisan belum diperkenalkan dari Tiongkok, tidak ada bukti langsung, dan segala sesuatu yang dapat diketahui tentang zaman tersebut harus didasarkan pada rekonstruksi internal dari bahasa Jepang Kuno, atau rekonstruksi perbandingan dengan bahasa Ryukyu dan dialek Jepang.[10]

    Jepang Kuno

    Artikel utama: Bahasa Jepang Kuno
    Sebuah halaman dari Man'yōshū
    Sebuah halaman dari Man'yōshūcode: ja is deprecated , antologi puisi klasik puisi Jepang klasik tertua yang diketahui.

    Aksara Tionghoa dibawa ke Jepang dari Baekje sekitar awal abad kelima, bersamaan dengan penyebaran Buddhisme.[11] Naskah paling awal ditulis dengan kaidah Tionghoa Klasik, meskipun beberapa di antaranya kemungkinan dimaksudkan untuk dibaca sebagai bahasa Jepang menggunakan metode kanbun, dan menunjukkan pengaruh tata bahasa Jepang seperti urutan kata bahasa Jepang.[12] Naskah terawal yang diketahui, Kojikicode: ja is deprecated , berasal dari awal abad kedelapan Masehi, dan seluruhnya ditulis dalam aksara Tionghoa, yang digunakan untuk mewakili Tionghoa, kanbun, dan Jepang Kuno.[13] Seperti naskah lain dari periode tersebut, bagian bahasa Jepang Kuno ditulis dalam Man'yōgana, yang menggunakan Kanji dalam hal fonetik dan semantiknya.

    Berdasarkan sistem Man'yōgana, bahasa Jepang Kuno dapat direkonstruksi menjadi 88 suku kata yang berbeda. Naskah yang ditulis dengan Man'yōgana menggunakan dua kaidah kanji yang berbeda untuk setiap suku kata yang kini dilafalkan きcode: ja is deprecated (ki), ひcode: ja is deprecated (hi), みcode: ja is deprecated (mi), けcode: ja is deprecated (ke), へcode: ja is deprecated (he), めcode: ja is deprecated (me), こcode: ja is deprecated (ko), そcode: ja is deprecated (so), とcode: ja is deprecated (to), のcode: ja is deprecated (no), もcode: ja is deprecated (mo), よcode: ja is deprecated (yo), dan ろcode: ja is deprecated (ro).[14] (The Kojikicode: ja is deprecated memiliki 88, tetapi semua naskah setelahnya memiliki 87. Pembeda antara mo1 dan mo2 diduga tidak digunakan lagi segera setelah perpaduannya). Kumpulan penggunaan kana suku kata ini menyusut menjadi 67 dalam bahasa Jepang Pertengahan Awal, meskipun beberapa ditambahkan melalui pengaruh Tionghoa. Man'yōgana juga memiliki simbol untuk /je/, yang menyatu dengan /e/ sebelum akhir periode ini.

    Beberapa fosilisasi dasar tata bahasa Jepang Kuno yang masih dipertahankan dalam bahasa Jepang Modern yaitu partikel genitivus tsu (digantikan oleh no modern) diawetkan dalam kata-kata seperti matsuge (har. 'alis mata'); modern mieru ("untuk dilihat"), dan kikoeru ("untuk didengar") mempertahankan akhiran diatesis mediopasif -yu(ru) (kikoyu → kikoyuru (bentuk kata sifat atributif, yang perlahan-lahan menggantikan bentuk polos mulai akhir Zaman Heian) → kikoeru (semua kata kerja dengan pola konjugasi shimo-nidan mengalami pergeseran yang sama dalam bahasa Jepang Modern Awal)); dan partikel genitivus ga tetap dalam ucapan arkais yang disengaja.

    Jepang Pertengahan Awal

    Artikel utama: Bahasa Jepang Pertengahan Awal
    Genji Monogatari emaki scroll
    Gulungan emaki berjudul Hikayat Genji pada abad ke-11.

    Bahasa Jepang Pertengahan Awal adalah bahasa Jepang pada Zaman Heian (tahun 794 hingga 1185). Bahasa ini membentuk kaidah baku tertulis Jepang Klasik, yang tetap umum digunakan hingga awal abad ke-20.

    Selama masa tersebut, bahasa Jepang mengalami banyak perkembangan fonologis, dalam banyak kasus dipicu oleh masuknya kata-kata serapan dari Tionghoa. Fitur tersebut termasuk perbedaan panjang fonemik untuk pemanjangan konsonan dan vokal, konsonan palatal (contohnya kya) dan gugusan konsonan bibir (contoh: kwa).[15][16] Hal ini menyebabkan perubahan bahasa Jepang menjadi bahasa yang diatur moranya.[15]

    Jepang Pertengahan Akhir

    Artikel utama: Bahasa Jepang Pertengahan Akhir

    Masa Jepang Pertengahan Akhir mencakup tahun-tahun dari 1185 hingga 1600, dan biasanya dibagi menjadi dua bagian, kira-kira sama dengan Zaman Kamakura dam Zaman Muromachi. Bentuk-bentuk selanjutnya dari bahasa Jepang Pertengahan Akhir adalah yang pertama dijelaskan oleh sumber-sumber non-Jepang, dalam hal ini para misionaris Yesuit dan Fransiskana; dan dengan demikian ada catatan fonologi Jepang Pertengahan Akhir yang lebih baik daripada bentuk-bentuk sebelumnya (contoh: Arte da Lingoa de Iapam). Di antara perubahan bunyi lainnya, urutan /au/ bergabung menjadi /ɔː/, berlawanan dengan /oː/; /p/ diperkenalkan kembali melalui kata serapan dari bahasa Tionghoa; dan /we/ bergabung dengan /je/. Beberapa bentuk yang agak lebih akrab bagi penutur bahasa Jepang Modern mulai muncul – akhiran kesinambungan -te mulai berkurang menjadi kata kerja (contoh: yonde yang diturunkan dari yomite), sisipan -k- pada suku akhir kata sifat menghilang (contoh: shiroi yang diturunkan dari shiroki); dan beberapa bentuk ada di mana bahasa Jepang baku modern mempertahankan bentuk sebelumnya (contoh: hayaku > hayau > hayɔɔ, di mana bahasa Jepang baku modern hanya memiliki hayaku, meskipun bentuk alternatif dipertahankan dalam sapaan umum o-hayō gozaimasu berarti "selamat pagi"; akhiran ini adalah juga terlihat pada o-medetō berarti "selamat", diturunkan dari medetaku).

    Bahasa Jepang Pertengahan Akhir memiliki kata serapan awal dari bahasa-bahasa Eropa – kata-kata umum yang sekarang dipinjam ke dalam bahasa Jepang pada periode ini termasuk pan ("roti") dan tabako ("tembakau", kini "rokok"), semuanya dari bahasa Portugis.

    Jepang Modern

    "Bahasa Jepang Baku" beralih ke halaman ini. Untuk dialek lainnya, lihat dialek bahasa Jepang.

    Bahasa Jepang Modern dianggap dimulai dengan Zaman Edo (yang berlangsung dari tahun 1603 hingga 1867). Sejak bahasa Jepang Kuno, bentuk baku de facto bahasa Jepang berdasarkan dialek Kansai, terutama Kyoto. Namun, selama Zaman Edo, Edo (kini Tokyo) berkembang menjadi kota terbesar di Jepang, dan dialek daerah Edo menjadi bahasa Jepang baku. Sejak berakhirnya kebijakan "pembatasan" paksa oleh Jepang pada tahun 1853, aliran kata serapan dari bahasa-bahasa Eropa telah meningkat secara besar-besaran. Masa sejak 1945 telah melihat banyak kata yang dipinjam dari bahasa lain seperti Jerman, Prancis, dan Inggris.[17] Banyak kata serapan bahasa Inggris khususnya terkait dengan teknologi, contohnya pasokon (singkatan dari personal computer), intānetto ("internet"), dan ]]kamera]]. Karena banyaknya kata pinjaman bahasa Inggris, bahasa Jepang modern dapat membedakan bunyi [tɕi] dan [ti], serta [dʑi] dan [di].[18]

    Lafal vokal

    Bahasa Jepang baku mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /ɯ/, /e/, dan /o/.

    Lafal vokal bahasa Jepang baku mirip seperti bahasa Indonesia. Contohnya:

    • /a/ seperti "bapak"
    • /i/ seperti "ibu"
    • /ɯ/ seperti "peuyeum" dalam bahasa Sunda
    • /e/ seperti "besok"
    • /o/ seperti "obor"

    Penulisan bahasa Jepang

    Sistem penulisan bahasa Jepang berasal dari aksara Tionghoa (漢字/kanji) yang diperkenalkan pada abad ke-4 Masehi. Sebelumnya, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.

    Sistem penulisan bahasa Jepang terbagi menjadi tiga:

    • Kanji (かんじ / 漢字) yang berasal dari Tiongkok
    • Hiragana (ひらがな / 平仮名) dan
    • Katakana (カタカナ / 片仮名); keduanya berunsur dari aksara kanji dan dikembangkan pada abad ke-8 Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafalkan aksara-aksara Tionghoa.

    Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruh fonetik Bahasa Sanskerta. Hal ini bisa dilihat dari urutan aksara Kana. Selain itu, ada juga sistem alih aksara yang disebut romaji.

    Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, maupun kata sifat). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikan dengan peraturan tata bahasa Jepang.

    Kana

    Artikel utama: Hiragana dan Katakana

    Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

    Kanji

    Artikel utama: Kanji

    Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.

    Oleh karena itu, Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyō Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyōmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyōmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.[19]

    Tanda baca

    Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.

    Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

    • 。(句点/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
    • 、(読点/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

    Angka dan Sistem Penghitungan

    Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.

    一
    Ichi
    1
    二
    Ni
    2
    三
    San
    3
    四
    Yon
    4
    五
    Go
    5
    六
    Roku
    6
    七
    Nana
    7
    八
    Hachi
    8
    九
    Kyū
    9
    十
    Jū
    10

    Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

    Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, angka-angka ini tidak bisa digunakan sendiri untuk menyatakan sebuah jumlah dari suatu barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama, jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

    Cara menghitung barang

    Barang secara umum

    Selain sistem angka Tionghoa, Bahasa Jepang juga memiliki sistem satuan sendiri untuk menghitung apapun, kecuali untuk orang dan makhluk hidup lainnya. Satuan ini hanya berlaku untuk 1 sampai 10 kemudian digunakan lagi angka biasanya. Berikut ini adalah satuannya.

    Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh Delapan Sembilan Sepuluh
    ひとつ ふたつ みっつ よっつ いつつ むっつ ななつ やっつ ここのつ とう
    hitotsu futatsu mittsu yottsu itsutsu muttsu nanatsu yattsu kokonotsu tou

    Barang panjang

    Untuk mengucapkan barang panjang, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan ほん (hon) sebagai akhiran, Misal: 1 batang いっぽん (ippon), 2 batang にほん (nihon), 3 batang さんぼん (sanbon), 4 batang よんほん (yonhon), 5 batang ごほん (gohon), dst. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah pensil, pulpen, dan benda panjang lainya.

    Barang tipis

    Untuk menghitung barang tipis, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan まい (mai) sebagai akhiran, Misal: 1 lembar いちまい (ichimai), 2 lembar にまい (nimai), 3 lembar さんまい (sanmai), 4 lembar よんまい (yonmai), 5 lembar ごまい (gomai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, prangko, dan benda tipis lainnya.

    Barang besar

    Untuk menghitung barang besar, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan だい (dai) sebagai akhiran, Misal: 1 buah いちだい (ichidai), 2 buah にだい (nidai), 3 buah さんだい (sandai), 4 buah よんだい (yondai), 5 buah ごだい (godai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya.

    Orang

    Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahkan dengan satuan にん (nin), misal: 3 orang さんにん (sannin), 7 orang しちにん/ななにん (shichinin/nananin), untuk satu orang dan dua orang, terjadi pengecualian yaitu: 1 orang ひとり (hitori) dan 2 orang ふたり (futari).

    Tata bahasa

    Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subjek-objek-verba. Subjek, objek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya dalam kalimat 私はりんごを食べます (Watashi-wa ringo-wo tabemasu), di sini watashi bertindak sebagai topik karena diikuti oleh partikel topik wa, sedangkan kalimat ringo-wo tabemasu bertindak sebagai pelengkap/informasi tentang topik tersebut.

    Infleksi dan konjugasi

    Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon (本) yang mungkin berarti buku atau berarti buku-buku. Juga pada kata hito (人) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Jika kata panggil jamak, biasanya ditambahkan akhiran -tachi. Misalnya tomodachi (teman) ditambahkan tachi menjadi tomodachitachi yang berarti teman-teman.

    Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (いいです) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk ii desu ka (いいですか?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (の) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti "Kenapa (kamu) tidak datang?".

    Kalimat negatif dibentuk dengan mengubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan-(w)o tabemasu (パンを食べます) yang artinya "Saya makan roti" menjadi Pan-(w)o tabemasen (パンを食べません) yang artinya "Saya tidak makan roti".

    Adjektiva

    Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

    • 形容詞 (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi い (i). Contohnya: 暑い日 (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
    • 形容動詞 (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: 変なひと (henna hito) yang berarti "orang aneh"
    • 連体詞 (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: あの山 (ano yama)

    Partikel

    Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

    • が ga untuk bentuk nominatif
    • に ni untuk bentuk datif
    • の no untuk bentuk genitif
    • を (w)o untuk bentuk akusatif
    • か ka untuk bentuk interogatif

    Kesopanan

    Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (丁寧語) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (勝本ー参議). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Namun, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

    Kosakata

    Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (大和言葉) yang berarti kosakata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari bahasa Tionghoa disebut kango (漢語) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: マイカー (maikaa - sama dengan pelafalan "my car") yang berarti "mobil saya"

    Belajar Bahasa Jepang

    Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak ketika Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

    Kekerabatan bahasa Jepang

    Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, tetapi ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia.[20] Selain itu ada pula kemiripan secara tata bahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.

    Bilangan dalam bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia

    BilanganAksara Sino-JepangKanjiBahasa JepangBahasa Indonesia
    0零れい
    ぜろ
    rei
    zero
    nol
    1一いちichisatu
    2二にnidua
    3三さんsantiga
    4四よん
    し
    yon
    shi
    empat
    5五ごgolima
    6六ろくrokuenam
    7七な な
    しち
    nana
    shichi
    tujuh
    8八はちhachidelapan
    9九きゅう
    く
    kyū
    ku
    sembilan
    10十じゅうjūsepuluh
    11十一じゅういちjū-ichisebelas
    20二十にじゅうni-jūdua puluh
    30三十さん じゅうsan-jūtiga puluh
    40四十よんじゅうshi-jūempat puluh
    50五十ごじゅうgo-jūlima puluh
    60六十ろくじゅうroku-jūenam puluh
    70七十ななじゅうnana-jūtujuh puluh
    80八十はちじゅうhachi-jūdelapan puluh
    90九十きゅうじゅうkyū-jūsembilan puluh
    100百ひゃくhyakuseratus
    1.000万senseribu
    10.000千mansepuluh ribu
    100.000十千jū-manseratus ribu
    1.000.000百千hyaku-mansatu juta
    10.000.000万千sen-mansepuluh juta
    100.000.000okuseratus juta
    1.000.000.000jū-okusatu miliar
    1.000.000.000.000chōsatu triliun

    Referensi

    Catatan kaki

    1. ↑ "Japanese". Languages of the World. Diakses tanggal 2008-02-29.
    2. ↑ Vovin (2017).
    3. ↑ 法制執務コラム集「法律と国語・日本語」 (dalam bahasa Jepang). Legislative Bureau of the House of Councillors. Diakses tanggal 19 Januari 2009.
    4. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japanese". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    5. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japanesic". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    6. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    7. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    8. ↑ "Bahasa Jepang". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
    9. ↑ Wade, Nicholas (4 May 2011). "Finding on Dialects Casts New Light on the Origins of the Japanese People". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-03. Diakses tanggal 7 May 2011.
    10. ↑ Frellesvig & Whitman 2008, hlm. 1.
    11. ↑ Frellesvig 2010, hlm. 11.
    12. ↑ Seeley 1991, hlm. 25–31.
    13. ↑ Frellesvig 2010, hlm. 24.
    14. ↑ Shinkichi Hashimoto (February 3, 1918)「国語仮名遣研究史上の一発見―石塚龍麿の仮名遣奥山路について」『帝国文学』26–11(1949)『文字及び仮名遣の研究(橋本進吉博士著作集 第3冊)』(岩波書店)。
    15. 1 2 Frellesvig 2010, hlm. 184
    16. ↑ Labrune, Laurence (2012). The Phonology of Japanese. The Phonology of the World's Languages. Oxford University Press. hlm. 89–91. doi:10.1093/acprof:oso/9780199545834.003.0003. ISBN 978-0-19-954583-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-27. Diakses tanggal 2021-10-14.
    17. ↑ Miura, Akira, English in Japanese, Weatherhill, 1998.
    18. ↑ Hall, Kathleen Currie (2013). "Documenting phonological change: A comparison of two Japanese phonemic splits" (PDF). Dalam Luo, Shan (ed.). Proceedings of the 2013 Annual Conference of the Canadian Linguistic Association. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-12-12. Diakses tanggal 2019-06-01.
    19. ↑ Hary Gunarto, Building Kanji Dictionary as Basic Tool for Machine Translation in Natural Language Processing Applications, Journal of Ritsumeikan Studies in Language and Culture, April 2004, 15/ 3, 177-185
    20. ↑ Starostin et al. (2003:8–9)

    Daftar pustaka

    • Starostin, Sergei A., Anna V. Dybo, and Oleg A. Mudrak. 2003. Etymological Dictionary of the Altaic Languages, 3 volumes. Leiden: Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-13153-1.
    • Vovin, Alexander (2017), "Origins of the Japanese Language", Oxford Research Encyclopedia of Linguistics (dalam bahasa Inggris), Oxford University Press, doi:10.1093/acrefore/9780199384655.013.277.

    Pranala luar

    Wikipedia juga mempunyai edisi Bahasa Jepang
    Lihat entri bahasa jepang di kamus bebas Wikikamus.
    Wikibooks memiliki buku di:
    Cara Konyol Belajar Bahasa Jepang
    • Tentang Bahasa dan Aksara Jepang
    • Kelas Bahasa Jepang Online di Internet, Gratis
    • Kanji - Kamus Online Jepang Indonesia Diarsipkan 2009-08-30 di Wayback Machine. (BPPT)
    • ポケットに入るインドネシア[pranala nonaktif permanen] Indonesia dalam Saku
    • Atrinia.Com - Kamus on the Fly Diarsipkan 2019-12-20 di Wayback Machine. Kamus Jepang-Indonesia-Inggris
    • Komunitas Belajar Bahasa Jepang di Indonesia, untuk level pemula dan menengah
    • Bahasa Jepang abjad latihan gerak badan (PDF)
    • l
    • b
    • s
    Topik Jepang 
    Sejarah
    Kronologi
    • Pra sejarah
      • Paleolitik
    • Sejarah kuno
      • Jōmon
      • Yayoi
      • Kofun
    • Zaman purba
      • Asuka
      • Nara
      • Heian
    • Setelah zaman purba
      • Kamakura
      • Muromachi
      • Azuchi–Momoyama
      • Edo
    • Sejarah Modern
      • Sakoku
      • Bakumatsu
      • Kekaisaran Jepang
        • Meiji
        • Taishō
        • Shōwa
      • Pascaperang
      • Pascapendudukan
        • Heisei
    Menurut topik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Militer
      • Angkatan Laut
      • Angkatan darat kekaisaran
      • Angkatan laut kekaisaran
      • Tindakan luar negeri
    Geografi
    • Gempa
    • Lingkungan
    • Titik ekstrem di Jepang
    • Kepulauan
    • Pulau
    • Danau
    • Sungai
    • Alamat
    • Wilayah
    • Prefektur
    • Kota
    • Distrik
    • Desa
    • Desa
    Politik
    • Konstitusi
      • Pra-perang
    • Pemilihan umum
    • Kaisar
      • daftar
    • Hubungan luar negeri
    • Pembagian administratif
    • HAM
      • LGBT
    • Kehakiman
    • Hukum
    • Penegakan hukum
    • Diet Nasional
      • Majelis rendah
      • Majelis tinggi
    • Partai politik
    • Pasukan Bela Diri
      • Darat
      • Laut
      • Udara
    Pemerintahan
    • Kabinet
    • Perdana Menteri
      • daftar
    • Wakil Perdana Menteri
    • Kementerian
    • Kebijakan fiskal
    • Kebijakan luar negeri
    Ekonomi
    • Pertanian, kehutanan, dan perikanan
    • Pariwisata
    • Bank sentral
    • Peringkat internasional
    • Tenaga kerja
    • Pertambangan
    • Manufaktur
    • Elektronika
    • Energi
      • tenaga surya
    • Telekomunikasi
    • Transportasi
    • Yen
    Masyarakat
    • Kejahatan
    • Demografi
    • Pendidikan
    • Etiket
    • Judi
    • Perumahan
    • Bahasa
    • Agama
    • Seksualitas
    • Merokok
    • Wanita
      • Kyariaūman
    Kebudayaan
    • Estetika
    • Anime / Manga
    • Arsitektur
    • Seni
    • Bonsai
    • Sinema
    • Masakan
    • Festival
    • Cerita rakyat
      • Tradisi lisan
    • Taman
    • Geisha
    • Permainan
    • Ikebana
    • Kawaii
    • Sastra
    • Seni bela diri
    • Media
    • Musik
    • Mitologi
    • Nama
    • Onsen / Sentō
    • Olahraga
    • Upacara minum teh
    • Televisi
    • Teater
    • Simbol nasional
      • Kalender
      • Bendera
      • Lambang
      • Lagu kebangsaan
    •  Portal Jepang
    • Category Kategori
    • Outline Garis besar
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Jepang
    Bahasa
    di Jepang
    Rumpun
    bahasa Japonik
    • Bahasa Proto-Japonik
    • Bahasa Jepang
      • Dataran
      • Hachijo
    • Rumpun bahasa Ryukyu
      • Proto Ryukyu
      • Amami
      • Okinawa
      • Miyako
      • Yaeyama
      • Yonaguni
    • Bahasa Japonik Semenanjung
    Varietas・Dialek
    • Dialek Jepang Timur
      • Hokkaido
      • Tōhoku
      • Kantō
      • Tōkai–Tōsan
    • Dialek Hachijo
    • Dialek Jepang Barat
      • Hokuriku
      • Kinki
      • Shikoku
      • Chūgoku
      • Umpaku
    • Dialek Kyūshū
      • Hōnichi
      • Hichiku
      • Satsugū
    • Dialek Ryukyu
      • Amami
      • Okinawa
      • Miyako
      • Yaeyama
      • Yonaguni
    • Sankago
    • Karago
    • Matagi kotoba
    • Hama kotoba
    • Dialek baru
      • Wilayah metropolitan Tokyo
      • Kansai
      • Karaimo-hyōjungo
      • Ton-futsūgo
      • Uchinaa Yamatu-guchi
    • Bahasa baku/Bahasa umum
    • Istilah penyiaran
    Pelafalan
    • Fonologi bahasa Jepang
    • Aksen
      • Kelas kata
    • Onbin
    • Yotsugana
      • Zūzū-ben
    Tata bahasa
    • Tata bahasa Jepang modern
    • Kata ganti orang pertama
    • Kata ganti orang kedua
    • Keigo
    Isōgo
    • Danseigo
    • Joseigo
    • Onee kotoba
    • Rōjingo
    • Yōjigo
    • Yakuwarigo
    • Yasashī nihongo
    Slang
    • Argot
    • Zūjago
    • Sakasa kotoba
      • Tōgo
      • Kaibun
    • Wakamono kotoba
      • Baito keigo
      • Gyarugo
      • KY-go
      • Bentuk "ssu"
    • Neologisme
    • Singkatan
    • Arkaisme
    • Gyaru-moji
    • Slang internet
      • AA
      • Istilah 2channel
      • Kusachūgo
    • Umpatan
      • Istilah terlarang dalam penyiaran
      • Istilah bermasalah dalam penyiaran
      • Penghinaan
      • Istilah diskriminatif
    Sejarah
    • Klasifikasi bahasa Japonik
      • Zaman Jomon
    • Bahasa di Yamataikoku
    • Bahasa Jepang Kuno
      • Dialek Tōgoku Kuno
    • Bahasa Jepang Pertengahan Awal
      • Perubahan bunyi kolom "ha" bahasa Jepang
    • Bahasa Jepang Pertengahan Akhir
      • Nyōbō kotoba
    • Bahasa Jepang Modern Awal
      • Kuruwa kotoba
    • Bahasa Jepang modern
    • Hayari kotoba
    • Ketidakaturan dalam bahasa Jepang
    Klasifikasi
    • Wago
      • Yamato kotoba
    • Kango
    • Gairaigo
    Pijin・Kreol
    • Kyowa-go
    • Heitai Shinago
    • Bahasa Inggris Bonin
    • Bahasa Pidgin Jepang Yokohama
    • Bahasa Kreol Jepang Yilan
    Bahasa
    sekitar
    • Bahasa Ainu
    • Bahasa Uilta
    • Bahasa Nivkh
    • Bahasa Korea
      • Perbedaan
      • Korea Zainichi
    • Bahasa Puyŏ
    • Bahasa Han
    • Bahasa Gaya
    • Bahasa Silla
    • Bahasa Tanra
    • Rumpun bahasa Altai
    • Bahasa Isyarat Jepang
    • Bahasa isyarat yang sesuai dengan bahasa Jepang
    • Bahasa Isyarat Amami Oshima
    • Bahasa Isyarat Miyakubo
    Aksara
    • Sistem penulisan bahasa Jepang
    • Aksara Han
      • Jepang
    • Washū
    • Kana
    • Hiragana
    • Katakana
    • Penggunaan kana modern
    • Ortografi kana historis
    • Ortografi kana khusus dari masa awal
    • Hentaigana
    • Gōryakugana
    • Manyōgana
    • Jindai moji
      • Daftar
    • Kaidā moji
    • Genbun itchi
      • Bahasa Jepang Klasik
    • Penulisan horizontal dan vertikal dalam aksara Asia Timur
    • Romaji
    Budaya
    bahasa
    • Sastra Jepang
    • Permainan kata
    • Emoji
      • Mekuragoyomi
      • Eshingyō
      • Budaya
      • Telepon seluler
    • Emotikon
    Terkait
    penelitian
    • Kokugaku
    • Linguistik Jepang
    • Teori bahasa Jepang
    • Reformasi aksara Jepang
    • Pendidikan bahasa Jepang
    • l
    • b
    • s
    Rumpun bahasa Japonik
    Japonik
    Kepulauan
    Japanesik
    • Yamatai [ja]†
    • Jepang
      • dialek-dialek
    • Hachijo
    Ryukyu
    Utara
    Amami
    • Oshima
      • Utara
      • Selatan
    • Kikai
    • Tokunoshima
    • Okinoerabu
    • Yoron
    Okinawa
    • Kunigami
    • Okinawa Selatan
    Selatan
    Miyako Raya
    • Miyako
    • Tarama
    Yaeyama Raya
    • Yaeyama
    • Yonaguni
    Japonik Jeju†
    • T'amna† (kemungkinan Kepulauan atau Semenanjung)?
    Japonik
    Semenanjung
    †
    • Pra-Koguryo†
    • T'amna† (kemungkinan Kepulauan atau Semenanjung)?
    • Gaya† (kemungkinan Koreanik atau isolat)?
    • Mahan† (kemungkinan Koreanik)?
    tahap lampau
    • Proto-Japonik*†
    • Proto-Ryukyu*†
    • Japonik Semenanjung†
    • Jepang Kuno†
      • Jepang Kuno Timur†
      • Jepang Kuno Kyushu†
    • Jepang Pertengahan Awal†
      • Jepang Klasik†
    • Jepang Pertengahan Akhir†
    • Jepang Modern Awal†
    • Okinawa Kuno†
    • Okinawa Pertengahan†
    • † (pedang tancap) menunjukkan bahasa mati atau punah
    • * (asterisk) menunjukkan rekonstruksi bahasa proto.
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Asia
    Negara
    berdaulat
    Asia Tenggara
    • Brunei
    • Kamboja
    • Indonesia
    • Laos
    • Malaysia
    • Myanmar
    • Filipina
    • Singapura
    • Thailand
    • Timor Leste2
    • Vietnam
    Asia Timur
    • Jepang
    • Korea Selatan
    • Korea Utara
    • Mongolia
    • Tiongkok
    • Republik Tiongkok
    Asia Selatan
    • Afganistan
    • Bangladesh
    • Bhutan
    • India
    • Maladewa
    • Nepal
    • Pakistan
    • Sri Lanka
    Asia Tengah
    • Kazakhstan3
    • Kirgizstan
    • Tajikistan
    • Turkmenistan
    • Uzbekistan
    Asia Barat
    • Armenia1
    • Azerbaijan1
    • Bahrain
    • Siprus1
    • Georgia1
    • Irak
    • Iran
    • Israel
    • Yordania
    • Kuwait
    • Lebanon
    • Oman
    • Palestina
    • Qatar
    • Arab Saudi
    • Suriah
    • Turki3
    • Uni Emirat Arab
    • Yaman
    Lintas benua
    • Mesir3
    • Rusia3
    Negara dengan
    pengakuan terbatas
    • Abkhazia1
    • Republik Artsakh1
    • Ossetia Selatan1
    • Siprus Utara1
    • Republik Tiongkok
    Dependensi dan
    wilayah lain
    • Kepulauan Cocos (Keeling)
    • Hong Kong
    • Makau
    • Pulau Natal
    • Wilayah Samudra Hindia Britania
    1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
    Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
    Internasional
    • GND
    • FAST
    Nasional
    • Amerika Serikat
    • Prancis
    • Data BnF
    • Jepang
    • Republik Ceko
    • Swedia
    • Israel
    Lain-lain
    • Yale LUX

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Prasejarah
    3. Jepang Kuno
    4. Jepang Pertengahan Awal
    5. Jepang Pertengahan Akhir
    6. Jepang Modern
    7. Lafal vokal
    8. Penulisan bahasa Jepang
    9. Kana
    10. Kanji
    11. Tanda baca
    12. Angka dan Sistem Penghitungan
    13. Cara menghitung barang
    14. Tata bahasa
    15. Infleksi dan konjugasi
    16. Adjektiva
    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026