Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Tionghoa

Bahasa Tionghoa atau Bahasa Cina adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

kelompok bahasa dari rumpun bahasa Sinitik
Diperbarui 28 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Tionghoa
Artikel ini berisi tentang beragam bentuk bahasa Tionghoa. Untuk bahasa Tionghoa yang menjadi bahasa nasional Tiongkok dan Taiwan, lihat Bahasa Tionghoa Baku.
Lihat pula: Bahasa Mandarin
Bahasa Tionghoa
汉语/漢語code: zh is deprecated atau 中文code: zh is deprecated
Hànyǔ atau Zhōngwén
Hànyǔ (Bahasa Tionghoa) ditulis dalam aksara tradisional (kiri) dan sederhana (kanan)
Dituturkan diTiongkok Daratan, Taiwan, Jepang, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Kanada, Britania Raya, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Indonesia, Filipina, dan tempat-tempat lain dengan masyarakat Tionghoa perantauan yang signifikan
EtnisHan
Penutur
(1.200 milyar per 1984–2001)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 1.299.877.520
Rumpun bahasa
  • Sino-Tibet
    • Sinitik
      • Bahasa Tionghoa
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Rumpun bahasa Sino-Austronesia
      • Sino-Tibet Suntingan nilai di Wikidata
        • Bahasa Tionghoa
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Bentuk baku
    Putonghua
    Bahasa Kanton
    Dialek
    Mandarin
    Jin (terkadang dianggap sebagai dialek dari mandarin)
    Wu (termasuk orang Shanghai)
    Huizhou
    Gan
    Xiang
    Min (termasuk Amoy, Tiochiu, Fuzhou)
    Hakka
    Yue (termasuk Bahasa Kanton, Bahasa Taishan)
    Ping
    Sistem penulisan
    Aksara Tionghoa, zhuyin fuhao, Latin, Arab, Kiril, braille. Penggunaan kuno Aksara Phagspa.
    Status resmi
    Bahasa resmi di
     Tiongkok (sebagai Putonghua)

     Hong Kong (sebagai Kanton)
     Makau (sebagai Kanton)
     Taiwan (sebagai Guoyu)
     Singapura (sebagai Huayu)
    Myanmar Negara Wa, Burma
     Perserikatan Bangsa-Bangsa
    Organisasi Kerja Sama Shanghai

    Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara
    Diatur olehTiongkok Komite Kerja Bahasa dan Aksara Negara[3]
    Republik Tiongkok Komite Bahasa Nasional
    Singapura Dewan Promosi Bahasa Mandarin
    Malaysia Dewan Standardisasi Bahasa Tionghoa
    Kode bahasa
    ISO 639-1zh
    ISO 639-2chi (B)
    zho (T)
    ISO 639-3zho – kode inklusif
    Kode individual:
    cdo – Min Dong
    cjy – Jinyu
    cmn – Mandarin
    cpx – Pu Xian
    czh – Huizhou
    czo – Min Zhong
    gan – Gan
    hak – Hakka
    hsn – Xiang
    mnp – Min Bei
    nan – Bahasa Hokkian
    wuu – Wu
    yue – Yue
    och – Bahasa Tionghoa Kuno
    ltc – Bahasa Akhir Tengah
    lzh – Bahasa Klasik
    LINGUIST List
    LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
    chin
    Glottologsini1245
    Linguasfer79-AAA
    IETFzh
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Bahasa Tionghoa diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    Referensi: [4][5]

    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Sampel teks
    Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Tionghoa. Teks pada bagian atas ditulis menggunakan aksara Han Tradisional, sedangkan bagian bawah menggunakan Aksara Han Sederhana. (Teks)
    Aksara Han tradisional
    [nolin Teks penuh]

    人人生而自由,在尊嚴和權利上一律平等。他們賦有理性和良心,並應以兄弟關系的精神相對待

    Aksara Han sederhana
    人人生而自由,在尊严和权利上一律平等。他们赋有理性和良心,并应以兄弟关系的精神相对待。
    Teks tidak ditampilkan dengan benar?
    Terjemahan: ⓘ
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
    Alih aksara: 
    Rén rén shēng ér zìyóu, zài zūnyán hé quánlì shàng yīlǜ píngděng. Tāmen fùyǒu lǐxìng hé liángxīn, bìng yīng yǐ xiōngdì guānxì de jīngshén xiāng duìdài. (Pinyin)
    Sampel teks lainnya
    Sampel suara
    noicon
    (Bantuan • Berkas • Lainnya)

    Sampel suara bahasa ini, diambil dari Wikidata
    noicon
    (Bantuan • Berkas • Lainnya)
    Lokasi penuturan
    Peta dunia Sinofon

    Legenda:

    Negara-negara dengan bahasa Tionghoa sebagai bahasa utama, resmi, atau bahasa ibu
    Negara-negara dengan lebih dari 5.000.000 penutur bahasa Tionghoa
    Negara-negara dengan lebih dari 1.000.000 penutur bahasa Tionghoa
    Negara-negara dengan lebih dari 500.000 penutur bahasa Tionghoa
    Negara-negara dengan lebih dari 100.000 penutur bahasa Tionghoa
    Permukiman utama penutur bahasa Tionghoa
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 30°N 110°E / 30°N 110°E / 30; 110 Sunting di Wikidata
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak
    Artikel ini mengandung Teks Tionghoa. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan Karakter Tionghoa.

    Bahasa Tionghoa atau Bahasa Cina (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

    Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

    Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.

    Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis 文 (wén) dari bahasa lisan 语 (yǔ). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis 字 (zì) dan kata yang diucapkan 话 (huà). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).

    Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.

    Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.

    Hubungan antara bahasa Tionghoa lisan dan bahasa Tionghoa tulis

    Peta penyebaran dialek sinitik di dataran Tiongkok.

    Untuk informasi mengenai bahasa Tionghoa lisan dan tertulis, lihat bahasa Tionghoa lisan dan bahasa Tionghoa tertulis

    Hubungan antara bahasa Tionghoa lisan dan tertulis cukup kompleks. Kompleksitas hubungan ini makin dipersulit dengan adanya berbagai variasi bahasa Tionghoa lisan yang telah melewati evolusi selama berabad-abad sejak zaman akhir Dinasti Han. Meskipun begitu, bentuk tulisannya tidak mengalami perubahan yang besar.

    Hingga abad ke-20, sebagian besar tulisan Tionghoa formal berbentuk Tionghoa Klasik 文言 (Pinyin: wényán) yang sangat berbeda dari semua varian lisan Tionghoa seperti halnya bahasa Latin Klasik. Hal ini sangat berbeda dari bahasa Roman modern. Aksara Tionghoa yang lebih mirip dengan bahasa lisannya digunakan untuk menulis karya-karya informal seperti novel-novel yang mengandung bahasa sehari-hari.

    Sejak Gerakan 4 Mei (1919), standar formal tulisan Tionghoa adalah 白话 (Pinyin: báihuà) yaitu bahasa tionghoa vernakular atau bahasa sehari-hari yang mempunyai tata bahasa dan kosakata yang mirip, namun tidak sama dengan tata bahasa dan kosakata bahasa Tionghoa lisan modern. Meskipun hanya sedikit karya baru yang ditulis dalam bahasa Tionghoa Klasik, bahasa Tionghoa Klasik masih dipelajari di tingkat SMP dan SMU di Tiongkok dan menjadi bagian dari ujian masuk universitas.

    Aksara Tionghoa adalah karakter kata yang tidak berubah meskipun dalam berbagai dialek cara pengucapannya berbeda-beda. Dengan demikian, meskipun angka satu dalam bahasa Mandarin berbunyi "yī", sedangkan dalam bahasa Kantonis berbunyi "yat" dan dalam bahasa Hokkien bunyinya adalah "tsit/cit", semuanya berasal dari satu kata Tionghoa yang sama dan masih menggunakan satu karakter yang sama, yaitu: 一. Namun, cara penggunaan karakter tersebut tidak sama dalam setiap dialek Tionghoa. Kosakata yang digunakan dalam dialek-dialek tersebut juga telah diperluas. Selain itu, meski kosakata yang digunakan dalam karya sastra masih sering mempunyai persamaan antara dialek-dialek yang berbeda (setidaknya dalam penggunaan hurufnya karena cara bacanya berbeda), kosakata untuk bahasa sehari-hari sering kali mempunyai banyak perbedaan.

    Interaksi yang kompleks antara bahasa Tionghoa tertulis dan lisan bisa digambarkan melalui bahasa Kantonis. Terdapat dua bentuk standar yang digunakan untuk menulis bahasa Kantonis: Kantonis tertulis formal dan Kantonis tertulis biasa (bahasa sehari-hari). Kantonis tertulis formal sangat mirip dengan bahasa Tionghoa tertulis dan bisa dimengerti oleh seorang penutur bahasa Tionghoa tanpa banyak kesulitan, tetapi Kantonis tertulis formal cukup berbeda daripada Kantonis lisan. Kantonis tertulis biasa lebih mirip dengan Kantonis lisan tetapi sulit dimengerti oleh penutur bahasa Tionghoa yang belum terbiasa.

    Bahasa Kantonis mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan bahasa-bahasa daerah non-Tionghoa lainnya karena mempunyai bentuk tulisan standar yang digunakan secara luas. Bahasa-bahasa daerah lainnya tidak mempunyai bentuk tulisan standar alternatif seperti Kantonis namun mereka menggunakan huruf-huruf lokal atau menggunakan huruf-huruf yang dianggap kuno di "baihua".

    Selain bahasa diatas, ada pula jenis bahasa Tionghoa lain yang dituturkan seperti bahasa Hakka atau khek dan bahasa Tiochiu.

    Perkembangan bahasa Tionghoa

    Kategorisasi perkembangan bahasa Tionghoa masih menjadi perdebatan di antara para ahli-ahli bahasa. Salah satu sistem yang pertama diciptakan oleh ahli bahasa Swedia bernama Bernhard Karlgren; sistem yang sekarang dipakai merupakan revisi dari sistem ciptaannya.

    Bahasa Tionghoa Lama adalah bahasa yang umum pada zaman awal dan pertengahan dinasti Zhou (abad ke-11 hingga 7 SM) - hal ini dibuktikan dengan adanya ukiran pada artifak-artifak perunggu, puisi Shijing, sejarah Shujing, dan sebagian dari Yijing (I Ching). Tugas merekonstruksi Bahasa Tionghoa Lama dimulai oleh para filologis dinasti Qing. Unsur-unsur fonetis yang ditemukan dalam kebanyakan aksara Tionghoa juga menunjukkan tanda-tanda cara baca lamanya.

    Bahasa Tionghoa Pertengahan adalah bahasa yang digunakan pada zaman dinasti Sui, dinasti Tang dan dinasti Song (dari abad ke-7 hingga 10 Masehi). Bahasa ini dapat dibagi kepada masa awalnya - yang direfleksikan oleh tabel rima Qieyun 切韻 (601 M) dan masa akhirnya pada sekitar abad ke-10 - yang direfleksikan oleh tabel rima Guangyun 廣韻. Bernhard Karlgren menamakan masa ini sebagai 'Tionghoa Kuno'. Ahli-ahli bahasa yakin mereka dapat membuat rekonstruksi yang menunjukkan bagaimana bahasa Tionghoa Pertengahan diucapkan. Bukti cara pembacaan bahasa Tionghoa Pertengahan ini datang dari berbagai sumber: varian dialek modern, kamus-kamus rima, dan transliterasi asing. Sama seperti bahasa Proto-Indo-Eropa yang bisa direkonstruksi dari bahasa-bahasa Eropa modern, bahasa Tionghoa Pertengahan juga bisa direkonstruksi dari dialek-dialek modern. Selain itu, filologis Tionghoa zaman dulu telah berjerih payah dalam merangkum sistem fonetis Tionghoa melalui "tabel rima", dan tabel-tabel ini kini menjadi dasar karya ahli-ahli bahasa zaman modern. Terjemahan fonetis Tionghoa tehadap kata-kata asing juga memberikan banyak petunjuk tentang asal-muasal fonetis bahasa Tionghoa Pertengahan. Meskipun begitu, seluruh rekonstruksi bahasa tersebut bersifat sementara; para ahli telah membuktikan misalnya, melakukan rekonstruksi bahasa Kantonis modern dari rima-rima musik Kantonis (Cantopop) modern akan memberikan gambaran yang sangat tidak tepat mengenai bahasanya.

    Perkembangan bahasa Tionghoa lisan sejak masa-masa awal sejarah hingga sekarang merupakan perkembangan yang sangat kompleks. Klasifikasi di bawah menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok utama bahasa Tionghoa berkembang dari satu bahasa yang sama pada awalnya.

    Klasifikasi bahasa Tionghoa.

    Hingga pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang Tiongkok yang tinggal di Tenggara Tiongkok (Guangdong , Fujian , Hainan) tidak semua penduduknya dapat berbahasa Mandarin berbeda dengan orang orang yang tinggal di Barat daya Tiongkok (Yunnan, Guizhou, Sichuan) yang mana orang orang Han disana hanya menggunakan Bahasa Mandarin sekalipun dialeknya berbeda dengan yang ada di Beijing. Bagaimanapun juga, walaupun adanya campuran antara pejabat-pejabat dan penduduk biasa yang bertutur dalam berbagai dialek Tionghoa, Mandarin Nanjing menjadi dominan setidaknya pada masa dinasti Qing yang menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa resmi. Sejak abad ke-17, pihak Kekaisaran telah membentuk Akademi Orthoepi (正音書院 Zhengyin Shuyuan) sebagai upaya agar cara pembacaan mengikuti standar Beijing (Beijing adalah ibu kota Qing), tetapi upaya tersebut kurang berhasil. Mandarin Nanjing akhirnya digantikan penggunaannya di pengadilan kekaisaran dengan Mandarin Beijing dalam 50 tahun terakhir dinasti Qing pada akhir abad ke-19. Bagi para penduduk biasa, meskipun berbagai variasi bahasa Tionghoa telah dituturkan di Tiongkok pada waktu itu, bahasa Tionghoa yang standar masih belum ada. Penutur-penutur non-Mandarin di tenggara Tiongkok juga terus berkomunikasi dalam dialek-dialek daerah mereka dalam segala aspek kehidupan.

    Keadaan berubah dengan adanya (di Tiongkok dan Taiwan) sistem pendidikan sekolah dasar yang mempunyai komitmen dalam mengajarkan bahasa Mandarin. Hasilnya, bahasa Mandarin sekarang dituturkan dengan lancar oleh hampir semua orang-orang di Tiongkok Daratan, Taiwan dan sebagian Singapura. Di Hong Kong, bahasa pendidikan masih tetap bahasa Kantonis namun Mandarin juga tetap digunakan secara luas.

    Bilangan dalam bahasa Tionghoa dengan bahasa Indonesia

    Keterangan:

    1. èr dan liǎng merupakan angka 2. yang membedakan èr untuk dua digit angka (contoh: 302, 122 dan 242) dan liǎng untuk tiga atau lebih digit angka (contoh: 248, 2239 dan 29252)
    2. líng
    BilanganHanyiBahasa Tionghoa BakuBahasa Indonesia
    0零língnol
    1一yīsatu
    2二èrdua
    3三sāntiga
    4四sìempat
    5五wǔlima
    6六liùenam
    7七qītujuh
    8八bādelapan
    9九jiǔsembilan
    10十shísepuluh
    11十一shí yīsebelas
    20二十èr shídua puluh
    22二十二èr shí èrdua puluh dua
    30三十sān shítiga puluh
    40四十sì shíempat puluh
    50五十wǔ shílima puluh
    60六十liù shíenam puluh
    70七十qī shítujuh puluh
    80八十bā shídelapan puluh
    90九十jiǔ shísembilan puluh
    100百bǎiseratus
    101百零一bǎi líng yīseratus satu
    200两百liǎng bǎidua ratus
    500五百wǔ bǎiseratus satu
    736七百三十六qī bǎi sān shí liùtujuh ratus tiga puluh enam
    1.000千qiānseribu
    2.000两千liǎng qiāndua ribu
    10.000万wànsepuluh ribu
    20.000两万liǎng wàndua ribu
    100.000十万shí wànseratus ribu
    1.000.000百万bǎi wànsatu juta
    10.000.000千万qiān wànsepuluh juta
    100.000.000jíseratus juta
    1.000.000.000shí jísatu miliar
    1.000.000.000.000zhàosatu triliun

    Lihat pula

    • Bahasa Tionghoa Kuno
    • Bahasa Tionghoa lisan
    • Bahasa Tionghoa tertulis
    • Bahasa Tionghoa semu
    • Aksara Tionghoa
    • Bahasa Mandarin
    • Bahasa Hokkien
    • Bahasa Kantonis
    • Daftar kata serapan dari bahasa Tionghoa dalam bahasa Indonesia
    • Daftar teman palsu Tionghoa–Jepang

    Referensi

    1. ↑ Lewis, Simons & Fennig (2015).
    2. ↑ Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 25, 19), Dallas: SIL International, ISSN 1946-9675, OCLC 43349556, OL 20243680W, Wikidata Q14790
    3. ↑ china-language.gov.cn (Tionghoa)
    4. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    5. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    • Hannas, William. C. 1997. Asia's Orthographic Dilemma. University of Hawaii Press. ISBN 0-8248-1892-X (paperback); ISBN 0-8248-1842-3 (hardcover)
    • DeFrancis, John. 1990. The Chinese Language: Fact and Fantasy. Honolulu: University of Hawaii Press. ISBN 0-8248-1068-6
    • Norman, Jerry. 1988. Chinese. New York, NY: Cambridge University Press. ISBN 0-521-22809-3 (hardcover).

    Pranala luar

    Wikipedia juga mempunyai edisi Bahasa Tionghoa
    • (Inggris) Aku cinta bahasa Tionghoa.
    • (Inggris) Belajar bahasa Tionghoa.
    • (Indonesia) Kamus bahasa Tionghoa (dalam bahasa Indonesia, Hanzi yang Disederhanakan, Hanzi Tradisional)

    Templat:Navbox

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Hubungan antara bahasa Tionghoa lisan dan bahasa Tionghoa tulis
    2. Perkembangan bahasa Tionghoa
    3. Bilangan dalam bahasa Tionghoa dengan bahasa Indonesia
    4. Lihat pula
    5. Referensi
    6. Pranala luar
    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026