Makau, atau secara resmi disebut Daerah Administratif Khusus Makau Republik Rakyat Tiongkok (Hanzi: 中華人民共和國澳門特別行政區, bahasa Portugis: Região Administrativa Especial de Macau da República Popular da Chinacode: pt is deprecated adalah sebuah kota dan daerah administratif khusus di Republik Rakyat Tiongkok yang berada di bagian barat Delta Sungai Mutiara yang bermuara di Laut Tiongkok Selatan. Dengan populasi sekitar 680,000 dan luas mencapai 329 km2, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu wilayah yang memiliki penduduk terpadat di dunia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daerah Administratif Khusus Makau Republik Rakyat Tiongkok
| |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Lagu kebangsaan: "Barisan Para Sukarelawan" 義勇軍進行曲code: zh is deprecated Yihyúhnggwān Jeunhàhngkūk Marcha dos Voluntárioscode: pt is deprecated | |||||||
Puspa bangsa: Nelumbo nucifera 蓮花code: zh is deprecated Līnfàa lótus, flor-de-lótus, loto-índico, lótus-índico | |||||||
Lokasi Makau | |||||||
![]() | |||||||
| Ibu kota | Tidak ada[a] | ||||||
| Bahasa resmi | |||||||
| Bahasa daerah | Bahasa Kanton[b] | ||||||
| Aksara resmi | Hanzi Tradisional[c] Ortografi Portugis | ||||||
| Kelompok etnik (2016) | 88,4% Han 4,6% Filipino 2,4% Vietnam 1,8% Portugis atau Makau 2,8% lainnya[1] | ||||||
| Demonim | Macanese | ||||||
| Pemerintahan | Mendelegasikan sistem yang dipimpin eksekutif dalam sebuah republik sosialis | ||||||
| Ho Iat Seng | |||||||
| Cheong Weng Chon | |||||||
| Lionel Leong | |||||||
| Wong Sio Chak | |||||||
| Kou Hoi In | |||||||
| Sam Hou Fai | |||||||
| Legislatif | Legislative Assembly | ||||||
| Perwakilan Nasional | |||||||
| 12 wakil (dari 2.924 orang) | |||||||
| 29 delegasi[2] | |||||||
| Daerah administratif khusus dalam bingkai Republik Rakyat Cina | |||||||
| 1557 | |||||||
| 1 Desember 1887 | |||||||
| 26 Maret 1987 | |||||||
| 20 Desember 1999 | |||||||
| Luas | |||||||
- Total | 118 km2 | ||||||
| 73,7 | |||||||
| Populasi | |||||||
- Perkiraan 2021 | 686.607 | ||||||
| 21.340/km2 (1) | |||||||
| PDB (KKB) | 2020 | ||||||
- Total | |||||||
| PDB (nominal) | 2020[3] | ||||||
- Total | |||||||
| Gini (2013) | 35[4] sedang | ||||||
| IPM (2019) | sangat tinggi · 17 | ||||||
| Mata uang | Pataca Makau (MOP$) ( MOP) | ||||||
| Zona waktu | Waktu Standar Makau (MST) (UTC+8) | ||||||
| Format tanggal | dd-mm-yyyy yyyy年mm月dd日code: zh is deprecated | ||||||
| Lajur kemudi | kiri | ||||||
| Kode telepon | +853 | ||||||
| Kode ISO 3166 | MO | ||||||
| Ranah Internet | |||||||
| |||||||
| Makau | |||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nama Tionghoa | |||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 澳門code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 澳门code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||
| Makna harfiah: | Gerbang Teluk | ||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| Wilayah Administratif Khusus Makau | |||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 澳門特別行政區 (atau 澳門特區)code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 澳门特别行政区 (atau 澳门特区)code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||
| Nama Portugis | |||||||||||||||||||||||||||
| Portugis: | Região Administrativa Especial de Macau [ʁɨʒiˈɐ̃w̃ ɐdminiʃtɾɐˈtivɐ (ɨ)ʃpɨsiˈaɫ dɨ mɐˈkaw] | ||||||||||||||||||||||||||
| Makau | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 澳門code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 澳门code: zh is deprecated | ||||||
| |||||||
Makau (/məˈkaʊ/ ⓘ; 澳門code: zh is deprecated , Tionghoa Yue: [ōu.mǔːn]; bahasa Portugis: [mɐˈkaw]), atau secara resmi disebut Daerah Administratif Khusus Makau Republik Rakyat Tiongkok (Hanzi: 中華人民共和國澳門特別行政區, bahasa Portugis: Região Administrativa Especial de Macau da República Popular da Chinacode: pt is deprecated (RAEM) adalah sebuah kota dan daerah administratif khusus di Republik Rakyat Tiongkok yang berada di bagian barat Delta Sungai Mutiara yang bermuara di Laut Tiongkok Selatan. Dengan populasi sekitar 680,000[6] dan luas mencapai 329 km2 (127 sq mi), menjadikan wilayah ini sebagai salah satu wilayah yang memiliki penduduk terpadat di dunia.
Makau adalah salah satu dari 4 wilayah administrasi Tiongkok, Makau juga disebut "makhao".
Selama Dinasti Qin (221–206 SM), wilayah ini berada di bawah yurisdiksi Kabupaten Panyu, Prefektur Nanhai, provinsi Guangdong.[7][8] Wilayah ini pertama kali diketahui dihuni pada masa Dinasti Han.[9] Pada masa Dinasti Jin (266–420 M), wilayah ini termasuk dalam Prefektur Dongguan, lalu berpindah antara kendali Nanhai dan Dongguan pada dinasti berikutnya. Pada tahun 1152, di masa Dinasti Song (960–1279 M), wilayah ini menjadi bagian dari Kabupaten Xiangshan yang baru.[7] Sekitar tahun 1277, sekitar 50.000 pengungsi dari penaklukan Mongol menetap di daerah pesisir.[8][10]
Penjelajah Jorge Álvares menjadi orang Eropa pertama yang tiba di Tiongkok melalui laut pada tahun 1513.[11] Para pedagang mendirikan pos dagang pertama di perairan Hong Kong, tepatnya di Tamão (sekarang Tuen Mun), dan mulai berdagang dengan pemukiman di Tiongkok selatan.[11] Setelah para pedagang Portugis diusir pada 1521, terjadi bentrokan antara armada Ming dan Portugis.[12] Meskipun ada larangan dagang, Portugis terus mencoba menetap di wilayah muara Sungai Mutiara, hingga akhirnya mereka menempati Makau.[12]
Dalam upaya awal mereka memperoleh pos dagang dengan kekerasan, Portugis dikalahkan oleh pasukan Ming di Pertempuran Tunmen (Tuen Mun) tahun 1521, kehilangan dua kapal. Mereka juga kalah di Pertempuran Sincouwaan dekat Pulau Lantau, serta mengalami kekalahan lain di Shuangyu (1548) dan Dongshan (1549), di mana beberapa Portugis ditangkap.
Kemudian Portugis kembali secara damai dan memperkenalkan diri sebagai bangsa Portugis, bukan “Franks”, dalam perjanjian Luso-Tiongkok (1554). Mereka menyewa Makau sebagai pos dagang dengan membayar ratusan tahil perak per tahun kepada Dinasti Ming.[13] Hubungan dagang resmi dipulihkan pada 1554, dan Portugal memperoleh hak sewa permanen atas Makau pada 1557 dengan pembayaran tahunan 500 tahil perak.[14][15]
Makau menjadi persinggahan penting di jalur laut antara Jepang dan dunia. Karena gagal membangun hubungan dagang besar dengan Tiongkok, Portugis fokus berdagang dengan Jepang.[16] Keuskupan Katolik Roma Makau dibentuk pada 1576, dan Dewan Kota Makau didirikan pada 1583 untuk mengatur urusan pemerintahan.[17] Pada akhir abad ke-16, Makau mencapai masa kejayaannya sebagai pusat pergudangan utama, terutama dalam perdagangan sutra Tiongkok ke Jepang pada masa perdagangan Nanban.[18]
Meskipun awalnya dilarang membangun benteng, Portugis mendirikan Fortaleza do Monte untuk menghadapi serangan Belanda. Upaya Belanda merebut kota pada Pertempuran Makau (1622) gagal total.[19] Namun, Makau mulai menurun pada 1640-an setelah Jepang menutup perdagangan (1639)[20] dan Portugis kehilangan Melaka kepada Belanda (1641).[21][22][23]
Perdagangan maritim dengan Tiongkok dilarang pada 1644 di bawah kebijakan Haijin setelah berdirinya Dinasti Qing, kecuali dalam skala kecil di Makau.[24] Setelah larangan dicabut oleh Kaisar Kangxi pada 1684, perdagangan kembali dibatasi melalui Sistem Kanton pada 1757.[25] Kapal asing diwajibkan singgah di Makau sebelum ke Kanton.[26] Pemerintah Qing meningkatkan kendali atas Makau; sejak 1740-an, penduduk Tionghoa tunduk pada pengadilan Qing dan pembangunan baru harus disetujui pejabat mandarin.[27] Saat perdagangan opium meningkat, Makau kembali menjadi titik penting menuju Tiongkok.[28]
Setelah Perang Candu Pertama dan berdirinya Hong Kong oleh Inggris, peran Makau sebagai pelabuhan utama menurun.[29] Industri utama saat itu adalah petasan, dupa, teh, dan tembakau.[30][31] Memanfaatkan kelemahan Tiongkok pascaperang, Portugal menegaskan kedaulatannya: mulai 1840-an, Gubernur Makau menolak membayar sewa tahunan kepada Tiongkok,[32] dan kemudian mencaplok Taipa (1851) serta Coloane (1864).[33] Portugal juga menduduki Lapa dan Montanha, meski dikembalikan ke Tiongkok pada 1887 ketika hak pendudukan permanen atas Makau disahkan lewat Perjanjian Beijing. Perjanjian ini juga melarang Portugal menyerahkan Makau tanpa persetujuan Tiongkok.[34] Status Makau tetap sama meski terjadi revolusi republik di Portugal (1910) dan Tiongkok (1911).[35] Pemerintah Kuomintang kembali menegaskan yurisdiksi Portugal atas Makau lewat renegosiasi Perjanjian Beijing tahun 1928.[35]
Selama Perang Dunia II, Jepang tidak menduduki Makau dan menghormati netralitas Portugal, meskipun pada 1943 mereka menempatkan “penasihat” pemerintah setelah merebut kapal Inggris di perairan Makau. Wilayah ini hampir tidak terkena pertempuran, kecuali pada 1945 ketika Amerika Serikat membom Makau karena pemerintah kolonial hendak menjual bahan bakar pesawat ke Jepang. AS kemudian membayar ganti rugi lebih dari US$20 juta kepada Portugal pada 1950.[36]
Setelah Perang Saudara Tiongkok, banyak pengungsi dari daratan masuk ke Makau, mendorong pertumbuhan industri tekstil, pariwisata, dan kasino legal.[37] Namun pada masa Revolusi Kebudayaan, ketidakpuasan publik memicu kerusuhan besar “Insiden 12-3” tahun 1966 yang menewaskan 8 orang dan melukai lebih dari 200. Setelah itu, Portugal kehilangan kendali penuh dan harus bekerja sama dengan Partai Komunis Tiongkok.[38]
Pasca Revolusi Anyelir (1974), Portugal secara resmi mengakui Makau sebagai “wilayah Tiongkok di bawah administrasi Portugis”.[39] Setelah Tiongkok menyelesaikan perjanjian serupa dengan Inggris untuk Hong Kong, negosiasi dengan Portugal dimulai pada 1986.
Hasilnya adalah Deklarasi Bersama Tiongkok–Portugal tahun 1987, di mana Portugal setuju menyerahkan Makau pada 1999 dan Tiongkok menjamin sistem politik serta ekonomi Makau selama 50 tahun setelah penyerahan.[40] Menjelang penyerahan, Makau berkembang pesat dengan proyek besar seperti Bandara Internasional Makau dan pelabuhan kontainer terbaru.[41] Serah terima Makau resmi berlangsung pada tengah malam 20 Desember 1999, menandai berakhirnya 442 tahun kekuasaan Portugis.[42]
Setelah penyerahan, Makau membuka industri kasinonya bagi investor asing, memicu pertumbuhan ekonomi pesat. Antara 2002–2014, ekonomi Makau tumbuh dua digit per tahun, menjadikannya salah satu wilayah terkaya di dunia per kapita.[43] Perdebatan politik berfokus pada otonomi wilayah dan penerapan prinsip “satu negara, dua sistem”. Meski beberapa isu seperti undang-undang keamanan nasional kontroversial, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi.[44] Kwong dan Wong[45] mencatat, “Kasus Makau menunjukkan bahwa ukuran wilayah yang kecil memudahkan pemerintah pusat mengontrol politik, membatasi pluralisme, dan menguasai opini publik—semua ini memperkuat kestabilan rezim."

Makau terbagi menjadi 4 divisi yaitu:
Keempat divisi ini memiliki sejumlah wilayah yang setingkat dengan kecamatan yang meliputi
| Divisi | Subbagian |
|---|---|
| Metro Makau | Paroki Bunda Maria Fatima |
| Paroki Santo Antonius | |
| Paroki Santo Lazarus | |
| Paroki Santa Laurensius | |
| Paroki Katedral | |
| Pulau Taipa | Paroki Maria Bunda Karmel |
| Pulau Cotai[46] | |
| Pulau Coloane | Paroki Santo Fransiskus Xavier |
| Cari tahu mengenai Macau pada proyek-proyek Wikimedia lainnya: | |
| Definisi dan terjemahan dari Wiktionary | |
| Gambar dan media dari Commons | |
| Berita dari Wikinews | |
| Kutipan dari Wikiquote | |
| Teks sumber dari Wikisource | |
| Buku dari Wikibuku | |