Aksara Han sederhana, atau Hanzi sederhana adalah salah satu dari dua jenis aksara standar bahasa Tionghoa tertulis kontemporer. Jenis lainnya adalah Hanzi tradisional atau aksara Han tradisional. Hanzi sederhana adalah aksara Tionghoa yang disederhanakan secara resmi oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dalam usaha meningkatkan kemampuan baca-tulis. Namun dalam perkembangannya penyederhanaan ini justru banyak menimbulkan kerancuan dengan pembaca tradisional dan menghilangkan keindahan artistik hurufnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Han sederhana | |
|---|---|
| Jenis aksara | |
| Bahasa | Tionghoa |
| Disiarkan | |
Periode | 1956–sekarang |
| Aksara resmi | |
| Arah penulisan | Varies (modern: kiri ke kanan, tradisional: atas ke bawah, dari kolom sebelah kanan) |
| Aksara terkait | |
Silsilah | |
Aksara kerabat | |
| ISO 15924 | |
| ISO 15924 | Hans, 501 |
| Aksara Han sederhana | |||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi sederhana: | 简化字code: zh is deprecated | ||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 簡化字code: zh is deprecated | ||||||||||||||
| |||||||||||||||
| Bentuk alternatif | |||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 简体字code: zh is deprecated | ||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 簡體字code: zh is deprecated | ||||||||||||||
| |||||||||||||||

Aksara Han sederhana (Hanzi sederhana: 简体字; Hanzi tradisional: 簡體字; Pinyin: Jiǎntǐzì), atau Hanzi sederhana (Hanzi sederhana: 简化字; Hanzi tradisional: 簡化字; Pinyin: Jiǎnhuàzì) adalah salah satu dari dua jenis aksara standar bahasa Tionghoa tertulis kontemporer. Jenis lainnya adalah Hanzi tradisional atau aksara Han tradisional. Hanzi sederhana adalah aksara Tionghoa yang disederhanakan secara resmi oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dalam usaha meningkatkan kemampuan baca-tulis. Namun dalam perkembangannya penyederhanaan ini justru banyak menimbulkan kerancuan dengan pembaca tradisional dan menghilangkan keindahan artistik hurufnya.
Meski ia tidak secara eksplisit merujuk kepada aksara-aksara yang telah disederhanakan, kata-kata Tionghoa guifan hanzi (规范汉字), yang berarti "aksara Tionghoa yang telah distandarkan", biasanya merujuk kepadanya.
Aksara Tionghoa yang digunakan sebelum penyederhanaan ini umumnya dipanggil aksara Tionghoa tradisional dan masih digunakan secara luas.
叠(疊), fù 覆, xiàng 像, luō 囉 (Analogi disederhanakan menjadi 啰) tidak lagi disederhanakan menjadi dié 迭, fù 复, xiàng 象 dan luō 罗.
Aksara Tionghoa yang Disederhanakan dikembangkan melalui satu daripada ketiga cara berikut ini:
| A | 风〔風〕 | 卢〔盧〕 | 属〔屬〕 | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 爱〔愛〕 | G | 虏〔虜〕 | 双〔雙〕 | |||
| B | 冈〔岡〕 | 卤〔鹵、滷〕 | 肃〔肅〕 | |||
| 罢〔罷〕 | 广〔廣〕 | 录〔録〕 | 岁〔歲〕 | |||
| 备〔備〕 | 归〔歸〕 | 虑〔慮〕 | 孙〔孫〕 | |||
| 贝〔貝〕 | 龟〔龜〕 | 仑〔侖〕 | T | |||
| 笔〔筆〕 | 国〔國〕 | 罗〔羅〕 | 条〔條〕 | |||
| 毕〔畢〕 | 过〔過〕 | M | W | |||
| 边〔邊〕 | H | 马〔馬〕 | 万〔萬〕 | |||
| 宾〔賓〕 | 华〔華〕 | 买〔買〕 | 为〔為〕 | |||
| C | 画〔畫〕 | 卖〔賣〕 | 韦〔韋〕 | |||
| 参〔參〕 | 汇〔匯、彙〕 | 麦〔麥〕 | 乌〔烏〕 | |||
| 仓〔倉〕 | 会〔會〕 | 门〔門〕 | 无〔無〕 | |||
| 产〔產〕 | J | 黾〔黽〕 | X | |||
| 长〔長〕 | 几〔幾〕 | N | 献〔獻〕 | |||
| 尝〔嘗〕 | 夹〔夾〕 | 难〔難〕 | 乡〔鄉〕 | |||
| 车〔車〕 | 戋〔戔〕 | 鸟〔鳥〕 | 写〔寫〕 | |||
| 齿〔齒〕 | 监〔監〕 | 聂〔聶〕 | 寻〔尋〕 | |||
| 虫〔蟲〕 | 见〔見〕 | 宁〔寧〕 | Y | |||
| 刍〔芻〕 | 荐〔薦〕 | 农〔農〕 | 亚〔亞〕 | |||
| 从〔從〕 | 将〔將〕 | Q | 严〔嚴〕 | |||
| 窜〔竄〕 | 节〔節〕 | 齐〔齊〕 | 厌〔厭〕 | |||
| D | 尽〔盡、儘〕 | 岂〔豈〕 | 尧〔堯〕 | |||
| 达〔達〕 | 进〔進〕 | 气〔氣〕 | 业〔業〕 | |||
| 带〔帶〕 | 举〔擧〕 | 迁〔遷〕 | 页〔頁〕 | |||
| 单〔單〕 | K | 佥〔僉〕 | 义〔義〕 | |||
| 当〔當、噹〕 | 壳〔殻〕 | 乔〔喬〕 | 艺〔藝〕 | |||
| 党〔黨〕 | L | 亲〔親〕 | 阴〔陰〕 | |||
| 东〔東〕 | 来〔來〕 | 穷〔窮〕 | 隐〔隱〕 | |||
| 动〔動〕 | 乐〔樂〕 | 区〔區〕 | 犹〔猶〕 | |||
| 断〔斷〕 | 离〔離〕 | S | 鱼〔魚〕 | |||
| 对〔對〕 | 历〔歷、曆〕 | 啬〔嗇〕 | 与〔與〕 | |||
| 队〔隊〕 | 丽〔麗〕 | 杀〔殺〕 | 云〔雲〕 | |||
| E | 两〔兩〕 | 审〔審〕 | Z | |||
| 尔〔爾〕 | 灵〔靈〕 | 圣〔聖〕 | 郑〔鄭〕 | |||
| F | 刘〔劉〕 | 师〔師〕 | 执〔執〕 | |||
| 发〔發、髮〕 | 龙〔龍〕 | 时〔時〕 | 质〔質〕 | |||
| 丰〔豐〕 | 娄〔婁〕 | 寿〔壽〕 | 专〔專〕 |

Undang-Undang Republik Rakyat Tiongkok tentang Bahasa dan Aksara Nasional menyatakan bahwa aksara sederhana adalah huruf standar di Tiongkok Daratan. Namun, aksara tradisional tetap digunakan untuk keperluan tertentu seperti upacara, kegiatan budaya seperti kaligrafi, dekorasi, publikasi dan buku sastra klasik atau puisi, serta untuk kepentingan penelitian. Aksara tradisional juga masih banyak terlihat pada bangunan yang berdiri sebelum penyebaran aksara sederhana, misalnya gedung pemerintahan lama, tempat ibadah, institusi pendidikan, dan monumen bersejarah. Selain itu, aksara tradisional sering dimanfaatkan untuk tujuan komersial, seperti papan nama toko dan iklan.
Dalam kerangka satu negara dua sistem, pemerintah RRT tidak memaksakan penggunaan aksara sederhana di Hong Kong dan Makau. Sebaliknya, untuk publikasi yang ditujukan kepada masyarakat Hong Kong, Makau, Taiwan, maupun komunitas Tionghoa perantauan, RRT cenderung menggunakan aksara tradisional. Contohnya, Harian Rakyat memiliki edisi cetak dalam aksara tradisional, dan baik Harian Rakyat maupun Xinhua menyediakan versi situs web beraksara tradisional dengan pengkodean Big5. Perusahaan Tiongkok daratan yang menjual produk ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan juga menggunakan aksara tradisional agar sesuai dengan konsumennya, dan hal yang sama berlaku sebaliknya.
Kamus yang diterbitkan di Tiongkok Daratan umumnya memuat aksara sederhana beserta pasangan tradisionalnya. Sementara itu, di media digital, banyak fenomena budaya yang diimpor dari Hong Kong dan Taiwan ke Tiongkok Daratan—seperti video musik, karaoke, film dengan teks terjemahan, dan drama bersubtitel—masih menggunakan aksara tradisional.
Buku pelajaran, pernyataan resmi, dan surat kabar di Hong Kong tidak menunjukkan tanda-tanda beralih ke aksara sederhana, termasuk media yang dibiayai negara. Meski begitu, terdapat kondisi di mana siswa di Hong Kong terkadang memilih menulis dengan aksara sederhana, misalnya ketika mencatat atau mengerjakan ujian, karena lebih cepat ditulis.
Dalam pendidikan formal, masyarakat Hong Kong umumnya mempelajari aksara tradisional, sementara pemahaman terhadap aksara sederhana biasanya diperoleh secara tidak langsung, terutama melalui konsumsi media dari Tiongkok Daratan. Untuk penggunaan komputer, mereka cenderung mengetik dengan IME (Input Method Editor) yang berbasis aksara tradisional, seperti Big5. Meski demikian, di Hong Kong maupun di tempat lain, cukup umum untuk menggunakan kedua sistem aksara, sebab konversi antara aksara tradisional dan sederhana relatif mudah dilakukan.
Aksara sederhana tidak digunakan dalam kapasitas resmi apa pun di Taiwan, termasuk pada publikasi pemerintah maupun dokumen sipil. Meski demikian, aksara sederhana kadang muncul dalam konteks tertentu seperti kaligrafi atau tulisan tangan informal.[2] Secara hukum, impor dan distribusi publikasi yang dicetak dengan aksara sederhana juga diperbolehkan di Taiwan.
Menariknya, ada pula bentuk-bentuk sederhana tertentu yang sudah digunakan sejak sebelum abad ke-20 dan kini tetap umum dipakai. Contohnya adalah karakter 台 pada nama "Taiwan", yang sering digunakan berdampingan bahkan menyaingi bentuk ortodoksnya, 臺, baik dalam publikasi maupun konteks akademis.
Di Singapura, di mana Mandarin merupakan salah satu bahasa resmi, aksara sederhana ditetapkan sebagai standar resmi dan digunakan luas dalam publikasi pemerintah maupun pers yang dikendalikan negara. Aksara sederhana juga diajarkan secara eksklusif di sekolah-sekolah. Meski begitu, pemerintah tidak melarang penggunaan aksara tradisional, bahkan orang tua masih diberi pilihan apakah nama anak mereka akan didaftarkan dengan aksara sederhana atau tradisional. Aksara tradisional tetap banyak digunakan, terutama oleh generasi yang lebih tua, serta umum dijumpai pada papan iklan, menu warung, dekorasi, hingga media massa. Program televisi, buku, majalah, dan musik impor dari Hong Kong dan Taiwan yang menggunakan aksara tradisional juga beredar luas. Di hawker centre dan kedai kopi, papan nama maupun menu masih kerap ditulis dengan aksara tradisional.[3]
Di Malaysia, Mandarin bukan bahasa resmi, tetapi lebih dari 90% siswa etnis Tionghoa bersekolah di sekolah berbahasa Mandarin yang sejak 1981 mengajarkan aksara sederhana. Walau demikian, aksara tradisional masih banyak dipakai, terutama oleh kalangan yang lebih tua, dan terlihat cukup luas pada papan iklan—bahkan lebih menonjol dibanding di Singapura. Surat kabar berbahasa Mandarin di Malaysia biasanya mengambil jalan tengah: menggunakan aksara tradisional pada judul artikel, sementara isi berita ditulis dengan aksara sederhana.
Di Indonesia, Mandarin juga bukan bahasa resmi, tetapi terdapat komunitas Tionghoa yang cukup besar. Sama seperti di Malaysia, pendidikan Mandarin umumnya diberikan di sekolah-sekolah khusus yang hampir seluruhnya menggunakan aksara sederhana. Aksara tradisional jarang dipakai dan biasanya hanya muncul untuk tujuan estetika atau gaya, misalnya pada papan nama toko atau dekorasi tertentu.
Dalam aplikasi teks komputer, skema pengarsiran GB adalah yang paling sering digunakan untuk mengarsir aksara Tionghoa sederhana.
Terdapat perselisihan yang terjadi antara pengguna Aksara Han terkait dengan pengenalan Aksara Han yang disederhanakan. Penulis Liu Shahe yang merupakan seorang kritikus vokal penyederhanaan Aksara Han, menulis kolom khusus berjudul "Karakter yang Disederhanakan Tidak Masuk Akal" (简化字不讲理) dalam Financial Times edisi bahasa Mandarin.