Aksara atau sistem penulisan adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya untuk mengungkapkan unsur-unsur yang ekspresif dalam suatu bahasa. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah sistem tulisan. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb. Satuan aksara disebut glif.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Aksara atau sistem penulisan adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya (batu, kayu, kain, dll) untuk mengungkapkan unsur-unsur yang ekspresif dalam suatu bahasa. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah sistem tulisan. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb. Satuan aksara disebut glif.
"Aksara" secara etimologis berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu akṣara (Dewanagari: अक्षर), yang bisa berarti 'huruf',[1] 'bunyi',[2] atau 'vokal'.[3] Aksara juga dapat berarti "tak termusnahkan", yang berasal dari kata a+kṣara. Awalan a- (अ) berarti 'tidak', sedangkan kṣara (क्षर) berarti 'termusnahkan'.[4] Aksara dianggap sebagai sesuatu yang kekal karena berperan dalam mendokumentasikan dan mengabadikan peristiwa komunikasi dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, kesuraman dan kejayaan masa lalu dapat dijamah kembali melalui bukti-bukti literal.[5]
Istilah lain untuk menyebut aksara adalah huruf atau abjad (bahasa Arab), yang dimengerti sebagai lambang bunyi bahasa (fonem). Sedangkan bunyi itu sendiri adalah lambang pengertian yang, menurut catatan sejarah secara garis besar terdiri dari kategori (Kartakusuma 2003):