Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara Sunda Baku

Aksara Sunda Baku adalah sistem penulisan yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Sunda kontemporer, ia juga merupakan hasil penyesuaian Aksara Sunda Kuno. Saat ini Aksara Sunda Baku juga lazim disebut dengan sebutan Aksara Sunda. Karena susunan aksara konsonannya (ka-ga-nga), aksara ini sering keliru diidentifikasi sebagai Aksara Kaganga dari daerah Sumatera bagian Selatan dan Bengkulu.

Aksara yang digunakan untuk menulis Bahasa Sunda
Diperbarui 13 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

"Aksara Sunda" beralih ke halaman ini. Untuk bentuk lain aksara Sunda, lihat Aksara Sunda (disambiguasi).
Aksara Sunda
ᮃᮊ᮪ᮞᮛ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ
Huruf-huruf konsonan dasar dalam aksara Sunda. Huruf konsonan baru tidak dimasukkan.
Jenis aksara
Abugida
BahasaSunda
Periode
sekitar abad ke-17 hingga sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
  • Abjad Proto-Sinai
    • Abjad Fenisia
      • Abjad Aramea
        • Aksara Brahmi
    Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
    • Aksara Pallawa
      • Aksara Kawi
        • Aksara Sunda Kuno
          • Aksara Sunda
    Aksara kerabat
    Bali
    Batak
    Baybayin
    Bugis
    Incung
    Jawa
    Lampung
    Makassar
    Sunda
    Ulu
    ISO 15924
    ISO 15924Sund, 362 Sunting ini di Wikidata, ​Sunda
    Pengkodean Unicode
    Nama Unicode
    Sundanese
    Rentang Unicode
    U+1B80–U+1BBF
    U+1CC0–U+1CCF
     Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

    Aksara Sunda Baku (ᮃᮊ᮪ᮞᮛ  ᮞᮥᮔ᮪ᮓ  ᮘᮊᮥ) adalah sistem penulisan yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Sunda kontemporer, ia juga merupakan hasil penyesuaian Aksara Sunda Kuno. Saat ini Aksara Sunda Baku juga lazim disebut dengan sebutan Aksara Sunda. Karena susunan aksara konsonannya (ka-ga-nga), aksara ini sering keliru diidentifikasi sebagai Aksara Kaganga (Surat Ulu) dari daerah Sumatera bagian Selatan dan Bengkulu.

    Sejarah

    Lihat pula: Aksara Sunda Kuno
    Perbandingan aksara Kawi, aksara Sunda kuno, dan aksara Sunda baku

    Keterampilan masyarakat dalam menulis di wilayah Sunda telah diketahui sejak sekitar abad ke-5 Masehi, pada masa Kerajaan Tarumanagara. Hal tersebut terungkap dalam prasasti-prasasti yang sebagian besar dibahas oleh Kern (1917) dalam bukunya yang berjudul Versvreide Beschriften; Inschripties Van Den Indischen Archipel.[1]

    Pada akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, para peneliti asing, seperti K. F. Holle dan C. M. Pleyte, serta peneliti pribumi, seperti Atja dan E. S. Ekadjati, mulai meneliti keberadaan prasasti dan naskah kuno yang menggunakan Aksara Sunda Kuno. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, pada akhir abad ke-20 mulai muncul kesadaran akan keberadaan Aksara Sunda sebagai identitas khas masyarakat Sunda.[1]

    Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menetapkan Perda No. 6 tahun 1996 tentang Pelestarian, Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda yang kelak digantikan oleh Perda No. 5 tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah kemudian digantikan dengan Perda No. 14 Tahun 2014.[2]

    Pada tanggal 21 Oktober 1997, diadakan Lokakarya Aksara Sunda di Kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor yang diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Jawa Barat dengan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (sekarang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran). Kemudian hasil rumusan lokakarya tersebut dikaji oleh Tim Pengkajian Aksara Sunda. Dan akhirnya pada tanggal 16 Juni 1999 keluar Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor 343/SK.614-Dis.PK/99 yang menetapkan bahwa hasil lokakarya serta pengkajian tim tersebut diputuskan sebagai Aksara Sunda Baku.

    Penggunaan

    Saat ini Aksara Sunda Baku mulai diperkenalkan kepada khalayak umum antara lain melalui beberapa acara kebudayaan daerah yang diselenggarakan di Bandung. Selain itu, Aksara Sunda Baku juga digunakan pada papan nama Museum Sri Baduga, Kampus Yayasan Atikan Sunda dan Kantor Dinas Pariwisata Daerah Kota Bandung. Langkah lain juga diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya yang menggunakan Aksara Sunda Baku pada papan nama jalan-jalan utama di kota tersebut. Namun, setidaknya hingga akhir tahun 2008 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum juga mewajibkan para siswa untuk mempelajari Aksara Sunda Baku sebagaimana para siswa tersebut diwajibkan untuk mempelajari bahasa Sunda. Langkah memperkenalkan aksara daerah mungkin akan dapat lebih mencapai sasaran jika Aksara Sunda[3] Baku dipelajari bersamaan dengan bahasa Sunda.[4]

    Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah telah jauh-jauh hari menyadari hal ini dengan mewajibkan para siswa Sekolah Dasar yang mempelajari bahasa daerah untuk juga mempelajari aksara daerah.[5]

    Hampir seluruh papan nama jalan di Kota Bogor dan Kota Bandung juga menggunakan bahasa Sunda dengan aksara Sunda baku di bawah nama dalam bahasa Indonesia/alfabet Latin.[6][7][8]

    Namun pada praktiknya diperlukan koordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, akademisi, serta penggiat budaya Sunda dalam pengaplikasian aksara Sunda dalam lingkup sosial, dikarenakan banyaknya kesalahan dalam penulisan aksara Sunda itu sendiri, seperti yang pernah terjadi di Sukabumi. Yaitu penulisan aksara Sunda baku di depan Balai Kota Sukabumi, yang menurut penggiat seni dan budaya Sunda dari Sukabumi terjadi kesalahan penulisan yang membuat artinya pun berbeda dari seharusnya "Balai Kota Sukabumi" menjadi "Nyala Kata Sukanyama".[9]

    Penggunaan, Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Sunda di Kota Bandung diperkuat dengan keluarnya Perda No. 9 Tahun 2012.[10]

    Tipologi

    Aksara Sunda Baku terdiri dari 32 aksara dasar, yaitu 7 aksara swara (aksara vokal mandiri): a, é, i, o, u, e, dan eu, dan 23 aksara ngalagena (konsonan berbunyi a): ka-ga-nga, ca-ja-nya, ta-da-na, pa-ba-ma, ya-ra-la, dan wa-sa-ha

    Lima aksara ngalagena tambahan dimunculkan untuk merekam perkembangan bahasa Sunda, termasuk penyerapan kata-kata dari bahasa asing. Walaupun demikian, bentukan aksara tambahan ini bukan merupakan kreasi baru, melainkan dihasilkan melalui proses modifikasi dari aksara yang telah ada sebelumnya. Sebagai contoh: aksara "fa" dan "va" merupakan modifikasi dari aksara pa, kemudian aksara "qa" dan "xa" merupakan modifikasi dari aksara ka, dan aksara "za" merupakan modifikasi dari aksara ja.

    Selain itu terdapat pula 2 (dua) aksara tambahan yakni "kha" dan "sya", yang digunakan untuk menulis ⟨خ⟩ dan ⟨ش⟩ yang berasal dari abjad Arab.

    Ada pula rarangkén yang fungsinya untuk mengubah, menghilangkan, atau menambah bunyi pada aksara dasar. Tiga belas rarangkén menurut posisinya dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) yaitu: (1) lima rarangkén di atas huruf, (2) tiga rarangkén di bawah huruf, dan (3) lima rarangkén sejajar dengan huruf. Untuk menuliskan angka, aksara ini memiliki 10 angka dasar (dari 0 sampai 9).

    Dilihat dari tampilan, huruf ngalagena termasuk rarangkén memiliki sudut 45°–75°. Umumnya, rasio dimensi huruf (tinggi:lebar) adalah 4:4, kecuali untuk huruf ngalagena ra (4:3), ba dan nya (4:6), dan aksara swara i (4:3). Rarangkén memiliki rasio dimensi 2:2, kecuali untuk panyecek (1:1), panglayar (4:2), panyakra (2:4), pamaéh (4:2) dan pamingkal (2:4 sisi bawah, 3:2 sisi kanan). Angka memiliki rasio dimensi 4:4, kecuali untuk angka 4 dan 5 (4:3).

    Aksara Swara

    Representasi grafis
    ᮃ = aᮆ = éᮄ = iᮇ = o
    ᮅ = uᮈ = eᮉ = euᮻ = re pepetᮼ = le pepet

    Aksara Ngalagena

    Representasi grafis

    Aksara Ngalagena untuk Bahasa Sunda

    Tempat pelafalannirsuarabersuarasengausemivokalsibilancelah
    velar ᮊ ᮌ ᮍ ᮠ
    ka ga nga ha
    palatal ᮎ ᮏ ᮑ ᮚ
    ca ja nya ya
    retrofleks ᮛ
    ra
    dental ᮒ ᮓ ᮔ ᮜ ᮞ
    ta da na la sa
    labial ᮕ ᮘ ᮙ ᮝ
    pa ba ma wa

    Aksara ngalagena untuk kata serapan

    ᮖ = faᮋ = qaᮗ = vaᮟ = xaᮐ = za
    ᮮ = khaᮯ = sya

    Rarangkén

    Berdasarkan letak penulisannya, 15 Rarangkén dikelompokkan sebagai berikut:

    • Rarangkén di atas huruf = 5 macam
    • Rarangkén di bawah huruf = 5 macam
    • Rarangkén sejajar huruf = 6 macam

    Rarangkén di atas huruf

    panghulu, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [i].

    Contoh: ᮊᮤ (ki)

    pamepet, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ə].

    Contoh: ᮊᮨ (ke)

    paneuleung, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ɨ].

    Contoh: ᮊᮩ (keu)

    panglayar, menambah konsonan [r] pada akhir suku kata.

    Contoh: ᮊᮁ (kar)

    panyecek, menambah konsonan [ŋ] pada akhir suku kata.

    Contoh: ᮊᮀ (kang)

    Rarangkén di bawah huruf

    panyuku, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [u].

    Contoh: ᮊᮥ (ku)

    panyakra, menambah konsonan [r] di tengah suku kata.

    Contoh: ᮊᮢ (kra)

    panyiku, menambah konsonan [l] di tengah suku kata.

    Contoh: ᮊᮣ (kla)

    ᮰ᮬpamintel, menambah konsosnan [m] di tengah suku kata.

    Contoh: ᮊᮬ (kma)

    ᮰ᮭpapasangan, menambah konsosnan [w] di tengah suku kata.

    Contoh: ᮊᮭ (kwa)

    Rarangkén sejajar huruf

    panéléng, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ɛ].

    Contoh: ᮊᮦ (ké)

    panolong, membuat vokal aksara Ngalagena dari [a] menjadi [ɔ].

    Contoh: ᮊᮧ (ko)

    pamingkal, menambah konsonan [j] di tengah suku kata.

    Contoh: ᮊᮡ (kya)

    pangwisad, menambah konsonan [h] di akhir suku kata.

    Contoh: ᮊᮂ (kah)

    patén atau pamaéh, meniadakan vokal pada suku kata.

    Contoh: ᮊ᮪ (k)

    ᮰ᮺavagraha, adalah tanda yang menunjukkan pelesapan vokal awal /a/ akibat sandhi, yaitu perubahan bunyi atau huruf ketika dua kata atau morfem bertemu.

    Contoh: ᮃᮜᮥᮔᮺᮌᮥᮀ (alun'agung)

    Angka Sunda

    Artikel utama: Angka Sunda
    Sunda Latin Bahasa Sunda
    0 enol
    1 hiji
    2 dua
    3 tilu
    4 opat
    5 lima
    6 genep
    7 tujuh
    8 dalapan
    9 salapan

    Dalam teks, angka diapit oleh dua tanda pipa | ... |.

    • Contoh angka tahun sekarang: |᮲᮰᮲᮴| = 2024
    • Contoh tanggal Indonesia merdeka: |᮱᮷-᮰᮸-᮱᮹᮴᮵| = 17-08-1945

    Tanda baca

    Pada masa sekarang, tanda baca aksara Sunda menggunakan tanda baca Latin. Contohnya: koma ( , ), titik ( . ), titik koma ( ; ), titik dua ( : ), tanda seru ( ! ), tanda tanya ( ? ), tanda kutip ( " ), tanda kurung ( (…) ), tanda kurung siku ( […] ), dsb. Walau begitu, dulunya Aksara Sunda Kuno memiliki tanda bacanya sendiri.

    • Bindu Surya 〈᳀〉 yang menggambarkan matahari digunakan pada 〈᳆᳀᳆〉, untuk menandakan naskah tersebut bernilai religius.
    • Bindu Panglong 〈᳁〉 yang menggambarkan bulan separuh digunakan pada 〈᳆᳁᳆〉 dengan maksud yang sama. Tanda baca lain yang digunakan untuk menandai naskah liturgi adalah 〈᳇᳇〉.
    • Bindu Purnama 〈᳂〉 yang menggambarkan bulan purnama digunakan pada 〈᳅᳂᳅〉untuk menandai naskah sejarah.
    • Bindu Surya kadang digunakan sebagai pengganti titik; dalam beberapa kasus, bindu purnama digunakan sebagai pengganti koma. Ketika Bindu surya tidak digunakan sebagai tanda titik, Bindu cakra 〈᳃〉 yang menggambarkan roda digunakan bersamaan dengan Bindu purnama sebagai tanda koma.
    • Tanda baca lainnya antara lain 〈᳆〉, 〈᳅〉, dan 〈᳇〉 (da satanga, ka satanga, dan ba satanga). Untuk ini dapat ditambahkan leu satanga 〈᳄〉, yang artinya tidak jelas. Demikian juga, itu berasal sebagai suku kata "dihiasi" leu 〈ᮼ〉, yang kuno.[11]

    Penggunaan pasangan

    Kata-kata atau kalimat sederhana dapat ditulis secara langsung, misalnya dengan mengatur huruf ngalagena yang mewakili suara. Namun, dengan kata tertentu, konsonan majemuk dapat ditemukan. Kemudian, dua cara penulisan dapat digunakan: (1) menggunakan pamaéh, atau (2) menggunakan pasangan.

    Penggunaan pamaéh adalah salah satu cara untuk menulis aksara Sunda pada tahap dasar. Cara lain, pasangan, biasanya digunakan untuk menghindari penggunaan pamaéh di tengah kata-kata, serta untuk menghemat ruang menulis. Pasangan dibuat dengan menyambungkan huruf ngalagena kedua ke huruf yang pertama, sehingga menghilangkan vokal /a/ dari ngalagena pertama.

    Unicode

    Aksara Sunda telah ditambahkan ke Standar Unicode pada bulan April 2008 dengan merilis versi 5.1. Dalam versi 6.3, dukungan pasangan dan beberapa karakter dari aksara Sunda Kuno ditambahkan.

    Blok

    Artikel utama: Sundanese (blok Unicode) dan Sundanese Supplement (blok Unicode)

    Blok Unicode untuk aksara Sunda adalah U+1B80–U+1BBF. Blok Unicode untuk aksara Sunda tambahan adalah U+1CC0–U+1CCF.

    Sundanese[1]
    Official Unicode Consortium code chart (PDF)
     0123456789ABCDEF
    U+1B8x ᮀ ᮁ ᮂ ᮃ ᮄ ᮅ ᮆ ᮇ ᮈ ᮉ ᮊ ᮋ ᮌ ᮍ ᮎ ᮏ
    U+1B9x ᮐ ᮑ ᮒ ᮓ ᮔ ᮕ ᮖ ᮗ ᮘ ᮙ ᮚ ᮛ ᮜ ᮝ ᮞ ᮟ
    U+1BAx ᮠ ᮡ ᮢ ᮣ ᮤ ᮥ ᮦ ᮧ ᮨ ᮩ ᮪  ᮫  ᮬ ᮭ ᮮ ᮯ
    U+1BBx ᮰ ᮱ ᮲ ᮳ ᮴ ᮵ ᮶ ᮷ ᮸ ᮹ ᮺ ᮻ ᮼ ᮽ ᮾ ᮿ
    Catatan
    1.^ Sejak versi Unicode 16.0
    Sundanese Supplement[1][2]
    Official Unicode Consortium code chart (PDF)
     0123456789ABCDEF
    U+1CCx ᳀ ᳁ ᳂ ᳃ ᳄ ᳅ ᳆ ᳇
    Catatan
    1.^ Sejak versi Unicode 16.0
    2.^ Area abu-abu menunjukkan titik kode kosong

    Contoh

    UDHR Pasal 1:

    Sakumna jalma gubrag ka alam dunya téh sipatna merdika jeung boga martabat katut hak-hak anu sarua. Maranéhna dibéré akal jeung haté nurani, campur-gaul jeung sasamana aya dina sumanget duduluran.

    ᮞᮊᮥᮙ᮪ᮔ ᮏᮜᮬ ᮌᮥᮘᮢᮌ᮪ ᮊ ᮃᮜᮙ᮪ ᮓᮥᮑ ᮒᮦᮂ ᮞᮤᮕᮒ᮪ᮔ ᮙᮨᮁᮓᮤᮊ ᮏᮩᮀ ᮘᮧᮌ ᮙᮁᮒᮘᮒ᮪ ᮊᮒᮥᮒ᮪ ᮠᮊ᮪-ᮠᮊ᮪ ᮃᮔᮥ ᮞᮛᮥᮃ. ᮙᮛᮔᮦᮂᮔ ᮓᮤᮘᮦᮛᮦ ᮃᮊᮜ᮪ ᮏᮩᮀ ᮠᮒᮦ ᮔᮥᮛᮔᮤ, ᮎᮙ᮪ᮕᮥᮁ-ᮌᮅᮜ᮪ ᮏᮩᮀ ᮞᮞᮙᮔ ᮃᮚ ᮓᮤᮔ ᮞᮥᮙᮍᮨᮒ᮪ ᮓᮥᮓᮥᮜᮥᮛᮔ᮪.

    Galeri

    Contoh-contoh penggunaan aksara Sunda baku
    • Sebuah papan nama jalan di Kota Bogor yang menggunakan dua aksara dalam tampilan tulisannya (Latin dan Sunda)
      Sebuah papan nama jalan di Kota Bogor yang menggunakan dua aksara dalam tampilan tulisannya (Latin dan Sunda)
    • Papan nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggunakan aksara Sunda dan Latin
      Papan nama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menggunakan aksara Sunda dan Latin
    • Papan nama Jalan Braga, Kota Bandung
      Papan nama Jalan Braga, Kota Bandung
    • Tugu Kujang Pusaka, Kampung Naga, Tasikmalaya
      Tugu Kujang Pusaka, Kampung Naga, Tasikmalaya
    • Gedung Museum Sri Baduga yang terletak di Kota Bandung
      Gedung Museum Sri Baduga yang terletak di Kota Bandung

    Dalam budaya populer

    Aksara Sunda bisa ditemui dalam film DreadOut.[12][13]

    Lihat pula

    • Aksara Sunda Kuno
    • Aksara Buda
    • Sastra Sunda
    • Bahasa Sunda
    • Kongres Bahasa Sunda
    • Budaya Sunda

    Rujukan

    1. 1 2 "Asal Usul Aksara Sunda: Identitas Budaya di Abad Lampau yang Sempat Dilarang Penjajah". m.caping.co.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
    2. ↑ "Perda Provinsi Jawa Barat No. 14 Tahun 2014". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-27. Diakses tanggal 16-01-2023. ;
    3. ↑ "Translate Aksara Sunda (ᮝᮧᮝ᮪) | GoOnlineTools". goonlinetools.com. Diakses tanggal 2025-06-16.
    4. ↑ online, inilah (2018-07-11). "Disparbud Gairahkan Kembali Aksara Sunda". Inilah Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
    5. ↑ Hanan, Shofira (2017-02-24). "Bahasa Sunda Punah Tahun 2026? - Pikiran-Rakyat.com". www.pikiran-rakyat.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
    6. ↑ "Nama Jalan di Bogor Ditulis Dengan Aksara Sunda". Poskota News (dalam bahasa Inggris). 2012-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
    7. ↑ dra. "Terkait Papan Nama Jalan Beraksara Sunda, DBMP Punya Dua Opsi". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
    8. ↑ Abdussalam, Muhamad Syarif. "Sukarno Jadi Soekaarano, Satu Contoh Salah Papan Nama Jalan Beraksara Sunda". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-14. Diakses tanggal 2019-07-14.
    9. ↑ "Sempat Jadi Sorotan, Tulisan Aksara Sunda Baku di Balai Kota Sukabumi Akhirnya Dicopot dan Diperbaiki". suara.com. 2022-11-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-04. Diakses tanggal 2022-12-04.
    10. ↑ "PERDA Kota Bandung No. 9 Tahun 2012 tentang Penggunaan, Pemeliharaan Dan Pengembangan Bahasa, Sastradan Aksara Sunda [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-16. Diakses tanggal 2023-01-16.
    11. ↑ EVERSON, Michael. Proposal for encoding additional Sundanese characters for Old Sundanese in the UCS. Available at here. September 5th, 2009.
    12. ↑ Digdo, Ikhsan (2019-01-03). "Film Dread Out". MerahPutih. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 2020-03-15.
    13. ↑ Yanuar, Elang Riki (2019-01-03). "Bintangi Film Dread Out, Jefri Nichol Sempat Terkendala Berbahasa Sunda". Medcom.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-10. Diakses tanggal 2020-03-15.

    Sumber

    • Juniarso Ridwan: Perda Kebudayaan yang Terkesan Chauvinistik, Pikiran Rakyat 4 Desember 2003.
    • Tedi Permadi: Aksara Sunda dan Soal Lainnya, Pikiran Rakyat 15 Februari 2004.
    • Atep Kurnia: Jasa Tuan Hola Buat Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 10 November 2007.
    • Djasepudin: Memasyarakatkan Aksara Sunda, Kompas (Edisi Jawa Barat) 07 April 2007.

    Pranala luar

    • Proposal pengkodean karakter aksara Sunda
    • https://symbl.cc/en/unicode/blocks/sundanese/
    • Pedoman Ejaan Bahasa Sunda Yang Disempurnakan
    • Kamus Sunda-Indonesia Repositori Kemdikbud
    • Kamus Bahasa Sunda-Inggris oleh F.S. Eringa
    • Konverter Aksara Latin-Aksara Sunda di kairaga.com
    • Tabel Karakter Unicode Aksara Sunda di unicode-table.com
    • l
    • b
    • s
    Jenis-jenis aksara
    Gambaran
    • Sejarah tulisan
    • Grafem
    Daftar
    • Aksara
      • belum diuraikan
      • penemu
      • buatan
    • Bahasa menurut aksara / catatan tertulis pertama
    Jenis
    Abjad
    • Arab Selatan Kuno
    • Arab Utara Lama
    • Arab
      • Jawi
      • Pegon
      • Sorabe
    • Aram
      • Hatran
    • Fenisia
      • Ibrani Kuno
    • Hieroglif Mesir
    • Ibrani
      • Ashuri
      • Kursif
      • Rashi
      • Solitreo
    • Mani
    • Nabath
    • Pahlewi
      • Mazmur Pahlewi
    • Punik
    • Proto-Sinai
    • Samaria
    • Sogdi
    • Suryani
    • Steno Pitman
    • Steno Teeline
    • Tifinagh
    • Ugarit
    Abugida
    Brahmi
    Utara
    • Bhaiksuki
    • Bhujimol
    • Brāhmī
    • Dewanagari
    • Dogra
    • Gujarat
    • Gupta
    • Gurmukhī
    • Kaithī
    • Khojki
    • Khudabad
    • Kotak Zanabazar
    • Laṇḍā
    • Lepcha
    • Limbu
    • Mahajani
    • Manipur
    • Marchen
      • Drusha
      • Marchung
      • Pungs-chen
      • Pungs-chung
    • Modi
    • Multan
    • Nāgarī
    • Nagari Selatan
    • Nagari Sylhet
    • Nagari Timur
      • Assam
      • Bengali
    • Nandinagari
    • Pracalit (Newah)
    • Oriya
      • Karani
    • ʼPhags-pa
    • Ranjana
    • Sarada
    • Siddhaṃ
    • Soyombo
    • Takri
    • Tibet
      • Uchen
      • Umê
    • Tirhuta
    • Tokharia
    Selatan
    • Ahom
    • Bhattiprolu
    • Burma
    • Chakma
    • Cham
    • Divehi
    • Fakkham
    • Goykanadi
    • Grantha
    • Kadamba
    • Kannada
    • Karen
    • Khmer
    • Lao
    • Leke
    • Malayalam
    • Pallawa
    • Pyu
    • Saurashtra
    • Sinhala
    • Tai Le
    • Tai Lue Baru
    • Tai Noi
    • Tai Tham
    • Tai Viet
    • Tamil
    • Tamil-Brahmi
    • Telugu
    • Thai
    • Tulu
    • Vatteluttu
      • Kolezhuthu
      • Malayanma
    Kawi
    • Bali
    • Batak
    • Baybayin
      • Buhid
      • Hanunó'o
      • Kapampangan
      • Tagbanwa
    • Buda
    • Jawa
    • Lontara
      • Bilang-bilang
    • Makassar
    • Sunda Kuno
      • Sunda
    • Surat Ulu
      • Incung
      • Lampung
      • Rejang
    Lainnya
    • Aborigin Kanada
      • Siksiká
      • Silabis Déné
    • Braille bahasa Jepang
    • Buri Wolio
    • Fox I
    • Geʽez
    • Gunjala Gondi
    • Jenticha
    • Kharosthi
    • Mandombe
    • Masaram Gondi
    • Meroi
    • Miao
    • Mwangwego
    • Pahawh Hmong
    • Steno Boyd
    • Steno Thomas
    • Thaana
    Alfabet
    Linear
    • A-Chik Tok'birim
    • Abkhaz
    • Adlam
    • Albania Kaukasus
    • Armenia
    • Avesta
    • Avoiuli
    • Bassa Vah
    • Borama
    • Buryat
    • Caria
    • Coelbren
    • Coorgi–Cox
    • Deseret
    • Elbasan
    • Etruria
    • Evenki
    • Fox II
    • Georgia
      • Asomtavruli
      • Mkhedruli
      • Nuskhuri
    • Glagol
    • Gotik
    • Greko-Iberia
    • Hangeul
    • Hungaria Kuno
    • IPA
    • Italik Kuno
    • Jenticha
    • Kaddare
    • Kayah Li
    • Kiril
      • Kiril Awal
    • Klingon
    • Komi
    • Koptik
    • Latin
    • Lisu Tua
    • Luo
    • Lyd
    • Lyk
    • Manchu
    • Manda
    • Medefaidrin
    • Mongolia
    • Mru
    • Neo-Tifinagh
    • N'Ko
    • Ogham
    • Ol Chiki
    • Osage
    • Osmanya
    • Pau Cin Hau
    • Pazand
    • Perm Kuno
    • Rohingya Hanif
    • Rune
    • Side
    • Somalia
    • Sorang Sompeng
    • Steno Cross
    • Steno Duployé
    • Steno Gabelsberger
    • Steno Gregg
    • Syaw
    • Tifinagh
    • Todo
    • Tolong Siki
    • Orkhon
    • Uighur Kuno
    • Vietnam
    • Visible Speech
    • Vithkuqi
    • Wancho
    • Warang Citi
    • Yunani
    • Zaghawa
    Non-linear
    • Alfabet Moon
    • Bendera maritim
    • Braille
    • Kode telegraf
    • New York Point
    • Semafor bendera
    Ideogram dan piktogram
    • Adinkra
    • Aztek
    • Simbol Bliss
    • Dongba
    • Ersu Shaba
    • Emoji
    • IConji
    • Isotype
    • Kaidā
    • Míkmaq
    • Mixtec
    • Nsibidi
    • Hieroglif Ojibwe
    • Siglas poveiras
    • Testerian
    • Yerkish
    • Zapotec
    Logogram
    Tionghoa
    Aksara Han
    • Sederhana
    • Rumit
    • Tulang Ramalan
    • Perunggu
    • Segel
    • Hanja
    • Idu
    • Kanji
    • Chữ Nôm
    • Zhuang
    Dipengaruhi Tionghoa
    • Jurchen
    • Aksara besar Khitan
    • Sui
    • Tangut
    Logosilabis lainnya
    • Anatolia
    • Bagam
    • Kreta
    • Epi-Olmek
    • Maya
    • Proto-Elam
    • Yi (Kuno)
    Logokonsonan
    • Demotik
    • Hieratik
    • Hieroglif Mesir
    Sistem bilangan
    • Hindu-Arab
      • Arab Barat
      • Arab Timur
      • Angka Hindu
    • Abjad
    • Loteng (Yunani)
    • Muiska
    • Romawi
    Semisilabis
    Penuh
    • Keltiberia
    • Iberia Timur Laut
    • Iberia Tenggara
    • Khom
    Pengulangan
    • Espanca
    • Pahawh Hmong
    • Aksara kecil Khitan
    • Hispania Kuno Barat Daya
    • Zhuyin fuhao
    Isyarat
    • ASLwrite
    • SignWriting
    • si5s
    • Notasi Stokoe
    Silabis
    • Afaka
    • Bamum
    • Bété
    • Byblos
    • Aborigin Kanada
    • Cherokee
    • Siprus
    • Sipro-Minoa
    • Ditema tsa Dinoko
    • Eskayan
    • Geba
    • Danau Algonquin
    • Iban
    • Idu
    • Jepang
      • Hiragana
      • Katakana
      • Man'yōgana
      • Hentaigana
      • Sogana
      • Jindai moji
    • Kikakui
    • Kpelle
    • Linear B
    • Linear Elamite
    • Lisu
    • Loma
    • Nüshu
    • Nwagu Aneke
    • Persia Kuno
    • Sumeria
    • Vai
    • Woleai
    • Yi (Baku)
    • Yugtun
    • l
    • b
    • s
    Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
    Braille cell
    • 1829 braille
    • International uniformity
    • ASCII braille
    • Unicode braille patterns
    Braille scripts
    French-ordered
    • Afrika Selatan
    • Albania
    • Azerbaijan
    • Belanda
    • Ceska
    • Esperanto
    • Ghana
    • Guarani
    • Filipino
    • Hawaii
    • Hungaria
    • Inggris (Inggris Tunggal)
    • Iñupiaq
    • IPA
    • Irlandia
    • Italia
    • Jerman
    • Kanton
    • Katalan
    • Latvia
    • Lituania
    • Luksemburg (diperluas menjadi 8 dot)
    • Malta
    • Māori
    • Navajo
    • Nigeria
    • Polandia
    • Portugis
    • Prancis
    • Romania
    • Samoa
    • Slowakia
    • Spanyol
    • Mandarin Taiwan (sebagian besar disusun ulang)
    • Tiongoha daratan
    • Turki
    • Vietnam
    • Wales
    • Yugoslavia
    • Zambia
    Keluarga Nordik
    • Estonia
    • Faroe
    • Islandia
    • Sami Utara
    • Skandinavia
      • Denmark
      • Finlandia
      • Greenland
      • Norwegia
      • Swedia
    Russian lineage family
    i.e. Cyrillic-mediated scripts
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kazakh
    • Kyrgyz
    • Mongolia
    • Rusia
    • Tatar
    • Ukraina
    Egyptian lineage family
    i.e. Arabic-mediated scripts
    • Arab
    • Persia
    • Urdu (Pakistan)
    Indian lineage family
    i.e. Bharati Braille
    • Devanagari (Hindi / Marathi / Nepali)
    • Bengali (Bangla / Assam)
    • Gujarat
    • Kannada
    • Malayalam
    • Odia
    • Punjab
    • Sinhala
    • Tamil
    • Telugu
    • Urdu (India)
    Other scripts
    • Amharic
    • Armenia
    • Burma
    • Kamboja
    • Dzongkha (bahasa Bhutan)
    • Georgia
    • Yunani
    • Ibrani
    • Inuktitut (reassigned vowels)
    • Thai dan Lao (Japanese vowels)
    • Tibet
    Reordered
    • Braille bahasa Algeria (obsolete)
    Frequency-based
    • Braille bahasa Amerika (obsolete)
    Independent
    • Chinese semi-syllabaries
      • Kanton
      • Mandarin Tionghoa daratan
      • Mandarin Taiwan
      • Two-cell Chinese (Shuangpin)
    • Jepang
    • Korea
    Eight-dot
    • Luksemburg
    • Kanji
    • Gardner–Salinas braille codes (GS8)
    Symbols in braille
    • Braille music
    • Canadian currency marks
    • Computer Braille Code
    • Gardner–Salinas braille codes (science; GS8/GS6)
    • International Phonetic Alphabet (IPA)
    • Nemeth braille code
    Braille technology
    • Braille e-book
    • Braille embosser
    • Braille translator
    • Braille watch
    • Mountbatten Brailler
    • Optical braille recognition
    • Perforation
    • Perkins Brailler
    • Refreshable braille display
    • Slate and stylus
    • Braigo
    Persons
    • Louis Braille
    • Charles Barbier
    • Valentin Haüy
    • Thakur Vishva Narain Singh
    • Sabriye Tenberken
    • William Bell Wait
    Organisations
    • Braille Institute of America
    • Braille Without Borders
    • Japan Braille Library
    • National Braille Association
    • Blindness organizations
    • Schools for the blind
    • American Printing House for the Blind
    Other tactile alphabets
    • Decapoint
    • Moon type
    • New York Point
    • Night writing
    • Vibratese
    Related topics
    • Accessible publishing
    • Braille literacy
    • RoboBraille
    • l
    • b
    • s
    Sistem tulisan elektronik
    • Emotikon
    • Emoji
    • Kaomoji
    • iConji
    • Leet
    • Unicode
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Sunda
    Sejarah
    • Kuno (abad ke-12—16)
    • Klasik (abad ke-17—18)
    • Modern Awal (abad ke-19)
    • Modern (abad ke-20—kini)
    Aksara Sunda
    Sistem penulisan
    Aksara
    • Buda
    • Kuno
    • Baku
    • Pegon
    • Latin
    Unicode
    • Blok Unicode (karakter)
    • Supplement (tanda baca)
    Tingkat tutur
    Bahasa
    • Hormat
      • ka batur
      • ka sorangan
    • Loma
    Kosakata
    • Lemes
      • pisan
      • enteng
      • dusun
    • Sedeng
    • Panengah
    • Loma
    • Cohag
    Ragam
    Dialek
    Banten
    • Pandeglang
    • Serang
    • Tangerang
    Pesisir Utara
    • Binong
    • Bogor
    • Karawang
    Priangan
    • Bandung
    • Ciamis
    • Garut
    • Sumedang
    • Tasikmalaya
    Cirebon
    • Brebes
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
    Nonbaku
    • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
    • Widal (slang)
    Bahasa terkait
    • Badui
    • Banyumas†
    • Depok
    • Lombok Barat
    • Tegal
    Gramatika
    • Tata bahasa
    • Fonologi
      • Rinéka sora
    • IPA
    Otoritas
    • Lembaga
    • Kongres
    • Kamus R.A. Danadibrata
    Topik terkait
    • Angka
    • Ejaan
    • Rumpun
    • Sastra
    • Wikipedia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Penggunaan
    3. Tipologi
    4. Aksara Swara
    5. Aksara Ngalagena
    6. Rarangkén
    7. Angka Sunda
    8. Tanda baca
    9. Penggunaan pasangan
    10. Unicode
    11. Blok
    12. Contoh
    13. Galeri
    14. Dalam budaya populer
    15. Lihat pula
    16. Rujukan

    Artikel Terkait

    Aksara Sunda Kuno

    jenis aksara untuk menuliskan sebuah bahasa

    Bahasa Sunda

    bahasa yang dituturkan di Indonesia

    Abjad Pegon

    aksara berbasis Arab yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa, bahasa Madura, bahasa Sunda dan bahasa Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026