Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Sunda di Kota Depok

Kota Depok dikenal sebagai salah satu wilayah berbudaya Betawi di Jawa Barat, hal ini disebabkan oleh letak geografis Kota Depok yang berada di sebelah selatan Kota Jakarta yang merupakan pusat kebudayaan Betawi dan juga sebagai kota penyangga Jakarta. Selain penggunaan bahasa Betawi, di Kota Depok juga terdapat wilayah yang mayoritas masyarakat lokalnya bertutur menggunakan bahasa Sunda dialek Bogor, yakni Kelurahan Leuwinanggung dan Cimpaeun di Kecamatan Tapos, serta ada juga beberapa kecamatan lain yang sebagian masyarakatnya menuturkan bahasa Sunda, seperti di Cimanggis dan Cilodong.

penggunaan bahasa Sunda di wilayah Kota Depok
Diperbarui 3 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Sunda di Kota Depok
Bahasa Sunda di Kota Depok
Basa Sunda di Kota Dépok
Dituturkan diIndonesia
WilayahKota Depok
Penutur
48.500 (2010)[1]
Rumpun bahasa
  • Austronesia
    • Melayu-Polinesia
      • Kalimantan Utara Raya?
        • Sunda-Badui
          • Sunda
            • Sunda Bogor
              • Sunda di Kota Depok
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • Borneo Utara Raya
            • bahasa Sunda Suntingan nilai di Wikidata
              • Sunda di Kota Depok
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Pranala luar berkas tidak valid? (Diskusikan) Sunting pranala berkas eksternal ini
    Logo YouTube
    Video sampel dari media eksternal untuk bahasa Sunda di Kota Depok

    "ASAL USUL NAMA KOTA DEPOK | Bahasa Sunda" di YouTube
    (Video lainnya)
    Sampel teks
    Isi kalimat dari Tugu Sawangan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. checkY (Apa ini?)
    Terjemahan: 
    Tugu Sawangan

    "Disini tentara NICA Belanda pada bulan November 1945 sudah dimusnahkan oleh para pemuda TKR dan masyarakat di daerah Sawangan pada perang kemerdekaan."

    29 Desember 1979
    Sampel teks lainnya
    Lokasi penuturan
    Peta distribusi bahasa Sunda di Kota Depok.
    Bahasa Sunda dipertuturkan oleh mayoritas masyarakatnya
    Bahasa Sunda merupakan bahasa minoritas
    Wilayah tutur bahasa lainnya
    Peta bahasa lain
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
    Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

    {{PW Bahasa|importance=|class=}}


    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    10.29, Jumat, 24 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Kota Depok dikenal sebagai salah satu wilayah berbudaya Betawi di Jawa Barat, hal ini disebabkan oleh letak geografis Kota Depok yang berada di sebelah selatan Kota Jakarta yang merupakan pusat kebudayaan Betawi dan juga sebagai kota penyangga Jakarta. Selain penggunaan bahasa Betawi, di Kota Depok juga terdapat wilayah yang mayoritas masyarakat lokalnya bertutur menggunakan bahasa Sunda dialek Bogor, yakni Kelurahan Leuwinanggung dan Cimpaeun di Kecamatan Tapos,[2] serta ada juga beberapa kecamatan lain yang sebagian masyarakatnya menuturkan bahasa Sunda, seperti di Cimanggis dan Cilodong.[3][4]

    Sejarah

    Pengaruh bahasa Sunda di Kota Depok saat ini bermula pada masa kekuasaan Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan Pajajaran; meliputi wilayah Kota Depok sekarang. Pada masa itu, Depok dihuni dan ditinggali oleh penduduk pribumi suku Sunda yang bertutur menggunakan bahasa Sunda Kuno.[5] Salah satu bukti kuat terhadap pengaruh Sunda di Depok dapat dilihat dari toponimi yang menggunakan bahasa Sunda. Menurut Lilie Suratminto, kata "Depok" merupakan bahasa Sunda yang berasal dari kata padepokan; berarti 'pertapaan'. Hal ini merujuk bahwa Depok sebagai tempat pertapaan.[6]

    Sekitar tahun 1960-an, penduduk Betawi di Jakarta, khususnya yang mendiami kawasan Senayan bermigrasi ke daerah selatan dari Jakarta akibat dari pengalihfungsian lahan pemukiman penduduk untuk pembangunan Stadion Utama Senayan pada masa Orde Lama. Mereka umumnya memilih bermukim di daerah Kabupaten Bogor, termasuk halnya Depok yang saat itu berstatus kecamatan.[7] Urbanisasi besar-besaran pada saat itu memengaruhi pergeseran budaya dan bahasa di Depok yang sebelumnya didominasi oleh Sunda menjadi Betawi.[8] Karena adanya pertemuan dua bahasa tersebut, bahasa Betawi banyak mendapat pengaruh kosakata dalam bahasa Sunda.[9][10]

    Setelah pemekaran Kota Depok dari Kabupaten Bogor pada tahun 1999, bahasa dan kebudayaan Sunda semakin tersisihkan setelah sejarawan dan pemerintah Kota Depok menyatakan bahwa bahasa dan kebudayaan Depok adalah Betawi.[11] Bahkan, pemerintah Kota Depok juga mempertimbangkan untuk menjadikan bahasa Betawi sebagai muatan lokal di Depok menggantikan bahasa Sunda.[12] Saat ini, hanya tersisa beberapa kelurahan di bagian timur Kota Depok yang penduduk aslinya masih menggunakan bahasa Sunda.[3]

    Polemik muatan lokal

    Bahasa Sunda adalah muatan lokal di Kota Depok, penetapan bahasa Sunda sebagai muatan lokal di Kota Depok ini menuai banyak polemik. Banyak tokoh budayawan maupun sejarawan Depok yang menolak hal tersebut, salah satunya Nur Mahmudi Ismail, dalam Festival Seni Budaya tahun ke-5 Kota Depok ia menyatakan usulan agar muatan lokal bahasa Sunda tidak diwajibkan. Ia juga menuturkan bahwa Kota Depok termasuk zona Melayu Betawi, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2006 bahwa Provinsi Jawa Barat itu terbagi tiga zona budaya, yaitu zona Melayu Betawi, Priangan, dan Jawa Sawareh (Jawareh).[13]

    Penggunaan

    Peta distribusi bahasa Sunda di Kota Depok.
      Bahasa Sunda di Kota Depok sebagai mayoritas
      Bahasa Sunda di Kota Depok sebagai minoritas

    Selain menjadi muatan lokal di Kota Depok, bahasa Sunda juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda di Depok, meskipun penggunaannya termasuk sedikit jika dibandingkan penutur bahasa Indonesia dan Betawi. Menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010, bahasa Sunda hanya dituturkan oleh 2,80% (sekitar 48.500 penutur) saja dari total penduduk Kota Depok. Kebanyakan penutur bahasa Sunda umumnya terkonsentrasi di sebelah timur Kota Depok, yakni di Kecamatan Tapos, terutama Kelurahan Leuwinanggung dan Cimpaeun.[1][2][14]

    Menurut Munawarah (2023), bahasa Sunda di Kota Depok saat ini hanya digunakan di tiga kelurahan paling timur saja, yaitu di Cimpaeun, Leuwinanggung, dan Cilangkap yang ketiganya berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Sedangkan di kelurahan Tapos yang merupakan ibu kota kecamatan Tapos saat ini telah berbahasa Betawi meskipun masih ada pengaruh Sundanya, terkecuali di kampung Kebayunan yang sebagian besar penduduknya masih menggunakan bahasa Sunda. Namun kondisi penggunaan bahasa Sunda di kelurahan-kelurahan tersebut, terutama di kelurahan Cilangkap, semakin menghilang seiring pesatnya pembangunan di Kota Depok.[15]

    Kecamatan Tapos meliputi kelurahan Tapos, Leuwinanggung, Sukatani, Sukamaju Baru, Jatijajar, Cilangkap, dan Cimpaeun yang dahulu penduduknya mayoritas berbahasa Sunda, namun saat ini memiliki kemungkinan besar untuk terancam bahasanya. Seiring waktu, sebagian besar lahan yang masih kosong di kelurahan-kelurahan tersebut mulai dilirik oleh para pengusaha untuk pembangunan perumahan dan berbagai sarana umum lainnya. Hal itu tentu dapat memengaruhi dari segi pemakaian bahasa karena penduduk asli harus menyesuaikan diri terhadap pendatang baru. Penutur bahasa Sunda di kelurahan-kelurahan ini hidup berkelompok dan terletak di pedalaman, sedangkan di pinggir jalan dipenuhi oleh para pendatang.[15]

    Kontak bahasa antara bahasa Sunda dan Betawi banyak terjadi di lima kelurahan yang terletak di bagian barat, yaitu di kelurahan Serua, Duren Mekar, Bojongsari Baru, Pondok Petir, dan Bojongsari Lama di kecamatan Bojongsari. Selain itu, kontak bahasa tersebut juga dapat ditemukan di kelurahan Curug, kecamatan Cimanggis.[16] Kosakata-kosakata bahasa Sunda seperti kʊmaha 'bagaimana', naͻn 'apa', manʊk 'burung', alʊs 'bagus', lͻba 'banyak', mamaŋ 'paman', deŋɛˀ 'dengar', sʊndʊt 'bakar', dan lɤmpaŋ '[ber-]jalan' masih digunakan oleh masyarakat di kelurahan-kelurahan tersebut.[17]

    Lihat pula

    • flagPortal Indonesia
    • iconPortal Bahasa
    • Portal Sunda
    • Bahasa Sunda
    • Bahasa Sunda Bogor
    • Bahasa Sunda Bekasi
    • Bahasa Sunda Pesisir Utara
    • Bahasa di Kabupaten Bogor
    • Bahasa di Kota Tangerang Selatan
    • Bahasa di Jawa Barat

    Referensi

    Catatan kaki

    1. 1 2 "Kota Depok Dalam Angka 2010". depokkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2 Januari 2023.
    2. 1 2 "Disdik Depok Gelar Lomba Kependidikan Pembinaan Minat Bakat dan Kreativitas Tingkat Pelajar". depokrayanews.com. 4 Mei 2023. Diakses tanggal 18 Agustus 2023.
    3. 1 2 "Bahasa Sunda di Kota Depok, Belum Prioritas Tapi Tetap Menggeliat". www.radardepok.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-01. Diakses tanggal 1 Januari 2023.
    4. ↑ "Makalah Psikologi Lintas Budaya (Suku Sunda)". adoc.pub. Diakses tanggal 2 Januari 2023.
    5. ↑ "Makalah Sejarah Depok" (PDF). pustaka.unpad.ac.id. Universitas Padjajaran. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    6. ↑ "Asal Usul Nama Kota Depok". megapolitan.kompas.com. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    7. ↑ "Betawi Bedol Desa: Digusur dari Senayan, Jadi OKB di Tebet". www.republika.co.id. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    8. ↑ "Kala Bahasa Betawi Menggeser Bahasa Sunda di Perbatasan Jakarta". www.liputan6.com. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    9. ↑ "Siapkan Kamus Bahasa Betawi Depok". jabar.pojoksatu.id. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    10. ↑ "Menteri Sandiaga Belajar Bahasa Betawi Depok, Beda dengan Betawi Senayan". voi.id. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    11. ↑ "Sejarawan: Bahasa dan Kultur Depok Itu Betawi". megapolitan.okezone.com. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    12. ↑ "Di Depok, Budaya Betawi Bakal Masuk Pelajaran Mulok Sekolah". koropak.co.id. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    13. ↑ "Kota Depok, Bahasa Sunda Atau Betawi". depokrayanews.com. Diakses tanggal 2 Januari 2022.
    14. ↑ "Dewa dari Leuwinanggung". www.andreasharsono.net. Diakses tanggal 2 Januari 2023.
    15. 1 2 Munawarah (2023), hlm. 231.
    16. ↑ Munawarah (2023), hlm. 234–235.
    17. ↑ Munawarah (2023), hlm. 239–240.

    Daftar pustaka

    • Munawarah, Sri (2023). "Menyelisik Identitas Baru Masyarakat Depok, Jawa Barat: Kajian Berperspektif Sosiodialektologi". Jurnal Penelitian dan Pengembangan Humaniora: Epigram. 20 (2). Depok, Indonesia: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. doi:10.32722/epi.v20i2.6334. ISSN 1693-1653.

    Pranala luar

    Bahasa Sunda di Kota Depok

    • Bahasa Sunda di Kota Depok, Belum Prioritas tapi Tetap Menggeliat
    • Bahasa Sunda Jangan Sampai Hilang di Leuwinanggung
    • Makalah Psikologi Lintas Budaya (Suku Sunda)

    Bahasa Sunda Umum

    • Pedoman Ejaan Bahasa Sunda Yang Disempurnakan
    • Kamus Sunda-Indonesia Repositori Kemdikbud
    • Kamus Bahasa Sunda-Inggris oleh F.S. Eringa
    • Konverter Aksara Latin-Aksara Sunda di kairaga.com
    • Tabel Karakter Unicode Aksara Sunda di unicode-table.com
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Sunda
    Sejarah
    • Kuno (abad ke-12—16)
    • Klasik (abad ke-17—18)
    • Modern Awal (abad ke-19)
    • Modern (abad ke-20—kini)
    Aksara Sunda
    Sistem penulisan
    Aksara
    • Buda
    • Kuno
    • Baku
    • Pegon
    • Latin
    Unicode
    • Blok Unicode (karakter)
    • Supplement (tanda baca)
    Tingkat tutur
    Bahasa
    • Hormat
      • ka batur
      • ka sorangan
    • Loma
    Kosakata
    • Lemes
      • pisan
      • enteng
      • dusun
    • Sedeng
    • Panengah
    • Loma
    • Cohag
    Ragam
    Dialek
    Banten
    • Pandeglang
    • Serang
    • Tangerang
    Pesisir Utara
    • Binong
    • Bogor
    • Karawang
    Priangan
    • Bandung
    • Ciamis
    • Garut
    • Sumedang
    • Tasikmalaya
    Cirebon
    • Brebes
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
    Nonbaku
    • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
    • Widal (slang)
    Bahasa terkait
    • Badui
    • Banyumas†
    • Depok
    • Lombok Barat
    • Tegal
    Gramatika
    • Tata bahasa
    • Fonologi
      • Rinéka sora
    • IPA
    Otoritas
    • Lembaga
    • Kongres
    • Kamus R.A. Danadibrata
    Topik terkait
    • Angka
    • Ejaan
    • Rumpun
    • Sastra
    • Wikipedia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Polemik muatan lokal
    3. Penggunaan
    4. Lihat pula
    5. Referensi
    6. Catatan kaki
    7. Daftar pustaka
    8. Pranala luar
    9. Bahasa Sunda di Kota Depok
    10. Bahasa Sunda Umum

    Artikel Terkait

    Jawa Barat

    provinsi di Pulau Jawa, Indonesia

    Kota Cilegon

    kota di Provinsi Banten

    Bahasa Sunda

    bahasa yang dituturkan di Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026