Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Sunda di Kabupaten Lombok Barat

Bahasa Sunda di Kabupaten Lombok Barat terutama digunakan oleh masyarakat etnis Sunda dan sebagian masyarakat asli Sasak. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya sektor pariwisata di desa Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Peningkatan sektor pariwisata tersebut berdampak pada semakin banyaknya lapangan pekerjaan, baik bagi masyarakat asli Sasak maupun masyarakat asal Jawa Barat yang didominasi oleh suku Sunda. Pekerja yang berasal dari Jawa Barat tersebut berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, mereka memilih hidup berkelompok dengan sesama orang Sunda, yang secara otomatis akan menggunakan bahasa Sunda untuk komunikasi sehari-hari. Bahkan desa tersebut dijuluki sebagai Kampung Sunda.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Bahasa Sunda di Kabupaten Lombok Barat terutama digunakan oleh masyarakat etnis Sunda dan sebagian masyarakat asli Sasak. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya sektor pariwisata di desa Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Peningkatan sektor pariwisata tersebut berdampak pada semakin banyaknya lapangan pekerjaan, baik bagi masyarakat asli Sasak maupun masyarakat asal Jawa Barat yang didominasi oleh suku Sunda. Pekerja yang berasal dari Jawa Barat tersebut berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda, mereka memilih hidup berkelompok dengan sesama orang Sunda, yang secara otomatis akan menggunakan bahasa Sunda untuk komunikasi sehari-hari. Bahkan desa tersebut dijuluki sebagai Kampung Sunda.[1]

Kondisi kebahasaan

Di desa Senggigi, bahasa Sunda lebih mendominasi dibandingkan bahasa Sasak di tempat tersebut, yang mana bahasa Sasak merupakan bahasa asli di daerah tersebut dan Pulau Lombok secara keseluruhan. Masyarakat asli Sasak yang tinggal di desa ini tampaknya lebih 'bangga' menggunakan bahasa Sunda daripada bahasa Sasak.[1]

Berdasarkan penelitian oleh Niswariyana (2018), dapat dipahami bentuk eksistensi bahasa Sunda di lingkungan suku Sasak di desa Senggigi yang menyebabkan masyarakat Sasak di desa Senggigi lebih suka menggunakan bahasa Sunda dari pada bahasa Sasak.[1] Di desa Senggigi, pekerja-pekerja bidang pariwisata di desa tersebut tidak hanya berasal dari masyarakat asli Lombok saja, akan tetapi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Bali, Jakarta, Bandung, Surabaya, Sumbawa, Bima, dan beberapa daerah lainnya. Di antara para pendatang yang bekerja di desa Senggigi, terutama didominasi oleh pekerja asal Jawa Barat yang berjumlah sekitar 400 orang. Mereka terutama tinggal di mess yang telah disediakan, tetapi juga banyak yang memiliki untuk mengontrak di rumah penduduk setempat.[2]

Para pekerja asal Jawa Barat tersebut diketahui lebih nyaman berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda dengan rekan sedaerahnya. Akibatnya, orang-orang yang kerap berinteraksi dengan mereka seperti asisten kebersihan, rekan-rekan di lingkungan kerja, dan penduduk setempat yang notabenenya menggunakan bahasa Sasak ikut menggunakan bahasa Sunda untuk sekadar menyapa atau berbicara dengan mereka.[2]

Penggunaan

Berdasarkan hasil penelitian oleh Niswariyana (2018), ditemukan bahwa bahasa Sunda yang dikuasai masyarakat etnis Sasak masih pada tataran sederhana, seperti sapaan biasa. Meskipun bukan tidak mungkin masyarakat Sasak yang terus menerus berinteraksi dengan masyarakat Sunda di desa Senggigi akan menguasai bahasa Sunda dengan baik pada tingkat yang sulit, tetapi untuk saat ini kata-kata yang sering diucapkan berkisar pada kata-kata seperti, eta mah 'itu mah', ieu 'ini', hatur nuhun 'terima kasih', sami-sami 'sama-sama', kadieu 'ke sini', didieu 'di sini', naon 'apa', kumaha 'bagaimana', aing 'saya', 'abdi' 'aku', aya-aya wae 'ada-ada saja', bogoh 'sayang', teteh 'sapaan untuk perempuan', akang 'sapaan untuk laki-laki', aa 'sapaan untuk laki-laki', eceu 'sapaan untuk perempuan', sabaraha 'berapa', dan beberapa kata sederhana lainnya.[1]

Terdapat beberapa masyarakat asli Sasak di desa tersebut yang akhirnya menikah dengan orang Sunda. Jadi penggunaan bahasa Sunda pada masyarakat Sasak di desa tersebut difungsikan sebagai bahasa kedua.[3] Dapat dikatakan bahwa bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa pergaulan bagi pengguna bahasa ibu Sasak di desa Senggigi meskipun pada dasarnya bahasa Sunda tidak serta-merta menggeser kedudukan bahasa Sasak sebagi bahasa 'tuan rumah' di sana.[4]

Rujukan

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 Niswariyana (2018), hlm. 33.
  2. 1 2 Niswariyana (2018), hlm. 34.
  3. ↑ Niswariyana (2018), hlm. 35.
  4. ↑ Niswariyana (2018), hlm. 43.

Daftar pustaka

  • Niswariyana, Ahyati K.; Nina (2018). "Pemertahanan Bahasa Sunda Pada Lingkungan Etnis Sasak di Desa Senggigi Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat". Jurnal Ilmiah Telaah. 3 (1). Mataram: FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. doi:10.31764/telaah.v3i1.300. ISSN 2620-6226.

Pranala luar

  • Pedoman Ejaan Bahasa Sunda Yang Disempurnakan
  • Kamus Sunda-Indonesia Repositori Kemdikbud
  • Kamus Bahasa Sunda-Inggris oleh F.S. Eringa
  • Konverter Aksara Latin-Aksara Sunda di kairaga.com
  • Tabel Karakter Unicode Aksara Sunda di unicode-table.com
  • l
  • b
  • s
Bahasa Sunda
Sejarah
  • Kuno (abad ke-12—16)
  • Klasik (abad ke-17—18)
  • Modern Awal (abad ke-19)
  • Modern (abad ke-20—kini)
Aksara Sunda
Sistem penulisan
Aksara
  • Buda
  • Kuno
  • Baku
  • Pegon
  • Latin
Unicode
  • Blok Unicode (karakter)
  • Supplement (tanda baca)
Tingkat tutur
Bahasa
  • Hormat
    • ka batur
    • ka sorangan
  • Loma
Kosakata
  • Lemes
    • pisan
    • enteng
    • dusun
  • Sedeng
  • Panengah
  • Loma
  • Cohag
Ragam
Dialek
Banten
  • Pandeglang
  • Serang
  • Tangerang
Pesisir Utara
  • Binong
  • Bogor
  • Karawang
Priangan
  • Bandung
  • Ciamis
  • Garut
  • Sumedang
  • Tasikmalaya
Cirebon
  • Brebes
  • Indramayu
  • Kuningan
  • Majalengka
Nonbaku
  • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
  • Widal (slang)
Bahasa terkait
  • Badui
  • Banyumas†
  • Depok
  • Lombok Barat
  • Tegal
Gramatika
  • Tata bahasa
  • Fonologi
    • Rinéka sora
  • IPA
Otoritas
  • Lembaga
  • Kongres
  • Kamus R.A. Danadibrata
Topik terkait
  • Angka
  • Ejaan
  • Rumpun
  • Sastra
  • Wikipedia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kondisi kebahasaan
  2. Penggunaan
  3. Rujukan
  4. Catatan kaki
  5. Daftar pustaka
  6. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026