Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kata sedeng

Kata sedeng atau kecap sedeng adalah kosakata bahasa Sunda yang digunakan dalam ragam bahasa hormat ka sorangan. Sesuai dengan fungsinya, kata ini digunakan untuk menghormati sekaligus merendahkan diri sendiri di hadapan lawan bicara. Pada zaman dahulu, kata sedeng juga digunakan untuk membicarakan orang lain di hadapan atasan, hal ini dilakukan karena penggunaan kata lemes dirasa terlalu tinggi dan kata loma/kasar dirasa terlalu rendah. Sedeng sendiri memiliki arti sedang. Kata ini terkadang tertukar pengertiannya dengan kata panengah.

kosakata bahasa Sunda
Diperbarui 16 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kata sedeng
Senarai kata sedeng yang terdapat dalam buku tata bahasa Sunda yang berbahasa Belanda Soendaneesche Spraakkunst (1904) karya Sierk Coolsma.

Kata sedeng atau kecap sedeng (aksara Sunda baku: ᮊᮨᮎᮕ᮪ ᮞᮨᮓᮨᮀ, pengucapan bahasa Sunda: [kə.t͡ʃap.sə.dəŋ]) adalah kosakata bahasa Sunda yang digunakan dalam ragam bahasa hormat ka sorangan. Sesuai dengan fungsinya, kata ini digunakan untuk menghormati sekaligus merendahkan diri sendiri di hadapan lawan bicara. Pada zaman dahulu, kata sedeng juga digunakan untuk membicarakan orang lain di hadapan atasan, hal ini dilakukan karena penggunaan kata lemes dirasa terlalu tinggi dan kata loma/kasar dirasa terlalu rendah.[1] Sedeng sendiri memiliki arti sedang. Kata ini terkadang tertukar pengertiannya dengan kata panengah.[2][3]

Dalam kamus-kamus atau buku tata bahasa Sunda, kata sedeng biasanya ditandai dengan S atau s.[3]

Kosakata

Contoh

Di bawah ini adalah contoh kata sedeng (yang ditebali) dengan padanannya dalam kata loma dan kata lemes.[3]

Indonesia Loma Sedeng Lemes
pulang balik wangsul mulih
bawa bawa bantun candak
malu éra isin lingsem
kambuh karugrag kanceuh kaseuit
tahu apal terang uninga
rumah imah rorompok bumi
istri pamajikan bojo geureuha

Pembentukan

Di bawah ini dijabarkan beberapa proses pembentukan kata sedeng dari kata loma.

Perubahan bunyi akhir

  • Akhiran -ntun:[4]
    • bawa (ᮘᮝ) menjadi bantun (ᮘᮔ᮪ᮒᮥᮔ᮪), bawa
  • Akhiran -os:[4]
    • miang (ᮙᮤᮃᮀ) menjadi mios (ᮙᮤᮇᮞ᮪), pergi/berangkat
    • tanya (ᮒᮑ) menjadi taros (ᮒᮛᮧᮞ᮪), tanya

Perubahan vokal

perubahan a → i:[4]

  • muga (ᮙᮥᮌ) menjadi mugi (ᮙᮥᮌᮤ), semoga

Perubahan huruf awal

  • kata kerja:[5]
    • bisa (ᮘᮤᮞ) menjadi tiasa (ᮒᮃᮞ), bisa

Perubahan kata secara keseluruhan

  • kata kerja:[4]
    • dahar (ᮓᮠᮁ) menjadi neda (ᮔᮨᮓ), makan
    • saré (ᮞᮛᮦ) menjadi mondok (ᮙᮧᮔ᮪ᮓᮧᮊ᮪), tidur
    • tempo (ᮒᮨᮙ᮪ᮕᮧ) menjadi tingal (ᮒᮤᮍᮜ᮪), lihat
    • boga (ᮘᮧᮌ) menjadi gaduh (ᮌᮓᮥᮂ), punya
  • kata benda:[4]
    • imah (ᮄᮙᮂ) menjadi rorompok (ᮛᮧᮛᮧᮙ᮪ᮕᮧᮊ᮪), rumah

Lihat pula

  • Kata lemes pisan
  • Kata lemes
  • Kata lemes enteng
  • Kata lemes dusun

Rujukan

Catatan kaki

  1. ↑ Coolsma 1985, hlm. 41.
  2. ↑ Kats 1982, hlm. 15.
  3. 1 2 3 Coolsma 1985, hlm. 14.
  4. 1 2 3 4 5 Kats 1982, hlm. 2-4.
  5. ↑ Kats 1982, hlm. 7.

Daftar Pustaka

  • Coolsma, S (1985) [1904]. Tata bahasa Sunda. Diterjemahkan oleh Wijayakusumah, Husein; Rusyana, Rus. Jakarta: Djambatan. OCLC 13986971. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Kats, J; Soeriadiraja, M (1982) [1921]. Tata Bahasa dan Ungkapan Bahasa Sunda. Diterjemahkan oleh Ayatrohaedi. Jakarta: Djambatan. OCLC 69116948. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Lihat Kategori:Kata sedeng di Wiktionary, kamus gratis.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sedeng word.
  • Pedoman Ejaan Bahasa Sunda Yang Disempurnakan
  • Kamus Sunda-Indonesia Repositori Kemdikbud
  • Kamus Bahasa Sunda-Inggris oleh F.S. Eringa
  • Konverter Aksara Latin-Aksara Sunda di kairaga.com
  • Tabel Karakter Unicode Aksara Sunda di unicode-table.com
  • l
  • b
  • s
Bahasa Sunda
Sejarah
  • Kuno (abad ke-12—16)
  • Klasik (abad ke-17—18)
  • Modern Awal (abad ke-19)
  • Modern (abad ke-20—kini)
Aksara Sunda
Sistem penulisan
Aksara
  • Buda
  • Kuno
  • Baku
  • Pegon
  • Latin
Unicode
  • Blok Unicode (karakter)
  • Supplement (tanda baca)
Tingkat tutur
Bahasa
  • Hormat
    • ka batur
    • ka sorangan
  • Loma
Kosakata
  • Lemes
    • pisan
    • enteng
    • dusun
  • Sedeng
  • Panengah
  • Loma
  • Cohag
Ragam
Dialek
Banten
  • Pandeglang
  • Serang
  • Tangerang
Pesisir Utara
  • Binong
  • Bogor
  • Karawang
Priangan
  • Bandung
  • Ciamis
  • Garut
  • Sumedang
  • Tasikmalaya
Cirebon
  • Brebes
  • Indramayu
  • Kuningan
  • Majalengka
Nonbaku
  • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
  • Widal (slang)
Bahasa terkait
  • Badui
  • Banyumas†
  • Depok
  • Lombok Barat
  • Tegal
Gramatika
  • Tata bahasa
  • Fonologi
    • Rinéka sora
  • IPA
Otoritas
  • Lembaga
  • Kongres
  • Kamus R.A. Danadibrata
Topik terkait
  • Angka
  • Ejaan
  • Rumpun
  • Sastra
  • Wikipedia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kosakata
  2. Contoh
  3. Pembentukan
  4. Lihat pula
  5. Rujukan
  6. Catatan kaki
  7. Daftar Pustaka
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Ragam nonbaku dalam bahasa Sunda

bentuk-bentuk nonformal bahasa Sunda

Bahasa Sunda

bahasa yang dituturkan di Indonesia

Bahasa Jawa Indramayu

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026