Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Sunda Brebes

Bahasa Sunda Brebes atau dialek Brebes adalah sebuah dialek bahasa Sunda yang lazimnya dituturkan oleh penduduk bersuku Sunda di sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah khususnya di bagian selatan dan barat daya. Dalam rumpun bahasa Sunda, bahasa Sunda Brebes termasuk ke dalam rumpun dialek Sunda Timur Laut yang berkerabat dekat dengan bahasa Sunda Kuningan. Bahasa ini diperkirakan mempunyai penutur sebanyak 14% dari keseluruhan penduduk Kabupaten Brebes.

salah satu varietas bahasa Sunda dalam lingkup dialek Timur Laut
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Sunda Brebes
Bahasa Sunda Brebes
Basa Sunda Brebescode: su is deprecated
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮘᮢᮨᮘᮨᮞ᮪code: su is deprecated
Basa Sunda Jama Déwékcode: su is deprecated
ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮏᮙ ᮓᮦᮝᮦᮊ᮪code: su is deprecated
Pengucapanbasa sʊnda ʙrəbəs
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  • Jawa Tengah[1]
    • Kab. Brebes
      (bagian tengah dan barat daya)
    • Kab. Cilacap
      • Karangpucung
Penutur
14% dari populasi Kabupaten Brebes atau ± 253.000 jiwa (2019)[2][3]
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Sumbawa atau Kalimantan Utara Raya (diperdebatkan)
        Cari tahu mengapa. Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
        • Sunda-Badui
          • Sunda
            • Sunda Cirebon
              • Sunda Brebes 
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • Borneo Utara Raya
            • bahasa Sunda Suntingan nilai di Wikidata
              • Sunda Brebes
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Posisi bahasa Sunda Brebes dalam dialek-dialek bahasa Sunda Sunting klasifikasi ini

    Catatan:

    Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
    • Sunda-Badui
      • Sunda Modern
        • Sunda Banten
          • Pandeglang
          • Rangkasbitung
          • Serang
          • Tangerang
        • Sunda Pesisir Utara
          • Binong
          • Bogor
          • Karawang
        • Sunda Cirebon
          • Brebes
          • Indramayu
          • Kuningan
          • Majalengka
        • Sunda Priangan
          • Bandung
          • Ciamis
          • Cianjur
          • Garut
          • Sumedang
          • Tasikmalaya
        • Banyumas†
      • Badui
    Sistem penulisan
    • Alfabet Latin
    • Aksara Sunda Baku
    Status resmi
    Diakui sebagai
    bahasa minoritas di
     Indonesia
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    Glottologbreb1234
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Sunda Brebes diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    Referensi: [4][5]
    Lokasi penuturan
    Wilayah di kabupaten Brebes di mana dialek Brebes adalah mayoritas
    Wilayah di kabupaten Brebes di mana dialek Brebes adalah minoritas
    Peta bahasa lain
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Sunda Brebes (ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ ᮘᮢᮨᮘᮨᮞ᮪, basa Sunda Brebes) atau dialek Brebes[6] adalah sebuah dialek bahasa Sunda yang lazimnya dituturkan oleh penduduk bersuku Sunda di sebagian wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah khususnya di bagian selatan dan barat daya. Dalam rumpun bahasa Sunda, bahasa Sunda Brebes termasuk ke dalam rumpun dialek Sunda Timur Laut yang berkerabat dekat dengan bahasa Sunda Kuningan.[7][8] Bahasa ini diperkirakan mempunyai penutur sebanyak 14% dari keseluruhan penduduk Kabupaten Brebes.[2]

    Meskipun secara fonologis bahasa Sunda Brebes sama dengan bahasa Sunda baku, bahasa Sunda Brebes memiliki keunikan tersendiri berupa kosakata, tata bahasa, dan intonasi yang berbeda dengan bentuk standar bahasa Sunda.

    Wilayah penuturan

    Wilayah utama penutur bahasa Sunda Brebes meliputi kecamatan Salem, Bantarkawung, Ketanggungan, Banjarharjo dan beberapa desa di Kecamatan Tanjung (Sarireja dan Luwungbata), Kecamatan Larangan (Wlahar, Kamal, dan Pamulihan) dan Kecamatan Kersana (Kradenan, Pende, dan Sindang Jaya), dan Kecamatan Losari (Bojongsari, Dukuhsalam, Jatisawit, Karangjunti, karangsambung, Negla, Randegan).[9][10][11]

    Bahasa Sunda juga digunakan dalam tingkat yang lebih rendah di beberapa desa di Kecamatan Paguyangan (Kedungoleng), Kecamatan Bumiayu (Pruwatan dan Laren), Kecamatan Bantarkawung (Cinanas, Cibentang, Karangpari, Pangebatan, dan Bantarkawung), Kecamatan Ketanggungan (Pamedaran, Baros, Kubangsari, Kubangjati, Buara, Dukuhbadag, dan Kubangwungu), Kecamatan Banjarharjo (Banjarharjo, Cimunding, Ciawi, Tegalreja, dan Banjar Lor), Kecamatan Losari (Karang Junti, Dukuhsalam, dan Babakan), dan Kecamatan Kersana (kubangpari).[12]

    Penggunaan

    Penutur bahasa Sunda di Kabupaten Brebes selalu menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat setempat.[13] Di dalam kehidupan sehari-hari, seperti jual beli di pasar, ceramah agama di masjid, dan upacara adat (pernikahan, khitanan, syukuran, sedekah bumi), bahasa Sunda selalu digunakan sebagai bahasa pengantar. Meskipun begitu, bahasa Sunda di Kabupaten Brebes hanya digunakan dalam ragam lisan, bukan dalam ragam tulis dan sampai saat ini bahasa tersebut masih dipelihara dengan baik oleh masyarakat penuturnya.[10]

    Kebiasaan yang menarik yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Losari, Banjarharjo, dan beberapa kecamatan di daerah Brebes selatan adalah adanya kecenderungan masyarakat dalam melakukan hampir seluruh aktivitasnya, seperti bersekolah, berobat, berbelanja, atau keperluan lain lebih cenderung melakukannya ke Kecamatan Ciledug, yakni kecamatan yang ada di sebelah timur Kabupaten Cirebon daripada ke kota Brebes itu sendiri. Hal ini disebabkan karena lebih mudahnya mendapatkan sarana transportasi ke arah Ciledug daripada ke Brebes juga dipengaruhi oleh faktor masyarakat yang sebahasa yang menjadikan mudahnya berkomunikasi dan ikatan satu bahasa.[14]

    Karakteristik

    Perbedaan bahasa Sunda Brebes dengan bahasa Sunda standar tampak menonjol pada intonasi dan beberapa kosakata, sedangkan dalam tataran frasa dan kalimat tidak terjadi perbedaan. Dalam tataran frasa, misalnya adalah:[15]

    • imah bapa = rumah bapak
    • peti suluh = peti kayu
    • budak bandel = anak nakal
    • hayang héés/pineuh = ingin tidur
    • ngakan/nyatu kéjo = makan nasi
    • gedé ujur = besar sekali
    • jenuk/bera budak = banyak anak.

    Kalimat bahasa Sunda Brebes contohnya adalah:[15]

    • Misah/ambih lulus ujian nyanéh kudu di ajar = Agar lulus ujian kamu harus belajar;
    • Iraha nyanéh mangkat = Kapan kamu pergi?;
    • Naha nyanéh telat = Mengapa kamu terlambat?;
    • Mih balik ti pasar = Ibu pulang dari pasar;
    • Kaka geus indit = Kakak (laki-laki) telah pergi.

    Yang menarik adalah sebagian kosakata bahasa Sunda standar yang termasuk kosakata netral (tidak kasar dan juga tidak halus) di dalam bahasa Sunda Brebes selalu diaggap lebih halus. Misalnya, frasa;[15]

    • Hayang saré = ingin tidur
    • dahar sangu = makan nasi

    Di dalam bahasa Sunda Brebes dianggap halus, padahal di dalam bahasa Sunda Standar kedua frasa itu bermakna netral. Frasa yang bermakna ingin tidur dan makan nasi di dalam bahasa Sunda Brebes adalah hayang héés dan ngakan kéjo. Selain "héés" untuk mengungkapkan kata "tidur", juga digunakan kata "pineuh" di bantarkawung sebagai padanannya.

    Tabel perbandingan Bahasa Sunda Brebes dan Bahasa Sunda Standar[11][16][15]

    Bahasa Sunda Brebes Bahasa Sunda Standar Arti
    pocor ucur alir / mengalir
    api seuneu api
    hiber ngambang apung / mengapung
    apik/hade alus baik
    ula oray ular
    jegu mintul tumpul
    dolog kendor rendah
    lésang leueur licin
    rupit heurin sempit
    weureu mabok mabuk
    jenuk loba banyak
    ngaréngkol ngagolér berbaring
    buburuh moro berburu
    ngacoblok ngomong berbicara
    gulung gelut berkelahi
    ruag bongkar bongkar
    pineuh saré tidur
    rubiah pamajikan istri
    mungkal batu batu
    suluh kai kayu
    bugang bangké bangkai
    jenu tuba racun ikan
    kédé kénca kiri
    dingding bilik dinding
    goah dapur dapur
    talang golodog beranda
    gendeng hateup atap
    paranjé kandang embé kandang domba
    kaso/usuk/layeus kaso-kaso kasau
    epyan lalangit langit-langit
    samak lampit tikar
    budin sampeu singkong
    réngkol golér baring
    hawangan walungan sungai
    doyong déngdék miring
    balimbing balingbing belimbing
    sabrang cabé cabai
    gandul gedang pepaya
    delima dalima delima
    albi jeungjing Sengon
    gendul botol botol

    Lihat pula

    • iconPortal Bahasa
    • flagPortal Indonesia
    • Portal Sunda
    • Bahasa Sunda Kuningan
    • Bahasa Sunda di Kabupaten Banyumas
    • Bahasa Sunda Cirebon
    • Bahasa Sunda Ciamis
    • Dialek bahasa Sunda

    Referensi

    Catatan kaki

    1. ↑ Wahyuni (2010), hlm. 72.
    2. 1 2 Susanto (2019).
    3. ↑ BPS Kabupaten Brebes (2019).
    4. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    5. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    6. ↑ Hammarström, Forkel & Haspelmath (2021).
    7. ↑ Suyanto (2018), hlm. 210.
    8. ↑ Junawaroh (2010), hlm. 102.
    9. ↑ Rosyadi (2018), hlm. 8.
    10. 1 2 Junawaroh (2020), hlm. 143.
    11. 1 2 Choeri Apriany (2020), hlm. 4.
    12. ↑ Bighoviq (2020), hlm. 4.
    13. ↑ Sutrisno (2021), hlm. 99-100.
    14. ↑ Is Rhosyantina (2014), hlm. 32.
    15. 1 2 3 4 Tjatur Wisnu Sasangka (1999), hlm. 46.
    16. ↑ Wahya (2016), hlm. 132.

    Daftar pustaka

    • Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2021). "Brebes". Glottolog 4.5. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ;
    • Susanto, Ridlo (2019). "Penutur Bahasa Sunda di Brebes Makin Menyusut" [The number of Sundanese speakers in Brebes is decreasing]. gatra.com. Diakses tanggal 15 Mei 2021.
    • BPS Kabupaten Brebes (2019). "Jumlah Penduduk Kab. Brebes Menurut Kecamatan (Jiwa), 2016-2019" [Total Population of. Brebes Regency by Sub-District (Soul), 2016-2019]. Diakses tanggal 15 Mei 2021.
    • Wahyuni, S. (2010). "Tarik-Menarik Bahasa Jawa Dialek Banyumas dan Bahasa Sunda di Perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat Bagian Selatan sebagai Sikap Pemertahanan Bahasa oleh Penutur". Seminar Nasional Pemertahanan Bahasa Nusantara.
    • Suyanto (2018). "Bahasa Sunda sebagai Bahasa Ibu di Provinsi Jawa Tengah:Studi Data Sensus Penduduk 2010". NUSA. 13. doi:10.14710/nusa.13.2.201-212. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    • Junawaroh, Siti (2010). "Inovasi Fonetis Dalam Bahasa Sunda Di Kabupaten Brebes". Seminar Nasional Pemertahanan Bahasa Nuasantara.
    • Rosyadi, Diding; Zulaeha, Ida; Baehaqie, Imam (2018). "Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa dengan Bahasa Sunda di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes". Jurnal Sastra Indonesia. 6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
    • Junawaroh, Siti (2020). "SIKAP BAHASA KAUM MUDA SUNDA BREBES". Jurnal AKRAB JUARA. 5.
    • Choeri Apriany, Winda;Sudaryat, Yayat; Haerudin, Dingding (2020). "BASA SUNDA DIALÉK BREBES DI KACAMATAN SALEM PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA DI SMP". Winda Choeri Apriany : Basa Sunda Dialek Brebes (dalam bahasa Sunda). Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
    • Bighoviq, M Izet (2020). "PERBANDINGAN KOSAKATA BAHASA JAWA DENGAN BAHASA SUNDA DI WILAYAH BREBES SELATAN". Perbandingan Kosakata Bahasa Jawa dengan Bahasa Sunda Di Wilayah Brebes Selatan: 4.
    • Sutrisno, Andi; Muliawati, Hesti; Dutha Bahari, Andika; Bediyanto (2021). "PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI WUJUD IDENTITAS MASYARAKAT DI DESA LUWUNG BATA, BREBES, JAWA TENGAH". Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia. 6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
    • Is Rhosyantina, Laura (2014). "ALIH KODE, CAMPUR KODE, DAN INTERFERENSI DALAM PERISTIWA TUTUR PENJUAL DAN PEMBELI DI RANAH PASAR TRADISIONAL CISANGGARUNG LOSARI KABUPATEN BREBES (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)". UNY Jurnal: 32.
    • Tjatur Wisnu Sasangka, Sry Ssatriya (1999). "Bahasa Sunda di Kabupaten Brebes" (PDF). Diakses tanggal 7 July 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    • Wahya, Wahya; Sobarna, Cece; Muhtadin, Teddi; Meganova Lyra, Hera (2016). "INOVASI BAHASA SUNDA DI KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH". Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya. 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)

    Bacaan selanjutnya

    • Junawaroh, S.; Sobarna, C.; Wahya; Riyanto, S. (2018). "Brebes Sundanese Language in the Realm of Social Intercourse as a Territorial Identity". KnE Social Sciences / The 1st International Seminar on Language, Literature and Education (ISLLE 2017). 3 (9): 357–363. doi:10.18502/kss.v3i9.2697. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

    Pranala luar

    • Daftar lema bahasa Sunda Brebes di Wiktionary
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Sunda
    Sejarah
    • Kuno (abad ke-12—16)
    • Klasik (abad ke-17—18)
    • Modern Awal (abad ke-19)
    • Modern (abad ke-20—kini)
    Aksara Sunda
    Sistem penulisan
    Aksara
    • Buda
    • Kuno
    • Baku
    • Pegon
    • Latin
    Unicode
    • Blok Unicode (karakter)
    • Supplement (tanda baca)
    Tingkat tutur
    Bahasa
    • Hormat
      • ka batur
      • ka sorangan
    • Loma
    Kosakata
    • Lemes
      • pisan
      • enteng
      • dusun
    • Sedeng
    • Panengah
    • Loma
    • Cohag
    Ragam
    Dialek
    Banten
    • Pandeglang
    • Serang
    • Tangerang
    Pesisir Utara
    • Binong
    • Bogor
    • Karawang
    Priangan
    • Bandung
    • Ciamis
    • Garut
    • Sumedang
    • Tasikmalaya
    Cirebon
    • Brebes
    • Indramayu
    • Kuningan
    • Majalengka
    Nonbaku
    • Basa budak (bahasa kanak-kanak)
    • Widal (slang)
    Bahasa terkait
    • Badui
    • Banyumas†
    • Depok
    • Lombok Barat
    • Tegal
    Gramatika
    • Tata bahasa
    • Fonologi
      • Rinéka sora
    • IPA
    Otoritas
    • Lembaga
    • Kongres
    • Kamus R.A. Danadibrata
    Topik terkait
    • Angka
    • Ejaan
    • Rumpun
    • Sastra
    • Wikipedia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Wilayah penuturan
    2. Penggunaan
    3. Karakteristik
    4. Lihat pula
    5. Referensi
    6. Catatan kaki
    7. Daftar pustaka
    8. Bacaan selanjutnya
    9. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Bahasa Sunda Ciamis

    variasi regional bahasa Sunda di wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya

    Indonesia

    negara di Asia Tenggara dan Oseania

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026