Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara Dunging

Aksara Dunging atau aksara Iban adalah aksara semisilabis yang digunakan untuk menulis bahasa Iban di Malaysia (Sarawak) dan Indonesia. Aksara ini diciptakan pada tahun 1947 oleh Dunging Anak Gunggu (1904–1985), yang merevisi 77 glif awal menjadi 59 glif saat ini pada tahun 1962. Namun, aksara ini belum banyak digunakan. Pada tahun 2012, Dr. Bromeley Philip dari Universitas Teknologi MARA mulai mempromosikan aksara ini lagi.

sistem penulisan untuk bahasa Iban
Diperbarui 10 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksara Dunging
Urup Dunging
Jenis aksara
Aksara semisilabis
BahasaIban (penggunaan terbatas)
PenciptaDunging Anak Gunggu
Periode
1947–sekarang
 Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

Aksara Dunging atau aksara Iban adalah aksara semisilabis yang digunakan untuk menulis bahasa Iban di Malaysia (Sarawak) dan Indonesia (Kalimantan Barat). Aksara ini diciptakan pada tahun 1947 oleh Dunging Anak Gunggu (1904–1985), yang merevisi 77 glif awal menjadi 59 glif saat ini pada tahun 1962. Namun, aksara ini belum banyak digunakan. Pada tahun 2012, Dr. Bromeley Philip dari Universitas Teknologi MARA mulai mempromosikan aksara ini lagi.[1][2]

Sejarah

Dunging Anak Gunggu tidak pernah mengikuti pendidikan formal sebelum menciptakan aksara Dunging. Ia belajar membaca dan menulis sendiri menggunakan aksara Latin dan beberapa aksara Jawi. Dunging berhasil mengajarkan aksara tersebut kepada anggota keluarganya dan beberapa temannya. Kemudian, Bagat Nunui, mantan kepala rumah panjang Nanga Ulai (rumah panjang yang sama dengan Dunging) memutuskan untuk melestarikan aksara tersebut.[2] Namun, tidak banyak yang tertarik dengan aksara tersebut dari anggota komunitasnya yang lain. Ia diundang untuk mengajar aksara tersebut di sebuah sekolah di Betong, tetapi tidak banyak berhasil. Sejak saat itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk menghidupkan kembali aksara ini, namun tidak berhasil.

Pada tahun 2010, memperluas karya Dunging, Dr. Bromeley Philip dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak mengembangkan font komputer untuk aksara Iban, yang disebut LaserIban. Tujuannya adalah untuk membantu melestarikan aksara Iban dalam bentuk digital di dunia modern. LaserIban tersedia untuk komputer Windows dan Macintosh dan sepenuhnya kompatibel lintas platform.[3] Namun, LaserIban adalah jenis huruf lama yang dikodekan ke dalam blok Latin Unicode, sehingga membatasi jangkauan penggunaannya di komputer.[4][5]

Lihat juga

  • Aksara Kanayatn

Referensi

  1. ↑ "Pemintar Dunging Kedua Bali Nama Seragunting". suarasarawak.my (dalam bahasa Iban). 31 Oktober 2020. Diakses tanggal 13 Juli 2021.
  2. 1 2 David, Jacqueline (11 Juli 2021). "Dunging Script into the millennium". The Borneo Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Oktober 2022.
  3. ↑ "Reviving the Iban Alphabet". Phys.org. 18 Mei 2015. Diakses tanggal 20 Agustus 2019.
  4. ↑ "Dunging Script is Not Encoded in Unicode as of Date". scriptsource.org (dalam bahasa Inggris). 22 Maret 2017. Diakses tanggal 13 Juli 2021.
  5. ↑ "LaserIban Uses the Latin Block in Unicode". linguistsoftware.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 Juli 2021.
Ikon rintisan

Artikel bertopik aksara ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Lihat juga
  3. Referensi

Artikel Terkait

Suku Dayak Iban

kelompok etnik Dayak

Bahasa Sunda

bahasa yang dituturkan di Indonesia

Ngayau

tradisi pemburuan kepala dalam suku Dayak

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026