Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara Incung

Aksara Incung atau Surat Incung adalah jenis aksara Abugida yang digunakan untuk menulis oleh suku Kerinci, kelompok etnis yang menghuni dataran tinggi Jambi. Wilayah tradisional digunakannya aksara Incung, saat ini berada dalam wilayah administratif Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Keturunan aksara Kawi yang digunakan di Kerinci
Diperbarui 1 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksara Incung
Suhat Incoung
Jenis aksara
Abugida
BahasaKerinci
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
  • Abjad Proto-Sinai
    • Abjad Fenisia
      • Abjad Aramea
        • Aksara Brahmi
    Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
    • Aksara Pallawa
      • Aksara Kawi
        • Aksara Incung
    Aksara kerabat
    Lampung
    Ogan
    Rejang
    Rencong
    Pengkodean Unicode
    Rentang Unicode
    Belum terdaftar
     Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

    Aksara Incung atau Surat Incung (bahasa Kerinci: Suhat Incoung) adalah jenis aksara Abugida yang digunakan untuk menulis oleh suku Kerinci, kelompok etnis yang menghuni dataran tinggi Jambi. Wilayah tradisional digunakannya aksara Incung, saat ini berada dalam wilayah administratif Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.[1]

    Secara bahasa, surat berarti 'tulisan', sementara incung berarti 'miring' atau 'terpancung' dalam bahasa Kerinci. Aksara ini tersusun dari garis lurus, patah terpancung, dan melengkung yang ditulis miring beberapa derajat.[2]

    Aksara Incung merupakan peninggalan budaya nenek moyang suku Kerinci. Aksara ini digunakan untuk mendokumentasikan sejarah nenek moyang, sastra berupa prosa-prosa percintaan dan kesedihan, perjanjian adat, dan mantra-mantra.[3]

    Asal-usul

    Daftar huruf dalam aksara Incung.

    Aksara Incung merupakan turunan dari aksara Sumatera Kuno atau aksara pasca Pallawa. Aksara ini berakar dari aksara Brahmik yang digunakan di India. Menurut Kozok, turunan aksara pasca Pallawa di Sumatera bagian selatan disebut sebagai kelompok aksara Rencong. Kelompok aksara Rencong terbagi ke dalam tiga sub kelompok yaitu:

    1. Surat Incung' yang digunakan di Kerinci, Jambi.
    2. Surat Ulu yang digunakan di Bengkulu dan Sumatera Selatan (termasuk Komering, Lebong, Lembak, Lintang, Ogan, Besemah, Rejang, dan Serawai).
    3. Surat Lampung yang digunakan di wilayah Lampung.[4]

    Penamaan Surat Incung juga ditulis di dalam naskah kuno beraksara Incung seperti naskah pusaka Rajo Sulah dari Siulak Mukai. Pembuka kata dari naskah tersebut berbunyi "hah basamilah mujur akung mangarang surat Incung". Hal ini menunjukkan bahwa naskah tersebut ditulis dengan aksara yang oleh masyarakat penggunanya disebut surat Incung.[5]

    Penggunaan aksara Incung kemungkinan dimulai pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Naskah tertua yang menggunakan aksara ini adalah dua halaman terakhir dari kitab Undang-Undang Tanjung Tanah.[6]

    Keberadaan aksara Incung pertama kali dilaporkan oleh William Marsden pada abad ke-19 Masehi. Ia mencatat aksara Incung dari informan seorang guru pribumi Kerinci yang berniaga ke Bengkulu.[7]

    Naskah kuno

    Naskah kuno yang ditulis menggunakan aksara Incung masih disimpan sebagai pusaka oleh orang Kerinci hingga kini. Naskah Incung ditulis pada media berupa tanduk kerbau, bambu, kulit kayu, kertas, dan tulang.

    Naskah Incung pada media berupa kertas.

    Naskah Incung pada tanduk kerbau umumnya berisi surat perjanjian dan tembo, yaitu sejarah dari nenek moyang orang penyimpan naskah. Misalnya, empat naskah tanduk yang disimpan oleh luhah Depati Sungai Lago di Mendapo Rawang. Naskah tersebut berisi keterangan silsilah dari orang-orang yang menghuni Tanah Rawang. Selain itu juga diceritakan bagaimana nenek moyang mereka bermigrasi untuk membangun permukiman baru.[8]

    Naskah Incung pada bambu dan kertas umum berisi prosa ratapan kesedihan dan percintaan. Unsur pantun biasanya juga ditemukan di dalam prosa Incung. Seperti misalnya pada naskah bernomor TK. 102 pusaka Depati Kuning Nyato dari Dusun Tebat Ijuk, Mendapo Depati VII, tertuang unsur pantun biasa yang berbunyi:

    "tapurung ba'a ka tambang

    tiba ditambang manjadi cawan

    kasih burung ba'a tarabang

    duduk di sini marintang kawan."

    Terjemahan:

    "Tempurung bawa ke tambang

    Tiba di tambang menjadi cawan

    Kasih burung bawa terbang

    Duduk di sini merintangi kawan."[9]

    Selain berisi prosa, naskah pada bambu juga berisi tentang mantra seperti mantra kesuburan dan mantra pelindung diri yang disebut Sanggabunuh.[10] Selain itu, Naskah Incung juga memuat teks yang berisi tentang kisah Nabi Adam.[11]

    Penelitian

    Naskah Incung pertama kali diteliti oleh L.C. Westenenk yang mengalihaksarakan naskah tanduk pusaka Datuk Singarapi Putih' dari Sungai Penuh pada tahun 1927. Selanjutnya, penelitian dilakukan oleh Petrus Voorhoeve pada tahun 1940–1941. Voorhoeve berhasil mengalihaksarakan sekitar 134 Naskah Incung.[12]

    Petrus Voorhoeve berada di paling kanan.

    Penelitian terkini terkait pembacaan naskah Incung dilakukan oleh Wahyu Rizki Andhifani terhadap naskah bambu pusaka Rajo Sulah dan Hafiful Hadi Sunliensyar terhadap naskah pada tanduk kerbau pusaka Depati Sungai Lago dan naskah bambu pusaka Depati Anum Muncak Alam.

    Budayawan lokal Kerinci juga menaruh minat dalam pengembangan aksara dan naskah Incung. Beberapa tokoh penting berjasa dalam pengembangan naskah dan aksara Incung diantarannya, yaitu Alimin Depati, Amiruddin Gusti, Iskandar Zakaria, dan Amir Hakim Usman.

    Referensi

    1. ↑ Voorhoeve, Petrus (1970). “Kerintji Documents”. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 126 no. 4, hlm.. 369-399.
    2. ↑ Alimin, dkk. (2003). Sastra Incung Kerinci. Kerinci: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.
    3. ↑ Sunliensyar, Hafiful Hadi. Idu Tawa Lam Jampi: Mantra-mantra dalam Naskah Surat Incung Kerinci. Manuskripta, [S.l.], Vol. 8 (1). Hlm. 31-53. July 2018. ISSN: 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/100>. Date accessed: 30 Januari 2023. DOI: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v8i1.100.
    4. ↑ Kozok, Uli. (2006). Kitab undang-undang Tanjung Tanah: naskah Melayu yang tertua. Yayasan Naskah Nusantara. ISBN 979-461-603-6. OCLC 225737665.
    5. ↑ Andhifani, Wahyu R. (2012). "Naskah Kuna Pusaka Raja Sulah Desa Siulak Mukai Kerinci Jambi" dalam Jurnal Siddhayatra Vol. 17 (2). Hlm. 62-68.
    6. ↑ Kozok, Uli (2006). Kitab undang-undang Tanjung Tanah: naskah Melayu yang tertua. Yayasan Naskah Nusantara. ISBN 979-461-603-6. OCLC 225737665.
    7. ↑ Voorhoeve, Petrus (1970). “Kerintji Documents”. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 126 no. 4, hlm.. 369-399.
    8. ↑ Sunliensyar, Hafiful Hadi (2020). Empat Naskah Surat Incung pada Tanduk Kerbau dari Mendapo Rawang, Kerinci: Suntingan Teks dan Terjemahan. Jumantara 11 (2). pp. 79
    9. ↑ Sunliensyar, Hafiful Hadi (2022). Warisan Budaya Pantun dalam Manuskrip Surat Incung. Manuskripta, [S.l.], Vol. 12 (2). Hlm. 251-280. ISSN: 2355-7605. Available at: <http://journal.perpusnas.go.id/index.php/manuskripta/article/view/218>. Date accessed: 30 Januari 2023. DOI: https://doi.org/10.33656/manuskripta.v12i2.218.
    10. ↑ Sunliensyar, H. (2018). Idu Tawa Lam Jampi: Mantra-mantra dalam Naskah Surat Incung Kerinci. Manuskripta, 8 (1), 31–53. DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.100.
    11. ↑ Sunliensyar, H. H. (2021). KISAH NABI ADAM DI DALAM NASKAH INCUNG INI ASAN PULUNG DARI KERINCI. Jurnal Lektur Keagamaan, 19 (2), 583–806. https://doi.org/10.31291/jlka.v19i2.901.
    12. ↑ Voorhoeve, Petrus (1970). “Kerintji Documents”. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. 126 (4). Hlm. 369-399.
    • l
    • b
    • s
    Surat Ulu
    • Aksara Rejang
    • l
    • b
    • s
    Jenis-jenis aksara
    Gambaran
    • Sejarah tulisan
    • Grafem
    Daftar
    • Aksara
      • belum diuraikan
      • penemu
      • buatan
    • Bahasa menurut aksara / catatan tertulis pertama
    Jenis
    Abjad
    • Arab Selatan Kuno
    • Arab Utara Lama
    • Arab
      • Jawi
      • Pegon
      • Sorabe
    • Aram
      • Hatran
    • Fenisia
      • Ibrani Kuno
    • Hieroglif Mesir
    • Ibrani
      • Ashuri
      • Kursif
      • Rashi
      • Solitreo
    • Mani
    • Nabath
    • Pahlewi
      • Mazmur Pahlewi
    • Punik
    • Proto-Sinai
    • Samaria
    • Sogdi
    • Suryani
    • Steno Pitman
    • Steno Teeline
    • Tifinagh
    • Ugarit
    Abugida
    Brahmi
    Utara
    • Bhaiksuki
    • Bhujimol
    • Brāhmī
    • Dewanagari
    • Dogra
    • Gujarat
    • Gupta
    • Gurmukhī
    • Kaithī
    • Khojki
    • Khudabad
    • Kotak Zanabazar
    • Laṇḍā
    • Lepcha
    • Limbu
    • Mahajani
    • Manipur
    • Marchen
      • Drusha
      • Marchung
      • Pungs-chen
      • Pungs-chung
    • Modi
    • Multan
    • Nāgarī
    • Nagari Selatan
    • Nagari Sylhet
    • Nagari Timur
      • Assam
      • Bengali
    • Nandinagari
    • Pracalit (Newah)
    • Oriya
      • Karani
    • ʼPhags-pa
    • Ranjana
    • Sarada
    • Siddhaṃ
    • Soyombo
    • Takri
    • Tibet
      • Uchen
      • Umê
    • Tirhuta
    • Tokharia
    Selatan
    • Ahom
    • Bhattiprolu
    • Burma
    • Chakma
    • Cham
    • Divehi
    • Fakkham
    • Goykanadi
    • Grantha
    • Kadamba
    • Kannada
    • Karen
    • Khmer
    • Lao
    • Leke
    • Malayalam
    • Pallawa
    • Pyu
    • Saurashtra
    • Sinhala
    • Tai Le
    • Tai Lue Baru
    • Tai Noi
    • Tai Tham
    • Tai Viet
    • Tamil
    • Tamil-Brahmi
    • Telugu
    • Thai
    • Tulu
    • Vatteluttu
      • Kolezhuthu
      • Malayanma
    Kawi
    • Bali
    • Batak
    • Baybayin
      • Buhid
      • Hanunó'o
      • Kapampangan
      • Tagbanwa
    • Buda
    • Jawa
    • Lontara
      • Bilang-bilang
    • Makassar
    • Sunda Kuno
      • Sunda
    • Surat Ulu
      • Incung
      • Lampung
      • Rejang
    Lainnya
    • Aborigin Kanada
      • Siksiká
      • Silabis Déné
    • Braille bahasa Jepang
    • Buri Wolio
    • Fox I
    • Geʽez
    • Gunjala Gondi
    • Jenticha
    • Kharosthi
    • Mandombe
    • Masaram Gondi
    • Meroi
    • Miao
    • Mwangwego
    • Pahawh Hmong
    • Steno Boyd
    • Steno Thomas
    • Thaana
    Alfabet
    Linear
    • A-Chik Tok'birim
    • Abkhaz
    • Adlam
    • Albania Kaukasus
    • Armenia
    • Avesta
    • Avoiuli
    • Bassa Vah
    • Borama
    • Buryat
    • Caria
    • Coelbren
    • Coorgi–Cox
    • Deseret
    • Elbasan
    • Etruria
    • Evenki
    • Fox II
    • Georgia
      • Asomtavruli
      • Mkhedruli
      • Nuskhuri
    • Glagol
    • Gotik
    • Greko-Iberia
    • Hangeul
    • Hungaria Kuno
    • IPA
    • Italik Kuno
    • Jenticha
    • Kaddare
    • Kayah Li
    • Kiril
      • Kiril Awal
    • Klingon
    • Komi
    • Koptik
    • Latin
    • Lisu Tua
    • Luo
    • Lyd
    • Lyk
    • Manchu
    • Manda
    • Medefaidrin
    • Mongolia
    • Mru
    • Neo-Tifinagh
    • N'Ko
    • Ogham
    • Ol Chiki
    • Osage
    • Osmanya
    • Pau Cin Hau
    • Pazand
    • Perm Kuno
    • Rohingya Hanif
    • Rune
    • Side
    • Somalia
    • Sorang Sompeng
    • Steno Cross
    • Steno Duployé
    • Steno Gabelsberger
    • Steno Gregg
    • Syaw
    • Tifinagh
    • Todo
    • Tolong Siki
    • Orkhon
    • Uighur Kuno
    • Vietnam
    • Visible Speech
    • Vithkuqi
    • Wancho
    • Warang Citi
    • Yunani
    • Zaghawa
    Non-linear
    • Alfabet Moon
    • Bendera maritim
    • Braille
    • Kode telegraf
    • New York Point
    • Semafor bendera
    Ideogram dan piktogram
    • Adinkra
    • Aztek
    • Simbol Bliss
    • Dongba
    • Ersu Shaba
    • Emoji
    • IConji
    • Isotype
    • Kaidā
    • Míkmaq
    • Mixtec
    • Nsibidi
    • Hieroglif Ojibwe
    • Siglas poveiras
    • Testerian
    • Yerkish
    • Zapotec
    Logogram
    Tionghoa
    Aksara Han
    • Sederhana
    • Rumit
    • Tulang Ramalan
    • Perunggu
    • Segel
    • Hanja
    • Idu
    • Kanji
    • Chữ Nôm
    • Zhuang
    Dipengaruhi Tionghoa
    • Jurchen
    • Aksara besar Khitan
    • Sui
    • Tangut
    Logosilabis lainnya
    • Anatolia
    • Bagam
    • Kreta
    • Epi-Olmek
    • Maya
    • Proto-Elam
    • Yi (Kuno)
    Logokonsonan
    • Demotik
    • Hieratik
    • Hieroglif Mesir
    Sistem bilangan
    • Hindu-Arab
      • Arab Barat
      • Arab Timur
      • Angka Hindu
    • Abjad
    • Loteng (Yunani)
    • Muiska
    • Romawi
    Semisilabis
    Penuh
    • Keltiberia
    • Iberia Timur Laut
    • Iberia Tenggara
    • Khom
    Pengulangan
    • Espanca
    • Pahawh Hmong
    • Aksara kecil Khitan
    • Hispania Kuno Barat Daya
    • Zhuyin fuhao
    Isyarat
    • ASLwrite
    • SignWriting
    • si5s
    • Notasi Stokoe
    Silabis
    • Afaka
    • Bamum
    • Bété
    • Byblos
    • Aborigin Kanada
    • Cherokee
    • Siprus
    • Sipro-Minoa
    • Ditema tsa Dinoko
    • Eskayan
    • Geba
    • Danau Algonquin
    • Iban
    • Idu
    • Jepang
      • Hiragana
      • Katakana
      • Man'yōgana
      • Hentaigana
      • Sogana
      • Jindai moji
    • Kikakui
    • Kpelle
    • Linear B
    • Linear Elamite
    • Lisu
    • Loma
    • Nüshu
    • Nwagu Aneke
    • Persia Kuno
    • Sumeria
    • Vai
    • Woleai
    • Yi (Baku)
    • Yugtun
    • l
    • b
    • s
    Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
    Braille cell
    • 1829 braille
    • International uniformity
    • ASCII braille
    • Unicode braille patterns
    Braille scripts
    French-ordered
    • Afrika Selatan
    • Albania
    • Azerbaijan
    • Belanda
    • Ceska
    • Esperanto
    • Ghana
    • Guarani
    • Filipino
    • Hawaii
    • Hungaria
    • Inggris (Inggris Tunggal)
    • Iñupiaq
    • IPA
    • Irlandia
    • Italia
    • Jerman
    • Kanton
    • Katalan
    • Latvia
    • Lituania
    • Luksemburg (diperluas menjadi 8 dot)
    • Malta
    • Māori
    • Navajo
    • Nigeria
    • Polandia
    • Portugis
    • Prancis
    • Romania
    • Samoa
    • Slowakia
    • Spanyol
    • Mandarin Taiwan (sebagian besar disusun ulang)
    • Tiongoha daratan
    • Turki
    • Vietnam
    • Wales
    • Yugoslavia
    • Zambia
    Keluarga Nordik
    • Estonia
    • Faroe
    • Islandia
    • Sami Utara
    • Skandinavia
      • Denmark
      • Finlandia
      • Greenland
      • Norwegia
      • Swedia
    Russian lineage family
    i.e. Cyrillic-mediated scripts
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kazakh
    • Kyrgyz
    • Mongolia
    • Rusia
    • Tatar
    • Ukraina
    Egyptian lineage family
    i.e. Arabic-mediated scripts
    • Arab
    • Persia
    • Urdu (Pakistan)
    Indian lineage family
    i.e. Bharati Braille
    • Devanagari (Hindi / Marathi / Nepali)
    • Bengali (Bangla / Assam)
    • Gujarat
    • Kannada
    • Malayalam
    • Odia
    • Punjab
    • Sinhala
    • Tamil
    • Telugu
    • Urdu (India)
    Other scripts
    • Amharic
    • Armenia
    • Burma
    • Kamboja
    • Dzongkha (bahasa Bhutan)
    • Georgia
    • Yunani
    • Ibrani
    • Inuktitut (reassigned vowels)
    • Thai dan Lao (Japanese vowels)
    • Tibet
    Reordered
    • Braille bahasa Algeria (obsolete)
    Frequency-based
    • Braille bahasa Amerika (obsolete)
    Independent
    • Chinese semi-syllabaries
      • Kanton
      • Mandarin Tionghoa daratan
      • Mandarin Taiwan
      • Two-cell Chinese (Shuangpin)
    • Jepang
    • Korea
    Eight-dot
    • Luksemburg
    • Kanji
    • Gardner–Salinas braille codes (GS8)
    Symbols in braille
    • Braille music
    • Canadian currency marks
    • Computer Braille Code
    • Gardner–Salinas braille codes (science; GS8/GS6)
    • International Phonetic Alphabet (IPA)
    • Nemeth braille code
    Braille technology
    • Braille e-book
    • Braille embosser
    • Braille translator
    • Braille watch
    • Mountbatten Brailler
    • Optical braille recognition
    • Perforation
    • Perkins Brailler
    • Refreshable braille display
    • Slate and stylus
    • Braigo
    Persons
    • Louis Braille
    • Charles Barbier
    • Valentin Haüy
    • Thakur Vishva Narain Singh
    • Sabriye Tenberken
    • William Bell Wait
    Organisations
    • Braille Institute of America
    • Braille Without Borders
    • Japan Braille Library
    • National Braille Association
    • Blindness organizations
    • Schools for the blind
    • American Printing House for the Blind
    Other tactile alphabets
    • Decapoint
    • Moon type
    • New York Point
    • Night writing
    • Vibratese
    Related topics
    • Accessible publishing
    • Braille literacy
    • RoboBraille
    • l
    • b
    • s
    Sistem tulisan elektronik
    • Emotikon
    • Emoji
    • Kaomoji
    • iConji
    • Leet
    • Unicode

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Asal-usul
    2. Naskah kuno
    3. Penelitian
    4. Referensi

    Artikel Terkait

    Aksara Kawi

    aksara Jawa kuno

    Bahasa Sunda

    bahasa yang dituturkan di Indonesia

    Aksara Nusantara

    artikel daftar Wikimedia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026