Aksara Cham atau aksara Campa adalah sebuah aksara abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Campa, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 230.000 orang Campa di Vietnam dan Kamboja. Aksara ini ditulis secara mendatar, dari kiri ke kanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Cham | |
|---|---|
| Jenis aksara | |
| Bahasa | Cham |
Periode | abad ke-8–sekarang |
| Arah penulisan | Kiri ke kanan |
| Aksara terkait | |
Silsilah | Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
|
| ISO 15924 | |
| ISO 15924 | Cham, 358 |
| Pengkodean Unicode | |
Nama Unicode | Cham |
| U+AA00–U+AA5F | |
Aksara Cham atau aksara Campa adalah sebuah aksara abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Campa, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 230.000 orang Campa di Vietnam dan Kamboja. Aksara ini ditulis secara mendatar, dari kiri ke kanan.
Aksara Cham adalah turunan dari aksara Brahmi di India. Cham adalah salah satu aksara pertama yang dikembangkan dari aksara Brahmi di India selatan yang disebut aksara Grantha sekitar tahun 200 M. Aksara tersebut datang ke Asia Tenggara sebagai bagian dari perluasan agama Hindu dan Buddha. Batu candi hindu dari peradaban Champa terdapat batu prasasti baik dalam bahasa Sanskerta dan Cham.[1] Prasasti paling awal di Vietnam ditemukan di Mỹ Sơn, sebuah kompleks candi yang tertanggal sekitar 400 M. Prasasti tertua ditulis dalam bahasa Sanskerta rusak. Setelah ini, prasasti beralih antara bahasa Sanskerta dan Cham pada saat itu.[2]
Raja-raja Cham mempelajari teks-teks klasik India seperti Dharmaśāstra dan prasasti mengacu pada sastra Sanskerta. Akhirnya, ketika bahasa Cham dan Sanskerta memengaruhi satu sama lain, budaya Cham berasimilasi dengan Hindu, dan orang Cham akhirnya mampu secara memadai mengungkapkan agama Hindu dalam bahasa mereka sendiri.[2]
Aksara ini sangat dihargai dalam budaya Cham, tetapi ini tidak berarti bahwa banyak orang yang mempelajarinya. Ada upaya untuk menyederhanakan ejaan dan untuk mempromosikan pembelajaran aksara ini, tetapi hal ini menemui keberhasilan yang terbatas.[3] Secara tradisional, anak laki-laki belajar aksara ini sekitar usia dua belas tahun ketika mereka dewasa dan cukup kuat untuk memelihara kerbau. Namun, perempuan dan anak perempuan biasanya tidak belajar membaca.[4] Aksara tradisional Cham masih dikenal dan digunakan oleh Cham Timur Vietnam tetapi tidak lagi oleh Cham Barat.[5]
Sebagai abugida, Cham menulis konsonan individu dilengkapi dengan diakritik yang harus ditempelkan ke konsonan.

Kebanyakan huruf konsonan, seperti [b], [t], atau [p], sudah terdapat vokal inheren [a] yang tidak perlu ditulis. Konsonan nasal, [m], [n], [ɲ], dan [ŋ] (dua terakhir ditransliterasikan sebagai nh and ng dalam alfabet Latin) merupakan pengecualian, dan memiliki vokal inheren [ɨ] (ditransliterasikan sebagai eu). Sebuah diakritik yang disebut kai, yang tidak terjadi dengan konsonan lain, ditambahkan di bawah konsonan nasal untuk menulis vokal [a].[4]
Kata-kata bahasa Campa mengandung bunyi suku kata vokal dan konsonan-vokal (V dan CV) dan mungkin pula CVC. Beberapa aksara berperan sebagai konsonan terakhir dalam aksara Campa namun konsonan akhir lain hanya ditandai dengan ekor yang lebih panjang di sisi kanan untuk menyatakan ketiadaan vokal akhir a.[4]