Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara Cham

Aksara Cham atau aksara Campa adalah sebuah aksara abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Campa, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 230.000 orang Campa di Vietnam dan Kamboja. Aksara ini ditulis secara mendatar, dari kiri ke kanan.

Wikipedia article
Diperbarui 30 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksara Cham
Cham
Jenis aksara
Abugida
BahasaCham
Periode
abad ke-8–sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
  • Abjad Proto-Sinai
    • Abjad Fenisia
      • Abjad Aramea
        • Aksara Brahmi
    Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
    • Aksara Grantha
      • Cham
    ISO 15924
    ISO 15924Cham, 358 Sunting ini di Wikidata, ​Cham
    Pengkodean Unicode
    Nama Unicode
    Cham
    Rentang Unicode
    U+AA00–U+AA5F
     Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.
    Potret tulisan pada prasasti Po Nagar, 965. prasasti ini menggambarkan prestasi oleh raja-raja Champa.
    Sebuah naskah Champa menceritakan sosial budaya masyarakat Cham dari awal abad 18

    Aksara Cham atau aksara Campa adalah sebuah aksara abugida yang digunakan untuk menulis bahasa Campa, sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh sekitar 230.000 orang Campa di Vietnam dan Kamboja. Aksara ini ditulis secara mendatar, dari kiri ke kanan.

    Sejarah

    Aksara Cham adalah turunan dari aksara Brahmi di India. Cham adalah salah satu aksara pertama yang dikembangkan dari aksara Brahmi di India selatan yang disebut aksara Grantha sekitar tahun 200 M. Aksara tersebut datang ke Asia Tenggara sebagai bagian dari perluasan agama Hindu dan Buddha. Batu candi hindu dari peradaban Champa terdapat batu prasasti baik dalam bahasa Sanskerta dan Cham.[1] Prasasti paling awal di Vietnam ditemukan di Mỹ Sơn, sebuah kompleks candi yang tertanggal sekitar 400 M. Prasasti tertua ditulis dalam bahasa Sanskerta rusak. Setelah ini, prasasti beralih antara bahasa Sanskerta dan Cham pada saat itu.[2]

    Raja-raja Cham mempelajari teks-teks klasik India seperti Dharmaśāstra dan prasasti mengacu pada sastra Sanskerta. Akhirnya, ketika bahasa Cham dan Sanskerta memengaruhi satu sama lain, budaya Cham berasimilasi dengan Hindu, dan orang Cham akhirnya mampu secara memadai mengungkapkan agama Hindu dalam bahasa mereka sendiri.[2]

    Penggunaan

    Aksara ini sangat dihargai dalam budaya Cham, tetapi ini tidak berarti bahwa banyak orang yang mempelajarinya. Ada upaya untuk menyederhanakan ejaan dan untuk mempromosikan pembelajaran aksara ini, tetapi hal ini menemui keberhasilan yang terbatas.[3] Secara tradisional, anak laki-laki belajar aksara ini sekitar usia dua belas tahun ketika mereka dewasa dan cukup kuat untuk memelihara kerbau. Namun, perempuan dan anak perempuan biasanya tidak belajar membaca.[4] Aksara tradisional Cham masih dikenal dan digunakan oleh Cham Timur Vietnam tetapi tidak lagi oleh Cham Barat.[5]

    Struktur

    Sebagai abugida, Cham menulis konsonan individu dilengkapi dengan diakritik yang harus ditempelkan ke konsonan.

    Aksara Cham Timur

    Kebanyakan huruf konsonan, seperti [b], [t], atau [p], sudah terdapat vokal inheren [a] yang tidak perlu ditulis. Konsonan nasal, [m], [n], [ɲ], dan [ŋ] (dua terakhir ditransliterasikan sebagai nh and ng dalam alfabet Latin) merupakan pengecualian, dan memiliki vokal inheren [ɨ] (ditransliterasikan sebagai eu). Sebuah diakritik yang disebut kai, yang tidak terjadi dengan konsonan lain, ditambahkan di bawah konsonan nasal untuk menulis vokal [a].[4]

    Kata-kata bahasa Campa mengandung bunyi suku kata vokal dan konsonan-vokal (V dan CV) dan mungkin pula CVC. Beberapa aksara berperan sebagai konsonan terakhir dalam aksara Campa namun konsonan akhir lain hanya ditandai dengan ekor yang lebih panjang di sisi kanan untuk menyatakan ketiadaan vokal akhir a.[4]

    Referensi

    1. ↑ Thurgood, Graham.
    2. 1 2 Claude, Jacques.
    3. ↑ Blood 1980a,b, 2008, Brunelle 2008.
    4. 1 2 3 Blood, Doris E. "The Script as a Cohesive Factor in Cham Society".
    5. ↑ Akbar Husain, Wim Swann Horizons of Spiritual Psychology 2009 - Page 28 "The traditional Cham script, based on an Indian script, is still known and used by the Eastern Cham in Vietnam, but it has been lost by the Western Cham.

    Bacaan lebih lanjut

    • Etienne Aymonier, Antoine Cabaton (1906). Dictionnaire čam-français. Vol. Volume 7 of Publications de l'École française d'Extrême-Orient. E. Leroux. Diakses tanggal 2011-05-15.
    • Blood, Doris (1980a). Cham literacy: the struggle between old and new (a case study). Notes on Literacy 12, 6-9.
    • Blood, Doris (1980b). The script as a cohesive factor in Cham society. In Notes from Indochina, Marilyn Gregersen and Dorothy Thomas (eds.), 35-44. Dallas: International Museum of Cultures.
    • Blood, Doris E. 2008. The ascendancy of the Cham script: how a literacy workshop became the catalyst. International Journal of the Sociology of Language 192:45-56.
    • Brunell, Marc. 2008. Diglossia, Bilingualism, and the Revitalization of Written Eastern Cham. Language Documentation and Conservation 2.1: 28-46. (Web based journal)
    • Moussay, Gerard (1971). Dictionnaire Cam-Vietnamien-Français. Phan Rang: Centre Culturel Cam.
    • Trankell, Ing-Britt and Jan Ovesen (2004). Muslim minorities in Cambodia. NIASnytt 4, 22-24. (Also on Web)

    Pranala luar

    • Aksara Cham pada Omniglot

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Penggunaan
    3. Struktur
    4. Referensi
    5. Bacaan lebih lanjut
    6. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Aksara Sunda Baku

    Aksara yang digunakan untuk menulis Bahasa Sunda

    Surat Batak

    jenis aksara untuk menuliskan bahasa-bahasa Batak

    Aksara Lontara

    aksara tradisional yang digunakan untuk bahasa Bugis, Makassar, dan Mandar di Sulawesi di Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026