Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aksara Assam

Aksara Assam adalah sebuah varian dari Aksara Nagari Timur yang digunakan untuk Bahasa Bengali dan Bishnupriya Manipuri. Aksara Assam/Bengali merupakan anggota rumpun aksara Brahmi dan diperkirakan mempunyai sejarah yang berlangsung dari pengembangan aksara Nagari, pendahulu aksara Dewanagari. Namun, ada ahli bahasa yang mempunyai perbedaan tafsiran tentang proses evolusi dari Aksara Assam yang mengklaim bahwa aksara tersebut berkembang dari bentuk awal aksara Nagari, aksara Gupta, dengan ciri-ciri dari aksara Siddhaṃ yang signifikan. Klaim mereka didukung oleh keistimewaan dari bentuk aksara itu sendiri yang ditemukan di batu prasasti Nogajori-Khonikor Gaon dari abad ke-5 Masehi, di mana hurufnya berbeda dari aksara Nagari dan mempunyai kemiripan dengan aksara Gupta. Sampai abad ke-17, tiga corak dari Aksara Assam dapat dikenali yang memberikan kesimpulan bentuk standarnya. Bentuk standar sekarang identik dengan Aksara Bengali kecuali tiga huruf.

abugida
Diperbarui 16 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aksara Assam
Aksara Assam
Jenis aksara
Abugida
BahasaAssam
Periode
Abad ke-13 sampai sekarang
DaerahIndia
Aksara terkait
Silsilah
Menurut hipotesis hubungan antara abjad Aramea dengan Brahmi, maka silsilahnya sebagai berikut:
  • Abjad Proto-Sinai
    • Abjad Fenisia
      • Abjad Aramea
        • Aksara Brahmi
    Dari aksara Brahmi diturunkanlah:
    • Aksara Gupta
      • Aksara Siddham
        • Assam/Bengali
          • Aksara Assam
     Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

    Aksara Assam (অসমীয়া লিপি Ôxômiya lipi)[1] adalah sebuah varian dari Aksara Nagari Timur yang digunakan untuk Bahasa Bengali dan Bishnupriya Manipuri. Aksara Assam/Bengali merupakan anggota rumpun aksara Brahmi dan diperkirakan mempunyai sejarah yang berlangsung dari pengembangan aksara Nagari, pendahulu aksara Dewanagari. Namun, ada ahli bahasa yang mempunyai perbedaan tafsiran tentang proses evolusi dari Aksara Assam yang mengklaim bahwa aksara tersebut berkembang dari bentuk awal aksara Nagari, aksara Gupta, dengan ciri-ciri dari aksara Siddhaṃ yang signifikan. Klaim mereka didukung oleh keistimewaan dari bentuk aksara itu sendiri yang ditemukan di batu prasasti Nogajori-Khonikor Gaon dari abad ke-5 Masehi,[2] di mana hurufnya berbeda dari aksara Nagari dan mempunyai kemiripan dengan aksara Gupta. Sampai abad ke-17, tiga corak dari Aksara Assam dapat dikenali (baminiya, kaitheli dan garhgaya)[3] yang memberikan kesimpulan bentuk standarnya. Bentuk standar sekarang identik dengan Aksara Bengali kecuali tiga huruf.[4]

    Buranji ditulis pada masa Dinasti Ahom dengan bahasa Assam dan menggunakan Aksara Assam. Bukti paling awal mengenai Aksara Assam ditemukan pada Charyapada, lagu agama Buddha. Diduga telah disusun dalam jangka waktu empat ratus tahun dari abad ke-8 sampai abad ke-12. Pada abad ke-14, Madhava Kandali menggunakan aksara Assam untuk menggubah Kotha Ramayana yang terkenal yang merupakan terjemahan pertama kitab Ramayana dalam bahasa lokal di India selain Ramayana karya Walmiki yang berbahasa Sanskerta. Kemudian, Srimanta Sankardeva menggunakan aksara itu pada abad ke-15 dan ke-16 untuk menggubah karya-karyanya dalam bahasa Assam dan Brajavali, bahasa dalam puisi (Borgeet) dan drama (Ankiya naat) Bhakti.


    Raja Ahom, Chakradwaj Singha (1663-1670), adalah pemimpin pertama yang memulai pengedaran koin Assam di kerajaannya (lihat gambar contoh). Aksara serupa dengan sedikit perbedaan digunakan untuk menulis bahasa Maithili, Bengali, Manipuri dan Sylheti.

    Sejarah

    Batu prasasti Kanai-boroxiboa, 1207, menunjukkan aksara Proto-Assam.

    Batu prasasti Umachal dari abad ke-5 membuktikan penggunaan Aksara Assam di wilayah itu untuk pertama kali. Aksara itu sangat mirip dengan yang digunakan di prasasti Tugu Allahabad Samudragupta. Lempengan prasasti batu dan tembaga pada masa selanjutnya, dan naskah kulit kayu Xaansi sampai abad ke-18 dan 19 menunjukkan perkembangan aksara Assam yang stabil. Aksara itu dapat dikatakan pengembangan dari aksara Proto-Assam pada abad ke-13. Pada abad ke-18 dan ke-19, aksara Assam dapat dibagi menjadi tiga varian: Kaitheli (digunakan oleh non-Brahmana), Bamuniya (digunakan oleh para Brahmana, untuk bahasa Sanskerta) dan Garhgaya (digunakan oleh pejabat negara dari Dinasti Ahom). Pada awal abad ke-19, Atmaram Sarmah merancang Aksara Assam pertama untuk pencetakan di Srerampore, dan litografi Bengali dan Assam digabung dengan standar yang digunakan sampai saat ini.

    Huruf Assam

    Vokal

    Aksara ini memiliki 11 huruf vokal, digunakan untuk melambangkan bunyi 8 vokal utama dalam bahasa Assam, beserta sejumlah diftong. Semuanya digunakan baik dalam bahasa Assam maupun Bengali, dua bahasa utama yang menggunakan aksara tersebut. Beberapa huruf vokal memiliki bunyi berbeda tergantung kata, dan sejumlah perbedaan vokal yang dilestarikan dalam aksara tersebut tidak dilafalkan seperti pada bahasa Assam dan Bengali yang dituturkan pada masa kini. Sebagai contoh, aksara Assam memiliki dua lambang untuk bunyi vokal [i] dan dua lambang untuk bunyi vokal [u]. Kelebihan ini berasal dari masa ketika aksara ini dipakai untuk menuliskan bahasa Sanskerta, sebuah bahasa yang memiliki bunyi [i] pendek dan [iː] panjang, serta bunyi [u] pendek dan [uː] panjang. Huruf-huruf tersebut dilestarikan dalam aksara Assam dengan nama tradisional hôrswô i (secara harfiah 'i pendek') dan dirghô i (secara harfiah 'i panjang'), dan sebagainya, meskipun pada kenyataannya mereka tidak dilafalkan berbeda lagi dalam percakapan sehari-hari.

    Tanda vokal digunakan serangkai dengan konsonan untuk mengubah pelafalan konsonan. Sebagai contoh: ক, lambang konsonan /k/. Jika diimbuhi tanda vokal ি /i/, maka menjadi কি dan dibaca /ki/. Jika tidak ada tanda vokal yang melekatinya, maka konsonan tersebut dibaca seperti diimbuhi vokal 'অ' (ô atau o), sehingga dibaca /kô/. Untuk menandakan tidak adanya bunyi vokal pada konsonan, tanda (্) ditulis di bawah huruf konsonan.

    Vokal
    HurufNama hurufTanda vokal pada [kɔ] (ক)Nama tanda vokalAlih aksaraAFI
    অôক (tak ada) (tak ada)kôkɔ
    অ atau অ'oক (tak ada) atau ক' (tak ada)koko
    আaকা akarkaka
    ইhôrswô iকি hôrswôikarkiki
    ঈdirghô iকী dirghôikarkiki
    উhôrswô uকু hôrswôukarkuku
    ঊdirghô uকূ dirghôukarkuku
    ঋriকৃ rikarkrikri
    এeকে ekarkê dan kekɛ dan ke
    ঐôiকৈ ôikarkôikɔj
    ওûকো ûkarkûkʊ
    ঔôuকৌ ôukarkôukɔw

    Konsonan

    Nama-nama huruf konsonan dalam aksara Assam sesungguhnya merupakan pelafalan konsonan tersebut yang dilekati dengan vokal ô. Karena bunyi vokal tersebut dilafalkan meski tidak ditulis, kebanyakan nama huruf identik dengan huruf itu sendiri (misalnya nama huruf ঘ sendiri adalah ঘ ghô). Beberapa huruf yang tidak dilafalkan berbeda lagi dalam bahasa Assam Modern kini disebut dengan nama yang lebih panjang. Contohnya, karena fonem konsonan /n/ dapat ditulis ন, ণ, atau ঞ (tergantung ejaan kata tertentu), huruf-huruf tersebut tidak semata-mata disebut nô; melainkan, disebut ন dôntiyô nô ("n dental"), ণ mudhôinnô nô ("n serebral"), dan ঞ niô. Demikian pula, fonem /x/ dapat ditulis dengan শ talôibbô xô ("x palatal"), ষ mudhôinnô xô ("x serebral"), atau স dôntiyô xô ("x dental"). Fonem /s/ dapat ditulis dengan চ prôthôm sô ("s pertama") atau ছ ditiyô sô ("s kedua"), dan fonem /z/ dapat ditulis dengan জ bôrgiyô zô ("z deretan" = "z dimasukkan dalam lima deretan konsonan hentian") atau য ôntôsthô zô ("z antara" = "z yang berada antara lima deretan konsonan hentian dan deretan konsonan sibilan"), tergantung ejaan standar huruf-huruf tertentu.

    Konsonan
    HurufNama hurufAlih aksaraAFI
    কkôkk
    খkhôkhkʰ
    গgôgɡ
    ঘghôghɡʱ
    ঙngôngŋ
    চprôthôm sôss
    ছditiyô sôshsh
    জbôrgiyô zôzz
    ঝjhôzhzh
    ঞniôyj
    টmurdhônyô tôtt
    ঠmurdhônyô thôthtʰ
    ডmurdhônyô dôdd
    ঢmurdhônyô dhôdhdʱ
    ণmurdhônyô nônn
    তdôntyô tôtt
    থdôntyô thôthtʰ
    দdôntyô dôdd
    ধdôntyô dhôdhdʱ
    নdôntyô nônn
    পpôpp
    ফphôphpʰ
    বbôbb
    ভbhôbhbʱ
    মmômm
    যôntôsthô zôzz
    ৰrôrɹ
    লlôll
    ৱwôww
    শtalôibbô xôx dan sx~s
    ষmurdhônyô xôx dan sx~s
    সdôntyô xôx dan sx~s
    হhôhh
    ক্ষkhyôkhykʰj
    ড়dôre ŗôŗɾ
    ঢ়đhôre ŗôŗɾ
    য়ôntôsthô yôyj

    Gugus konsonan

    Menurut Dr. G. C. Goswami, jumlah gugus dua fonem adalah 143 yang dilambangkan dengan 174 rangkaian huruf. Gugus tiga fonem berjumlah 21, yang ditulis dengan 27 rangkaian gugus. Beberapa di antaranya ditulis sebagai contoh di bawah ini:

    Rangkaian hurufRangkaian huruf (alih aksara Latin)Gugus fonem (dengan fonetik)
    ক + ক(ka+ka)ক্ক kka
    ঙ + ক(na+ka)ঙ্ক ńka
    ল + ক(la+ka)ল্ক lka
    ষ + ক(şa+ka)স্ক şka
    স + ফ(sa+pha)স্ফ spha
    ঙ + খ(ña+kh)ঙ্খ ñkha
    স + খ(sa+kh)স্খ skha
    ঙ + গ(ńa+ga)ঙ্গ ńga
    ঙ + ঘ(ń+gha)ঙঘ ńgha
    দ + ঘ(da+gha)দঘ dgha
    শ + চ(śa+ca)শ্চ śca
    চ + চ্হ(ca+cha)চ্ছ ccha
    ঞ + চ্হ(ña+cha)ঞ্ছ ñcha
    ঞ + জ(ña+ja)ঞ্জ ñja
    জ + ঞ(ja+ña)জ্ঞ jña
    ল + ট্(la+ţa)ল্ lţa
    ণ + ঠ(ņ+tḥa)ণ্ঠ ņtha
    ষ + ঠ(şa+tḥa)ষ্ঠ ştha
    ণ + ড(ņa+ḍa)ণ্ড ņḍa
    ষ + ণ(şa+ņa)ষ্ণ şņa
    হ + ন(ha+na)হ hna
    ক + ষ(ka+ņa)ক্ষ kņa
    প + ত(pa+ta)প্ত pta
    স + ত(sa+ta)স্ত sta
    ক + ত(ka+ta)ক্ত kta
    গ + ন(ga+na)ঘ্ন gna
    ম + ন(ma+na)ম্ন mna
    শ + ন(śa+na)শ্ন śna
    স + ন(sa+na)স্ন sna
    হ + ন(ha+na)হ hna
    ত + থ(ta+tha)ত্থ ttha
    ন + থ(na+tha)ন্থ ntha
    ষ + থ(şa+tha)ষ্থ ştha
    ন + দ(na+da)ন্দ nda
    ব + দ(ba+da)ব্দ bda
    ম + প(ma+pa)ম্প mpa
    ল + প(la+pa)ল্প lpa
    ষ + প(şa+pa)ষ্প şpa
    স + প(sa+pa)স্প spa
    ম + ফ(ma+pha)ম্ফ mpha
    ষ + ফ(şa+pha)স্ফ şpha
    দ + ব(da+ba)দ্ব dba
    ম + ব(ma+ba)ম্ব mba
    হ + বha+ba)হ্ব hba
    দ + ভ(da+bha)দ্ভ dbha
    ম + ভ(ma+bha)ম্ভ mbha
    ক + ম(ka+ma)ক্ম kma
    দ + ম(da+ma)দ্ম dma
    হ + ম(ha+ma)হ্ম hma
    ম + ম(ma+ma)ম্ম mma

    Angka

    Angka
    Angka Hindu-Arab 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
    Angka Assam ০ ১ ২ ৩ ৪ ৫ ৬ ৭ ৮ ৯
    Nama xuinnô ek dui tini sari pas sôy xat ath nô
    শূণ্য এক দুই তিনি চাৰি পাচ ছয় সাত আঠ ন

    Tiga variasi aksara Assam yang berbeda dengan aksara Bengali

    Aksara Assam istimewa
    HurufNama hurufAlih aksaraAFIBengali
    ৰ
    rôrɹ- (nihil)
    ৱ
    wôww- (nihil)
    ক্ষ
    khyôkhykʰj- (nihil)

    Tampilan papan tombol beraksara Assam

    • Susunan papan tombol InScript (Indian Script):

    Assamese keyboard layout (in-script)

    • Susunan papan tombol fonetik:

    1000pxAssamese phonetic keyboard layout

    • Pengidentifikasi aksara istimewa:

    Lokasi tombol tiga huruf Assam istimewa ditampilkan sebagai berikut:

    750pxThe 3 alphabets identifiers

    • Karakterisasi ITRANS:
    KetikanKarakter
    kক্
    khখ্
    gগ্
    ghঘ্
    ~Nঙ্
    N^ঙ্
    chচ্
    Chছ্
    chhছ্
    jজ্
    jhঝ্
    ~nঞ্
    JNঞ্
    Tট্
    Thঠ্
    Dড্
    Dhঢ্
    Nণ্
    tত্
    thথ্
    dদ্
    KetikanKarakter
    dhধ্
    nন্
    pপ্
    phফ্
    bব্
    bhভ্
    mম্
    yয্
    rৰ্
    lল্
    vৱ্
    wৱ্
    shশ্
    Shষ্
    shhষ্
    sস্
    hহ্
    .Dড়্
    .Dhঢ়্
    Yয়্
    yhয়্
    KetikanKarakter
    GYজ্ঞ্
    dnyজ্ঞ্
    xক্ষ্
    aঅ
    aaআ
    Aআ
    iই
    iiঈ
    Iঈ
    uউ
    uuঊ
    Uঊ
    RRiঋ
    R^iঋ
    LLiঌ
    KetikanKarakter
    L^iঌ
    eএ
    aiঐ
    oও
    auঔ
    RRIৠ
    R^Iৠ
    LLIৡ
    L^Iৡ
    .Nঁ
    .nং
    Mং
    Hঃ
    .h্
    KetikanKarakter
    0০
    1১
    2২
    3৩
    4৪
    5৫
    6৬
    7৭
    8৮
    9৯
    #্ৰ
    $ৰ্
    ^ত্ৰ
    *শ্ৰ
    ়

    Catatan kaki

    1. ↑ Nama ăcãmăkṣara pertama kali muncul di keping uang zaman kerajaan Ahom dan lempengan tembaga di mana nama tersebut merujuk kepada aksara Ahom (Bora 1981)
    2. ↑ Assamese literature - An overview and historical perspective Linking into broader Indian canvas
    3. ↑ (Bora 1981)
    4. ↑ http://rajivkonwar100.blogspot.com/2011/07/assamese-experts-question-sahitya-sabha.html

    Referensi

    • Bora, Mahendra (1981). The Evolution of Assamese Script. Jorhat, Assam: Assam Sahitya Sabha.
    • "Assamese literature - An overview and historical perspective Linking into broader Indian canvas". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 2012-01-04.
    • "Assamese writing System". Diakses tanggal 2007-12-17.
    • "Antiques reveal script link - Inscriptions on 3 copper plates open new line of research". The Telegraph (Kolkata). 2006-01-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-04. Diakses tanggal 2007-12-17.

    Pranala luar

    • Assamese alphabet
    • Madhava Kandali Ramayana
    • l
    • b
    • s
    Jenis-jenis aksara
    Gambaran
    • Sejarah tulisan
    • Grafem
    Daftar
    • Aksara
      • belum diuraikan
      • penemu
      • buatan
    • Bahasa menurut aksara / catatan tertulis pertama
    Jenis
    Abjad
    • Arab Selatan Kuno
    • Arab Utara Lama
    • Arab
      • Jawi
      • Pegon
      • Sorabe
    • Aram
      • Hatran
    • Fenisia
      • Ibrani Kuno
    • Hieroglif Mesir
    • Ibrani
      • Ashuri
      • Kursif
      • Rashi
      • Solitreo
    • Mani
    • Nabath
    • Pahlewi
      • Mazmur Pahlewi
    • Punik
    • Proto-Sinai
    • Samaria
    • Sogdi
    • Suryani
    • Steno Pitman
    • Steno Teeline
    • Tifinagh
    • Ugarit
    Abugida
    Brahmi
    Utara
    • Bhaiksuki
    • Bhujimol
    • Brāhmī
    • Dewanagari
    • Dogra
    • Gujarat
    • Gupta
    • Gurmukhī
    • Kaithī
    • Khojki
    • Khudabad
    • Kotak Zanabazar
    • Laṇḍā
    • Lepcha
    • Limbu
    • Mahajani
    • Manipur
    • Marchen
      • Drusha
      • Marchung
      • Pungs-chen
      • Pungs-chung
    • Modi
    • Multan
    • Nāgarī
    • Nagari Selatan
    • Nagari Sylhet
    • Nagari Timur
      • Assam
      • Bengali
    • Nandinagari
    • Pracalit (Newah)
    • Oriya
      • Karani
    • ʼPhags-pa
    • Ranjana
    • Sarada
    • Siddhaṃ
    • Soyombo
    • Takri
    • Tibet
      • Uchen
      • Umê
    • Tirhuta
    • Tokharia
    Selatan
    • Ahom
    • Bhattiprolu
    • Burma
    • Chakma
    • Cham
    • Divehi
    • Fakkham
    • Goykanadi
    • Grantha
    • Kadamba
    • Kannada
    • Karen
    • Khmer
    • Lao
    • Leke
    • Malayalam
    • Pallawa
    • Pyu
    • Saurashtra
    • Sinhala
    • Tai Le
    • Tai Lue Baru
    • Tai Noi
    • Tai Tham
    • Tai Viet
    • Tamil
    • Tamil-Brahmi
    • Telugu
    • Thai
    • Tulu
    • Vatteluttu
      • Kolezhuthu
      • Malayanma
    Kawi
    • Bali
    • Batak
    • Baybayin
      • Buhid
      • Hanunó'o
      • Kapampangan
      • Tagbanwa
    • Buda
    • Jawa
    • Lontara
      • Bilang-bilang
    • Makassar
    • Sunda Kuno
      • Sunda
    • Surat Ulu
      • Incung
      • Lampung
      • Rejang
    Lainnya
    • Aborigin Kanada
      • Siksiká
      • Silabis Déné
    • Braille bahasa Jepang
    • Buri Wolio
    • Fox I
    • Geʽez
    • Gunjala Gondi
    • Jenticha
    • Kharosthi
    • Mandombe
    • Masaram Gondi
    • Meroi
    • Miao
    • Mwangwego
    • Pahawh Hmong
    • Steno Boyd
    • Steno Thomas
    • Thaana
    Alfabet
    Linear
    • A-Chik Tok'birim
    • Abkhaz
    • Adlam
    • Albania Kaukasus
    • Armenia
    • Avesta
    • Avoiuli
    • Bassa Vah
    • Borama
    • Buryat
    • Caria
    • Coelbren
    • Coorgi–Cox
    • Deseret
    • Elbasan
    • Etruria
    • Evenki
    • Fox II
    • Georgia
      • Asomtavruli
      • Mkhedruli
      • Nuskhuri
    • Glagol
    • Gotik
    • Greko-Iberia
    • Hangeul
    • Hungaria Kuno
    • IPA
    • Italik Kuno
    • Jenticha
    • Kaddare
    • Kayah Li
    • Kiril
      • Kiril Awal
    • Klingon
    • Komi
    • Koptik
    • Latin
    • Lisu Tua
    • Luo
    • Lyd
    • Lyk
    • Manchu
    • Manda
    • Medefaidrin
    • Mongolia
    • Mru
    • Neo-Tifinagh
    • N'Ko
    • Ogham
    • Ol Chiki
    • Osage
    • Osmanya
    • Pau Cin Hau
    • Pazand
    • Perm Kuno
    • Rohingya Hanif
    • Rune
    • Side
    • Somalia
    • Sorang Sompeng
    • Steno Cross
    • Steno Duployé
    • Steno Gabelsberger
    • Steno Gregg
    • Syaw
    • Tifinagh
    • Todo
    • Tolong Siki
    • Orkhon
    • Uighur Kuno
    • Vietnam
    • Visible Speech
    • Vithkuqi
    • Wancho
    • Warang Citi
    • Yunani
    • Zaghawa
    Non-linear
    • Alfabet Moon
    • Bendera maritim
    • Braille
    • Kode telegraf
    • New York Point
    • Semafor bendera
    Ideogram dan piktogram
    • Adinkra
    • Aztek
    • Simbol Bliss
    • Dongba
    • Ersu Shaba
    • Emoji
    • IConji
    • Isotype
    • Kaidā
    • Míkmaq
    • Mixtec
    • Nsibidi
    • Hieroglif Ojibwe
    • Siglas poveiras
    • Testerian
    • Yerkish
    • Zapotec
    Logogram
    Tionghoa
    Aksara Han
    • Sederhana
    • Rumit
    • Tulang Ramalan
    • Perunggu
    • Segel
    • Hanja
    • Idu
    • Kanji
    • Chữ Nôm
    • Zhuang
    Dipengaruhi Tionghoa
    • Jurchen
    • Aksara besar Khitan
    • Sui
    • Tangut
    Logosilabis lainnya
    • Anatolia
    • Bagam
    • Kreta
    • Epi-Olmek
    • Maya
    • Proto-Elam
    • Yi (Kuno)
    Logokonsonan
    • Demotik
    • Hieratik
    • Hieroglif Mesir
    Sistem bilangan
    • Hindu-Arab
      • Arab Barat
      • Arab Timur
      • Angka Hindu
    • Abjad
    • Loteng (Yunani)
    • Muiska
    • Romawi
    Semisilabis
    Penuh
    • Keltiberia
    • Iberia Timur Laut
    • Iberia Tenggara
    • Khom
    Pengulangan
    • Espanca
    • Pahawh Hmong
    • Aksara kecil Khitan
    • Hispania Kuno Barat Daya
    • Zhuyin fuhao
    Isyarat
    • ASLwrite
    • SignWriting
    • si5s
    • Notasi Stokoe
    Silabis
    • Afaka
    • Bamum
    • Bété
    • Byblos
    • Aborigin Kanada
    • Cherokee
    • Siprus
    • Sipro-Minoa
    • Ditema tsa Dinoko
    • Eskayan
    • Geba
    • Danau Algonquin
    • Iban
    • Idu
    • Jepang
      • Hiragana
      • Katakana
      • Man'yōgana
      • Hentaigana
      • Sogana
      • Jindai moji
    • Kikakui
    • Kpelle
    • Linear B
    • Linear Elamite
    • Lisu
    • Loma
    • Nüshu
    • Nwagu Aneke
    • Persia Kuno
    • Sumeria
    • Vai
    • Woleai
    • Yi (Baku)
    • Yugtun
    • l
    • b
    • s
    Braille ⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑
    Braille cell
    • 1829 braille
    • International uniformity
    • ASCII braille
    • Unicode braille patterns
    Braille scripts
    French-ordered
    • Afrika Selatan
    • Albania
    • Azerbaijan
    • Belanda
    • Ceska
    • Esperanto
    • Ghana
    • Guarani
    • Filipino
    • Hawaii
    • Hungaria
    • Inggris (Inggris Tunggal)
    • Iñupiaq
    • IPA
    • Irlandia
    • Italia
    • Jerman
    • Kanton
    • Katalan
    • Latvia
    • Lituania
    • Luksemburg (diperluas menjadi 8 dot)
    • Malta
    • Māori
    • Navajo
    • Nigeria
    • Polandia
    • Portugis
    • Prancis
    • Romania
    • Samoa
    • Slowakia
    • Spanyol
    • Mandarin Taiwan (sebagian besar disusun ulang)
    • Tiongoha daratan
    • Turki
    • Vietnam
    • Wales
    • Yugoslavia
    • Zambia
    Keluarga Nordik
    • Estonia
    • Faroe
    • Islandia
    • Sami Utara
    • Skandinavia
      • Denmark
      • Finlandia
      • Greenland
      • Norwegia
      • Swedia
    Russian lineage family
    i.e. Cyrillic-mediated scripts
    • Belarusia
    • Bulgaria
    • Kazakh
    • Kyrgyz
    • Mongolia
    • Rusia
    • Tatar
    • Ukraina
    Egyptian lineage family
    i.e. Arabic-mediated scripts
    • Arab
    • Persia
    • Urdu (Pakistan)
    Indian lineage family
    i.e. Bharati Braille
    • Devanagari (Hindi / Marathi / Nepali)
    • Bengali (Bangla / Assam)
    • Gujarat
    • Kannada
    • Malayalam
    • Odia
    • Punjab
    • Sinhala
    • Tamil
    • Telugu
    • Urdu (India)
    Other scripts
    • Amharic
    • Armenia
    • Burma
    • Kamboja
    • Dzongkha (bahasa Bhutan)
    • Georgia
    • Yunani
    • Ibrani
    • Inuktitut (reassigned vowels)
    • Thai dan Lao (Japanese vowels)
    • Tibet
    Reordered
    • Braille bahasa Algeria (obsolete)
    Frequency-based
    • Braille bahasa Amerika (obsolete)
    Independent
    • Chinese semi-syllabaries
      • Kanton
      • Mandarin Tionghoa daratan
      • Mandarin Taiwan
      • Two-cell Chinese (Shuangpin)
    • Jepang
    • Korea
    Eight-dot
    • Luksemburg
    • Kanji
    • Gardner–Salinas braille codes (GS8)
    Symbols in braille
    • Braille music
    • Canadian currency marks
    • Computer Braille Code
    • Gardner–Salinas braille codes (science; GS8/GS6)
    • International Phonetic Alphabet (IPA)
    • Nemeth braille code
    Braille technology
    • Braille e-book
    • Braille embosser
    • Braille translator
    • Braille watch
    • Mountbatten Brailler
    • Optical braille recognition
    • Perforation
    • Perkins Brailler
    • Refreshable braille display
    • Slate and stylus
    • Braigo
    Persons
    • Louis Braille
    • Charles Barbier
    • Valentin Haüy
    • Thakur Vishva Narain Singh
    • Sabriye Tenberken
    • William Bell Wait
    Organisations
    • Braille Institute of America
    • Braille Without Borders
    • Japan Braille Library
    • National Braille Association
    • Blindness organizations
    • Schools for the blind
    • American Printing House for the Blind
    Other tactile alphabets
    • Decapoint
    • Moon type
    • New York Point
    • Night writing
    • Vibratese
    Related topics
    • Accessible publishing
    • Braille literacy
    • RoboBraille
    • l
    • b
    • s
    Sistem tulisan elektronik
    • Emotikon
    • Emoji
    • Kaomoji
    • iConji
    • Leet
    • Unicode

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Huruf Assam
    3. Vokal
    4. Konsonan
    5. Gugus konsonan
    6. Angka
    7. Tiga variasi aksara Assam yang berbeda dengan aksara Bengali
    8. Tampilan papan tombol beraksara Assam
    9. Catatan kaki
    10. Referensi
    11. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Abugida

    Abugida atau alfasilabis adalah aksara segmental yang didasarkan pada konsonan dengan notasi vokal yang diwajibkan tetapi bersifat sekunder. Hal ini berbeda

    Aksara Nusantara

    artikel daftar Wikimedia

    Aksara Jawa

    aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan bahasa sekitarnya

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026