Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Yerkish

Yerkish adalah sebuah bahasa artifisial dikembangkan untuk digunakan oleh primata selain manusia. Ia menggunakan papanketik yang tutsnya mengandung lexigram, simbol yang sama dengan objek-objek atau ide-ide.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Yerkish
Bahasa Yerkes
Lexigram
Dibuat olehErnst von Glasersfeld
Dibuat untukBahasa hewan
Pengguna3 (kera)
Tujuan
  • Bahasa buatan
    • Bahasa hewan
      • Yerkes
Tampilkan klasifikasi manual
  • entitas
    • entitas abstrak
      • languoid
        • Bahasa hewan
          • Bahasa kera besar Suntingan nilai di Wikidata
            • Yerkes
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    SumberMenggunakan sebuah papanketik untuk menekan tuts yang disebut lexigram, simbol yang sama dengan objek-objek atau ide-ide.
    Kode bahasa
    ISO 639-3Tidak ada (tidak ada)
    IETFart-x-yerkish
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.

    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    09.44, Kamis, 23 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Yerkish adalah sebuah bahasa artifisial dikembangkan untuk digunakan oleh primata selain manusia. Ia menggunakan papanketik yang tutsnya mengandung lexigram, simbol yang sama dengan objek-objek atau ide-ide. [1]

    Sebuah lexigram merepresentasikan sebuah kata tetapi tidak selalu menunjuk kepada objek yang diacu oleh kata. Lexigram terkenal digunakan oleh Language Research Center di Georgia State University untuk berkomunikasi dengan bonobo dan simpanse. Para Peneliti dan primata mampu berkomunikasi menggunakan papan lexigram yang dibuat sampai dengan tiga papan dengan total 384 tuts. [1][2]

    Sejarah

    Bahasa ini dikembangkan oleh Ernst von Glasersfeld dan digunakan oleh Duane Rumbaugh dan Sue Savage-Rumbaugh (lexigram: ) dari Georgia State University saat bekerja dengan primata di Yerkes National Primate Research Center di Emory University di Atlanta, Georgia. Primata diajarkan berkomunikasi dengan memahami papan lexigram, sebuah susunan tuts terkomputerisasi dengan lexigram. Von Glasersfeld menciptakan istilah "lexigram" pada tahun 1971, membuat 120 tuts pertama, dan merancang tatabahasa yang mengatur kombinasinya. Bahasa artifisial ini disebut dengan Yerkish untuk menghormati Robert M. Yerkes, pendiri laboratorium di mana lexigram ini pertama kali digunakan.

    Kera pertama yang dilatih berkomunikasi dalam Yerkish adalah simpanse Lana, sejak awal tahun 1973 dalam konteks proyek LANA.

    Referensi

    1. 1 2 Interactive Lexigram Diarsipkan 2010-05-20 di Wayback Machine., History of Ape Language, Great Ape Trust, 2010.
    2. ↑ Jeffrey Kluger, "Inside the Minds of Animals" Diarsipkan 2045-09-02 di Wayback Machine., Time, August 5, 2010.

    Lihat juga

    • Kognisi primata
    • Kanzi
    • Panbanisha
    • Kepercayaan Kera Besar
    • Bahasa Kera Besar

    Bacaan lanjutan

    1. (Inggris) Rumbaugh, D. M. ed. (1977) Language Learning by a Chimpanzee. The LANA Project. New York, Academic Press
    2. (Inggris) von Glasersfeld, E., Department of Psychology, University of Georgia. The Yerkish language for Non-Human Primates Diarsipkan 2006-06-14 di Wayback Machine.. American Journal of Computational Linguistics, 1974, 1.


    Templat:Conlang-stub

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Referensi
    3. Lihat juga
    4. Bacaan lanjutan
    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026