Angkatan Darat Bela Diri Jepang , adalah nama dari pasukan militer darat Jepang. Dalam bahasa Inggris, ia dikenal dengan sebutan Japan Ground Self-Defense Force, atau disingkat JGSDF. Terbesar di antara ketiga angkatan Pasukan Bela Diri Jepang, Angkatan Darat Bela Diri Jepang beroperasi di bawah komando seorang kepala staf pasukan darat, yang berbasis di kota Ichigaya, Tokyo. Kepala staf pasukan darat saat ini adalah Jenderal Yoshihide Yoshida. Angkatan ini memiliki jumlah personel sekitar 150.000 orang tentara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Angkatan Darat Bela Diri Jepang | |
|---|---|
| 陸上自衛隊 Rikujō Jieitai | |
Bendera Angkatan Darat Bela Diri Jepang | |
| Dibentuk | 1 Juli 1954 |
| Negara | |
| Tipe unit | Angkatan darat |
| Jumlah personel | 150.700 aktif (2023) 56.000 cadangan (2023) |
| Bagian dari | |
| Markas | Ichigaya, Shinjuku, Tokyo, Jepang |
| Julukan | JGSDF, GSDF, Rikuji (陸自) |
| Himne | "Battōtai (抜刀隊) |
| Situs web | www |
| Tokoh | |
| Panglima Tertinggi | |
| Menteri Pertahanan | |
| Kepala Staf Gabungan | |
| Kepala Staf Angkatan Darat | |
Angkatan Darat Bela Diri Jepang (陸上自衛隊code: ja is deprecated , Rikujō Jieitai), adalah nama dari pasukan militer darat (angkatan darat) Jepang. Dalam bahasa Inggris, ia dikenal dengan sebutan Japan Ground Self-Defense Force, atau disingkat JGSDF. Terbesar di antara ketiga angkatan Pasukan Bela Diri Jepang, Angkatan Darat Bela Diri Jepang beroperasi di bawah komando seorang kepala staf pasukan darat, yang berbasis di kota Ichigaya, Tokyo. Kepala staf pasukan darat saat ini adalah Jenderal Yoshihide Yoshida. Angkatan ini memiliki jumlah personel sekitar 150.000 orang tentara.
Jepang menyetujui Deklarasi Potsdam pada tahun 1945, dan, sesuai dengan Pasal 9 Konstitusi Jepang, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dilucuti. Keduanya digantikan oleh pasukan pendudukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, yang mengambil tanggung jawab untuk perlindungan eksternal Jepang.
Ketika Perang Korea pecah, banyak unit AS dipindahkan ke Korea Selatan dan jepang dianggap kurang pertahanan. Didorong Komandan Tertinggi Sekutu, pemerintah Jepang pada tahun 1950 mengesahkan pendirian PNC, yang terdiri dari 75,000 pria bersenjata ringan.[1]
Di bawah Perjanjian Kerja Sama Timbal Balik dan Keamanan Antara Amerika Serikat dan Jepang, pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di Jepang menangani agresi eksternal melawan Jepang sementara pasukan Jepang, baik angkatan darat maupun laut, menangani ancaman di dalam dan bencana alam. Karena itu, di pertengahan tahun 1952, Polisi Nasional Cadangan dikembangkan hingga 110,000 orang dan berganti nama menjadi Pasukan Keamanan Nasional[2]
Jepang terus meningkatkan kemampuan pertahanannya. Pada 1 Juli 1954, Majelis Keamanan Nasional dirombak menjadi Agensi pertahanan, dan Pasukan Keamanan Nasional dirombak menjadi Angkatan Darat Bela Diri Jepang, Angkatan Laut Bela Diri Jepang, dan Angkatan Udara Bela Diri Jepang, dengan Jenderal Keizō Hayashi ditunjuk sebagai ketua dewan staf gabungan—pimpinan profesional ketiga cabang. Undang-undang yang memungkinkan hal tersebut adalah Undang-Undang Bela-Diri Tahun 1954 [Undang-Undang No. 165 Tahun 1954].[3]
Selama masa yang panjang, Angkatan Darat Bela Diri Jepang memegang kemampuan yang meragukan untuk menghadang invasi Soviet ke Hokkaido. Zbigniew Brzezinski mengamati pada tahun 1972 bahwa pasukan tersebut optimis dapat melawan 'sebuah invasi Soviet yang dilakukan pada pola Amerika seperempat abad yang lalu'.[4] Selama pasukan tersebut sekarang memiliki pasukan efisien berjumlah 150,000,[5] kepentingannya hingga sekarang mulai berkurang dengan berakhirnya Perang Dingin, dan percobaan untuk merombak kembali pasukan menjadi satu untuk misi-misi setelah Perang Dingin tertahan oleh berbagai perselisihan politik internal. Pada tahun 2015, Parlemen Jepang meloloskan hukum yang memperbolehkan reinterpretasi Pasal 9. Pasukan Bela Diri berlatih dengan pasukan Amerika dalam unit serangan amfibi yang didesain untuk mengambil alih pulau terpencil.[6]
Dari September hingga akhir November 2021, JGSDF melakukan latihan militer nasional dengan semua unit termasuk 100.000 personel, 20.000 kendaraan, 120 pesawat dan JMSDF dan JASDF serta kapal pendarat Angkatan Darat AS.[7] Ini adalah latihan militer JGSDF terbesar sejak akhir Perang Dingin pada 1993.[7] Latihan tersebut didasarkan pada Pedoman Program Pertahanan Nasional 2019 untuk memperkuat kemampuan pertahanan.[7] Menteri Pertahanan Nobuo Kishi mengatakan hal itu untuk secara efektif menanggapi berbagai situasi.[7]
Direorganisasi dari Pasukan Kesiapan Pusat pada 27 Maret 2018. Dalam keadaan perang akan memimpin dua hingga lima pasukan.

JGSDF saat ini memiliki 9 divisi aktif bertugas (1 lapis baja, 8 infanteri)
JGSDF saat ini memiliki 6 brigade aktif dan satu brigade amfibi yang baru sebagian dibentuk
| Tanda pangkat | Jenderal / Perwira Tinggi | Perwira Senior | Perwira Junior | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tipe A[8]
(甲階級章) |
||||||||||
| Tipe B
(乙階級章) |
||||||||||
| Tipe Miniatur
(略章) |
||||||||||
| Pangkat | 幕僚長たる陸将 | 陸将 | 陸将補 | 1等陸佐
Ittō rikusa |
2等陸佐
Nitō rikusa |
3等陸佐
Santō rikusa |
1等陸尉 | 2等陸尉 | 3等陸尉 | 准陸尉 |
| Setara dengan (AS)[9] | Jenderal | Letnan Jenderal | Mayor Jenderal | Kolonel | Letnan Kolonel | Mayor | Kapten | Letnan Satu | Letnan Dua | Bintara Tinggi |
| Tanda pangkat | Bintara Senior | Bintara Junior | Tamtama | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tipe A[8]
(甲階級章) |
||||||||
| Tipe B
(乙階級章) |
||||||||
| Tipe Miniatur
(略章) |
Tidak ada tanda | |||||||
| Pangkat | 陸曹長
Rikusōchō |
1等陸曹
Ittō rikusō |
2等陸曹
Nitō rikusō |
3等陸曹
Santō rikusō |
陸士長
Rikushichō |
1等陸士
Ittō rikushi |
2等陸士
Nitō rikushi |
自衛官候補生
Jieikan kōhosei |
| Setara dengan (AS)[9] | Sersan Pertama | Sersan Satu | Sersan Staf | Sersan | Kopral | Prajurit Satu | Prajurit | Rekrut |