Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kassapa

Dalam tradisi Buddhis, Kassapa (Pāli) adalah nama Buddha, ketiga dari lima Buddha pada kalpa sekarang, dan keenam dari enam Buddha sebelum Buddha sejarah sebagaimana disebutkan dalam bagian awal Kanon Pali (D.ii.7). Dalam naskah Buddhis berbahasa Sanskerta, Buddha ini juga dikenal dengan Kāśyapa.

Wikipedia article
Diperbarui 21 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kassapa
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Kassapa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Buddha Kassapa
Kuil Ananda Buddha
SanskertaBuddha Kasyapa
PāliBuddha Kassapa
Birmaကဿပcode: my is deprecated ([kaʔθəpa̰])
Tionghoa迦葉佛
Jepang迦葉; かしょう; Kashō
Mongoliaᠭᠡᠷᠡᠯ ᠰᠠᠬᠢᠭᠴᠢ, Гашив, (Geshib)
Tibetའོད་སྲུང་ཆེན་པོ (Ösung Chenpo)
VietnamPhật Ca-Diếp
Sinhalaකස්සප බුද්ධ
Informasi
Dimuliakan olehTheravada, Mahayana, Vajrayana
Didahului olehBuddha Koṇāgamana
Diwarisi olehBuddha Gautama
  • Portal Buddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Dalam tradisi Buddhis, Kassapa (Pāli) adalah nama Buddha, ketiga dari lima Buddha pada kalpa sekarang (Sang Bhaddakappa atau 'Aeon Yang Beruntung'), dan keenam dari enam Buddha sebelum Buddha sejarah sebagaimana disebutkan dalam bagian awal Kanon Pali (D.ii.7). Dalam naskah Buddhis berbahasa Sanskerta, Buddha ini juga dikenal dengan Kāśyapa.

Kehidupan

Kassapa terlahir di India. Orang tuanya adalah para Brahmin Brahmadatta dan Dhanavatī dari Kashyap Gotra.

Menurut legenda, tubuhnya setinggi dua puluh cubit, dan tinggal selama dua ribu tahun di tiga tempat berbeda. Tempat tersebut adalah Hamsa, Yasa dan Sirinanda. (BuA.217 menyebut dua tempat pertama sebagai Hamsavā dan Yasavā). Istri utamanya adalah Sunandā, yang memberikannya seorang putra bernama Vijitasena.

Kassapa meninggalkan kehidupan duniawinya berkelana di istananya (pāsāda). Ia melakukan pertapaan selama tujuh hari. Sebelum mencapai pencerahan, ia menerima pemberian makanan berupa tajin dari istrinya dan rerumputan sebagai tempat duduknya dari seorang yavapālaka bernama Soma. Bodhi (pohon di mana ia mencapai pencerahan) adalah pohon beringin, dan ia menyampaikan khotbah pertamanya di Isipatana kepada sekelompok bhikkhu yang telah bersama-sama meninggalkan keduniawian.

Kassapa melakukan Keajaiban Ganda pada bagian bawah pohon angsana yang terletak di luar Sundar Nagar, India. Ia hanya melakukan satu kali perkumpulan dengan para pengikutnya; salah satu penahbisan paling terkenalnya adalah Nāradeva, seorang Yaksha. Kepala pemimpin pengikutnya di antara para bhikku adala Tissa dan Bhāradvāja, dan di antara bhikkuni adalah Anulā dan Uruvelā, pengikut setianya sebagai Sabbamitta. Di antarapara pengikutnya, yang paling terkenal adalah Sumangala dan Ghattīkāra, Vijitasenā, dan Bhaddā.

Kassapa meninggal dunia pada usia empat puluh ribu tahun, di kota Kashi di wilayah Kerajaan Kasi (sekarang dikenal sebagai Varanasi, negara bagian India modern Uttar Pradesh. Didekat reliknya didirikan sebuah thūpa setinggi satu liga, setiap batanya seharga crore (sepuluh juta) rupee.

Stupa Buddha Kassapa

Pada awalnya terdapat perbedaan pendapat yang sangat besar akan berapa besar dan asal-muasal bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan stupa tersebut. Pembangunan stupa dimulai setelah hal-hal tersebut diselesaikan. Akan tetapi masyarakat tidak memiliki cukup dana untuk menyelesaikan stupa tersebut. Seorang pengikut anāgāmī bernama Sorata berkelana mengunjungi Jambudipa, meminta bantuan dana dari masyarakat untuk penyelesaian stupa. Ia segera mengirimkan dana tersebut setelah menerimanya, dan pada saat mendapatkan kabar bahwa pembangunan telah selesai, ia segera bersiap-siap untuk mengunjungi dan melakukan pemujaan disana. Akan tetapi, ia dirampok dan dibunuh ketika melalui sebuah hutan oleh seorang penjahat yang kemudian dikenal sebagai Andhavana.

Upavāna, pada kelahiran sebelumnya, menjadi dewa penjaga stupa, yang mana merupakan majikan agungnya pada kehidupan terdahulu (DA.ii.580; untuk cerita lain mengenai pembangunan tempat pemujaan lihat DhA.iii.29).

Di antara tiga puluh tujuh dewi-dewi yang diketahui oleh Guttila ketika ia mengunjungi nirwana adalah seseorang yang telah menyajikan percikan dengan lima keharuman pada stupa (J.ii.256). Alāta mempersembahkan bunga-bunga āneja dan mencapai kelahiran kembali yang bahagia (J.vi.227).

Penyebab pantulan keemasan Mahā-Kaccāna merupakan bata yang terbuat dari emas pemberiannya yang digunakan sebagai pembangunan tempat pemujaan Kassapa (AA.i.116). Pada stupa yang sama, Anuruddha, yang pada saat itu merupakan pemimpin di Benares, menyajikan mentega dan tetesan dalam mangkuk kuningan, yang ditempatkan berdampingan tanpa jarak mengelilingi stupa (AA.i.105). Pad

Buddha Manushi

Selain Buddha Kassapa, terdapat empat Buddha pada kalpa sekarang (Buddha Manushi):

  • Buddha Kakusandha
  • Buddha Konagamana
  • Buddha Gautama
  • Buddha Maitreya

Lihat pula

  • Daftar dua puluh delapan Buddha

Referensi

  • Kassapa, der Pali Kanon des Theravāda-Buddhismus
    • l
    • b
    • s
    28 Buddha
    1. Taṇhaṅkara
    2. Medhaṅkara
    3. Saraṇaṅkara
    4. Dīpaṅkara
    5. Koṇḍañña
    6. Maṅgala
    7. Sumana
    8. Revata
    9. Sobhita
    10. Anomadassi
    11. Paduma
    12. Nārada
    13. Padumuttara
    14. Sumedha
    15. Sujāta
    16. Piyadassī
    17. Atthadassī
    18. Dhammadassī
    19. Siddhattha
    20. Tissa
    21. Phussa
    22. Vipassī
    23. Sikhī
    24. Vessabhū
    25. Kakusandha
    26. Koṇāgamana
    27. Kassapa
    28. Gotama
    Masa depan:
    • Metteyya

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan
  2. Stupa Buddha Kassapa
  3. Buddha Manushi
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Mahākassapa

Murid utama Buddha Gautama

Pūraṇa Kassapa

Filsuf India abad ke-6 SM

Buddhisme

Agama dan tradisi filosofis dari anak benua India

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026