Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sāriputta

Sariputta merupakan satu dari dua murid utama Sang Buddha. Ia menjadi seorang Arahat yang terkenal akan kebijaksanaannya dan digambarkan dalam tradisi Theravada sebagai salah satu murid penting Sang Buddha.

murid utama Gautama Buddha
Diperbarui 14 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sāriputta
Artikel ini berisi tentang salah satu murid utama Sang Buddha. Untuk biksu cendekiawan Buddhisme Theravāda abad ke-12 asal Sri Lanka, lihat Sāriputta (abad ke-12). Untuk seorang biksu abad ke-15, lihat Śāriputra (abad ke-15).
Śāriputra
Patung Śāriputra, menggambarkan “kulit keemasan”nya di Vihara Buddha Mahamevnawa, Sri Lanka
GelarMurid utama pertama (Paṭhamasāvaka), murid utama di sisi kanan (Dakkhinasāvaka), yang terkemuka di antara para bijaksana.
Kehidupan pribadi
Lahir
Upatiṣya (Pali: Upatissa)

Nālaka or Upatiṣya Village, Rajgir, Magadha
Meninggal
Nālaka atau Upatiṣya Village, Rajgir, Magadha
Orang tuaVaṇganta or Tisya (ayah), Sāri (ibu)
Kehidupan religius
AgamaBuddhisme
Sekolahall
Posisi senior
GuruBuddha Gautama
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Sariputta (Pali: Sāriputta; Sanskerta:शारिपुत्र Śāriputra) merupakan satu dari dua murid utama Sang Buddha. Ia menjadi seorang Arahat yang terkenal akan kebijaksanaannya dan digambarkan dalam tradisi Theravada sebagai salah satu murid penting Sang Buddha.

Biografi

Sariputta berasal dari keluarga Brahmana dan sudah memulai kehidupan spiritual ketika ia bertemu dengan ajaran Sang Buddha. Teman dekat Sariputta (Pāli: Mahāmoggallāna; Sanskerta:Mahāmaudgalyāyana), seorang petapa yang berkelana. Pada hari yang sama, mereka meninggalkan keduniawian dan menjadi murid Sañjaya Belaṭṭhiputta yang skeptik, sebelum berpindah kepada Buddhisme.

Stupa Sāriputta di Nalanda - di mana ia dilahirkan dan meninggal dunia.

Setelah mendengar ajaran Sang Buddha melalui seorang Bhikkhu bernama Assaji (Sanskerta: Asvajit), Sariputta mengikuti Sang Buddha dan menjadi pengikut ajarannya. Keduanya sering digambarkan besama-sama dengan Sang Buddha, dan interaksi antara Sariputta dan Mahamoggallana (yang terkenal akan kesaktiannya pada masa awal Buddhisme)

Pada suatu kejadian yang diilustrasikan dengan anekdot,[1] dituliskan bahwa Sariputta sedang berdiam bersama Mahamoggallana di Kapotakandara. Sariputta sedang duduk bermeditasi di udara terbuka dengan kepala yang baru saja dicukur. Saat itu kepala Sariputta dipukul oleh roh jahat. Mahamoggallana yang melihat hal ini dengan 'mata-dewa'-nya (keahlian seperti seorang paranormal yang sering kali dimiliki bhikkhu Buddhis, kekuatan itu disebut Dibachakkuñana ), dan tidak berhasil mengingatkan Sariputta. Pukulan itu cukup keras, tetapi pada waktu itu diceritakan bahwa, "Sariputta sedang tercerap dalam meditasi pencapaiannya; akibatnya dia tidak terluka sama sekali."[2][3]

Dengan persetujuan dari Sang Buddha, Sariputta sering kali berkhotbah dan bahkan dalam beberapa kesempatan Sariputta sendirilah yang mengambil alih peran kepemimpinan - entah itu sebagai pembimbing dan tauladan yang terlatih, sebagai teman yang baik dan penuh perhatian, sebagai pelindung kesejahteraan para bhikkhu binaannya, maupun sebagai penjaga Ajaran Sang Buddha yang setia. Peranan inilah yang membuatnya dijuluki sebagai "Sang Panglima Dhamma" (Dhammasenāpati). Akan tetapi, Sang Buddha juga menegur Sariputta ketika ia tidak menjelaskan Dhamma sepenuhnya kepada seorang pangeran, atau ketika ia membiarkan sekelompok bhikkhu baru menjadi sangat berisik.[4]

Akan tetapi, Sariputta merupakan salah satu murid yang sangat dipuja. Pada satu kesempatan Sang Buddha menyebutnya sebagai seorang anak spiritual sesungguhnya dan sebagai pemimpin pendamping pada pemutaran roda Dhamma.

Bila seseorang dapat mengatakan dengan kebenaran bahwa dia telah menguasai keahlian dan kesempuranaan sila-sila mulia, konsentrasi mulia, kebijaksanaan mulia dan pembebasan mulia, maka Sariputta lah yang dapat menyatakannya dengan kebenaran.

Bila seseorang dapat mengatakan bahwa dia anak sejati Tathagata, lahir dari kata-kataNya, lahirlah Dhamma, terbentuk dalam Dhamma, mewarisi Dhamma, tidak mewarisi kesenagnan duniawi, Sariputta lah yang dpat menyatakannya.

Sesudah aku, O bhikkhu, Sariputta lah pemutar roda Dhamma yang mulia, walaupun aku telah memutarnya terlebih dahulu.

— Majjhima Nikaya 111, Anupadda Suta

Esensi Dhamma (dhammadhatu) telah begitu dipahami oleh Sarputta, O para bhikkhu, sehingga bila aku bertanya selama satu hari dalam kata-kata dan frasa-frasa berbeda, Sariputta akan membalas selama satu hari dalam kata-kata dan frasa-franse. Dan bila aku bertanya padanya selama satu malam, atau satu hari-satu malam, atau dua hari-dua malam, atau bahkan hingga tujuh hari-tujuh malam, Sariputta akan menguraikan dengan rinci permasalah selama periode waktu yang sama, dalam berbagai kata-kata dan frasa-frasa.

— Niddana Samyutta 32

Kematian

Menurut Tipitaka, Sariputta meninggal (Parinibbana) pada saat purnama di bulan Kattika, yang menurut kalender surya jatuh pada bulan Oktober - November. Cunda, sebagai pelayan, membawa mangkuk dan jubah Sariputta dan pergi menuju Savatthi ke Hutan Bambu Jeta milik Anathapindikia. Sesampainya disana, ia pergi bertemu dengan Ananda dan menyampaikan berita kematian Sariputta. Ananda yang sedih, menyampaikan berita ini kepada Sang Buddha yang tetap dalam keadaan damai. Melihat kondisi Ananda, Sang Buddha berkata:

Tidakkah aku sudah mengajarkan padamu sebelumnya, Ananda, bahwa kita akan menderita akibat perpisahan dengan yang dekat dan yang kita cintai? Segala sesuatu yang terlahir, yang menjadi, hidup bersama, pasti akan mengalami perpisahan, bagaimana mungkin segala sesuatu dikatakan tidak seharusnya berpisah? Hal itu, sesungguhnya, adalah tidak mungkin. Oleh karena itu, Ananda, seolah-olah dari pohon berkayu keras sebuah batang besar dapat patah, demikian pula sekarang Sariputta telah meninggal dunia berpisah dari komunitas suci para bhikkhu. Sesungguhnya, Ananda, segala sesuatu yang terlahir, yang menjelma, hidup bersama, pasti akan mengalami perpisahan, bagaimana mungkin segala sesuatu dikatakan tidak seharusnya berpisah? Hal ini, sesungguhnya, adalah tidak mungkin.

— Cunda Sutta, Satipatthana Samyutta 13

Syair pujian Sang Buddha untuk Siswa Utamanya:

\n''Kepada dia yang, kokoh dalam kesabaran seperti bumi, sama sekali terkuasai mutlak oleh pikirannya, yang penuh kasih, kebaikan, damai, dan kokoh bagaikan bumi ini - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!''<br />\n''Dia yang bagaikan seorang pemuda tak berkasta dengan pikiran sederhana, memasuki kota dan menapaki jalannya dengan perlahan, dari rumah ke rumah dengan mangkuk peminta di tangannya, seperti inilah Sariputta - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!''<br />\n''Seseorang yang berada dalam kota ataupun hutan belantara, tidak melukai siapapun, (menjalani) hidup bagaikan seekor banteng dengan tanduk yang telah dipotong, seperti inilah Sariputta, yang telah memenangkan penguasaan atas dirinya sendiri - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!'' \n"},"4":{"wt":"Cunda Sutta, [[Satipatthana Samyutta]] 13"},"5":{"wt":""}},"i":0}}]}' id="mwTQ"/>

Kepada dia yang dalam lima kali seratus kelahiran, pergi mengembara tak berumah, mencampakkan kesenangan yang digenggam erat oleh hati, dan kegemaran yang bebas, dengan indria yang terkendali - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!

Kepada dia yang, kokoh dalam kesabaran seperti bumi, sama sekali terkuasai mutlak oleh pikirannya, yang penuh kasih, kebaikan, damai, dan kokoh bagaikan bumi ini - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!
Dia yang bagaikan seorang pemuda tak berkasta dengan pikiran sederhana, memasuki kota dan menapaki jalannya dengan perlahan, dari rumah ke rumah dengan mangkuk peminta di tangannya, seperti inilah Sariputta - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!

Seseorang yang berada dalam kota ataupun hutan belantara, tidak melukai siapapun, (menjalani) hidup bagaikan seekor banteng dengan tanduk yang telah dipotong, seperti inilah Sariputta, yang telah memenangkan penguasaan atas dirinya sendiri - sekarang penghormatan diberikan kepada Sariputta yang telah parinibbana!

— Cunda Sutta, Satipatthana Samyutta 13

Relik Sariputta

Relik Sariputta

Atas persetujuan Sang Buddha, Sariputta kembali ke tempat kelahirannya, Nalaka, suatu perkampungan para Brahmana, karena ia ingin menunjukkan jalan kebenaran kepada ibu-nya yang masih belum mengikuti ajaran Sang Buddha.

Sariputta meninggal dunia di desa bernama Nalaka setelah berhasil menjelaskan ajaran Sang buddha kepada ibunya.

Relik yang diberikan oleh Cunda, atas petunjuk Sang Buddha, kepada Raja Ajatashatru (Sanskerta: Ajātashatru) disimpan di dalam Stupa yang dimuliakan oleh para pengikutnya. Pada sekitar 261 SM, Raja Dharmasoka (Ashok) membuka Stupa tersebut atas petunjuk dari Moggaliputtatissa yang menandai Sidang Agung ke III.

Sariputta dalam Mahayana

Penggambaran Sutra Lotus versi Jepang, dengan Śāriputra memohon Sang Buddha untuk berkhotbah.

Penggambaran positif Sariputta dalam Tipitaka, di mana secara bersamaan Sariputta digambarkan sebagai seorang Arahat yang bijaksana dan berpengaruh, kedua setelah Buddha, penggambarannya di beberapa sumber Mahayana sering kali kurang menyenangkan. Dalam Vimalakirti Sutra dan Sutra Teratai (Lotus Sutra), Sariputta digambarkan sebagai suara dari Hinayana atau tradisi Sravaka, yang dipersembahkan dalam sutra-sutra Mahayana sebagai pengajaran yang "kurang piawai". Dalam sutra-sutra ini, Sariputta tidak dapat dengan sedia mengerti doktrin Mahayana yang dipersembahkan oleh Vimalakirti dan lainnya, dan ditegur atau dikalahkan dalam debat oleh beberapa teman bicara, termasuk seorang dewi menyalahkan asumsi Hinayana yang diberikan oleh Sariputta mengenai perbedaan jenis kelamin dan bentuk. Akan tetapi, di dalam Sutra Teratai (Lotus Sutra), Sang Buddha meramalkan bahwa Sarputta akan, satu hari, menjadi seorang Buddha.

Sariputta, dalam dunia yang akan datang, setelah kalpa-kalpa tak terhitung jumlahnya; setelah kau mengabdi ribuan keti pada para Buddha dan mempertahankan ajaran sejati serta menyelesaikan jalan para Bodhisattva; kau sendiri akan menjadi Buddha dengan nama Padmaprabha Tathagata, terpuja, bijaksana, sempurna, memahami dunia, pemimpin tanpa tanding, pembina, guru bagi dewa dan manusia. Yang mendapat Penerangan, Yang Dipuja DiDunia. Alamnya akan disebut Viraga; yang tanahnya datas dan lurus, murni dan permai, aman dan makmur, didiami oleh para penduduk surga buminya dari ratna manikam. Memiliki delapan jalan bersimpangan, dibatasi dengan tali kencana. Pada setiap jalan berdiri sejajar pepohonan indah sarat dengan buah dan bunga. Tathagata Padmaprabha pun akan mengajar dan membina segenap mahluk hidup dengan Tri-Yana.

— Saddarma Pundarika Sutra- Lotus Sutra III

Referensi

  1. ↑ Visuddhimagga XII
  2. ↑ Udana (IV.4)
  3. ↑ Thera 2007a, hlm. 34.
  4. ↑ ""Catuma Sutta"". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-12-02. Diakses tanggal 2009-07-28. ;

Daftar Pustaka

  • Thera, Nyanaponika; Hecker, Hellmuth (1997), Bodhi (ed.), Great Disciples of the Buddha: Their Lives, Their Works, Their Legacy, Wisdom Pubns, ISBN 0861711289
  • Thera, Y.M. Nyanaponika (2007a), Sariputta: Riwayat Hidup Sang Dhamma Senapati I (PDF), diterjemahkan oleh Upa. Sasanasena Seng, Hansen, Insight Vidyasena
  • Thera, Y.M. Nyanaponika (2007b), Sariputta: Riwayat Hidup Sang Dhamma Senapati II (PDF), diterjemahkan oleh Upa. Sasanasena Seng, Hansen, Insight Vidyasena
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Kematian
  3. Relik Sariputta
  4. Sariputta dalam Mahayana
  5. Referensi
  6. Daftar Pustaka

Artikel Terkait

Sepuluh murid utama Buddha

Murid agung Buddha merujuk kepada sepuluh murid agung Siddhartha Gautama. Para murid ini telah mencapai tingkat kesucian tertinggi (Arahat), dan memegang

Siddhattha Gotama

Filsuf India dan pendiri Buddhisme (623 atau 563 SM – 543 atau 483 SM)

Mukjizat Buddha Gotama

Buddha Gautama berdasarkan penuturan kitab-kitab yang ada dianggap memiliki kemampuan dan kekuatan mukjizat melebihi manusia biasa. Dia memperoleh kekuatan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026