Anawrahta Minsaw, juga dieja Aniruddha atau Anoarahtâ atau Anoa-ra-htá-soa, adalah penguasa Kerajaan Pagan dan penguasa pertama Burma yang bersatu. Anawrahta mengubah Pagan dari yang semula hanya sebuah wilayah kering di kawasan Burma Atas (hulu) menjadi kekaisaran bersatu pertama di Burma yang membentuk basis Burma (Myanmar) modern. Karena upayanya inilah ia juga termasuk bapak bangsa Burma. Sejarah Burma yang dapat diverifikasi kebenarannya juga bermula dari dirinya naik takhta Pagan pada tahun 1044.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Anawrahta အနော်ရထာcode: my is deprecated | |||||
|---|---|---|---|---|---|
Patung Anawrahta di luar Museum Nasional Myanmar, Yangon | |||||
| Raja Burma Pagan | |||||
| Berkuasa | 11 Agustus 1044– 11 April 1077 | ||||
| Penobatan | 16 Desember 1044 tanggal 8 akhir bulan Pyatho, 406 ME | ||||
| Pendahulu | Sokkate | ||||
| Penerus | Sawlu | ||||
| Permaisuri | Pyinsa Kalayani Agga Mahethi Saw Mon Hla Manisanda | ||||
| Keturunan | Sawlu Kyansittha | ||||
| |||||
| Wangsa | Pagan | ||||
| Ayah | Kunhsaw Kyaunghpyu | ||||
| Ibu | Myauk Pyinthe | ||||
| Agama | Buddhisme Theravāda (berganti agama dari Buddhisme Ari) | ||||
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
Anawrahta Minsaw (bahasa Burma: အနော်ရထာcode: my is deprecated ; IPA: [ənɔ̀ja̰tʰa]; berkuasa 1044-1078), juga dieja Aniruddha atau Anoarahtâ atau Anoa-ra-htá-soa, adalah penguasa Kerajaan Pagan dan penguasa pertama Burma yang bersatu. Anawrahta mengubah Pagan dari yang semula hanya sebuah wilayah kering di kawasan Burma Atas (hulu) menjadi kekaisaran bersatu pertama di Burma yang membentuk basis Burma (Myanmar) modern. Karena upayanya inilah ia juga termasuk bapak bangsa Burma. Sejarah Burma yang dapat diverifikasi kebenarannya juga bermula dari dirinya naik takhta Pagan pada tahun 1044.
Ayahnya adalah Kunhsaw Kyaunghpyu, yang merebut takhta Pagan dari Nyaung-u Sawrahan. Anawrahta menyatukan seluruh kawasan lembah Irrawaddy pertama kali dalam sejarah, dan menempatkan banyak wilayah sekelilingnya seperti Negara-negara Shan dan Arakan (Rakhine) di bawah kekuasaan Pagan. Sang Raja juga berhasil menghentikan pengaruh Kerajaan Khmer di pesisir Tenasserim sampai lembah Menam Hulu, membuat Pagan menjadi satu dari dua kerajaan besar di Daratan Asia Tenggara.
Sebagai seorang pemimpin disiplin yang tegas, Raja Anawrahta menjadi bagian dari kunci reformasi sosial, keagamaan, dan ekonomi yang akan berdampak pada kelanjutan sejarah Burma. Reformasi sosial-keagamaan pada akhirnya berkembang sampai menjadi budaya Burma sekarang. Dengan membangun serangkaian bendungan, Sang Raja mengubah lahan kering dan tandus yang ada di sekitar Pagan menjadi lumbung padi utama Burma Atas, menjadikan Burma Atas basis ekonomi berkelanjutan untuk mendominasi lembah Irrawaddy dan sekelilingnya pada abad-abad berikutnya. Sang Raja juga mewariskan sistem pengelolaan pemerintahan yang kuat dan terus dipertahankan oleh para raja Pagan setelahnya sampai keruntuhan dinasti pada tahun 1287. Keberhasilan dan lamanya kekuasaan Pagan atas lembah Irrawaddy meletakkan lembaran dasar bagi kebangkitan bahasa dan budaya Burma, serta penyebaran suku Burma di Burma Atas.
Warisan Anawrahta jauh melampaui Burma hingga keluar kerajaan. Penerimaannya terhadap ajaran Buddha Theravāda berhasil menghentikan pengaruh Mahāyāna Kerajaan Khmer, mendukung penyebaran aliran tersebut, yang sebelumnya sempat mengalami kemunduran di tempat lain baik di Asia Selatan maupun Tenggara. Keberhasilan perkembangan Buddha Theravāda dari Pagan memungkinkan ajaran tersebut menyebar hingga ke Lanna (Thailand utara), Siam (Thailand tengah), Lan Xang (Laos), dan Kerajaan Khmer (Kamboja) pada abad ke-13 dan 14.
Anawrahta juga menjadi salah satu raja terkenal dalam sejarah Burma. Legenda kisah hidupnya menjadi bagian penting dari cerita rakyat Burma dan disampaikan lagi dalam sastra dan pertunjukan panggung populer.
| Didahului oleh: Sokkate |
Penguasa Pagan 1044-1078 |
Diteruskan oleh: Sawlu |