Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Theodosius I

Theodosius I, dikenal juga sebagai Theodosius Agung, adalah kaisar Romawi dari 379 hingga 395 Masehi. Ia merupakan kaisar terakhir yang memerintah seluruh Kekaisaran Romawi, baik bagian Timur maupun Barat, sebelum kerajaan ini terpecah secara permanen setelah kematiannya. Masa pemerintahannya menandai titik balik dalam sejarah Kekaisaran Romawi, terutama dalam hal agama dan hubungan kekaisaran dengan Gereja Kristen.

Kaisar Romawi dari tahun 379 hingga 395 Masehi
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Theodosius I
Theodosius I
Kaisar ke-67 dari Kekaisaran Romawi
Patung dada Theodisus I. Didirikan di Aphrodisias (Aydin, Turki).
Berkuasa19 Januari 379 – 15 Mei 392 (kaisar di Timur;
15 Mei 392 – 17 Januari 395 (seluruh kekaisaran)
PendahuluValens di Timur
Gratianus di Barat
Valentinianus II di Barat
PenerusArcadius di Timur;
Honorius di Barat
Kelahiran(347-01-11)11 Januari 347
Cauca atau Italica, dekat Sevilla, Spanyol
Kematian17 Januari 395 (umur 48)
Milan
Pemakaman
Konstantinopel, saat ini Istanbul
Pasangan1) Aelia Flaccilla (?-385)
2) Galla (?-394)
KeturunanArcadius
Honorius
Pulcheria
Galla Placidia
Nama lengkap
Flavius Theodosius (dari lahir sampai bertahta);
Flavius Theodosius Augustus (sebagai kaisar)
DinastiTheodosius
AyahTheodosius Senior
IbuThermantia
AgamaKekristenan Nicene

Theodosius I (11 Januari 347 – 17 Januari 395), dikenal juga sebagai Theodosius Agung, adalah kaisar Romawi dari 379 hingga 395 Masehi. Ia merupakan kaisar terakhir yang memerintah seluruh Kekaisaran Romawi, baik bagian Timur maupun Barat, sebelum kerajaan ini terpecah secara permanen setelah kematiannya. Masa pemerintahannya menandai titik balik dalam sejarah Kekaisaran Romawi, terutama dalam hal agama dan hubungan kekaisaran dengan Gereja Kristen.

Kehidupan Awal dan Latar Belakang

Flavius Theodosius lahir pada 11 Januari 347 di Cauca, Gallaecia, yang saat ini dikenal sebagai wilayah Spanyol modern. Ia berasal dari keluarga bangsawan militer. Ayahnya, Flavius Theodosius, adalah seorang jenderal yang berjasa dalam menumpas pemberontakan di Britania. Theodosius muda tumbuh dalam lingkungan militer dan belajar strategi serta taktik peperangan dari ayahnya, yang memberikan bekal penting bagi masa depannya sebagai pemimpin.

Kenaikan ke Tahta

Setelah kematian Kaisar Valens dalam Pertempuran Adrianopel pada 378, Kekaisaran Romawi Timur berada dalam situasi genting. Kaisar Gratianus dari Kekaisaran Romawi Barat menunjuk Theodosius sebagai rekan-kaisar untuk memimpin wilayah timur pada tahun 379. Theodosius segera mengkonsolidasikan kekuatannya dan menegakkan kembali stabilitas di wilayah tersebut, terutama menghadapi ancaman dari suku-suku Goth.

Perang dengan Goth dan Perjanjian Perdamaian

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Theodosius adalah ancaman dari suku Goth, yang sebelumnya menghancurkan tentara Romawi dalam Pertempuran Adrianopel. Alih-alih mengalahkan mereka secara militer, Theodosius memilih untuk menjalin hubungan diplomatik. Pada tahun 382, ia menandatangani perjanjian dengan Goth, memberikan mereka tanah di wilayah Balkan dan mengizinkan mereka menetap sebagai federati (sekutu) Romawi, dengan kewajiban untuk menyediakan tentara dalam pertahanan kekaisaran.

Kebijakan Agama

Theodosius dikenal sebagai seorang penganut Kristen yang taat, dan ia berperan besar dalam mendorong agama Kristen menjadi agama resmi kekaisaran. Pada 380, ia mengeluarkan Edik Tesalonika yang menyatakan bahwa Kristen dalam bentuk yang diakui oleh Gereja Katolik adalah satu-satunya agama yang sah di Kekaisaran Romawi. Edik ini mempersatukan kekaisaran di bawah ajaran Nicea, sementara kelompok-kelompok Kristen yang dianggap sesat, seperti Arianisme, dikecam dan ditekan.

Selama pemerintahannya, Theodosius mempromosikan Gereja Kristen dan mulai melarang praktik-praktik paganisme. Pada tahun 391 dan 392, ia mengeluarkan serangkaian undang-undang yang melarang pengorbanan hewan dan upacara-upacara pagan lainnya. Meskipun paganisme tidak sepenuhnya dihancurkan selama masa pemerintahannya, undang-undang tersebut menandai langkah penting dalam transisi Romawi menjadi negara Kristen.

Perang Saudara dan Pemulihan Kekaisaran

Setelah kematian Kaisar Valentinianus II pada 392, Jenderal Arbogast mengangkat seorang kaisar boneka bernama Eugenius di Kekaisaran Barat. Ini menyebabkan ketegangan antara Theodosius dan Arbogast, yang akhirnya memicu perang saudara. Pada Pertempuran Frigidus pada 394, Theodosius berhasil mengalahkan Eugenius dan pasukannya. Kemenangannya dalam pertempuran ini mengukuhkan kekuasaannya atas seluruh Kekaisaran Romawi, menjadikannya kaisar tunggal untuk terakhir kalinya dalam sejarah Romawi.

Pembagian Kekaisaran

Setelah kemenangan atas Eugenius, Theodosius menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Romawi. Namun, kesehatannya memburuk pada akhir masa pemerintahannya. Sebelum kematiannya pada 395, ia membagi kekaisaran di antara kedua putranya. Putra sulungnya, Arcadius, menerima Kekaisaran Romawi Timur, sedangkan putra bungsunya, Honorius, menerima Kekaisaran Romawi Barat. Pembagian ini menandai akhir dari Kekaisaran Romawi yang bersatu, dengan bagian timur dan barat berkembang terpisah dalam arah yang berbeda. Kekaisaran Romawi Barat akan terus melemah dan akhirnya runtuh pada abad ke-5, sedangkan Kekaisaran Romawi Timur, yang dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium, bertahan hingga 1453.

Kebijakan Domestik

Selain kebijakan agamanya, Theodosius juga terkenal karena upaya untuk memperkuat birokrasi kekaisaran dan menstabilkan ekonomi yang terancam oleh perang terus-menerus. Ia melakukan reformasi dalam pemerintahan dengan memperkuat kekuasaan pusat, serta mencoba mengontrol inflasi dan krisis keuangan yang melanda kekaisaran selama akhir abad ke-4. Namun, meskipun ada berbagai reformasi, tantangan ekonomi yang mendalam tetap ada, terutama di bagian barat kekaisaran.

Keluarga

Theodosius menikah dua kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Aelia Flaccilla, dan mereka memiliki dua anak: Arcadius, yang menjadi kaisar di Timur, dan Honorius, yang menjadi kaisar di Barat. Aelia Flaccilla meninggal pada 386. Theodosius kemudian menikah dengan Galla, saudara perempuan Valentinianus II, dan mereka memiliki seorang anak perempuan bernama Galla Placidia yang kemudian menjadi permaisuri kekaisaran yang berpengaruh pada masa kekuasaan putranya, Valentinianus III.

Kematian dan Penguburan

Theodosius I meninggal pada 17 Januari 395 di Milan, Italia. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, dan dimakamkan di Gereja Rasul Suci, sebuah gereja penting di kota tersebut yang juga menjadi tempat peristirahatan kaisar-kaisar Romawi sebelumnya.

Referensi

  1. (Inggris) F.D. Wellem., Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja, Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2003, Hal. 180-183
  2. "Theodosius I". christianitytoday.com. 8 Agustus 2008. Diakses tanggal 5 Mei 2014.
  3. (Indonesia) Hendrikus Berkhof dan I. H. Enklaar., Sejarah gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009, Hal. 50
  4. (Indonesia) Peter Walker., In the Steps of Saint Paul, Yogyakarta: Kanisius, 2009, Hal. 100
  5. (Indonesia) John Man., Attila: The Barbarian King Who Challenged Rome, Jakarta: Pustaka Alvabet, 2005, Hal. 136

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Flavius Theodosius.
  • De Imperatoribus Romanis, Theodosius I
  • Kirchenlexikon-Biography and Bibliography
  • This list of Roman laws of the fourth century shows laws passed by Theodosius I relating to Christianity.
Theodosius I
Wangsa Theodosius
Lahir: 11 Januari 347 Meninggal: 17 Januari 395
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Valens
Kaisar Romawi
379–395
Bersama dengan:
Gratianus, Valentinian II, Arkadius dan Honorius
Diteruskan oleh:
Arkadius dan Honorius
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
  • l
  • b
  • s
Daftar tokoh dengan gelar yang Agung
Asia
selain Timur Tengah
  • Akbar
  • Anawrahta
  • Anyakrakusuma
  • Asoka
  • Bayinnaung
  • Bhumibol Adulyadej
  • Buddha Yodfa Chulaloke
  • Chulalongkorn
  • Gwanggaeto
  • Kangxi
  • Kanishka
  • Mengrai
  • Narai
  • Naresuan
  • Parakramabahu I
  • Raja Raja Chola I
  • Rajendra Chola I
  • Ramkhamhaeng
  • Sejong
  • Sri Baduga Maharaja
  • Taksin
  • Taizong
  • Yu
Eropa
  • Albertus
  • Alfonso III
  • Alfred
  • Bolesław I
  • Fernando
  • Friedrich II
  • Friedrich Wilhelm
  • Gustav II Adolf
  • Henri IV
  • Hugues
  • Ivan III
  • João
  • Karel
  • Kazimierz III
  • Knut
  • Konstantinus
  • Lajos I
  • Llywelyn
  • Louis XIV
  • Paus Dionisius
  • Paus Gregorius
  • Paus Leo
  • Pedro III
  • Pompeius
  • Pyotr I
  • Rhodri
  • Roman
  • Sancho III
  • Simeon I
  • Stefan III
  • Tamar
  • Theoderikus
  • Theodosius I
  • Tigranes
  • Tiridates
  • Valdemar I
  • Valentinianus I
  • Vladimir I
  • Vytautas
  • Yekaterina II
  • Yustinianus I
Timur Tengah
dan Afrika
  • Abbas
  • Antiokhos
  • Ahasyweros I
  • Aleksander
  • Askia Mohammad I
  • Darius
  • Herodes
  • Koresh
  • Mithridates II
  • Mubarak Al-Sabah
  • Nebukadnezar II
  • Radama I
  • Ramses II
  • Reza Shah
  • Sargon
  • Syapur II
  • Süleyman I
  • Timur
  • Umar
Di Amerika
  • Kamehameha I
  • Pacal
  • Yuknoom Ch'een II
  • Motecuzoma II
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
    • 3
    • 4
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Chili
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Te Papa (Selandia Baru)
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal dan Latar Belakang
  2. Kenaikan ke Tahta
  3. Perang dengan Goth dan Perjanjian Perdamaian
  4. Kebijakan Agama
  5. Perang Saudara dan Pemulihan Kekaisaran
  6. Pembagian Kekaisaran
  7. Kebijakan Domestik
  8. Keluarga
  9. Kematian dan Penguburan
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Romawi Kuno

negara yang mulai berkembang di Semenanjung Italia dari abad ke-8 SM

Magistratus

pejabat tinggi yang memainkan peran penting dalam pemerintahan Republik Romawi

Phoenice (provinsi Romawi)

Phoenice adalah sebuah provinsi Kekaisaran Romawi (disebut dalam bahasa Latin Provincia Syria Phoenice), yang meliputi wilayah Phoenicia. Provinsi tersebut

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026