Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Mayorianus

Mayorianus adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 457 hingga 461. Ia merupakan salah satu dari sedikit kaisar akhir Romawi Barat yang dikenal sebagai penguasa yang kompeten dan berusaha keras untuk mengembalikan stabilitas serta wilayah kekaisaran yang sedang runtuh. Meskipun pemerintahannya singkat, upayanya untuk mereformasi administrasi dan militer memberikan gambaran tentang kesulitan yang dihadapi Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5.

Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 457 hingga 461
Diperbarui 7 Januari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mayorianus
Mayorianus
Uang logam Solidus dengan gambar Mayorianus, yang bertuliskan:
d·n· iulius maiorianus p·f· aug·
Kaisar Romawi
di Kekaisaran Romawi Barat
(tidak diakui sebagai kaisar di Kekaisaran Romawi Timur)
Berkuasa28 Desember 457 – 2 Agustus 461
PendahuluAvitus
PenerusLibius Severus
Kaisar Kekaisaran Romawi TimurLeo I
Kematian7 August 461
Tortona, Kekaisaran Romawi
Nama lengkap
Iulius Valerius Maiorianus[1]
AyahDomninus (mungkin)
IbuPutri Mayorianus (kakeknya kaisar Mayorianus juga bernama Mayorianus yang merupakan seorang magister militum)
AgamaKristen Kalsedon

Mayorianus (lahir sekitar tahun 420, meninggal 7 Agustus 461) adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 457 hingga 461. Ia merupakan salah satu dari sedikit kaisar akhir Romawi Barat yang dikenal sebagai penguasa yang kompeten dan berusaha keras untuk mengembalikan stabilitas serta wilayah kekaisaran yang sedang runtuh. Meskipun pemerintahannya singkat, upayanya untuk mereformasi administrasi dan militer memberikan gambaran tentang kesulitan yang dihadapi Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5.

Latar Belakang dan Kehidupan Awal

Mayorianus, yang nama lengkapnya adalah Flavius Julius Valerius Majorianus, lahir dalam keluarga bangsawan di Italia Utara sekitar tahun 420. Ayahnya adalah seorang perwira militer yang memiliki hubungan dekat dengan Kaisar Valentinianus III. Mayorianus menerima pendidikan militer sejak muda dan menunjukkan kemampuan luar biasa dalam strategi dan kepemimpinan, yang membuatnya dikenal di kalangan militer Romawi.

Awal Karier Militer

Mayorianus mulai menonjol sebagai seorang perwira di bawah Aetius, seorang jenderal terkemuka Kekaisaran Romawi Barat. Ia terlibat dalam berbagai kampanye militer, termasuk pertempuran melawan suku-suku barbar seperti Visigoth, Vandal, dan Hun. Kesetiaannya kepada Aetius dan keberhasilannya di medan perang membuatnya dihormati di kalangan militer, meskipun ia tetap diabaikan secara politik hingga pembunuhan Aetius pada tahun 454.

Setelah kematian Aetius dan pembunuhan Kaisar Valentinianus III pada tahun 455, Kekaisaran Romawi Barat mengalami ketidakstabilan politik yang signifikan. Mayorianus tetap setia kepada Roma dan terus memperkuat posisinya di kalangan militer dan bangsawan.

Naik Takhta

Pada tahun 457, setelah kematian Kaisar Avitus, Mayorianus diangkat sebagai kaisar oleh Ricimer, seorang jenderal barbar yang menjadi penguasa de facto Kekaisaran Romawi Barat. Penobatan ini didukung oleh Kaisar Romawi Timur, Leo I, yang memberikan legitimasi kepada Mayorianus.

Mayorianus segera mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kekuasaannya. Ia mengorganisasi kembali pemerintahan dan militer serta berupaya merebut kembali wilayah yang hilang ke tangan suku-suku barbar.

Pemerintahan

Pemerintahan Mayorianus ditandai oleh reformasi dan kampanye militer besar-besaran. Berikut beberapa kebijakan pentingnya:

Reformasi Administrasi dan Ekonomi

Mayorianus mencoba mengatasi korupsi yang meluas di pemerintahan dengan mengganti pejabat-pejabat yang tidak kompeten. Ia juga memperkenalkan undang-undang baru untuk melindungi petani dari eksploitasi oleh tuan tanah dan mengurangi beban pajak pada kelas bawah.

Kampanye Militer

Mayorianus melancarkan serangkaian kampanye militer untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang telah dikuasai oleh suku-suku barbar. Pada tahun 458, ia berhasil mengalahkan Visigoth di Galia, memaksa mereka untuk menandatangani perjanjian damai yang menguntungkan Roma. Ia juga mempersiapkan ekspedisi besar-besaran untuk merebut kembali Afrika Utara dari Vandal, yang merupakan sumber utama pasokan gandum bagi Kekaisaran.

Namun, ekspedisi ini gagal karena armadanya dihancurkan oleh badai di lepas pantai Spanyol pada tahun 460. Kegagalan ini melemahkan posisinya secara signifikan, baik di mata rakyat maupun Ricimer.

Kejatuhan dan Kematian

Kegagalan dalam kampanye melawan Vandal menyebabkan ketegangan antara Mayorianus dan Ricimer. Ricimer, yang tidak senang dengan upaya Mayorianus untuk memerintah secara independen, akhirnya memaksanya untuk turun takhta pada 2 Agustus 461. Lima hari kemudian, Mayorianus dieksekusi atas perintah Ricimer di Sungai Iria, dekat Tortona, Italia.

Referensi

  1. ↑ Nama lengkapanya hanya disebut di dokumen Carmen IV karya Sidonius Apollinaris sedangkan dokumen lainnya menyebut namanya sebagai Yulius Mayorianus.
  1. Bury, J.B. History of the Later Roman Empire. Cambridge University Press, 1923.
  2. Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians. Oxford University Press, 2005.
  3. Jones, A.H.M. The Later Roman Empire, 284–602: A Social, Economic, and Administrative Survey. Johns Hopkins University Press, 1986.

Sumber

Sumber primer

  • Hydatius, Kronik
  • Yohanes dari Antiokhia, Historia chronike
  • Yordanes, Getica
  • Marcellinus Comes, Annales
  • Priskos, Sejarah
  • Prokopios, Perang Vandal
  • Sidonius Apollinaris, Carmina; Letters. Terjemahan: Anderson, W.B., Sidonius. Poems and Letters, 2 vols. (Loeb, 1936–1965).

Sumber sekunder

  • Edward Gibbon, The History of the Decline and Fall of the Roman Empire, Chapter XXXVI “Total Extinction Of The Western Empire”.
  • Judith Evans Grubbs, Women and the Law in the Roman Empire, Routledge, 2002, ISBN 0-415-15240-2.
  • Penny MacGeorge, Late Roman Warlords, Oxford University Press, 2002, ISBN 0-19-925244-0.
  • Ralph W. Mathisen, "Julius Valerius Maiorianus (18 February/28 December 457 – 2/7 August 461)", De Imperatoribus Romanis.
  • John Michael O'Flynn, Generalissimos of the Western Roman Empire, University of Alberta, 1983, ISBN 0-88864-031-5.
  • Fabrizio Oppedisano, “Il generale contro l'imperatore. La politica di Maioriano e il dissidio con Ricimero,” Athenaeum 97 (2009) pp. 543–561.
  • Fabrizio Oppedisano, L'impero d'Occidente negli anni di Maioriano, Roma : «L’Erma» di Bretschneider, 2013, ISBN 978-88-913-0285-4.

Bacaan lebih lanjut

  • Ralph W. Mathisen, “Resistance and Reconciliation: Majorian and the Gallic Aristocracy after the Fall of Avitus,” Francia 7 (1979) pp. 597–627.
  • Gerald E. Max, Majorian Augustus. PhD diss., Universitas Wisconsin, 1975.
  • Gerald E. Max, “Political Intrigue during the Reigns of the Western Roman Emperors Avitus and Majorian,” Historia 28 (1979) pp. 225–237.
  • Gerald E. Max, “Procopius' Portrait of the Emperor Majorian: History and Historiography,” Byzantinische Zeitscrift, Sonderdruck Aus Band 74/1981, pp. 1–6.
  • Meyer, Helmut, “Der Regierungsantritt Kaiser Majorians,” Byzantinische Zeitschrift 62 (1969) pp. 5–12.
  • Stewart I. Oost, “Aëtius and Majorian,” Classical Philology 59 (1964) pp. 23–29.
  • Fabrizio Oppedisano, “Maioriano, la plebe e il defensor civitatis,” Rivista di filologia e di istruzione classica 139 (2011), pp. 422–448.
  • Ferdinando Angeletti, “La Novella Maiorani IV: Piccolo antico esempio di tutela del patrimonio culturale” in Storiadelmondo N. 89 (2019)

Pranala luar

Media terkait Majorian di Wikimedia Commons

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Avitus
Kaisar Romawi Barat
457–461
Diteruskan oleh:
Libius Severus
Didahului oleh:
Konstantinus
Rufus
Konsul Romawi
458
bersama dengan Leo Augustus
Diteruskan oleh:
Ricimer
Patricius
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Belanda
  • Vatikan
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX
Ikon rintisan

Artikel bertopik Romawi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang dan Kehidupan Awal
  2. Awal Karier Militer
  3. Naik Takhta
  4. Pemerintahan
  5. Reformasi Administrasi dan Ekonomi
  6. Kampanye Militer
  7. Kejatuhan dan Kematian
  8. Referensi
  9. Sumber
  10. Sumber primer
  11. Sumber sekunder
  12. Bacaan lebih lanjut
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Glycerius

Kaisar Romawi Barat yang memerintah dalam periode keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat, tahun 473 sampai 474

Makedonia (kerajaan kuno)

kerajaan bangsa Yunani Kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026