Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Domitianus

Domitianus adalah kaisar Romawi yang memerintah dari 14 September 81 hingga 18 September 96 M. Nama lengkapnya adalah Titus Flavius Domitianus dan ia adalah kaisar terakhir dari dinasti Flavian. Domitianus dikenal sebagai seorang penguasa otoriter yang memperkuat kekuasaan kekaisaran, tetapi pemerintahannya juga ditandai oleh konflik dengan Senat Romawi dan kebijakan represif.

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 81 hingga 96 M
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Domitianus
Domitianus
Patung di Louvre, Paris
Kaisar Romawi
Berkuasa14 September 81 – 18 September 96
PendahuluTitus
PenerusNerva
Kelahiran24 October 51
Roma, Kekaisaran Romawi
Kematian18 September 96(96-09-18) (umur 44)
Roma, Kekaisaran Romawi
Pemakaman
Roma
PasanganDomitia Longina (70–96)
KeturunanFlavius Caesar
Nama lengkap
Titus Flavius Domitianus (lahir)
Caesar Domitianus (69–81)
Nama takhta
Imperator Caesar Domitianus Augustus
DinastiFlavianus
AyahVespasianus
IbuDomitilla

Domitianus adalah kaisar Romawi yang memerintah dari 14 September 81 hingga 18 September 96 M. Nama lengkapnya adalah Titus Flavius Domitianus dan ia adalah kaisar terakhir dari dinasti Flavian. Domitianus dikenal sebagai seorang penguasa otoriter yang memperkuat kekuasaan kekaisaran, tetapi pemerintahannya juga ditandai oleh konflik dengan Senat Romawi dan kebijakan represif.

Kehidupan Awal

Domitianus lahir pada 24 Oktober 51 M di Roma. Ia adalah putra bungsu dari Vespasianus, yang kemudian menjadi kaisar pada tahun 69 M, dan Domitilla yang Tua. Kakak laki-lakinya adalah Titus, yang nantinya juga menjadi kaisar sebelum Domitianus. Sebagai anggota keluarga Flavian, Domitianus tumbuh dalam lingkungan yang penuh ambisi politik dan militer.

Pendidikan dan Masa Muda

Domitianus tidak menikmati pendidikan formal dan pengalaman militer yang sama seperti kakaknya, Titus, yang bertugas di berbagai wilayah kekaisaran bersama ayahnya. Namun, ia dididik dalam sastra dan hukum, memberikan dasar intelektual yang berguna selama masa kekuasaannya. Meskipun posisinya sebagai putra bungsu membuatnya kurang menonjol dalam urusan politik dan militer dibandingkan dengan Titus, Domitianus tetap mendapat perhatian dari para bangsawan Romawi sebagai pewaris potensial.

Naik Takhta

Domitianus naik takhta setelah kematian mendadak Titus pada 14 September 81 M. Beberapa sumber kuno, seperti Suetonius, menyebut bahwa Domitianus mungkin terlibat dalam kematian saudaranya, meskipun tidak ada bukti yang meyakinkan untuk mendukung klaim ini. Setelah menjadi kaisar, Domitianus segera memusatkan kekuasaan di tangannya, memperkuat kedudukan kaisar sebagai otoritas tertinggi dalam pemerintahan Romawi.

Kebijakan Dalam Negeri

Domitianus dikenal karena reformasi administrasi dan keuangannya. Ia berusaha menyeimbangkan anggaran negara, membangun kembali Romawi setelah kekacauan pemerintahan sebelumnya, serta meningkatkan pembayaran kepada tentara. Domitianus juga memperkenalkan kebijakan perpajakan baru yang lebih efisien untuk meningkatkan pendapatan negara. Meskipun reformasi ini berhasil dalam banyak hal, mereka juga menyebabkan ketegangan dengan kalangan bangsawan dan Senat, yang merasa terancam oleh kebijakan sentralisasi kekuasaan.

Hubungan dengan Senat

Hubungan Domitianus dengan Senat Romawi sangat buruk selama masa pemerintahannya. Ia sering mengabaikan Senat dan lebih memilih memerintah sebagai otokrat. Banyak senator yang dipersekusi karena dicurigai merencanakan kudeta atau terlibat dalam konspirasi. Sejarawan kuno seperti Tacitus dan Suetonius, yang umumnya bersikap kritis terhadap Domitianus, menyebut pemerintahannya sebagai "rezim teror" karena kebijakannya yang represif dan autoritarian.

Kebijakan Luar Negeri

Domitianus aktif dalam kebijakan luar negeri, terutama dalam memperkuat perbatasan kekaisaran. Ia melancarkan kampanye militer di Britania, di mana jenderalnya, Agricola, berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah yang kini dikenal sebagai Skotlandia. Domitianus juga terlibat dalam perang melawan suku-suku Jerman di sepanjang Sungai Rhine dan Danube. Meskipun kampanye militer ini sering digambarkan sebagai kemenangan, ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa Domitianus cenderung melebih-lebihkan keberhasilan militernya demi meningkatkan popularitasnya di Roma.

Program Pembangunan

Selama masa pemerintahannya, Domitianus sangat memperhatikan pembangunan fisik kota Roma. Ia memulai proyek-proyek pembangunan besar, termasuk rekonstruksi Kuil Jupiter di Bukit Capitolium yang hancur dalam perang saudara tahun 69 M. Domitianus juga memperluas Istana Kekaisaran di Bukit Palatinus, memperindah Colosseum, dan membangun Stadion Domitianus, yang menjadi cikal bakal Piazza Navona modern.

Selain itu, Domitianus memperkenalkan sejumlah reformasi keagamaan yang bertujuan mengembalikan dan memperkuat kultus kekaisaran. Ia mewajibkan rakyat untuk memuja dirinya sebagai dewa semasa hidupnya, sebuah tindakan yang memicu konflik lebih lanjut dengan Senat dan kalangan aristokrasi Romawi.

Rezim Otoritarian

Pemerintahan Domitianus sering digambarkan sebagai salah satu yang paling otoritarian dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Ia menekan kebebasan berbicara dan memata-matai para pejabat tinggi dan senator, yang mengarah pada eksekusi dan pengasingan banyak orang. Domitianus memperkenalkan sensor ketat terhadap tulisan dan pidato yang dianggap tidak loyal terhadap pemerintahannya.

Penganiayaan terhadap Orang Kristen dan Yahudi

Domitianus juga dikenal karena penganiayaannya terhadap orang Kristen dan Yahudi. Beberapa sejarawan menyatakan bahwa ia melihat kedua kelompok ini sebagai ancaman terhadap otoritas kekaisarannya karena penolakan mereka untuk memuja kaisar sebagai dewa. Penganiayaan ini lebih terfokus pada kalangan elite Kristen dan Yahudi, meskipun skala penganiayaannya tidak sebesar yang terjadi pada masa pemerintahan Nero.

Konspirasi dan Pembunuhan

Meskipun pemerintahannya ditandai dengan stabilitas internal dan keberhasilan dalam kampanye militer, Domitianus semakin tidak populer di kalangan elite politik. Pada tahun 96 M, konspirasi melawan Domitianus berhasil, dan ia dibunuh oleh para pejabat istana termasuk istrinya, Domitia Longina, dan sekretarisnya, Stephanus. Pembunuhan Domitianus menandai akhir dari dinasti Flavian dan membuka jalan bagi Nerva, seorang senator tua, untuk naik takhta sebagai kaisar baru.

Warisan

Setelah kematiannya, Senat segera menghapus semua jejak pemerintahan Domitianus melalui damnatio memoriae, sebuah tindakan penghapusan memori yang bertujuan untuk menghapus nama dan citranya dari catatan resmi. Namun, terlepas dari kebijakan keras ini, Domitianus dihormati oleh legiun Romawi karena kebijakan militernya yang kuat dan perlindungannya terhadap tentara.

Sejarawan modern telah meninjau ulang citra Domitianus. Meskipun pemerintahannya sering dikritik sebagai tirani, beberapa sejarawan menyatakan bahwa Domitianus adalah seorang administrator yang kompeten yang mencoba memperkuat kekaisaran di tengah ketidakstabilan politik. Program pembangunan dan reformasi ekonominya telah meninggalkan warisan jangka panjang yang masih terlihat hingga kini.

Keluarga dan Keturunan

Domitianus menikah dengan Domitia Longina pada tahun 70 M, dan meskipun hubungan mereka penuh gejolak, mereka tetap bersama hingga kematiannya. Domitianus tidak memiliki keturunan langsung yang bertahan hidup hingga dewasa. Anak laki-lakinya meninggal saat masih bayi, dan tidak ada pewaris laki-laki dari dinasti Flavian yang dapat melanjutkan garis keturunan kekaisaran.

Lihat Juga

  • Vespasianus

Referensi

  1. Suetonius, The Twelve Caesars.
  2. Tacitus, Annals.
  3. Jones, B.W., The Emperor Domitian (1992).

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Domitian.
  • Cassius Dio, Roman History Book 67, English translation
  • Suetonius, The Lives of Twelve Caesars, Life of Domitian, Latin text with English translation
  • Tacitus, Agricola, English translation
  • Tacitus, Histories, English translation
  • l
  • b
  • s
Daftar kaisar Romawi bersatu, Barat, dan Timur
  • Kaisar Romawi
  • Raja Romawi
Principatus
27 SM – 235 M
  • Augustus
  • Tiberius
  • Caligula
  • Claudius
  • Nero
  • Galba
  • Otho
  • Vitellius
  • Vespasianus
  • Titus
  • Domitianus
  • Nerva
  • Trajanus
  • Hadrianus
  • Antoninus Pius
  • Marcus Aurelius dan Lucius Verus
  • Commodus
  • Pertinax
  • Didius Julianus
  • (Pescennius Niger)
  • (Clodius Albinus)
  • Septimius Severus
  • Caracalla dgn Geta
  • Macrinus dgn Diadumenian
  • Elagabalus
  • Alexander Severus
Krisis
235–284
  • Maximinus Thrax
  • Gordian I dan Gordian II
  • Pupienus dan Balbinus
  • Gordian III
  • Filipus si Arab dan Philippus II
  • Decius dgn Herennius Etruscus
  • Hostilian
  • Trebonianus Gallus dgn Volusianus
  • Aemilianus
  • Valerian
  • Gallienus dgn Saloninus dan Valerianus II
  • Klaudius Gothikus
  • Kuintillus
  • Aurelianus
  • Tacitus
  • Florianus
  • Probus
  • Carus
  • Carinus dan Numerianus
  • Kaisar-kaisar Galia:
  • Postumus
  • (Laelianus)
  • Marius
  • Victorinus
  • (Domitianus II)
  • Tetricus I dgn Tetricus II sbg Caesar
Dominatus
284–395
  • Diokletianus (seluruh kekaisaran)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat)
  • Diokletianus (Timur) dan Maximianus (Barat) dgn Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Konstantius Klorus (Barat) dgn Severus (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) Severus (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Maxentius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Galerius (Timur) dan Licinius (Barat) dgn Konstantinus Agung (Barat) dan Maximinus II (Timur) sbg Caesar
  • Maxentius (sendiri)
  • Licinius (Barat) dan Maximinus II (Timur) dgn Konstantinus Agung (proklamasi sendiri sbg Augustus) dan Valerius Valens
  • Licinius (Timur) dan Konstantinus Agung (Barat) dgn Lisinius II, Konstantinus II dan Krispus sbg Caesar
  • Martinianus
  • Konstantinus Agung (seluruh kekaisaran) dgn putra Krispus sbg Caesar
  • Konstantinus II
  • Konstans
  • Magnentius
  • Decentius sbg Caesar
  • Konstantius II dgn Vetranio
  • Flavius Claudius Julianus
  • Yovianus
  • Valentinianus I
  • Valens
  • Gratianus
  • Valentinianus II
  • Magnus Maximus dgn Victor
  • Theodosius I
  • Flavius Eugenius
Romawi Barat
395–480
  • Honorius
  • Konstantinus III dgn putra Konstans II
  • Priskus Attalus
  • Konstantius III
  • Ioannes
  • Valentinianus III
  • Petronius Maximus dgn Palladius
  • Avitus
  • Majorianus
  • Libius Severus
  • Anthemius
  • Olybrius
  • Glycerius
  • Julius Nepos
  • Romulus Augustus
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
  • Arcadius
  • Theodosius II
  • Marcianus
  • Leo I
  • Leo II
  • Zeno (pemerintahan pertama)
  • Basiliskus dgn putra Marcus sbg rekan-kaisar
  • Zeno (pemerintahan kedua)
  • Anastasius I Dicorus
  • Yustinus I
  • Yustinianus I
  • Yustinus II
  • Tiberius II Konstantinus
  • Mauricius dgn putra Theodosius sbg rekan-kaisar
  • Phocas
  • Heraklius
  • Heraklius Konstantinus
  • Heraklonas
  • Konstans II
  • Konstantinus IV dgn saudara-saudara Heraklius dan Tiberius dan kemudian Yustinianus II sbg rekan-kaisar
  • Yustinianus II (pemerintahan pertama)
  • Leontios
  • Tiberius III
  • Yustinianus II (pemerintahan kedua) dgn putra Tiberius sbg rekan-kaisar
  • Filippikos Bardanes
  • Anastasius II
  • Theodosius III
  • Leōn III
  • Kōnstantinos V
  • Artabasdos
  • Leōn IV Khazar
  • Kōnstantinos VI
  • Irene
  • Nikēphoros I
  • Stavrakos
  • Mikhaēl I Rangabes dgn putra Theophylaktos sbg rekan-kaisar
  • Leo V Armenia dgn Konstantinus sbg kaisar junior
  • Mikhaēl II
  • Theophilos
  • Mikhaēl III
  • Basileios I
  • Leōn VI
  • Alexander
  • Konstantinus VII
  • Romanos I Lekapenos dgn putra-putra Christopher Lakapenos, Stefanos Lakapinos dan Konstantinos Lakapinos sbg rekan-kaisar junior
  • Rōmanos II
  • Nikēphoros II Phōkas
  • Iōannēs I Tzimiskēs
  • Basileios II Boulgaroktonos
  • Kōnstantinos VIII
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Rōmanos III Argyros
  • Zōē (pemerintahan pertama) dan Mikhaēl IV Paphlagōn
  • Mikhael V Kalafatis
  • Zōē (pemerintahan kedua) dgn Theodōra dan Kōnstantinos IX Monomakhos
  • Kōnstantinos IX Monomakhos (kaisar tunggal)
  • Theodōra
  • Mikhaēl VI Bringas
  • Isaakius I Komnenos
  • Konstantinus X Doukas
  • Mikhaēl VII Doukas dgn saudara-saudara Andronikos dan Konstantios dan putra Kōnstantinos
  • Rōmanos IV Diogenēs
  • Nikephoros III Botaneiates
  • Alexios I Komnenos
  • Iōannēs II Komnēnos dgn Alexius Komnenus sbg rekan-kaisar
  • Manouēl I Komnēnos
  • Alexios II Komnēnos
  • Andronikos I Komnenos
  • Isaakius II Angelus
  • Alexius III Angelus
  • Alexios IV Angelus
  • Nikolaos Kanavos (dipilih oleh Senat)
  • Alexios V Doukas
Kekaisaran Nicea
1204–1261
  • Konstantinos Laskaris
  • Theodōros I Laskaris
  • Iōannēs III Doukas Vatatzēs
  • Theodōros II Doukas Laskaris
  • Ioannes IV Laskaris
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
  • Mikhaēl VIII Paleologos
  • Andronikos II Palaiologos dgn Mikhaēl IX Paleologos sbg rekan-kaisar
  • Andronikos III Palaiologos
  • Iōannēs V Paleologos
  • Iōannēs VI Kantakouzēnos dgn Iōannēs V Palaiologos dan Matthaios Asanēs Kantakouzēnos sbg rekan-kaisar
  • Iōannēs V Palaiologos
  • Andronikos IV Palaiologos
  • Iōannēs VII Palaiologos
  • Andronikos V Palaiologos
  • Manouel II Palaiologos
  • Iōannēs VIII Paleologos
  • Kōnstantinos XI Dragasēs Paleologos
  • Dēmētrios Palaiologos
  • Thōmas Palaiologos
  • Andreas Palaiologos
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  • Republik Romawi
  • Julius Caesar
    Kekaisaran Romawi Suci
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Belanda
  • Norwegia
  • Kroasia
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Seniman
  • ULAN
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Awal
  2. Pendidikan dan Masa Muda
  3. Naik Takhta
  4. Kebijakan Dalam Negeri
  5. Hubungan dengan Senat
  6. Kebijakan Luar Negeri
  7. Program Pembangunan
  8. Rezim Otoritarian
  9. Penganiayaan terhadap Orang Kristen dan Yahudi
  10. Konspirasi dan Pembunuhan
  11. Warisan
  12. Keluarga dan Keturunan
  13. Lihat Juga
  14. Referensi
  15. Pranala luar

Artikel Terkait

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Konstantinus Agung

kaisar Romawi dari tahun 306 hingga 337 dan kaisar pertama yang pindah ke agama Kristen

Kleopatra

Ratu Mesir dari tahun 51 hingga 30 SM

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026