Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Caesar (gelar)

Caesar adalah gelar kehormatan yang pertama kali digunakan oleh para kaisar Romawi dan menjadi salah satu gelar yang paling terkenal dalam sejarah dunia. Awalnya, "Caesar" merupakan nama keluarga dari Gaius Julius Caesar, seorang jenderal, politikus, dan diktator Romawi terkenal, tetapi kemudian gelar ini berkembang menjadi simbol kekuasaan di Kekaisaran Romawi dan diteruskan oleh para penguasa setelahnya.

Gelar Kehormatan Para Kaisar Romawi Kuno
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Caesar (gelar)
Romawi Kuno
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Romawi Kuno
Zaman
  • Kerajaan Romawi
    753–509 SM
  • Republik Romawi
    509–27 SM
  • Kekaisaran Romawi
    27 SM – 395 M
  • Principatus
  • Dominatus
  • Wilayah Barat
    395–476 M
  • Wilayah Timur
    395–1453 M
  • Lini Masa
Konstitusi Romawi
  • Konstitusi Zaman Kerajaan
  • Konstitusi Zaman Republik
  • Konstitusi Zaman Kekaisaran
  • Konstitusi Akhir Zaman Kekaisaran
  • Senatus
  • Sidang Legislatif
  • Magistratus Eksekutif
Preseden dan Hukum
  • Hukum Romawi
  • Ius
  • Imperium
  • Mos Maiorum
  • Kolegialitas
  • Auctoritas
  • Kewarganegaraan
  • Cursus Honorum
  • Senatus Consultum
  • Senatus Consultum Ultimum
Sidang-Sidang Rakyat
  • Comitia Centuriata
  • Comitia Curiata
  • Concilium Plebis
  • Comitia Populi Tributa
Magistratus
  • Consul
  • Praetor
  • Quaestor
  • Promagistratus
  • Aedilis
  • Tribunus
  • Censor
  • Wali Negeri
Magistratus Luar Biasa
  • Corrector
  • Dictator
  • Magister Equitum
  • Tribunus Consularis
  • Rex
  • Triumviri
  • Decemviri
Gelar dan Pangkat
  • Kaisar
  • Legatus
  • Dux
  • Officium
  • Praeses
  • Praefectus
  • Vicarius
  • Vigintisexviri
  • Lictor
  • Magister Militum
  • Imperator
  • Princeps Senatus
  • Pontifex Maximus
  • Augustus
  • Caesar
  • Tetrarches
  • Negara lainnya
  • Atlas
  • l
  • b
  • s

Caesar (dalam bahasa Latin: Caesar) adalah gelar kehormatan yang pertama kali digunakan oleh para kaisar Romawi dan menjadi salah satu gelar yang paling terkenal dalam sejarah dunia. Awalnya, "Caesar" merupakan nama keluarga dari Gaius Julius Caesar, seorang jenderal, politikus, dan diktator Romawi terkenal, tetapi kemudian gelar ini berkembang menjadi simbol kekuasaan di Kekaisaran Romawi dan diteruskan oleh para penguasa setelahnya.

Sejarah Penggunaan

Penggunaan gelar Caesar dimulai dari Gaius Julius Caesar (100 SM – 44 SM), seorang tokoh penting dalam transisi dari Republik Romawi ke Kekaisaran Romawi. Setelah kematiannya, penerusnya, Octavianus, yang kemudian dikenal sebagai Augustus, mengadopsi nama "Caesar" sebagai bagian dari gelar kekaisarannya, yang memberikan warisan dinasti kepada nama tersebut.

Para penerus Augustus, seperti Tiberius Caesar Augustus dan Nero Caesar Augustus, melanjutkan tradisi penggunaan nama "Caesar" sebagai gelar yang menunjukkan kekuasaan mereka. Pada periode ini, "Caesar" mulai dianggap sebagai bagian dari gelar resmi bagi para kaisar, meskipun mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan keluarga Julius Caesar.

Perkembangan dalam Kekaisaran Romawi

Selama Kekaisaran Romawi, gelar "Caesar" berevolusi. Awalnya, gelar ini digunakan oleh kaisar utama, tetapi kemudian menjadi gelar yang diberikan kepada anggota keluarga kekaisaran yang dianggap sebagai calon penerus atau kaisar junior. Gelar yang lebih tinggi adalah Augustus, yang digunakan oleh kaisar yang memerintah, sementara "Caesar" menjadi gelar resmi bagi para penerus yang ditunjuk.

Salah satu contoh terkenal adalah ketika Diokletianus membagi Kekaisaran Romawi menjadi dua bagian, Timur dan Barat, di bawah sistem yang disebut Tetrarki pada akhir abad ke-3 Masehi. Dalam sistem ini, dua kaisar senior dengan gelar Augustus memerintah, sementara dua Caesar memerintah di bawah mereka dan dianggap sebagai penerus resmi.

Penggunaan di Kekaisaran Bizantium

Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476 Masehi, Kekaisaran Romawi Timur, yang kemudian dikenal sebagai Kekaisaran Bizantium, tetap melanjutkan penggunaan gelar Caesar. Namun, di Bizantium, gelar ini sering kali diberikan kepada anggota keluarga kaisar atau kepada jenderal yang sangat dihormati.

Pada masa Kekaisaran Bizantium, gelar "Caesar" mulai kehilangan kekuasaannya yang semula, dan menjadi semacam gelar kehormatan bagi mereka yang berhubungan dengan keluarga kaisar, seperti saudara laki-laki atau menantu kaisar. Meskipun demikian, tetap ada beberapa individu yang diberi gelar "Caesar" sebagai tanda status tinggi dan kedekatan dengan tahta kekaisaran.

Pengaruh di Luar Romawi

Dunia Slavik

Pengaruh gelar Caesar meluas jauh di luar Kekaisaran Romawi. Dalam bahasa Slavia, kata "Caesar" diadaptasi menjadi "Tsar" (atau "Czar" dalam bahasa Rusia), yang digunakan oleh para penguasa Rusia, Bulgaria, dan Serbia sebagai gelar kaisar. Penggunaan "Tsar" di Rusia, khususnya, dimulai pada abad ke-16 oleh Ivan IV (Ivan yang Mengerikan) yang mendeklarasikan dirinya sebagai Tsar Rusia, dan gelar ini terus digunakan hingga Revolusi Rusia pada tahun 1917.

Kekaisaran Jerman

Di dunia Barat, gelar Caesar diadaptasi menjadi Kaiser dalam bahasa Jerman, yang digunakan oleh para kaisar Kekaisaran Romawi Suci dan kemudian Kekaisaran Jerman hingga berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1918. Istilah ini mencerminkan upaya penguasa Jerman untuk mengklaim legitimasi kekaisaran dengan meniru tradisi Romawi.

Simbolisme dalam Kekuasaan

Selama berabad-abad, gelar Caesar telah menjadi simbol kekuasaan mutlak, sering kali dikaitkan dengan sosok yang berpengaruh, tegas, dan memiliki kendali penuh atas wilayah atau negara yang diperintah. Kaisar Romawi, dengan gelar Caesar, sering kali dianggap sebagai pemimpin yang dipilih oleh para dewa atau ditakdirkan untuk memimpin.

Banyak penguasa di seluruh dunia menggunakan atau memodifikasi gelar ini untuk mengklaim warisan politik dan kekaisaran yang kuat. Dalam konteks modern, istilah "Caesar" juga digunakan dalam pengertian simbolis untuk menggambarkan pemimpin yang berkuasa absolut atau otoriter.

Penggunaan istilah "Caesar" sebagai gelar kekaisaran telah memengaruhi gelar kerajaan di berbagai bahasa:

Bahasa Jermanik:

  • Denmark: Kejser & Kejserinde;
  • Belanda: Keizer & Keizerin;
  • Jerman: Kaiser & Kaiserin;
  • Islandia: Keisari & Keisaraynja;
  • Faroe: Keisari & Keisarinna;
  • Norwegia: Keiser & Keiserinne;
  • Swedia: Kejsare & Kejsarinna
  • Inggris Kuno: cāsere

Bahasa Slavia dan Baltik:

  • Belarusia: Цар & Царыца (Tsar & Tsarytsa)
  • Bulgaria: Цар & Царица (Tsar & Tsaritsa);
  • Kroasia: Car & Carica (c dibaca ts);
  • Ceko: Císař & Císařovna;
  • Latvia: Ķeizars & Ķeizariene;
  • Makedonia: Кајсар & Кајсарица (Kajsar & Kajsarica c dibaca ts)
  • Polandia: Cesarz & Cesarzowa;
  • Rusia: Царь & Царица, Czar & Czaritsa (transliterasi kuno), Tsar & Tsaritsa (transliterasi modern)
  • Serbia: Цар & Царица / Car & Carica (dilafalkan Tsar & Tsaritsa)
  • Slowak: Cisár & Cisárovná;
  • Slovenia: Cesar & Cesarica;

Bahasa Afro-Asiatik:

  • Arab: Qaysar قيصر
  • Ibrani: Keisár קיסר & Keisarít קיסרית;

Bahasa Indo-Iran:

  • Persia: Ghaysar قيصر
  • Urdu: Qaysar قيصر
  • Georgia: კაიზერი (Keisari)

Bahasa Turkik:

  • Turki: Kayser (dulu), Sezar (modern).

Bahasa Uralik:

  • Estonia: Keiser & Keisrinna;
  • Finlandia: Keisari & Keisarinna or Keisaritar;
  • Hungaria: Császár & Császárnő;

Austronesia:

  • Indonesia: Kaisar;

Albania:

  • Albania: Çezar & Qesarinë;

Armenia:

  • Armenia: կայսր Kaysr, dan կայսրություն Kaysrutiun berarti kekaisaran;

Lihat Juga

  • Augustus (gelar)
  • Kaisar Romawi
  • Tsar
  • Kaiser
  • Tetrarki

Referensi

  • Southern, Pat (2001). The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge.
  • Scarre, Chris (1995). Chronicle of the Roman Emperors: The Reign-by-Reign Record of the Rulers of Imperial Rome. Thames & Hudson.
  • Jones, A.H.M. (1964). The Later Roman Empire 284–602. Blackwell Publishers.

Bibliografi

  • Pauly-Wissowa – Realencyclopädie der Classischen Altertumswissenschaft
  • l
  • b
  • s
Topik Romawi Kuno
  • Garis besar
  • Lini masa
Masa
  • Pendirian
  • Kerajaan (Penggulingan)
  • Republik
Kekaisaran
  • (Pax Romana
  • Principatus
  • Dominatus)
  • Kekaisaran Barat (kejatuhan)
  • Kekaisaran Timur (Bizantium) (kemunduran
  • kejatuhan)
Konstitusi
  • Sejarah
  • Kerajaan
  • Republik
  • Kekaisaran
  • Kekaisaran Akhir
  • Senat
  • Majelis legislatif (Curiate
  • Senturi
  • Tributa
  • Plebeia)
  • Magistratus eksekutif
  • SPQR
Pemerintahan
  • Curia
  • Forum
  • Cursus honorum
  • Kolegalitas
  • Kaisar
  • Legatus
  • Dux
  • Officium
  • Praefektus
  • Vicarius
  • Vigintisexviri
  • Liktor
  • Magister militum
  • Imperator
  • Princeps senatus
  • Pontifex Maximus
  • Augustus
  • Caesar
  • Tetrarki
  • Optimates
  • Populares
  • Provinsi
Magistratus
Biasa
  • Tribunus
  • Quaestor
  • Aedile
  • Pretor
  • Konsul
  • Sensor
  • Promagistratus
  • Gubernur
Luar biasa
  • Diktator
  • Magister Equitum
  • Desemviri
  • Tribun Konsuler
  • Triumvir
  • Rex
  • Interrex
Hukum
  • Dua Belas Papan
  • Mos maiorum
  • Kewarganegaraan
  • Auktoritas
  • Imperium
  • Status
  • Litigasi
Militer
  • Batas
  • Pendirian
  • Struktur
  • Kampanye
  • Kontrol politik
  • Strategi
  • Teknik
  • Kubu dan perbatasan (castra)
  • Teknologi
  • Angkatan darat (Legiun
  • Taktik infanteri
  • Peralatan pribadi
  • Teknik pengepungan)
  • Angkatan laut (Armada)
  • Auksiliari
  • Hukuman dan tanda jasa
  • Hippika gymnasia
Ekonomi
  • Pertanian
  • Deforestasi
  • Perdagangan
  • Keuangan
  • Mata uang
  • Mata uang Republik
  • Mata uang Kekaisaran
Teknologi
  • Sempoa
  • Angka
  • Teknik Sipil
  • Teknik militer
  • Teknologi militer
  • Akuaduk
  • Jembatan
  • Sirkus
  • Beton
  • Forum
  • Metalurgi
  • Jalan
  • Sanitasi
  • Thermae
Budaya
  • Arsitektur
  • Seni
  • Pemandian
  • Kalender
  • Pakaian
  • Kosmetik
  • Masakan
  • Gaya rambut
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Musik
  • Mitologi
  • Agama (dewa-dewi)
  • Romanisasi
  • Seksualitas
  • Teater
  • Anggur
Masyarakat
  • Patricius
  • Plebs
  • Konflik Tatanan
  • Secessio plebis
  • Ordo ekuestrian
  • Gens
  • Tributa
  • Konvensi penamaan
  • Wanita
  • Pernikahan
  • Adopsi
  • Perbudakan
  • Bagaudae
Bahasa (Latin)
  • Sejarah
  • Aksara
  • Versi (Kuno
  • Klasik
  • Vulgar
  • Akhir
  • Pertengahan
  • Renaisans
  • Baru
  • Kontemporer
  • Eklesiastikal)
  • Bahasa Roman
Penulis
  • Apuleius
  • Caesar
  • Catullus
  • Cicero
  • Ennius
  • Horace
  • Juvenal
  • Livy
  • Lucan
  • Lucretius
  • Martial
  • Ovid
  • Petronius
  • Plautus
  • Plinius yang Tua
  • Plinius yang Muda
  • Propertius
  • Quintilian
  • Quintus Curtius Rufus
  • Sallust
  • Seneca
  • Statius
  • Suetonius
  • Tacitus
  • Terence
  • Tibullus
  • Marcus Terentius Varro
  • Virgil
  • Vitruvius
Kota besar
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Aquileia
  • Bononia
  • Carthage
  • Konstantinopel
  • Leptis Magna
  • Londinium
  • Mediolanum
  • Pompeii
  • Ravenna
  • Roma
  • Smirna
Daftar dan topik
lain
  • Perang
  • Pertempuran
  • Jenderal
  • Legiun
  • Kaisar
  • Lembaga
  • Hukum
  • Konsul
  • Tribun
  • Wanita terkenal
  • Nomina
  • Bangsawan
  • Iklim
  • Fiksi / Film / Permainan video berlatar Romawi kuno
  • Portal
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • İslâm Ansiklopedisi


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah Penggunaan
  2. Perkembangan dalam Kekaisaran Romawi
  3. Penggunaan di Kekaisaran Bizantium
  4. Pengaruh di Luar Romawi
  5. Dunia Slavik
  6. Kekaisaran Jerman
  7. Simbolisme dalam Kekuasaan
  8. Lihat Juga
  9. Referensi
  10. Bibliografi

Artikel Terkait

Romawi Kuno

negara yang mulai berkembang di Semenanjung Italia dari abad ke-8 SM

Kekaisaran Romawi

periode Romawi kuno setelah era Republik

Gelar kebangsawanan Eropa

dan gelar tersebut biasanya dianugerahkan oleh kaisar atau raja yang menjadi pemimpin para bangsawan tersebut, yang pada banyak kasus kemudian gelar tersebut

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026