Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pretor

Pretor adalah jabatan penting dalam pemerintahan Romawi Kuno. Jabatan ini awalnya diciptakan pada tahun 367 SM sebagai bagian dari reformasi Lex Licinia Sextia, yang bertujuan untuk mengurangi kekuasaan konsuler dan mendistribusikan tanggung jawab administrasi. Pada puncaknya, jabatan ini memiliki peran yudisial, administratif, dan militer, serta menjadi batu loncatan menuju konsul, jabatan tertinggi dalam hierarki Romawi.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pretor
Untuk ibu kota Afrika Selatan, lihat Pretoria.
Romawi Kuno
Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Romawi Kuno
Zaman
  • Kerajaan Romawi
    753–509 SM
  • Republik Romawi
    509–27 SM
  • Kekaisaran Romawi
    27 SM – 395 M
  • Principatus
  • Dominatus
  • Wilayah Barat
    395–476 M
  • Wilayah Timur
    395–1453 M
  • Lini Masa
Konstitusi Romawi
  • Konstitusi Zaman Kerajaan
  • Konstitusi Zaman Republik
  • Konstitusi Zaman Kekaisaran
  • Konstitusi Akhir Zaman Kekaisaran
  • Senatus
  • Sidang Legislatif
  • Magistratus Eksekutif
Preseden dan Hukum
  • Hukum Romawi
  • Ius
  • Imperium
  • Mos Maiorum
  • Kolegialitas
  • Auctoritas
  • Kewarganegaraan
  • Cursus Honorum
  • Senatus Consultum
  • Senatus Consultum Ultimum
Sidang-Sidang Rakyat
  • Comitia Centuriata
  • Comitia Curiata
  • Concilium Plebis
  • Comitia Populi Tributa
Magistratus
  • Consul
  • Praetor
  • Quaestor
  • Promagistratus
  • Aedilis
  • Tribunus
  • Censor
  • Wali Negeri
Magistratus Luar Biasa
  • Corrector
  • Dictator
  • Magister Equitum
  • Tribunus Consularis
  • Rex
  • Triumviri
  • Decemviri
Gelar dan Pangkat
  • Kaisar
  • Legatus
  • Dux
  • Officium
  • Praeses
  • Praefectus
  • Vicarius
  • Vigintisexviri
  • Lictor
  • Magister Militum
  • Imperator
  • Princeps Senatus
  • Pontifex Maximus
  • Augustus
  • Caesar
  • Tetrarches
  • Negara lainnya
  • Atlas
  • l
  • b
  • s

Pretor (bahasa Latin: praetor, jamak: praetores) adalah jabatan penting dalam pemerintahan Romawi Kuno. Jabatan ini awalnya diciptakan pada tahun 367 SM sebagai bagian dari reformasi Lex Licinia Sextia, yang bertujuan untuk mengurangi kekuasaan konsuler dan mendistribusikan tanggung jawab administrasi. Pada puncaknya, jabatan ini memiliki peran yudisial, administratif, dan militer, serta menjadi batu loncatan menuju konsul, jabatan tertinggi dalam hierarki Romawi.

Sejarah dan Evolusi

Pendirian dan Perkembangan Awal

Jabatan pretor pertama kali diperkenalkan pada tahun 367 SM oleh Lex Licinia Sextia. Undang-undang ini mengatur bahwa salah satu dari dua konsul harus berasal dari kalangan plebeian, sedangkan jabatan pretor, yang sebelumnya berada di bawah konsul, diberikan kepada seorang patrician. Pretor pada periode awal ini memiliki kewenangan yudisial dalam menangani perselisihan antara warga negara Romawi (ius civile).

Perkembangan di Masa Republik

Seiring waktu, jumlah pretor meningkat seiring dengan perluasan wilayah Romawi. Pada abad ke-3 SM, jumlah pretor bertambah menjadi dua, dengan seorang pretor urbanus yang mengurus hukum di dalam kota Roma, dan pretor peregrinus yang mengurus kasus yang melibatkan orang asing (non-Romawi). Selanjutnya, jumlah pretor terus bertambah seiring dengan ekspansi Romawi, mencapai delapan pretor pada akhir Republik Romawi, dengan masing-masing bertanggung jawab atas provinsi atau tugas administratif tertentu.

Masa Kekaisaran

Pada masa Kekaisaran Romawi, fungsi pretor mengalami perubahan. Pretor menjadi lebih terfokus pada peran yudisial dan administratif di bawah pengawasan langsung kaisar. Meski jumlahnya terus bertambah, kekuasaan pretor semakin dibatasi oleh pejabat kekaisaran lainnya, seperti prefek dan prokonsul. Pretor juga memainkan peran penting dalam penyelenggaraan permainan gladiator dan acara publik lainnya.

Tugas dan Fungsi

Fungsi Yudisial

Sebagai magistrat dengan imperium, pretor memiliki kekuasaan yudisial yang luas. Pretor bertanggung jawab atas penerapan dan interpretasi hukum, serta penyelenggaraan pengadilan. Dalam hal ini, mereka mengeluarkan edik (edictum praetoris), yang merupakan pedoman bagi hakim dalam memutuskan kasus. Edik pretor sering kali berisi inovasi hukum yang kemudian menjadi bagian dari hukum Romawi.

Fungsi Militer

Selain fungsi yudisial, pretor juga memiliki fungsi militer. Dalam beberapa kasus, pretor dapat memimpin pasukan Romawi di medan perang, terutama jika konsul sedang tidak berada di tempat. Pretor yang berhasil dalam tugas militer sering kali dianugerahi dengan kemenangan atau bahkan diberi kesempatan untuk merayakan triumphus, sebuah kehormatan tinggi di Romawi.

Fungsi Administratif

Pretor juga memiliki tanggung jawab administratif, termasuk pengawasan terhadap provinsi Romawi. Pretor yang bertugas di provinsi dikenal sebagai propraetor, yang mengurus masalah sipil dan militer di provinsi tersebut. Pretor juga berperan dalam pemeliharaan ketertiban umum dan pelaksanaan undang-undang di Roma.

Pretor dalam Hierarki Romawi

Dalam sistem magistrat Romawi, pretor menempati posisi kedua setelah konsul. Pretor memiliki imperium, yaitu kekuasaan untuk memimpin pasukan dan menyelenggarakan hukum, meskipun dalam skala yang lebih terbatas dibandingkan dengan konsul. Masa jabatan pretor biasanya berlangsung selama satu tahun, dan setelah itu mereka sering kali diberi tugas sebagai gubernur provinsi dengan gelar propraetor.

Edik Pretor

Edik pretor, atau edictum praetoris, merupakan instrumen hukum yang dikeluarkan oleh pretor saat memulai masa jabatannya. Edik ini berisi pedoman hukum yang akan diikuti selama masa jabatan pretor tersebut. Edik pretor menjadi dasar bagi perkembangan hukum perdata Romawi, terutama karena banyaknya inovasi hukum yang dimasukkan dalam edik ini. Beberapa elemen dari edik pretor kemudian diadopsi dalam Corpus Juris Civilis, kompilasi hukum yang disusun pada masa Kaisar Yustinianus.

Pretor Terkenal

Beberapa pretor dalam sejarah Romawi yang terkenal antara lain:

  • Publius Cornelius Scipio (dikenal sebagai Scipio Africanus), yang menjabat sebagai pretor sebelum memenangkan Perang Punisia Kedua.
  • Gaius Verres, yang terkenal karena kasus korupsi saat menjabat sebagai pretor di Sisilia, yang diungkap oleh Cicero.
  • Julius Caesar, yang menjabat sebagai pretor pada tahun 62 SM, sebelum akhirnya menjadi salah satu pemimpin terkemuka dalam sejarah Romawi.

Akhir dari Jabatan Pretor

Pada masa Kekaisaran Romawi akhir, jabatan pretor mengalami kemunduran. Perubahan dalam struktur pemerintahan dan meningkatnya kekuasaan kaisar mengurangi pentingnya jabatan pretor. Pada abad ke-4 M, di bawah pemerintahan Konstantinus Agung, jabatan ini semakin kehilangan fungsinya dan akhirnya menghilang dalam reformasi pemerintahan kekaisaran.

Referensi

  1. Broughton, T. R. S. The Magistrates of the Roman Republic. American Philological Association, 1951-1960.
  2. Abbott, Frank Frost. A History and Description of Roman Political Institutions. Elibron Classics, 2005.
  3. Berger, Adolf. Encyclopedic Dictionary of Roman Law. American Philosophical Society, 1953.
  4. Lintott, Andrew. The Constitution of the Roman Republic. Oxford University Press, 1999.
  5. Crawford, Michael. Roman Republican Coinage. Cambridge University Press, 1974.

Lihat pula

  • Sensor (Romawi Kuno)
  • l
  • b
  • s
Topik Romawi Kuno
  • Garis besar
  • Lini masa
Masa
  • Pendirian
  • Kerajaan (Penggulingan)
  • Republik
Kekaisaran
  • (Pax Romana
  • Principatus
  • Dominatus)
  • Kekaisaran Barat (kejatuhan)
  • Kekaisaran Timur (Bizantium) (kemunduran
  • kejatuhan)
Konstitusi
  • Sejarah
  • Kerajaan
  • Republik
  • Kekaisaran
  • Kekaisaran Akhir
  • Senat
  • Majelis legislatif (Curiate
  • Senturi
  • Tributa
  • Plebeia)
  • Magistratus eksekutif
  • SPQR
Pemerintahan
  • Curia
  • Forum
  • Cursus honorum
  • Kolegalitas
  • Kaisar
  • Legatus
  • Dux
  • Officium
  • Praefektus
  • Vicarius
  • Vigintisexviri
  • Liktor
  • Magister militum
  • Imperator
  • Princeps senatus
  • Pontifex Maximus
  • Augustus
  • Caesar
  • Tetrarki
  • Optimates
  • Populares
  • Provinsi
Magistratus
Biasa
  • Tribunus
  • Quaestor
  • Aedile
  • Pretor
  • Konsul
  • Sensor
  • Promagistratus
  • Gubernur
Luar biasa
  • Diktator
  • Magister Equitum
  • Desemviri
  • Tribun Konsuler
  • Triumvir
  • Rex
  • Interrex
Hukum
  • Dua Belas Papan
  • Mos maiorum
  • Kewarganegaraan
  • Auktoritas
  • Imperium
  • Status
  • Litigasi
Militer
  • Batas
  • Pendirian
  • Struktur
  • Kampanye
  • Kontrol politik
  • Strategi
  • Teknik
  • Kubu dan perbatasan (castra)
  • Teknologi
  • Angkatan darat (Legiun
  • Taktik infanteri
  • Peralatan pribadi
  • Teknik pengepungan)
  • Angkatan laut (Armada)
  • Auksiliari
  • Hukuman dan tanda jasa
  • Hippika gymnasia
Ekonomi
  • Pertanian
  • Deforestasi
  • Perdagangan
  • Keuangan
  • Mata uang
  • Mata uang Republik
  • Mata uang Kekaisaran
Teknologi
  • Sempoa
  • Angka
  • Teknik Sipil
  • Teknik militer
  • Teknologi militer
  • Akuaduk
  • Jembatan
  • Sirkus
  • Beton
  • Forum
  • Metalurgi
  • Jalan
  • Sanitasi
  • Thermae
Budaya
  • Arsitektur
  • Seni
  • Pemandian
  • Kalender
  • Pakaian
  • Kosmetik
  • Masakan
  • Gaya rambut
  • Pendidikan
  • Sastra
  • Musik
  • Mitologi
  • Agama (dewa-dewi)
  • Romanisasi
  • Seksualitas
  • Teater
  • Anggur
Masyarakat
  • Patricius
  • Plebs
  • Konflik Tatanan
  • Secessio plebis
  • Ordo ekuestrian
  • Gens
  • Tributa
  • Konvensi penamaan
  • Wanita
  • Pernikahan
  • Adopsi
  • Perbudakan
  • Bagaudae
Bahasa (Latin)
  • Sejarah
  • Aksara
  • Versi (Kuno
  • Klasik
  • Vulgar
  • Akhir
  • Pertengahan
  • Renaisans
  • Baru
  • Kontemporer
  • Eklesiastikal)
  • Bahasa Roman
Penulis
  • Apuleius
  • Caesar
  • Catullus
  • Cicero
  • Ennius
  • Horace
  • Juvenal
  • Livy
  • Lucan
  • Lucretius
  • Martial
  • Ovid
  • Petronius
  • Plautus
  • Plinius yang Tua
  • Plinius yang Muda
  • Propertius
  • Quintilian
  • Quintus Curtius Rufus
  • Sallust
  • Seneca
  • Statius
  • Suetonius
  • Tacitus
  • Terence
  • Tibullus
  • Marcus Terentius Varro
  • Virgil
  • Vitruvius
Kota besar
  • Aleksandria
  • Antiokhia
  • Aquileia
  • Bononia
  • Carthage
  • Konstantinopel
  • Leptis Magna
  • Londinium
  • Mediolanum
  • Pompeii
  • Ravenna
  • Roma
  • Smirna
Daftar dan topik
lain
  • Perang
  • Pertempuran
  • Jenderal
  • Legiun
  • Kaisar
  • Lembaga
  • Hukum
  • Konsul
  • Tribun
  • Wanita terkenal
  • Nomina
  • Bangsawan
  • Iklim
  • Fiksi / Film / Permainan video berlatar Romawi kuno
  • Portal
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah dan Evolusi
  2. Pendirian dan Perkembangan Awal
  3. Perkembangan di Masa Republik
  4. Masa Kekaisaran
  5. Tugas dan Fungsi
  6. Fungsi Yudisial
  7. Fungsi Militer
  8. Fungsi Administratif
  9. Pretor dalam Hierarki Romawi
  10. Edik Pretor
  11. Pretor Terkenal
  12. Akhir dari Jabatan Pretor
  13. Referensi
  14. Lihat pula

Artikel Terkait

Cicero

berkantor di Sisilia Barat. Kemudian Cicero berganti tugas menjadi pretor. Sebagai pretor (satu tingkat di bawah konsul), Cicero menyuarakan pidato politiknya

Dante Alighieri

San Pier Maggiore (belakangan dinamakan San Francesco). Bernardo Bembo, pretor Venesia, mendirikan sebuah makam baginya pada tahun 1483. Di makamnya, sepenggal

Awan asperitas

mula-mula dipopulerkan dan dicetuskan sebagai jenis awan pada 2009 oleh Gavin Pretor-Pinney dari Cloud Appreciation Society. Ditambahkan dalam International

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026